35 Pikiran Positif Terhadap Musuh – Kata-Kata Positif Tentang Lawan Anda

Pikiran Positif Terhadap Musuh - Kata-Kata Positif Tentang Lawan Anda

Tidak ada lawan yang terlalu rumit untuk dihadapi. Mungkin yang sering menghambat kita dengan lawan adalah komunikasi yang kurang lancar. Bila tidak mampu mengantisipasi masalah komunikasi ini maka besar kemungkinan, banyak hal mandek lainnya yang akan kita hadapi saat bertemu dengannya (baik secara sengaja mapun tidak). Tentu berbicara dengan lawan penuh dengan cobaan sebab besar kemungkinan kata-katanya kurang bersahabat dan mengadopsi banyak pengabaian. Bila tidak ikhlas, rendah hati dan sabar menghadapinya maka hubungan dengannya semakin parah saja. Akan tetapi, orang yang sudah terbiasa melakukan tiga sikap positif tersebut akan mampu memakluminya sehingga komunikasi dengan lawan tetap langgeng.

Mulailah komunikasi dengan lawanmu lewat ramah-tamah. Ini adalah permulaan ke dua yang membuka pikiran agar bersahabat dengan siapapun. Sedangkan permulaan pertamanya adalah dengan mendoakan kebaikan rival anda.

Sebelum menghadapi musuhmu, pastikanlah bahwa diri sendiri sudah siap untuk diabaikan dan yang lebih bagusnya lagi adalah sudah terbiasa diabaikan. Keterbiasaan ini amat bermanfaat agar tidak ada lonjakan emosi ketika lawan terus menyerang dengan sikap cueknya. Belum lagi kalau ada masalah distorsi dalam hal-hal lainnya seperti ejekan, makian dan fitnah yang terucap. Intinya adalah jangan biarkan sisi arogan dalam dirimu menguasai pikiran, hentikan upaya untuk memenangkan sesuatu yang tidak jelas. Ikhlaslah menghadapi sikapnya yang seolah-olah sangat hebat, jauh di atas yang lain. Lalu tetaplah memberi respon positif atas semuanya itu. Di sinilah ketangguhan hati anda terbukti, “saat mampu membalas kejahatan dengan kebaikan (misalnya memberi pujian).”

Bila anda mampu berpikir positif terhadap kehadiran musuh, maka keburukan apapun yang dilakukannya bisa dihadapi dengan tenang. Terkecuali bila dia melakukan hal-hal yang melanggar hukum, sudah ada aparat untuk mengamankannya. Selama gangguan yang ditimbulkannya terkendali, selama itulah kita perlu berupaya untuk memaklumi  perilakunya. Mampu menggali makna kehidupan lebih dalam, akan mengajari kita bahwa seburuk-buruknya memiliki lawan, dia bisa menjadi penyemangat sekunder agar kita tidak menyerah selama menjalani hidup. Bila rasa putus asa mulai menghantam jiwamu, ingatlah dengan lawan-lawanmu, ingatlah tawa mereka yang menyakitkan dan ingatlah betapa senang dirinya menyaksikan keadaanmu. Dengan demikian, semangat perlawanan terhadap musuh menghentikan keputus-asaan anda.

Sudut pandang positif terhadap lawan

Apapun yang baik atau buruk di dalam hidup ini, semuanya berawal dari pikiran.  Apabila hati sudah siap menghadapi resiko terburuk, besar kemungkinan kita mampu mengendalikan diri dengan baik saat hal tersebut terjadi. Akan tetapi, orang yang tidak menyadarinya dengan merasa bahwa semuanya akan terjadi menurut kehendaknya. Mungkin akan terkejut sehingga timbullah lonjakan emosi yang memuncak menjadi amarah yang membakar rugi orang lain, diri sendiri maupun lingkungan sekitar kita. Oleh karena itu, bersyukurlah memiliki lawan yang sangat memperhatikan gerak-gerik anda. Seburuk-buruknya dampak perhatian tersebut, itu lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Berikut akan kami ungkapkan beberapa pemikiran positif yang membangun pemahaman yang bagus saat memiliki rival yang tangguh.

  1. Siapakah musuhmu? Ada beberapa frase yang sepadan dengan kata ini, seperti “kebalikan dirimu, rival, saingan, jebakan otomatis, pengganggu, perusak suasana, pembangkang, pemberontak.
  2. Memiliki rival adalah hal yang biasa tetapi yang tidak biasa adalah memusuhi sainganmu. Daripada bersaing-saingan, lebih baik berjuang bersama. Sebab tidak ada hadiah bagi yang menang dan tidak ada hukuman bagi yang kalah.
  3. Tidak ada orang yang tidak punya musuh, tetapi yang dapat kita usahakan adalah mampu mengabaikan rasa permusuhan itu namun memiliki komunikasi yang baik dengan siapa saja.
  4. Tanda awal dari permusuhan adalah rusaknya komunikasi. Oleh karena itu, berupayalah untuk tetap ramah di tengah pengabaian yang mengundang benci. Sebab anda memahami bahwa, “semua yang anda lakukan adalah untuk Tuhan, karena Dia telah lebih dahulu mengasihi anda.”
  5. Memusuhi seseorang secara otomatis membuatnya menjadi rival anda.
  6. “Yang sebaliknya” adalah orang yang sangat memperhatikan kehidupan anda walau semuanya itu demi menjatuhkan anda.
  7. “Musuh” yang bebal akan bereaksi negatif sebelum anda beraksi. “lawan” yang baik tidak akan bereaksi negatif sebelum anda beraksi merugikannya. Akan tetapi, “rival” yang bijak tetap tidak akan bereaksi negatif sekalipun anda beraksi merugikannya secara terukur (tidak melanggar hukum).
  8. “Seteru” tidak akan pernah berhenti menyakitimu sebelum mampu menghilangkan dendam hati karena ulahnya.
  9. Dendam adalah rasa sakit yang terungkit-ungkit saat kita mengingat atau menyaksikan seseorang/ sesuatu.
  10. Orang yang memiliki dendam, tidak dapat hidup tentram.
  11. Mengalahlah dari musuhmu dalam hal-hal yang buruk tetapi kebaikan yang bisa anda perbuat lakukanlah itu.
  12. Biarkanlah lawanmu unggul dalam hal harga diri, unggul dalam hal penampilan dan unggul dalam hal kata-kata. Tetapi jangan berputus asa dengan menjauh dari sikap baik dan benar yang sanggup anda lakukan, kerjakanlah itu.
  13. Biarkan dirimu kalah dari lawanmu, biarkan dia lebih banyak bicara sedangkan anda lebih banyak diam. Tetap jangan diam-diaman terus, melainkan berupayalah untuk tetap aktif positif.
  14. Orang yang tenang hatinya adalah mereka yang selalu merasa tidak memiliki musuh.
  15. Niat memusuhi berawal dari sikap buruk terhadap orang lain. Jadi, sekalipun kita tidak merasa memiliki musuh, tetapi sikap buruk terhadap orang lain membuat kita secara tidak sadar menciptakan rasa permusuhan di dalam sendiri.
  16. Mustahil kita merasa tidak memiliki musuh padahal sikap kita buruk terhadap orang ini dan orang itu.
  17. Menyakiti lawan hanya menyenangkan mata yang melihatnya dan telinga yang mendengarnya tetapi setelah itu sepercik rasa bersalah mulai mengkeruhkan hati.
  18. “Seteru” mempertemukan anda dengan rasa sakit. Perkenalan pertama mungkin memicu lonjakan bertegangan tinggi. Bila sudah terbiasa bertemu, tegangan emosional tetap stabil sekalipun godaannya variatif bahkan semakin rumit.
  19. Berdamai dengan musuh adalah mengalahkan ego sendiri yang menginginkan kejatuhannya.
  20. Biarkan lawan menang: biarkan arogansinya melebar, biarkan egonya tinggi, asalkan tidak melanggar aturan. Akan tetapi, jangan biarkan lawanmu menang dengan bersikap buruk. Melainkan biarkan dirimu kalah karena berjalan di jalan benar yang rendah hati senyap.
  21. Ikhlaskanlah lawan yang menyombongkan diri: itulah awal yang baik untuk membiarkan musuh menang.
  22. Berdamai dengan “lawan” adalah mengikhlaskan arogansinya mengalahkan ego pribadi.
  23. Biarkan lawan merasa sombong namun tetaplah rendah hati. Sebab kesombongan tidak akan berhenti melemahkan manusia secara diam-diam sampai tidak bisa apa-apa lagi.
  24. “Pengganggu” dilawan malah semakin banyak jumlahnya (baik dari segi orangnya, variasi & intensitas gangguan). Diamkan saja maka gangguannya akan mereda seiring berjalannya waktu.
  25. Mustahil bisa merasakan ketenangan di hadapan lawan sebelum mampu membiasakan diri dengan rasa sakit.
  26. Lawan adalah pelatih tak bergaji yang merangsang perkembangan anda ke arah yang lebih baik atau malah memburuk.
  27. Cara paling anggun menghadapi musuh adalah dengan mendiamkan kejahatannya tetapi tetap ramah kepada orangnya.
  28. Cara paling elegan menghadapi penganggu adalah dengan tidak mengomentari gangguannya tetapi tetap sopan menghadapi orang-orang di sekitar anda.
  29. Tindakan awal untuk mengasihi musuh adalah tetap menjaga komunikasi yang baik sekalipun dengan orang-orang yang tidak anda senangi.
  30. Buruknya komunikasi merupakan pertanda awal dari semakin parahnya suatu permusuhan.
  31. Berlakulah sama ramahnya kepada musuh layahknya ramahnya anda kepada seorang teman. Sebab sikap yang konsisten mewujudkan ketenangan hati.
  32. Tujuan pengganggu adalah membuat anda kacau. Jika anda tetap tenang aktif positif, itu berarti tujuannya gagal tercapai. Orang gagal pasti kecewa malu tersipu-sipu.
  33. Kesenangan spesial saat memiliki rival adalah ketika mampu mengatakan “senang rasanya mengecewakan banyak lawan.” Sebab sikap anda tidak berubah buruk sekalipun seterumu memancingnya dengan disakiti berkali-kali,
  34. Menanglah dalam diam dengan mendiamkan keburukan lawan tetapi sambutlah kehadirannya dengan ramah.
  35. Di atas semuanya itu, perhatikanlah aturan yang berlaku dalam masyarakat.

Kesimpulan

Salah satu cara terbaik untuk menenangkan hati adalah dengan menganggap bahwa kita tidak memiliki “musuh.” Tetapi, mustahil hal ini bisa terwujud bila sikap kita kerap kali kurang baik kepada sesama. Sebab sengaja melakukan kejahatan sama dengan membangun rasa permusuhan kepada sesama manusia.

Di atas semuanya itu, harap perhatikan bahwa anda tidak mengungkapkan langsung kata-kata ini dihadapan lawan-lawanmu. Melainkan tetaplah tenang, katakan sesuatu yang perlu saja dan lanjutkan aktivitas positif anda seperti yang sudah-sudah. Biarlah kata-kata ini tenggelam dalam hati sendiri sehingga meluapkan ketenangan hati. Tidak perlu membela diri secara berlebihan, jika memang ada masalah yang begitu besar, bawa saja dihadapan hakim. Peroleh bukti-bukti agar pembelaan anda semakin kuat. Sedang untuk kesalahan recehan, anda bisa memakluminya dan tetap berada di situ. Atau anda bisa meninggalkan lokasi tersebut untuk meredakan emosi yang mulai kusut. Terbiasalah dengan semuanya itu dan jangan membeda-bedakan orang. Berlakulah sama ramahnya saat bertemu musuh seperti ramahnya anda saat bertemu teman sendiri.

Salam, Ada-ada saja orang
yang menjadi seterumu.
Jangan anggap mereka merugikanmu,
kecuali hal tersebut memang terbukti.
Anggaplah lawan menguntungkanmu,
Sehingga hati benar-benar terbuka
menyambut kehadiran mereka
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.