10 Kejahatan (Kegilaan) Yang Pernah Terpikirkan Oleh Manusia

Kejahatan (Kegilaan) Yang Pernah Terpikirkan Oleh Manusia

Tahukah anda bahwa otak manusia adalah sarangnya dosa? Dalam tiga dimensi kehidupan kita, pikiran adalah komponen yang paling banyak melakukan pelanggaran. Sebab segala kedagingan kita dan semua sifat-sifat binatang yang kejam itu telah terpatri dan tertidur dalam otak tiap-tiap orang. Tidak ada orang yang bisa menghapuskan kedagingannya sebab kita tidak akan bisa hidup tanpa daging dan merahnya darah yang mengalir deras di sekujur tubuh ini. Hanya berharap, “semoga kasih karunia Allah mengampuni pikiran kotor yang muncul secara otomatis tersebut lewat karya penyelamatan Tuhan Yesus Kristus di Efrata. Kemuliaan bagi Allah karena besar kasih setia-Nya dalam kehidupan kita.”

Biar bagaimanapun kita mencoba untuk melenyapkan berbagai-bagai kegilaan yang kadang kala muncul dalam diri kita. Namun hal tersebut hanya berlaku selama kita sadar diri dan pikiran aktif terbuka. Akan tetapi, begitu pikiran kita tertidur karena terlena dengan kenyamanan duniawi yang memanjakan hidup, tepat saat itulah pemikiran yang dekil tersebut akan kembali muncul. “Tetap sadar” adalah upaya terbaik kita untuk menghentikan cerita-cerita jahat yang kadang-kala memberi hasutan halus untuk merayu hati agar mau melakukannya. Akan tetapi, orang yang berpendirian teguh dan memegang kuat standar kasih sejati, pasti bertahan! Asal saja kita tetap fokus kepada hal-hal yang positif.

Kejahatan (kegilaan) yang pernah terbesit dalam benak manusia namun semoga tidak sampai diwujudnyatakan

‘Tetap sadar’ membuat kedagingan kita tertekan dan kembali tertidur di dalam lubuk hati yang paling dalam, berdiam diri dan menunggu kita kembali terlena dengan gemerlap dunia. Cara-cara yang bisa kita lakukan untuk tetap sadar adalah dengan fokus kepada Tuhan memuji, memuliakan nama-Nya, membaca firman dan mendengar khotbah. Ini bisa juga dilakukan dengan belajar bidang studi sekolah atau perkuliahan yang sesuai dengan tugas yang kita emban. Juga dapat diwujudkan dengan bekerja menyelesaika apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita. Di sela-sela semua aktivitas positif itu, janganlah lupakan untuk berbuat baik kepada sesama sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang kita miliki.

Langsung saja kita bahas tentang ide gila dan super kejam yang kerap kali menyambangi pikiran manusia.

  1. Menipu orang lain (biasanya dalam hal kata-kata).

    Pemikiran untuk menipu biasanya terbesit dalam hati kita saat hendak membenarkan diri sendiri tentang suatu perkara. Suara hati kita berkata “nggak apa-apa kok! Ini cuma sesekali!” Tetapi suara hati yang lain berkata, “he kawan, ingat ada Tuhan yang memerhatikan setiap tindakanmu, bahkan yang terkecil sekalipun!” Dimana yang anda pilih? Semuanya tergantung dari pilihan masing-masing orang.

  2. Mencuri (biasanya lewat tindakan nyata).

    Keinginan kita adalah bomber yang besar jika terus-menerus dipikirkan. Jika suatu nafsu menjadi menggebu-gebu, saat ada kesempatan untuk mewujud-nyatakannya pasti langsung diambil sekalipun dengan mencurinya. Terlebih ketika barang yang kita inginkan sudah terpang-pang bebas dihadapan dan mata semua orang sedang tidak memerhatikannya. Hasrat untuk menyerobotnya secara diam-diam langsung ditindaklanjuti bila iman tidak kuat. Kecuali anda meyakini bahwa ”CCTV ajaib Tuhan ada dimana-mana, berhati-hatilah….

  3. Memaki orang lain.

    Kebencian yang tidak bisa kita redakan didorong oleh faktor kesombongan hati yang merasa diri terkoyak-koyak. Kita merasa bahwa kata-kata orang lain itu sungguh sangat keterlaluan dan ingin segera melancarkan aksi taktis pembalasan dendam. Sebab bukan hanya kita yang punya kelemahan, dia juga punya kekurangan yang bisa kita sudutkan sehingga banggalah hati ini dan rasa senang memuncak. Akan tetapi, mereka yang menyangkal diri dan yang kesenangannya tidak berasal dari kesombongan akan mampu meredakan niat jahat itu.

  4. Memukul orang lain.

    Aksi taktis pembalasan dendam akan semakin tebal tatkala lawan-lawan anda terus melancarkan serangan yang menyakitkan hati. Mereka sepertinya tidak tobat-tobat dan cenderung mengulang-ulang aksi keji tersebut sehingga timbullah niat untuk melancarkan pukulan kosong terhadap benda-benda di sekitar kita. Bila mereka masih tidak berhenti juga sekalipun ditantangin berkali-kali niscaya hati yang sombong ingin langsung melayangkan beberapa tamparan ke sini dan ke sana langsung ke orangnya. Akan tetapi, mereka yang berpikir positif merasa senang diejek orang lain sebab katanya, “Ya Tuhan terimakasih, hari ini satu lagi orang yang senang karena kehadiran saya!” Lagipula kemampuan mengasihi musuh membuat anda belajar baik kepada lawan sekaligus mengabaikan kejahatannya.

  5. Membunuh orang lain.

    Pernahkah anda berkeinginan untuk membunuh orang lain? Bila ini pernah terlintas dalam pikiran, itu tandanya kebencian terhadapnya telah mencapai puncaknya! Berupayalah sebaik-baiknya untuk menyangkal diri dan menghina diri sendiri. Jika anda sendiri bisa menginjak diri sendiri maka mudah-mudahan hinaan dari orang lain dapat ditanggung sekalipun masih terasa goncangannya. Tetaplah baik kepada musuhmu namun abaikan betapa jahatnya dia. Tidak ada manusia yang terus-menerus berbuat jahat kepada orang yang selalu baik. Suatu saat hatinya pun akan melembut….

  6. Seks bebas.

    Apakah anda menyukai seseorang? Bersyukurlah bahwa rasa suka anda terhadap orang lain tidak menggebu-gebu sebab orang tersebut pun pernah menyakiti anda! Manfaatkanlah rasa sakit yang diberikan orang lain untuk bersikap netral terhadapnya. Anggaplah dia seperti manusia pada umumnya yang memberi yang baik juga yang buruk: sehingga perasaan “falling in love go to the hell.” Daripada melakukan seks bebas nikmatnya lima menit namun hukumannya dihina orang seumur hidup, lebih baik puaskan dirimu dengan jari-jarimu yang lembut dan basah.

  7. Heteroseksual (gay, lesbian, pemburit).

    Pemikiran semacam ini bisa saja muncul dalam benak anda. Selama anda waras, selama itu pula bisa membendung niat jahat tersebut di dalam indahnya nyanyian rohani yang menyejukkan hati. Akan tetapi, saat pikiran mulai tertekan dan stres menyambangi, berhati-hatilah! Gunakan logika benar untuk melawan kejahatan yang busuk dan memalukan. Nikmatilah kehidupan seksual anda secara normal agar nyaman di hati sekalipun dilakukan seumur hidup. Untuk apa melakukan seks tetapi hati setengah khawatir? Tidak ada artinya kenikmatan hidup kalau hati tidak tenang-tenteram menjalani hidup hari-hari.

  8. Pedofil (mengerjai anak-anak).

    Pantaslah kita memusuhi diri kita sendiri sebab dialah yang menghasut kita untuk berbuat banyak kejahatan yang mungkin saja tidak pernah dilakukan orang lain. Hasrat tinggi untuk meyukai anak-anak muncul tiba-tiba ketika ada kesempatan emas. Akan tetapi, anda tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh kalau anda percaya karma! Tidak mau kan, anak-anak anda kelak akan jadi korban pedofil tengik? Gunakan akal sehat yang benar dengan menyadari bahwa “mata Tuhan adalah CCTV tembus pandang tak kasat mata yang mengawas-awasi tindakanmu detik demi detik!”

  9. Melukai diri sendiri.

    Pernah nggak anda ke tempat tinggi? Lalu pernahkah suara hatimu mengatakan “melompatlah ayo melompat”? Pernahkan anda mengalaminya? Ketika menyadari pemikiran semacam ini, kami langsung mengatakan “ternyata keinginan untuk bunuh diri sudah ada dalam hati tiap-tiap orang.” Jangan biarkan ide gila semacam ini menjalar dalam benak anda. Lawanlah itu dengan logika yang benar, katakanlah “saya tidak mau mati untuk masuk nerak! Saya mau mati pada waktunya Tuhan untuk menjadi bala tentara sorga (salah satu dari malaikat Tuhan)!”

  10. Kejahatan lainnya.

    Ada-ada saja ide gila yang muncul di dalam hati kita. Bila saja hal tersebut muncul karena kita telah mendengar informasi ini-itu atau setelah menonton acara (film) ini-itu. Sekalipun demikian, tetaplah berpegang pada logika benar yang anda yakini. Sebab pada dasarnya hal-hal yang buruk di dalam dunia ini tidak cocok dan tidak disukai oleh akal sehat yang manusiawi. Apapun ide itu, seleksilah dengan baik berdsarkan standar kehidupan yang anda miliki.

Kesimpulan

Bila ada hal yang paling bermasalah dalam diri kita: itu adalah otak yang kita miliki. Sumber segala kejahatan dan kegilaan moral berasal dari dalam hati. Jagalah agar hati anda tetap melek! Jangan terlalu terlena dengan kenikmatan dunia yang menyamankan kehidupan kita. Melainkan “tetaplah sadar dengan selalu fokus!” Puji-pujian kepada Tuhan adalah aktivitas multitasking yang bisa dilakukan sambil melakukan hal-hal ringan duniawi. Kita juga bisa tetap sadar dengan belajar sesuatu dari sekolah atau kampus. Kesadaran kita tetap aktif positif bila ada kesibukan menuntaskan tanggung jawab yang diemban. Gunakan akal sehat yang benar untuk menimbang-nimbang berbagai ide fenomenal yang meluap dari dalam pikiran. Pakai standar kehidupan sebagai timbangan yang menentukan, “apakah sesuatu itu layak dan pantas untuk dilakukan atau tidak?”

Salam, Pemikiran yang gila
dan kadang-kadang aneh
dapat diluruskan oleh
akal sehat yang benar.
Latih logika agar sehat
dengan aktif positif
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.