10 Dampak Kecemasan Setelah Menonton Televisi – Bahaya Kekuatiran/ Ketakutan Setelah Menonton Film

Dampak Kecemasan Setelah Menonton Televisi - Bahaya Kekuatiran - Ketakutan Setelah Menonton Film

Sesungguhnya yang kami maksudkan dalam kisah kali ini, tidak hanya melibatkan televisi saja melainkan semua perangkat multimedia lainnya yang ada dalam kehidupan kita. Mulai dari yang terkecil, misalnya smartphone, tablet, laptop/ notebook, PC dan lain sebagainya. Semua perangkat tersebut dapat menyediakan berbagai informasi yang memadai untuk disimak secara pribadi maupun bersama-sama. Ada dua konten besar di dalamnya, yaitu seputar berita terbaru dan seputar film/ sinetron/ film pendek. Dua jenis karya ini saja, kalau anda ikuti dengan rutin, pastilah membawa perubahan dalam hidupmu. Sebab dua jenis karya tersebut tidak dirancang asal jadi saja. Melainkan semuanya dipikirkan dan dipertimbangkan baik-baik oleh sejumlah kalangan intelek dalam bidang tententu agar yamg ditampilkan adalah yang terbaik.

Suatu karya seni terbaik yang didasarkan pada penilaian sekelompok orang cerdas, bukan berarti baik untuk semua orang. Sebab tiap-tiap manusia memiliki latar belakang yang berbeda satu sama lain. Banyaknya pengalaman dan tingkat kecerdasan yang bervariasi membuat respon tiap-tiap orang tidak sama setelah menyaksikan suatu karya. Mungkin saja ada yang memberi respon dengan langsung menerapkan apa yang dilihatnya. Ada juga orang yang melihat suatu karya, lalu memikirkannya secara berulang-ulang. Bisa jadi orang tersebut hanya melihat karya tersebut, menikmatinya sesaat lalu melupakannya sama sekali. Tetapi, orang yang menimbang-nimbang apa yang barusan disaksikannya, belum benar-benar mengambil keputusan.

Bila anda sudah terbiasa menyaksikan karya seni manapun, akan menemukan beberapa hal yang menarik di dalamnya. Umumnya hal-hal tersebut dapat dibedakan menurut arah dorongannya. Ada yang bermakna positif dan ada pula yang bermakna negatif. Salah satu dari sekian banyak makna negatif yang bisa timbul setelah menonton televisi atau film adalah “mencuatnya kecemasan di dalam benak sendiri.” Bagi beberapa orang, rasa cemas ini bisa sangat berpengaruh terhadap aktivitasnya bahkan terhadap keputusan dan pilihan yang diambilnya. Ini menyebabkan dampak langsung bagi kehidupannya maupun bagi orang-orang di sekitarnya.

Efek samping kecemasan setelah menonton film dalam televisi, smartphone, laptop, PC dan perangkat multimedia lainnya

Biasanya, dampak negatif setelah menonton sesuatu akan menjadi nyata seiring dengan kekuatan yang dimiliki oleh orang tersebut. Semakin besar power yang dimilikinya maka semakin jelas juga dampak kecemasan tersebut. Sebab dengan sumber daya besar yang ada di tangan, orang seperti ini bisa melakukan apa saja. Bila dia bukan orang cerdas yang hemat maka apa yang dimilikinya akan digunakan untuk membuat sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan. Ini jelas pemborosan tetapi menurutnya ini sangat menguntungkan. Berikut ini akan kami ungkapkan beberapa rasa cemas yang mungkin timbul dalam diri seseorang sehingga memicu efek samping yang meluas (dampaknya dirasakan oleh banyak orang).

  1. Membangun rumah di berbagai kota.

    Dari berbagai film yang dapat anda beli atau peroleh secara gratis di internet/ di toko offline di sekitar rumah. Beberapa menampilkan kehancurkan kota-kota besar dunia saat krisis menimpa suatu wilayah. Krisis tersebut bisa disebabkan oleh bencana alam (banjir,angin ribut, gempa, gelombang panas dan lain-lain) maupun bencana kemanusiaan (krisis pangan, krisis ekonomi, krisis keamanan dan lain-lain). Menurut kisah tersebut, kota-kota yang tidak memiliki persediaan pangan, obat-obatan dan energi serta lemah ekonomi dan kurang pengamanannya akan jatuh terlebih dahulu. Orang-orang yang masih bertahan dari malapetaka tersebut akan selamat jika mereka menuju ke kota-kota perbekalan

    Orang yang tajirnya kebangetan membangun rumah di berbagai daerah agar dia dan keluarganya bisa melarikan diri bila kota yang ditempatinya mengalami bencana alam dan/ atau bencana kemanusiaan. Pemikiran ini tentu timbul setelah menonton film tentang kiamat yang entah kapan akan menimpa bumi. Mereka mempersiapkan segala sesuatu dan menunggu dengan seksama kota mana yang akan hancur pertama kali saat akhir dunia telah tiba.

  2. Membangun rumah lainnya di atas gunung.

    Beberapa film yang bisa anda unduh dari internet mengisahkan betapa dahsyatnya bencana alam yang bisa meluluh-lantakkan segala sesuatu. Semuanya itu sangat menarik untuk disaksikan, bagaimana orang-orang yang tersisa mampu melewatinya sampai selamat. Kisah ini akan semakin menarik ketika di dalamnya ada juga konflik soal cinta, harta, tahta.

    Mereka yang memiliki banyak uang suka tinggal di daerah perkotaan. Sayangnya, rata-rata daerah perkotaan berada di pesisir pantai. Sementara itu mereka berkesempatan menonton film tentang dahsyatnya bencana tsunami yang menyapu bersih kota pesisir. Mereka menjadi sangat cemas setalah menyaksikan teror yang di datangkan oleh lautan. Timbullah dalam benaknya untuk mempersiapkan diri kalau-kalau hal tersebut terjadi dalam kehidupan nyata.

    Kekuatirannya soal kejadian tersebut tidak dapat lagi terbendung. Lagi pula, modal yang dimilikinya sangatlah banyak sehingga mudah saja baginya untuk berpikiran membeli tanah dan membangun rumah di daerah pegunungan. Besar kemungkinan, orang kaya raya beramai-ramai membeli dan membangun villa di wilayah perbukitan setelah menyaksikan dahsyatnya gelora lautan yang menggila.

  3. Membangun rumah dengan pagar tinggi.

    Ketika orang kaya semakin kaya dan yang miskin tetap miskin, maka akan muncullah orang-orang pinggiran yang digunakan oleh kriminal untuk merampoki si kaya. Lantas berbagai film yang beredar di masyarakat juga menunjukkan betapa ahlinya para perompak saat membobol suatu rumah. Suatu keahlian yang disertai dengan kekejaman karena tidak segan-segan membunuh penghuni rumah yang secara tidak sengaja mengetahui aksinya.

    Mengantisipasi kegilaan manusia seperti yang ditunjukkan dalam film-film zombi. Memiliki rumah berpagar tinggi juga merupakan salah satu cara untuk menghadapi wabah yang satu ini. Mereka mempersiapkan segala sesuatu agar kediamannya tidak sampai di tembus oleh perampok atau orang gila. Memiliki pagar tinggi ada manfaatnya tetapi ada juga keburukannya. Bagaimana orang-orang sekeliling tahu keadaan anda bila pagarnya tinggi tertutup? Bagaimana jadinya ketika sumber masalah sesungguhnya berada dalam rumah sendiri? Mungkinkah orang di luar sana melihatnya apalagi menolongnya?

  4. Membangun ruang bawah tanah (bungker).

    Pada suatu film kami pernah menyaksikan bencana alam yang memukul seluruh isi bumi dengan sengatan sinar matahari yang sangat panas. Ada juga film tentang invasi alien super kuat yang memukul kalah umat manusia. Mereka yang masih selamat mampu bertahan hidup lebih lama karena memiliki bunker yang berada tepat di bawah rumahnya. Ruang bawah tanah inilah yang menyelamatkan mereka sampai seluruh bencana yang terjadi mereda.

    Lantas, kapi-kapitalis yang memimpikan hal tersebut terjadi dalam kehidupannya, turut melakukan tindakan antisipasi. Dari semua uang yang mereka curi secara halus dari masyarakat, sebagian digunakan untuk membangun dan memperkuat ruang bawah tanah yang dimilikinya. Mereka menambah pintu baja dan kunci-kunci khusus agar tempat itu tidak bisa ditembus oleh siapa pun, termasuk oleh kekuatan alam maupun kekuatan alien. Padahal itu membutuhkan biaya sangat besar yang diperoleh dengan merampok segudang masyarakat yang tidak tahu apa-apa. Di sisi lain, ruangan tersebut bisa disalahgunakan untuk melakukan kejahatan, menyekap keluarganya sendiri tanpa diketahui siapa pun.

  5. Membeli mobil kuat.

    Ada film yang menunjukkan betapa nekadnya seorang kriminal psikopat yang tidak segan-segan membunuh siapa saja yang dikehendakinya. Beberapa korbannya ditembak di dalam kendaraannya sendiri. Pencuri profesional mungkin tidak hanya membawa lari kendaraan tetapi turut pula membersihkan TKP dari saksi, termasuk dengan membunuh orang yang berada dalam kendaraan tersebut.

    Ada banyak film yang mempertontonkan keseruan aksi semacam ini yang menimbulkan kecemasan di dalam hati orang-orang kaya. Terlebih ketika harta benda yang dimilikinya sangatlah banyak, semakin besarlah kekuatiran itu. Bagaimana jika hal tersebut terjadi di lingkungan rumahnya. Saat para perusuh tidak bisa lagi dikendalikan maka dia akan berlindung di balik kekuatan mesin. Mimpi-mimpi aneh membuatnya terpaksa harus membeli mobil super yang dilengkapi dengan kaca antipeluru dan antipecah. Padahal harga kendaraan semacam itu sangatlah besar.

  6. Membeli helicopter.

    Bila kota-kota besar dunia mengalami bencana alam mendadak, besar kemungkinan jalanan macet total sehingga sedikit saja orang yang dapat keluar-masuk ke kota tersebut. Di tengah hebatnya kerusakan akibat bencana, satu-satunya alat transportasi yang dapat bergerak bebas kemana saja adalah helikopter. Setiap perusahaan penting pasti memilikinya sebagai alat transportasi cepat 3600 (mampu ke arah mana saja).

    Terinspirasi setelah menonton berbagai film bencana yang melanda suatu wilayah, para kapitalis super kaya itupun mulai menganggarkan dana. Mereka pasti membeli salah satu di antaranya agar dapat meninggalkan suatu lokasi dengan cepat, melangkahi kemacetan dan melampaui bencana. Padahal pengadaan dan perawatan helikopter tidaklah mudah.

  7. Menggaji lebih banyak pengawal.

    Saat para mafia luar negeri bertahta memimpin hierarki kerajaannya di tengah ramainya toko-toko asia, mereka selalu waspada dari ancaman lawan-lawannya. Film mafia semacam ini menunjukkan bahwa semakin besar suatu kerajaan maka semakin banyak pula pekerjanya. Semakin kaya raya seorang bos, makin banyak pula pengawalnya. Pengawal adalah tameng yang rela mati sehingga dapat memperbanyak nyawa bos besar itu.

    Saat orang yang tajirnya kebangetan menonton cerita ini. Mereka mulai berpikir untuk menambah nyawanya dengan menyewa lebih banyak bodyguard. Mereka ingin menjaga kekuasaannya dari pundi-pundi rupiah orang kaya. Termasuk hendak melindungi bisnis kotor yang sudah diwariskan oleh keluarganya secara turun-temurun. Agar bisnisnya semakin luas, dibutuhkan juga lebih banyak pekerja sekalipun bisnis tersebut semi ilegal.

  8. Membuat ruang tersembunyi di dalam rumah.

    Beberapa film yang terkenal menampilkan rumah-rumah tertentu yang memiliki banyak ruang rahasia. Mengapa di sebut ruang rahasia? Sebab ada trik tertentu yang diperlukan untuk memasukinya. Ruangan ini biasanya digunakan untuk menyembunyikan barang berharga atau tempat bersembunyi saat penjahat sudah terlanjur masuk ke dalam rumah.

    Ketika cerita tersebut sampai ke telinga orang berduit tebal harta melimpah, langsung ditindaklanjuti dengan membuat hal serupa di rumahnya sendiri. Tentu saja, salah satu bagian terpenting untuk membuat ruangan semacam ini adalah memiliki rumah mewah yang super besar. Hunian yang semegah itu dapat menyimpan lebih dari satu ruang rahasia yang letak dan cara membukanya hanya diketahui oleh pemiliknya saja.

  9. Menimbun bahan pangan dan kebutuhan hidup lainnnya serta energi.

    Bencana alam bisa meluluh lantakkan suatu derah sehingga perputara ekonomi berhenti sama sekali. Kerusuhan yang meluas di dalam masyarakat dapat menghentikan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Beberapa film menampilkan kisah ini secara utuh maupun sebagai sebuah selingan dalam suatu cerita yang kompleks. Tentu saja di saat seperti ini, hanya orang-orang yang telah menimbun banyak yang memiliki kebebasan dan kepuasan menyantap makanan dan minumannya. Sedangkan orang yang belum mempersiapkannya hanya mengharapkan bantuan yang sangat terbatas dari pemerintah setempat.

    Bila konglomerat kelas atas menyaksikan betapa buruknya kehidupan pasca bencana yang bisa mematikan suatu kota. Terlebih kalau hal tersebut sampai dimimpikan pula, pastilah ia mulai berpikir untuk  mempersiapkan diri menghadapi hal yang sama. Menimbun makanan dan bahan-bahan kebutuhan lainnya sebanyak-banyaknya. Termasuk yang hendak disimpannya dalam jumlah besar adalah bahan bakar minyak siap pakai. Ia membutuhkan lumbung persediaan yang sangat besar untuk menempatkan barang-barang tersebut.

  10. Semua tontonan di televisi memancing ketakutan.

    Tontonan yang disajikan TV memang punya keasyikan tersendiri tetapi di sisi lain kecemasan yang ditimbulkannya juga besar. Mungkin rasa cemas ini tidak begitu nyata dalam kesehariannya sebab tidak memiliki power lebih untuk melakukan perubahan besar-besaran. Akan rasa cemas yang dialami oleh orang-orang kaya sangatlah jelas dampaknya bisa disaksikan lewat tindakan yang mereka tempuh untuk mengantisipasi masa depan yang belum pasti. Ketakutan ini bisa berujung kemana-mana sehingga hari-harinya hanya dihabiskan untuk mengurus hal-hal yang belum tentu terjadi. Kekuatirannya seputar masa depan terlalu hanyut dalam sandiwara yang dibuat-buat. Padahal yang namanya bencana tidak semudah itu terjadi.

    Manusia sebagai makhluk yang penuh rencana akan berusaha sekuat tenaganya untuk mengantisipasi rasa tersebut. Dia akan menempuh tindakan-tindakan nyata agar terhindar dari situasi yang tidak diinginkan. Tentu saja, besar kecilnya tindakan ini sangat bergantung dari permodalan yang dimilikinya. Orang sederhana seperti kami, bila khawatir terhadap bencana akan mengatakan. “yang terjadi, terjadilah: semua terserah Tuhan saja!” Akan tetapi, lain halnya jawaban orang yang tajirnya kebangetan akan disertai dengan pemborosan materi yang sangat besar.

  11. Dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Sepatutnya, rasa takut yang ditimbulkan oleh televisi tidak sampai membuat kita cemas tetapi lebih ke arah “menjadi waspada.” Bahkan bila perlu abaikan saja segala hal yang menakutkan tersebut. Itu tandanya mindset dan kepribadian anda telah berkembang pesat. Akan tetapi, mereka yang super tajir cenderung melakukan tindakan yang kelewat lebay (mau dikemanakan lagi uangnya?) dan tidak ada yang bisa melarang mereka untuk melakukan pemborosan tersebut.

Jangan tanya, mengapa konglomerat kelas atas dengan segudang kekayaan memiliki rumah sangat besar dan megah. Sesungguhnya, kebesaran dan kemegahan yang tampak merupakan perwujudan dari ketakutan yang dirasakannya. Rumah semewah itu dipakai sebagai tameng untuk menghindarkannya dari dahsyatnya bencana alam dan kerasnya bencana kemanusiaan yang diramalkan dalam banyak film. Ada berbagai hal yang dibangun dan ditimbunnya di dalam rumah tersebut, yang bisa dipakai untuk kebaikan tetapi bisa juga sebagai sarana kejahatan. Itulah kebebasan dan itulah haknya yang tidak bisa diganggu-gugat oleh siapapun. Jadi, jangan mau jadi orang yang super kaya sebab ada keseimbangan antara jumlah harta yang dimiliki seseorang dengan ketakutan yang dialami. Semakin besar kekayaan maka semakin besar pula kecemasan/ kekuatiran atau ketakutan yang dialami seseorang.

Salam, Televisi adalah
sumber kecemasan.
Semakin kaya manusia
makin besar reaksinya
untuk mengantisipasi
ketakutannya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.