7 Penyebab Delusi (Khayalan)

Faktor Penyebab Delusi (Khayalan) - Mengkhayal Yang Keterlaluan

Ada banyak hal aneh yang dialami oleh manusia. Dahulu, mungkin saja orang menganggap hal ini berhubungan dengan hal-hal mistis. Ada pula yang menganggapnya sebagai sebuah tanda-tanda zaman tentang sesuatu yang buruk. Keadaan ini membawa manusia dalam area sihir yang penuh omong kosong. Apa yang kebetulan dianggap sebagai pesan ajaib yang mengindikasikan hal-hal yang berada di luar penalaran baik manusia. Di zaman tersebut hanya ada kehancuran dan kematian yang tidak dapat dijelaskan. Beruntunglah kita bahwa semuanya itu hanya terjadi di masa lampau. Sedang di zaman sekarang, hampir segala sesuatu yang kita alami dari waktu ke waktu bisa dipahami dan disikapi dengan nalar berpikir positif.

Beruntunglah kita zaman sekarang bahwa hal-hal yang terlalu rumit untuk dipahami di masa lalu menjadi mudah dimengerti dengan menghubung-hubungkan suatu fakta dengan fakta yang lain. Ada penalaran logis yang terbentuk melingkari proses-proses kehidupan sehingga hal-hal tersebutlah yang akan kita jelaskan dalam suatu hubungan yang akan mengantarkan kita pada suatu kebenaran. Sehingga di masa-masa berikutnya tidak adala lagi prasangka yang berada di luar penalaran akal sehat. Orang-orang pun bisa mengetahui solusi tepat dari tiap-tiap persoalan yang berhubungan dengan delusi atau khayalan tingkat tinggi yang mereka alami. Keadaan ini akan berujung pada perkembangan kehidupan manusia yang diawali dengan memiliki fisik yang sehat.

Faktor penyebab delusi atau mengkhayalkan yang aneh-aneh

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI Offline) delusi adalah pikiran atau pandangan yang tidak berdasar (tidak rasional), biasanya berwujud sifat kemegahan diri atau perasaan dikejar-kejar; pendapat yang tidak berdasarkan kenyataan; khayal. Orang yang mengalami keadaan ini akan sangat mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. Ini bisa melibatkan situasi dengan tegangan emosional yang tinggi terhadap sesama manusia lainnya. Bisa berujung pada perbuatan nyata yang menimbulkan kerugian terhadap orang lain. Tentu hal tersebut bisa juga digunakan sebagai alasan untuk melemahkan peristiwa yang pernah kita alami: seolah-olah itu hanyalah bualan belaka. Padahal sesungguhnya kenyataannya demikian adanya. Oleh karena itu, demi mencegah meluasnya keadaan ini yang merusak sendiri-sendiri kehidupan pribadi lepas pribadi, coba perhatikan faktor pemicunya. Berikut selengkapnya.

Defenisi – Delusi adalah khayalan tingkat tinggi yang sangat nyata dirasakan oleh seseorang namun sesungguhnya hal tersebut hanyalah persepsi yang tidak hanya berlangsung dalam pikiran tetapi seolah-olah nyata disaksikan oleh panca indra pasien. Inilah letak perbedaannya dari khayalan biasa yang hanya berlangsung di dalam pikiran belaka. Sedangkan delusi langsung dilihat oleh mata kepala pasien tetapi orang lain di sekitarnya tidak menyaksikan penampakan tersebut.

  1. Keinginan yang menggebu-gebu.

    Siapa lagi perancang khayalan tingkat tinggi kalau bukan otak yang mengembangkan informasi tentang sesuatu sehingga seolah-olah disaksikan langsung oleh diri sendiri. Saat pikiran kita terlalu fokus dengan hal-hal duniawi yang ingin dimiliki maka informasi tersebut akan memenuhi otak. Saking tingginya hasrat terhadap sesuatu sampai informasi tentang suatu hal merembes ke seluruh area pikiran. Bisa saja orang yang sangat menginginkan ini-itu: melihatnya dengan mata; mendengarnya lewat telinga, merasakannya lewat permukaan kulit dan lain sebagainya. Orang yang fokus terhadap hal-hal dunia ini maka otaknya akan dipenuhi oleh hal-hal dunia ini bahkan menyaksikannya pula lewat indra. Padahal orang lain tidak melihat sesuatu tersebut.

  2. Kesombongan yang sangat besar.

    Orang yang terbiasa mencari kesenangan lewat berbangga diri akan menciptakan dunianya sendiri. Di sana, seolah-olah dialah yang pertama dan terutama serta disanjung-puji sehingga senangnya hati meluap tak terkira. Awalnya ini hanya berlangsu di dalam pikirannya saja. Akan tetapi, lama-kelamaan keinginan untuk berbangga hati terus-menerus muncul sampai hal tersebut memenuhi otaknya. Foku pikiran pada hal-hal yang membanggakan yang terjadi selama berhari-hari merembes mempengaruhi informasi yang diterima otak dari indra. Seolah-olah informasi yang diterima pikiran telah dimanipulasi oleh rasa arogansinya sendiri. Agar kesempatannya untuk menyaksikan hal-hal yang membanggakan semakin sering terjadi.

  3. Kekurangan air.

    Kekurangan air tidak sama dengan kehausan sebab orang yang kurang minum air bisa saja tidak merasa haus. Menyikat gigi dengan odol merupakan salah satu alasan kuat, “mengapa saat kita kekurangan air mulut tidak terasa nyaman dan tidak terasa kering.” Gosok gigi terlalu sering jelas membuat kita betah tidak kehausan dalam jangka waktu yang lebih lama. Akibatnya, pasien mengalami dehidrasi kronis yang tidak disadarinya tetapi efek sampingnya mulai berdatangan. Misalnya mulai dari penyakit akut sampai kronis dapat disebabkan oleh karena kurang minum air termasuk dalam hal ini adalah mengalami delusi yang menyenangkan.

  4. Kekurangan garam.

    Sebenarnya, manfaat garam terhadap tubuh hampir seimbang/ sama dengan manfaat air. Hanya saja, garam merupakan salah satu faktor penyembuh yang bekerja cepat terhadap penyakit. Sedangkan air manfaatnya memang jitu tetapi bekerja lambat dalam merenovasi tubuh. Salah satu manfaat nyata garam adalah membuat air bertahan lama di dalam tubuh. Artinya, orang yang mengonsumsi air garam manis mengalami dehidrasi yang lebih lambat ketimbang mereka yang meminum air putih biasa.

    Tubuh yang kekurangan elektrolit biasanya membuat seseorang sakit kepala atau sakit kepala sebelah. Akan tetapi, orang yang telah menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut tidak lagi sakit kepala saat kekurangan cairan. Sebab fisiknya telah menyesuaikan diri sehingga mengalami tahapan dehidrasi kronis. Cairan elektrolit bermanfaat untuk meningkatkan akurasi dan presisi informasi yang sampai ke otak. Bila tubuh kekurangan maka informasi yang sampai ke otak menjadi kurang akurat dan cenderung dipengaruhi oleh faktor lain. Faktor lain bisa saja sesuatu yang terus dipikirkannya yang merembes ke bagian otak pencerna informasi dari indra. Akibatnya pasien mengalami delusi yang dapat disaksikannya langsung lewat mata kepala sendiri. Padahal semua itu sebenarnya tidak ada.

  5. Kurang beraktiivtas.

    Saran kami, bagi anda yang aktivitasnya hanya di rumah saja. Bila memiliki banyak waktu luang, lakukanlah lari pagi. Bahkan jika waktu luang itu masih lebih banyak lagi di sore hari, maka silahkan “lari sore” (di dalam rumah saja). Berlari merupan cara terbaik untuk menguras energi sambil mengeluarkan berbagai sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh. Termasuk melenturkan otot dan sendi agar bebas dari kekakuan.

    Mereka yang memiliki aktivitas yang bervariasi memiliki daya ingat yang lebih kuat daripada orang yang lebih suka duduk seharian menikmati hidup di depan televisi. Keadaan ini secara langsung berkontribusi terhadap kemampuan seseorang mengingat hal-hal yang penting selama hidupnya. Termasuk poin-poin penting dalam menjaga kesehatan, salah satunya meminum air. Orang yang aktivitasnya minim memiliki kecenderungan lupa minum air, namun mereka yang aktivitasnya beragam tidak akan mudah lupa untuk mengonsumsi air. Ujung-ujungnya delusi pasti dialami oleh mereka yang kekurangan cairan yang berlangsung lama.

  6. Stress berkepanjangan.

    Depresi membuat otak manusia lemah yang disebabkan oleh pikiran yang kurang mampu berkonsentrasi, kacau dan rapuh. Akibatnya, orang stres bisa-bisa melupakan semua rutinitasnya untuk menyendiri dalam kamar akibat peliknya persoalan yang dihadapi. Mungkin saja saat stres dia keluar rumah dalam keadaan dehidrasi. Akibatnya, terjadilah delusi yang membuatnya melihat hal-hal aneh padahal orang lain tidak menyaksikan apa-apa. Semuanya ini kembali lagi pada poin pertama. Semakin sering seseorang mengalami frustasi, semakin besar kemungkinan baginya untuk melupakan konsumsi air putih. Sehingga probabilitas mengalami khayalan tingkat tinggi semakin besar.

  7. Gangguan kesehatan fisik dan mental.

    Menurunnya kesehatan fisik seseorang menyebabkan kerapuhan terhadap berbagai macam penyakit. Umumnya tinggi-rendahnya kesehatan seseorang dapat dibandingkan dengan sistem imun yang dimilikinya. Salah satu komponen imunologi dalam tubuh manusia adalah elektrolit yang bermanfaat sebagai bahan dasar imunitas. Bahan ini juga sangat berpengaruh terhadap fungsi otak yang sebagian besar terdiri dari cairan. Seseorang yang mengidap penyakit tertentu secara berkepanjangan (berbulan-bulan bahkan menahun) memiliki kandung elektrolit tubuh yang rendah. Jika ini terus-menerus terjadi maka dampaknya akan sampai juga diwilayah otak. Bisa jadi, salah satu gangguan otak yang disebabkannya adalah pasien mengalami delusi masif yang terus terjadi.

    Gangguan kesehatan mental bisa disebabkan oleh konsumsi terhadap rokok, alkohol dan narkotika serta zat adiktif lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan otak secara nyata. Zat-zat kimia tersebut dapat meruntuhkan dan membangun ulang kinerja otak sehingga timbullah penyimpangan pencitraan panca indra. Biasanya hal tersebut didorong oleh aktivitas konsumsi yang dilakukan secara terus-menerus dan dalam dosis yang berlebihan (over dosis).

Kesimpulan

Delusi adalah bias yang dialami otak akibat tercampurnya informasi antara imajinasi dan realitas panca indra. Keadaan ini membuat manusia menyaksikan hal-hal yang sesungguhnya tidak ada menjadi ada. Akibatnya persepsi seseorang menyimpang dari kenyataan yang ada. Perbedaan persepsi tersebut bisa menimbulkan masalah kecil hingga besar. Pandangan pasien bisa jadi sebuah kebalikan dari realita yang menyakitkan. Bahkan beberapa di antaranya bisa masuk rumah sakit jiwa akibat argumen yang mengada-ngada (tidak berdasar atau tidak sesuai fakta) yang diperparah oleh sikap yang buruk di tengah masyarakat. Keadaan pasien bisa saja diperalat atau dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk mendapat keuntungan bagi diri sendiri. Oleh karena itu, jangan sampai hal ini mengakar dalam kehidupan kita dengan menjaga asupan cairan dan tetap beraktivitas sekalipun dalam hari-hari tenang.

Salam, Hal-hal delutif
seolah-olah terjadi
yang mencampurkan
imajinasi dan kenyataan
sehingga salah persepsi
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.