Dampak Negatif Gosok Gigi

Dampak Negatif Gosok Gigi

Gigi adalah bagian terkeras dalam mulut yang manfaat utamanya untuk memotong, mencabik dan mengunyah makanan. Manusia tidak dilahirkan dengan prajurit putih berbaris rapi, tetapi baru muncul ketika seorang bayi tumbuh besar. Bagian ini merupakan yang paling keras dalam sistem pencernaan makanan. Sebagaimana keberadaannya di dalam rongga mulut merupakan bagian dari saluran penghubung kedua antara dunia luar dengan bagian dalam tubuh. Sedangkan saluran pertama dan yang paling sering melakukan kontak dengan dunia luar adalah saluran pernapasan. Oleh karena itu, daerah ini termasuk salah satu saluran masuknya bibit penyakit menginvasi tubuh (oral).

Ada banyak trend yang tersebar di dalam masyarakat seputar perawatan gigi. Trend yang paling mendasar dan sangat populer adalah menyikatnya dua kali sehari, pada pagi hari dan malam sebelum tidur. Ada lagi tentang pemasangan kawat gigi semata-mata untuk membuatnya terlihat rapih tanpa cacat. Sehingga barisannya berderet sempurna dan jauh dari penonjolan pada semua sisi. Ada juga trend tentang penggunaan benang untuk membersihkan kotoran di sela-selanya. Menurut kami, semua trend itu baik dan layak untuk dicoba oleh siapa saja. Namun kami sendiri memilih untuk tidak melakukannya karena merasakan kemunduran dan kerapuhan yang sangat cepat pada bagian yang putih keras tersebut.

Penyebab busuk tentara putih bukan karena belum menggosoknya

Sebab utama tulang mulut yang menonjol ini mulai mengalami kerusakan sejak duduk di bangku perkualiahan adalah kebiasaan lupa minum air. Dahulu kami tidak tahu bahwa ternyata odol yang digunakan punya efek menghilangkan rasa kurang nyaman di mulut. Suatu rasa yang sebenarnya sangat penting untuk menyampaikan sinyal kekurangan air. Sayang, saat gangguan di mulut mulai terasa, malah solusi yang ditempuh adalah menggosok gigi. Aktivitas tersebut jelas salah karena yang kami lakukan hanyalah mengusir gangguan ketidaknyamanan tersebut tanpa mengatasi akar permasalahannya, yaitu kurang minum air. Selain sebagai pelarut, air merupakan perekat yang membuat membantu berbagai komponen dalam tubuh saling bersatu dalam harmoni.

Seperti kata orang “untuk apa melindungi sesuatu yang akan hancur?” Sebab dilindungi sekalipun pasti akan hancur juga. Hanya memilih untuk menghindari cara-cara yang sia-sia karena mau bagaimana pun hasilnya sama saja. Artinya, sekalipun kami berusaha dengan nyata menyikat bagian ini sebanyak dua kali sehari tanpa meleset tetapi dampaknya tidak membaik. Sebab kerusakan yang dialaminya disebabkan oleh kemunduran daya tahan tubuh (imonodefisiensi). Sesuatu yang biasanya diderita oleh mereka yang pernah mengidap penyakit degeneratif. Ancaman di mulai dari bagian gusi yang paling atas lalu merusak yang bawah pula dan kemudian menjalar ke depan (bagian lainya juga ikut rusak). Kami bahkan tidak tahu mengapa kerusakannya begitu cepat. Sehingga mengambil keputusan untuk keluar dari aturan awam.

Keadaan ini semakin diperparah dengan kehadiran iblis yang selalu memberi racun dalam makanan atau minuman yang kami konsumsi. Suatu toksin yang menimbulkan luka/ memar pada gusi sehingga bentuknya sudah jauh berbeda dari orang normal. Bila orang normal memiliki gusi yang selalu merah atau kemerah-merahan, gusi kami malah menghitam karena sel-sel darah di wilayah tersebut mati setelah terpapar racun selama berhari-hari. Bahkan racun tersebut tidak manusiawi lagi, sebab efek yang ditimbulkannya terkadang sampai 24 jam per hari. Terlebih di hari-hari belakangan ini, toksin tersebut terus-menerus diberikan hari demi hari tanpa jeda sedikit pun. Kami pikir ujian lewat racun ini bukan lagi bertujuan untuk hal positif tetapi memang diniatkan dengan jahat sampai menghalalkan segala cara. Apa anda pernah mengalami sakit gigi selama 24 jam yang terjadi berhari-hari lamanya (tanpa jeda)? Keracunan adalah faktor ke tiga yang menyebabkan gigi kami busuk.

Pengalaman tidak menyikat batu putih

Sudah berapa bulan kami tidak gosok gigi namun keadaannya baik-baik saja. Kami yakin betul bahwa kerusakan pada bagian ini bukan karena tidak menyikatnya sehingga hal tersebut dirasa baik-baik saja. Lagi pula dalam prinsip pribadi adalah “apa yang hidup pasti mati, tinggal menunggu waktu saja, biarkanlah rusakf” Oleh karena itu, jangan meniru kebiasaan kami yang sama sekali tidak membersihkan gigi. Melainkan bijaklah menjadi konsumen agar tidak melakukannya secara berlebihan. Mungkin karena sedang tidak sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya sehingga cenderung hanya ikut-ikutan saja. Apalagi kalau hanya terlena pada gejala penyakit tanpa mencari tahu akar permasalahannya. Akibatnya penanganan penyakit yang dilakukan tidak tepat sasaran. Sebab itu hanyalah solusi sementara yang justru menutupi masalah yang sebenarnya.

Pengalaman kami, keadaan gigi menjadi salah satu indikator kuat kekurangan air. Artinya, saat kami melupakan rutinitas mengonsumsi air sedikit-sedikit yang dilakukan lebih sering: mulut akan berubah rasa dan batu putih tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda sakit. Seandainya orang awam yang mengalami masalah ini, pastilah pilihan utama mereka adalah menggosoknya dan menggosoknya lagi. Memang apa yang mereka lakukan bisa menghilangkan rasa sakit dan kurang nyaman di bagian mulut karena odol kaya dengan garam agen segala obat. Akan tetapi, lain halnya dengan apa yang kami lakukan. Kami memilih untuk meningkatkan keseringan meminum air sehingga lama-kelamaan kekurang nyamanan tersebut hilang sendiri (tanpa obat dan tanpa digosok).

Dari cerita di atas, bisakah anda memahami apa yang kami maksudkan dengan dampak negatif gosok gigi? Kami masih ingat dahulu waktu kuliah jauh dari rumah. Saat gigi sakit maka buru-buru ke kamar mandi lalu mengambil sikat dan odol untuk menggosokkannya ke bagian yang sakit. Memang yang kami rasakan kala itu, sakitnya bisa langsung hilang dalam sekejab. Sehingga saat sakit semacam ini berulang di hari-hari berikutnya maka obat yang kami pilih adalah menyikatnya lagi dan lagi. Di sinilah letak kesalahan itu, suatu dampak buruk dari aktivitas membersihkan mulut, yaitu menghilangkan gejala penyakit akibat kurang minum air putih. Seharusnya, yang kami lakukan dahulu adalah lebih sering meminum air putih. Pantas saja dahulu semasa kuliah, kami sering sakit-sakitan dan gigipun sudah merapuh.

Kesimpulan

Tanda utama” kekurangan air dirasakan oleh rongga mulut tetapi aktivitas membersihkannya dengan odol dan sikat akan menghilangkan “tanda utama” tersebut. Akibatnya, orang-orang merasa dirinya sehat padahal sedang menderita dehidrasi kronis yang menjadi awal mula sejuta penyakit.

Pernahkah anda minum air putih setelah menyikat gigi? Jika anda pernah melakukannya maka akan merasakan bahwa air yang diminum tersebut aneh di lidah. Dari awal saja bisa dipahami bahwa odol dapat mempengaruhi rasa minuman yang dikonsumsi sehingga membuat kita cenderung kurang minum air (enggan meminumnya lagi). Bahkan ada sabun gigi yang menjamin produknya dapat memberi “perlindungan hingga 12 jam.” Artinya, anda tidak akan pernah mengalami kekurangnyamanan di daerah mulut selama kurang lebih dua belas jam. Tidak ada tanda kekurangan air selama kurang lebih dua belas jam. Anda akan merasa sehat-sehat saja sekalipun tidak meminum air selama kurang lebih dua belas jam. Bukankah hal tersebut sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh? Oleh karena itu, kalau kami sendiri tidak gosok gigi sama sekali tapi sehat-sehat saja, saran kami kepada pembaca yang budimana adalah gosok gigi di waktu-waktu penting saja! Saat anda di rumah terus sebaiknya hindari menggosoknya melainkan lebih sering meminum air agar ketidaknyamanan di dalam mulut lenyap.

Saran kami, menggosok gigi sebaiknya dilakukan di hari-hari penting saja, saat anda keluar rumah dan hendak melakukan pertemuan. Akan tetapi, saat berada di dalam rumah, sebaiknya hindari menggosok batu putih tersebut. Jika anda mulai merasa kurang nyaman dalam mulut, sering-seringlah minum air putih agar sakitnya mereda dan kesehatan badan pun terjaga dengan baik.

Kami tidak mau berdebat dengan dokter tentang manfaat menggosok gigi, mereka adalah ahlinya. Sebagai pembaca yang baik, kami menyarankan agar anda mengikuti apa yang mereka katakan. Akan tetapi, satu koreksi dari kami di balik aktivitas ini adalah bahwa “aktivitas tersebut dapat mengkaburkan kekurangan cairan yang dialami oleh tubuh.” Akibatnya, sering-sering membersihkan rongga mulut mendorong pasien mengalami dehidrasi kronis. Yakni suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan selama bertahun-tahun sehingga kesehatannya menurun. Pastilah penyakit yang di deritanya semakin lama makin banyak saja. Ini sudah kami alami dahulu sehingga berhenti menggosok gigi. Setiap kali ada rasa kurang nyaman dalam rongga mulut, kami tidak buru-buru menggosoknya melainkan menambah keseringan untuk meminum air putih.

Salam, Pelajari sesuatu yang baik
dari apa yang kami sampaikan.
Sedang yang buruknya
biarlah menjadi
sampah internet
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.