Cara Tubuh Menghasilkan Garam Hingga 1000 Tahun Lagi!

Cara Tubuh Menghasilkan Garam Hingga 1000 Tahun Lagi!

Pengetahuan dan wawasan yang belum matang beresiko membuat kita dihantui oleh kekuatiran. Sebab kita hanya mengetahui sesuatu tetapi tidak memahami penyebabnya dan tidak mengetahui solusi untuk mengatasinya. Ilmu yang serba tanggung semacam ini biasanya dapat diperoleh dengan cepat dari media-media yang bertebaran, baik di dunia nyata, terlebih lagi di dunia maya. Mungkinkah itu informasi tentang suatu kejadian yang menyebabkan timbulnya bencana alam. Bisa juga informasi tentang pelaku teror, pembunuhan, penculikan dan lain sebagainya. Ada juga informasi tentang kecelakaan lalu lintas, baik darat, laut dan udara. Dan masih banyak informasi lainnya yang berpotensi meresahkan hati bila tidak mampu memahami kejadian tersebut.

Sama halnya ketika pengetahuan kita tentang kesehatan serba tanggung. Hanya memahami obat-obatan tertentu agar penyakit ini itu dapat sembuh. Akibatnya, ketika obat-obatan itu tidak ada, kita kewalahan, pikiran mulai stres, bicara tidak karuan bahkan sampai melakukan hal-hal buruk. Semata-mata karena apa yang kita butuhkan tidak ada atau tiba-tiba hilang dari peredaran. Keadaan ini sama halnya ketika kami kehilangan garam dari rumah. Sikap menjadi amburadur: bicara ngelantur menghancurkan diri sendiri. Beruntunglah keadaan dikontrol di bawah kendali karena pengetahuan sedikit dibuka oleh Roh Kudus. Ada solusi air yang dikonsumsi sedikit (dua-tiga teguk) tetapi haruslah lebih sering diminum (per sepuluh sampai lima belas menit).

Sekalipun sudah rutin mengonsumsi air sedikit-sedikit tapi tekun, penghancuran sel-sel sendiri terus saja terjadi. Orang lebih mengenal keadaan ini sebagai penyakit degeneratif yang umumnya mengawali gejala penuaan. Kemunduran yang sangat jelas, kami rasakan seperti imunodefisiensi di daerah gigi dan mulut. Gigi busuk mendekati gigi lansia yang terus goyang, sakit dan hancur dimakan waktu. Sebelumnya, kami mengira bahwa ini adalah efek samping keracunan tetapi pada akhirnya kami menyadari bahwa ini adalah salah satu gejala nyata yang di alami oleh kaum lansia yang berada dalam tahap penuaan. Salah satu alasan logis, mengapa tubuh mengalami penuaan yang lebih cepat (padahal usia masih dua puluhan) karena penyakit degeneratif yang dialami sebelumnya.

Lama bergumul dengan kesehatan yang memburuk walau dari luar tampak mulus-mulus saja. Kami menghadapi beberapa tantangan mengenai sikap yang suka menundukkan kepala atau menganggukkan kepala saat menyapa dan berkomunikasi dengan orang lain. Ada orang yang mengatakan kepada kami bahwa hal tersebut tidak pantas. Mereka mengharap agar kami selalu menegakkan kepala sebab demikianlah budaya orang pada umumnya. Mereka merasa bahwa menunduk atau menganggukkan kepala bukan khas Indonesia melainkan budaya di negara-negara lain. Akan tetapi, kami merasa bahwa tindakan menunduk-goyangkan kepala adalah ciri khas kami sendiri. Lalu berkata: “jika anda tidak menginginkannya, anda berhak tidak melakukannya!”

Di tengah semua pergumulan dan pertentangan, doa-doa kami tentang kesehatan: dijawab Tuhan. Entah bagaimana caranya: seperti melalui serangkaian peristiwa yang mengenyangkan rasa sakit dan menggoda kenikmatan sehingga menyimpulkan untuk selalu menggoyangkan kepala. Dalam waktu beberapa hari, efek menggoyangkan kepala semakin jelas yang dimulai dengan hilangnya rasa ngantuk yang kadang tak diundang. Otak serasa aktif dan pikiran berjalan tanpa terhambat oleh kebuntuan yang menghabiskan akal. Di hari-hari berikutnya, terus-menerus melakukannya hingga kebiasaan baru tersebut melenyapkan nyeri dan kerapuhan yang terjadi di dalam gigi dan mulut. Mulai dari situlah kami memahami bahwa menggerak-gerakkan kepala menghentikan imunodefisiensi.

Teori awalnya adalah: (1) gangguan peredaran darah dan kekakuan otot-otot pada leher menyebabkan suplai oksigen dan energi ke otak tereduksi sehingga pikiran tidak bekerja secara maksimal untuk memanajemen seluruh tubuh. Alasan keduanya adalah (2) kekakuan pada leher menyebabkan gangguan pada syaraf-syaraf yang menyampaikan informasi dari otak ke seluruh tubuh maupun dari seluruh tubuh  ke otak. Keadaan ini menyebabkan reduksi informasi sehingga tubuh kurang maksimal dalam menjalankan proses metabolisme serta kurang mampu mengatasi gejala penyakit. Semua keadaan ini berimbas pada menurunnya intensitas metabolisme tubuh. Salah satu akibatnya adalah berkurangnya produksi sel-sel antibodi yang sangat dibutuhkan selama menjalani hidup di dunia ini.

Jadi, bisa dikatakan bahwa penuaan dini yang kami alami memicu berkurangnya intensitas metabolisme tubuh yang berimbas pada minimnya produksi sel-sel imun. Keadaan ini lebih dikenal dengan istilah imunodefisiensi yang dampak buruknya sangat nyata pada kesehatan gigi dan mulut. Karena bagian ini merupakan kontak pertama antigen selama proses pencernaan makanan. Akhirnya, setelah beberapa bulan menunggu dengan sabar, doa-doa kami terjawab. Walau di awal-awal kehilangan garam, kami sempat stres, bicara ngelantur tidak karuan. Untunglah sempat sadar diri sehingga bertobat dan mulai mengonsumsi air putih lebih tekun. Kami bersyukur sekaligus memuliakan Tuhan atas kemurahan hatinya mendatangkan inspirasi yang menjadi solusi buat semua masalah yang kami alami. “Terpujilah Allah dari selama-lamanya, sampai selama-lamanya. Sebab kebaikan-Nya melampaui kebaikan manusia manapun!”

Bagi para pembaca sekalian yang menderita banyak penyakit akibat imunodefisiensi maupun yang hari-harinya menjadi buruk karena kapitalis yang berkuasa menahan garam yang sehat. Perhatikan baik-baik untuk tidak bersegera berputus asa. Tenangkan dirimu kawan dan nantikan inspirasi dari Tuhan sambil tetap bekerja dan belajar positif seperti manusia pada umumnya. Di atas semuanya itu, pahamilah bahwa tubuh bisa menghasilkan garam asalkan kita selalu beraktivitas, lancar minum air putih dan rutin menggoyang-gerakkan kepala. Tiga solusi ini akan mengantarkan tubuh untuk mencapai titik metabolisme maksimal sehingga dihasilkanlah sel-sel imun dalam jumlah yang memadai. Anda seperti orang yang sedang mengonsumsi garam karena tubuh tidak lagi mudah terserang penyakit dan penuaan dini pun lewat.

Gerakkanlah kepada anda dimanapun berada. Tidak perlu terlalu kuat sampai bunyi “krik… krik… krik….” Melainkan buatlah itu seperti seseorang yang sedang mendengarkan musik sehingga geyangannya kecil-kecil tetapi terus-menerus dilakukan. Anda juga bisa menggoyangkan kepala sambil fokus bernyanyi-nyanyi memuji Tuhan di dalam hati. Bisa juga menggoyangkannya sambil berdoa agar otak encer sehingga kata-kata keluar dengan lancar. Atau bisa juga melakukannya sambil mendengar lagu populer atau musik klasik. Bahkan jika anda mulai merasa ngantuk disuatu tempat yang tidak untuk tidur, andapun bisa menggerak-gerakkan kepala dengan santai agar tetap sadar. Menurut kami, gerakan semacam ini tidak akan mengganggu orang lain sebab kita seolah-olah sedang menikmati suasana santai sambil tetap aktif positif.

Senam menggerakkan kepala sangat baik dilakukan di pagi dan sore hari. Dalam posisi ini, gerakan yang dibuat tidak lagi berada dalam ukuran kecil-kecil. Melainkan menggerakkan kepala ke atas, ke bawah, ke kiri dan ke kanan secara maksimal (masing-masing delapan kali). Lakukanlah ini setiap hari agar hidup lebih sehat dan gejala penuaan pun menjauh.

Kesimpulan

Tubuh manusia adalah miniatur dari bumi. Kita adalah makhluk yang mampu untuk mandiri, tidak candu terhadap apapun selain kepada Tuhan. Jika bumi ini tetap menghasilkan garam maka demikianlah juga badan manusia mampu menghasilkan garamnya sendiri. Yang perlu anda lakukan adalah mendukung produksinya dengan (1) selalu beraktivitas (fokus kepada Tuhan, belajar, bekerja dan melakukan kebaikan kepada sesama). Ditambah lagi (2) membiasakan diri untuk sesering mungkin meminum air putih (dua-tiga teguk). Untuk sentuhan akhir agar tubuh ini mampu menghasilkan garamnya sendiri adalah dengan (3) senantiasa menggoyangkan kepala dalam segala situasi yang dimungkinkan. Jika anda tetap memegang teguh ketiga hal ini selama menjalani hidup maka metabolisme tubuh stabil, sistem imun terjaga, penuaan dini menjauh. Bahkan “bukan mustahil untuk hidup 1000 tahun lagi!”

Salam, Lawan kapitalis licik
dengan menjadi sahabatnya.
Tetapi, nantikanlah solusi
atas pengaruh ketergantungan
terhadap kapitalistis,
hanya dari Allah
sumber segala inspirasi
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.