7 Penyebab Uban & Keriput Pada Orang Tua

Penyebab Uban & Keriput Pada Orang Tua

Semua orang mendambakan ingin jadi tua, menua bersama orang-orang yang dicintainya. Tetapi tidak semua orang dapat mencapai derajat ketuaan yang sama. Sebab, ada yang tidak beruntung karena sesuatu dan lain hal sehingga berumur pendek. Mungkin mereka mendapatkan kecelakaan mendadak di jalanan atau dalam pekerjaan yang ditekuninya. Ada juga yang segera meninggal dunia karena berbagai penyakit yang melemahkan tubuh, padahal masih muda-muda. Tidak ada  yang menjamin bahwa semua orang akan menjadi ubanan namun setidaknya kita berusaha untuk itu. Apa yang kami tampilkan dalam blog ini juga tidak menjadi jaminannya. Melainkan kami hanya ingin membagikan pengetahuan pribadi dan berdoa moga-moga anda mencapainya!

Beberapa orang beranggapan bahwa masa-masa ini syarat dengan kegemilangan hidup. Mereka telah menjadi pekerja profesional yang sukses karena memiliki penghasilan yang lebih tinggi dari yang muda-muda. Bahkan bisa dikatakan bahwa pendapatan itu adalah yang terbaik dalam tingkatan kehidupan manusia. Demikian juga halnya dengan keluarga yang dimiliki sudah sangat berkembang. Anak-anak sudah mandiri, punya pekerjaan sendiri bahkan sudah berkeluarga pula. Kini dirinya menjadi kakek/ nenek yang sudah menggendong cucu-cucu yang imut tenan. Pantaslah banyak orang sering menyebut masa ini sebagai “golden age.”

Sayangnya, keunggulan di masa-masa emas tersebut sekaligus menjadi kelemahan yang menyebabkan seseorang mengidap penyakit dengan cepat. Jenis utama yang paling banyak menyerang adalah penyakit metabolisme, misalnya asam urat, kolesterol, diabetes dan lain sebagainya. Keadaan ini, tidak lain dipicu oleh karena menurunnya aktivitas karena masa pensiun telah berlangsung cukup lama. Namun di sisi lain, kemampuan untuk membeli ini-itu semakin mulus lancar karena kemakmuran hidup sangat baik. Bila kemampuan belanja tinggi, tidak disertai dengan kesanggupan mengendalikan diri. Bisa dipastikan bahwa belanja dan konsumsi yang tidak terukur cenderung membuat seseorang lebih cepat sakit.

Pengertian

Orang tua yang sudah lanjut umur lazim menunjukkan ciri khas rambut yang mulai memutih dan kulit menjadi keriput. Biasanya keadaan ini tidak terjadi sekaligus, melainkan secara perlahan-lahan. Sampai-sampai beberapa orang tidak menyadari hal tersebut. Mungkin ini disebabkan karena mereka tidak lagi fokus pada penampilan melainkan pada pencapaian hidup. Sekalipun demikian, bukan berarti kebiasaan ini bagus sama sekali, tetapi ada positif-negatifnya. Manfaatnya adalah tidak ada lagi ketergantungan terhadap perangkat tata rias dan kosmetika. Akan tetapi, dampak negatifnya adalah mulai tidak memedulikan aspek kesehatannya sendiri. Mereka tidak mau tahu lagi bagaimana carantya agar tetap sehat bahkan cenderung melupakan hal-hal yang sangat penting bagi dirinya sendiri, misalnya lupa minum air.

Defenisi – Uban adalah rambut yang memutih akibat kehilangan pigmen. Sedangkan keriput adalah kerutan pada kulit yang sifatnya permanen.

Alasan mengapa muncul uban dan keriput pada orang tua

Segala sesuatu ada sebabnya karena satu, dua, tiga, empat (dst.) hal di dunia ini saling terhubung. Kelainan yang terjadi saat lansi tidak dianggap sebagai penyakit sebab semua orang mengalaminya. Tidak ada yang risih dengan keadaan tersebut, baik yang mengalainya maupun orang yang melihatnya. Bahkan para peneliti sains pun merasa bahwa gejala tersebut adalah normal. Padahal jelas sekali hal ini disebabkan oleh karena suatu keadaan yang menghasilkan efek domino hingga pada akhir usia menyebabkan kematian. Manusia pada umumnya tidak lagi mempersoalkannya, bahkan mungkin sebagian yang lain tidak sabar. Ingin cepat-cepat yang ubanan berpulang ke alam baka karena menganggapnya sebagai beban. Berikut ini akan kami jelaskan sedikit tentang faktor penyebab seseorang memiliki uban serta keriputan.

  1. Puncak kejayaan dan kemakmuran.

    Masa tua adalah puncak kejayaan seorang manusia. Ada orang-orang yang sangat menghormatinya (anak-cucu) dan ada timbunan harta benda yang jumlahnya lebih banyak dari apa yang dibutuhkannya sehari-hari. Sayang, ada satu gejala umum yang menyerang manusia dalam masa-masa indahnya, yaitu kesombongan. Sikap ini membuat manusia lebih fokus untuk membuat dirinya senang sehingga hal-hal yang membuatnya sehat tidak lagi dipedulikan. Menikmati hal-hal duniawi sebanyak-banyaknya agar hati senang. Padahal konsumsi yang tak terkendali beresiko memicu beragam penyakit metabolisme, seperti diabetes, kolestero, asam urat dan lain-lain. Pada dasarnya semua penyakit menurunkan kualitas hidup dan mempercepat proses penuaan yang diiringi dengan timbulnya uban dan keriput.

  2. Waktu pensiun sudah tiba.

    Beberapa orang menganggap bahiwa waktu pensiun adalah impian. Sebab tidak ada lagi pekerjaan yang harus diselesaikan, tidak ada rekan atau bos yang suka buat masalah dan lain sebagainya. Intinya adalah kebebasan satu hari penuh adalah miliknya tanpa ada yang berhak memaksanya untuk melakukan ini-itu. Keunggulan semacam ini memang berasa sangat bagus di awal-awal. Akan tetapi, lama-kelamaan semakin membuat manusia tenggelam dalam kekosongan aktivitas yang merusak otak.

    Tubuh yang tidak bekerja membuat pikiran turut diam sehingga lama-kelamaan tingkat kecerdasan menurun. Salah satu ciri khas menurunnya kepintaran adalah kebiasaan lupa yang semakin memburuk (banyak hal penting terlupakan). Terjadinya penurunan kecerdasan emosional membuat seseorang mudah emosian, acuh tak acuh, marah dan lain sebagainya. Seolah-olah miskinnya aktivitas membuat otak seseorang buntu dan keadaan emosionalnya kembali seperti masa kanak-kanak dulu. Kelemahan pada otak bisa berpengaruh besar pada fungsi-fungsi tubuh lainnya sehingga beberapa jaringan berjalan tidak semestinya. Misalnya saja adalah timbulnya uban dan keruput pda kulit.

  3. Lupa minum air putih.

    Air putih adalah senyawa pelarut yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Manfaatnya memperlancar segala proses-proses metabolisme yang berlangsung dan membantu menyembuhkan penyakit ynag sedang menyerang. Lebih sering minum air sangat dianjurkan untuk menunjang kelancaran aktivitas sehari-hari.

    Kebiasaan lupa minum air putih bisa membuat seseorang mengalami banyak penyakit akibat proses metabolisme kurang memadai. Pigmen rambut yang dihasilkan turut berkurang bahkan kelenjarnya mengering sama sekali. Keadaan inilah yang membuat rambut memutih akibat minimnya (bahkan tidak ada) produksi pigmen rambut. Dehidrasi berkepanjangan turut menyebabkan cadangan air di dalam lemak kulit terus diperas untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Efek nyata dari keadaan ini adalah kulit berkeriput.

  4. Kurang mengonsumsi garam.

    Ada trend yang mengatakan bahwa “sebaiknya lansia mengurangi konsumsi garam untuk mencegah dari penyakit jantung.” Sepatutnya, orang tua tidak perlu mengurangi konsumsi garam sebab mineral tersebut sangat penting bagi tubuh. Melainkan yang perlu disarankan kepada mereka yang sudah ubanan adalah untuk lebih sering mengonsumsi air putih. Tubuh yang mengalami dehidrasi berkepanjangan menjadi hipersensitif terhadap bahan konsumsi berkadar garam tinggi. Hal semacam ini bisa diatasi dengan cara lebih sering mengonsumsi air hingga jumlahnya mencapai dua liter per hari (lebih dari satu botol minuman kemasan besar).

    Garam adalah senyawa yang dapat meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh. Keberadaannya yang mencukupi memperlambat pengubanan rambut dan menghambat pengeriputan kulit.

  5. Kurang berolahraga.

    Jangan merasa bangga saat anda tidak memiliki pekerjaan namun uang masih mengalir deras. Sebab tanpa aktivitas, manusia cenderung semakin dekat pada kematian. Oleh sebab itu, sekalipun miskin pekerjaan berupayalah memberi waktu untuk berolahraga. Setidak-tidaknya berlari atau mengikuti senam kelompok kecil. Tubuh yang aktif membuat otak lancar cerdas sehingga kelemahan seperti timbulnya uban dan keriput bisa diantisipasinya.

  6. Metabolisme tubuh yang menurun.

    Masa-masa tua adalah masa inaktif terparah dalam kehidupan manusia. Sebab sekalipun anak-anak tidak bekerja tetapi mereka masih aktif bermain dan berjalan dan melompat ke sana-ke mari. Kebiasaan memanjakan diri dengan tidak melakukan apa-apa dan hanya mau berdiam diri seharian dikursi sambil menonton televisi: jelas tidak sehat. Keadaan inaktif ini turut menjatuhkan kemampuan tubuh untuk bermetabolisme. Akibatnya, banyak produksi zat-zat non esensial yang semakin berkurang dari hari ke hari. Salah satu zat yang produksinya berkurang itu adalah pigmen. Produksi pigmen rambut yang tidak memadai bahkan tidak ada sama-sekali membuat uban timbul di kepala.

  7. Koneksi lemah antara otak ke seluruh tubuh.

    Otak sebagai pengendali utama seluruh tubuh sangat berperan untuk memperbaiki dan menyembuhkan juga memperbaharui berbagai hal dalam diri kita. Oleh karena itu, pikiran yang sehat sangat kita butuhkan untuk kelangsungan hidup di bumi ini. Akan tetapi, sekalipun pikiran kita sudah sehat, kadang-kadang kemampuannya untuk mengontrol seluruh metabolisme tubuh berkurang. Ini disebabkan karena sel-sel syaraf pembawa informasi mengalami gangguan akibat tubuh yang kaku. Salah satu bagian tubuh yang kaku itu adalah leher. Kekakuan di bagian leher membuat beberapa informasi yang disampaikan otak berkurang secara kuantitas yang dampaknya menyebabkan menurunnya kinerja sel, jaringan dan organ.

    Spekulasi lain menyebutkan bahwa kekakuan di leher membuat otak kekurangan energi dan oksigen untuk berpikir menemukan solusi dan menjalankan fungsi tubuh senormalnya. Seolah kemampuannya buntu akibat kekurangan suplai darah segar. Akibatnya kemampuan tubuh untuk melakukan metabolisme kurang maksimal bahkan cenderung menurun. Seolah otak tidak mampu berbuat banyak karena lemah sehingga sel, jaringan dan organ tidak bekerja dalam intensitas yang memadai. Demikian pula halnya dengan pigmen tubuh yang kurang dihasilkan bahkan lama-kelamaan akan menghilang.

Kesimpulan

Banyak pengamat yang meyakini bahwa masa tua adalah “golden age.” Saking hebatnya pencapaian itu: “nggak ngapa-ngapain tetapi kekayaan terus bertambah!” Ada juga pandangan yang mengatakan bahwa “saat seseorang menjadi tua, sikapnya berubah menjadi kekanak-kanakan.” Keadaan ini disebabkan oleh menurunnya kecerdasan otak akibat minimnya aktivitas. Semuanya berimbas pada menurunnya kuantitas hasil metabolisme tubuh yang turut pula memicu penurunan pada zat-zat non esensial lainnya. Beberapa yang hasilnya rendah adalah sel imun dan pigmen tubuh sehingga menyebabkan timbulnya uban dan mudah terserang penyakit. Sedangkan dehidrasi menahun akibat lupa minum berkontribusi kuat membuat kulit berkeriput. Oleh karena itu, bagi para calon lanjut usia tetaplah beraktivitas, setidaknya berolahraga dan rutin menggoyangkan kepala. Jagalah asupan garam sehari-hari dan jangan lupa hal yang sangat penting ini, yaitu minum air putih lebih sering, setidaknya dua liter per hari.

Salam, Menjadi tua itu takdir.
Tetapi sehat di usia tua
adalah pilihan yang diusahakan
secara berkesinambungan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.