7 Cara Bijak Mengikuti Undian Sekaligus Menguji Diri Sendiri

Cara Bijak Mengikuti Undian Sekaligus Menguji Diri Sendiri

Zaman sekarang, dimana-mana ada undian. Kadang-kadang kalau kita pakai logika maka ada rasa-rasa mustahil. Ditambah lagi keikutsertaannya gratis, seperti jalan-jalan menyusuri pinggiran kota, lalu tiba-tiba nemu kotak yang di dalamnya berisi sesuatu yang kita inginkan. Ini jelas-jelas hanya mimpi atau permainan kehidupan yang semata-mata bertujuan untuk menyakiti kita. Seolah-olah kita diumpani sistem dengan hal-hal berharga sehingga menjadi tergila-gila bahkan takutnya ada kesan melegalkan segala cara. Semua usaha terbaik sampai terburuk dilakukan demi nafsu sehingga beresiko menjebak kita dalam lingkaran kejahatan yang kejam atau net-netnya menjadi budak bank terlilit kredit bertahun-tahun bahkan seumur hidup.

Efek samping yang sangat jelas ketika kita mengikuti pengundian ini-itu adalah ketidaktenangan hati. Terus membayang-bayangkan apa yang kita inginkan. Bahkan seolah-olah kita telah memilikinya, memeluknya dan menggunakannya pula. Akan tetapi, karena kenyataannya tidak ada apa-apa, sebab semuanya memang hanya angan-angan yang segera berlalu. Kita kesal terhadap situasi yang secara tidak langsung menyebabkan kekecewaan, lantas ada usaha untuk mengambil ganti-rugi atau menutupinya. Memanipulasi orang lain agar dapat mengumpulkan sebanyak-banyaknya uang. Karena tidak kunjung terwujud juga sekalipun sudah berbuat baik sampai jahat, menjadi pusing sendiri sampai dibawa stres.

Pahamilah teman bahwa nafsu ini tidak membawa manusia dalam kebaikan. Sebab hawa nafsu pada dasarnya menginginkan hal-hal duniawi yang cenderung membuat kita fokus kepada materi. Bila pikiran hanya diisi oleh hal-hal materi maka budaya konsumtif semakin kuat mengisi hari-hari kita. Bahkan saking parahnya budaya materialistik tersebut sampai membuat kita menjadi budak kredit yang tidak ada habisnya. Padahal, kredit mereduksi penghasilan anda, makin lama semakin tinggi gaji masuk ke kantong orang lain. Istilahnya, “hanya karena tidak sabar menabung, anda buat perut orang lain kenyang.” Ini bisa jadi kebaikan hati yang tulus atau sesuatu yang disesali dikemudian hari. Semua keputusan berada di tangan anda.

Tips bijak mengikuti undian

Sebelum membahas cara cerdas ikut undian, kita perlu memahami beberapa jenisnya berdasarkan modal peserta. Sejauh yang kami pahami, pihak panitia selalu punya cara khusus untuk mengambil pendanaan acara tersebut. Pada dasarnya, ada yang sumbernya dari donatur (pemerintah/ perusahaan) tetapi dalam kebanyakan acara sumbernya langsung diambil dari peserta yang ikut. Biasanya yang diambil langsung seperti yang terdapat di dunia maya adalah saat kita mengikutinya lewat jaringan internet. Ini diperhitungkan setiap kita masuk jaringan dan selama kita keliling-keliling dalam situs tersebut. Tanpa disadari, bila jumlah klik yang kita lakukan dikumpulkan selama bertahun-tahun maka akan memberikan nilai yang fantastis yang bisa membeli apa saja. Inilah sumber pendanaan dari setiap acara pengundian tersebut dan sebagian lainnya diperoleh dari donatur.

Dengarkan kata hati anda, jangan biarkan materi menguasai hati agar hidup terbebas dari jebakan duniawi. Berikut sebentuk tips bijak mengikuti pengundian.

  1. Ikuti yang anda butuhkan bukan yang anda inginkan.

    Ada banyak undian yang terdapat di dunia maya, bahkan bisa kita katakan bahwa keberadaannya lebih tinggi daripada yang dapat kita temukan di dunia nyata. Ada macam-macam barang yang diperebutkan dan kebanyakan adalah barang-barang yang nilainya fantastis. Pertimbangkan baik-baik sebelum mengikutinya. Jangan hanya tertarik pada kemewahan dan harga ini-itu yang terpang-pang dalam setiap iklan atau posternya. Melainkan pikirkan baik-baik, “apakah saya membutuhkan barang tersebut?”

  2. Nggak ada yang cepat – Ketekunan mengalahkan harga.

    Biasanya, acara yang dilaksanakan oleh aplikasi belanja, sumber pendanaannya diambil dari sumbangan dari pemerintah, residu belanja yang kita lakukan dan jumlah masuk, klik dan banyaknya data yang kita habiskan saat bertandang dalam aplikasi tersebut. Tentu saja, ini tidak terkumpul dalam satu-dua bulan. Melainkan setelah kita bertahun-tahun menghabiskan waktu dan paket internet dalam aplikasi tersebut. Yang penting adalah anda tekun mengikutinya selama apa pun itu. Tentu saja berusaha untuk melakukannya secara rutin tanpa ada hari-hari bolong.

  3. Jangan fokus dengan hadiahnya melainkan aktiflah bekerja.

    Saat suatu undian berhadiah mewah, dimana kebetulan barang tersebut juga sedang anda incar. Besar kemungkinan, ingat-ingatan akan hal tersebut masih terasa dalam. Ini mungkin akan terngiang-ngiang dalam pikiran dimanapun berada. Kebiasaan membayang-bayangkan barang incaran adalah hal yang lazim terjadi. Lama-kelamaan juga pasti terbiasa sehingga produk tersebut terlupakan. Semuanya ini ditentukan oleh aktivitas yang dilakukan dari hari ke hari. Lakukanlah pekerjaan yang anda cintai sehingga dapat diselesaikan dengan hati yang bersukacita. Aktivitas mengarahkan kita untuk fokus ke hal-hal penting saja sehingga nafsu menjadi lebih jinak dan terkendali.

  4. Hindari membayangkan seolah-olah anda telah memenangkannya.

    Bercerita tentang harapan palsu, banyak cara pikiran sendiri menciptakannya. Ini tidak terjadi karena dorongan dari orang lain tetapi sebuah intimidasi yang kita ciptakan sendiri. Hanya saja intimidasi tersebut memacu semangat di awal-awal. Sayangnya, semangat yang timbul karena merasa sudah memenangkan sesuatu tidak bertahan lama. Semangat ini paling bertahan tiga hari sampai seminggu. Suatu saat kita menyadari betapa bodohnya diri yang terlena dengan bualan yang kita ciptakan sendiri. Kesadaran ini akan semakin nyata ketika kita ditantang oleh masalah dan rasa sakit sedang impian yang dikhayalkan tidak kunjung menjadi nyata.

  5. Ikuti undian untuk menghilangkan nafsu terhadap barang tertentu (barang mewah).

    Tahukah anda bahwa segala sesuatu bagaikan pedang bermata dua? Bila kita mampu membawakan sesuatu maka dampaknya akan positif. Akan tetapi, saat kita tidak mampu membawakan sesuatu, dampaknya bisa berakibat negatif. Mengikuti acara pengundian karena menyukai suatu barang, bisa membuat anda semakin cinta dan tergila-gila dengan barang tersebut (dampak negatif). Akan tetapi, mereka yang pembawaannya baik, mengikuti acara tersebut membuat rasa sukanya pada barang semakin lama, semakin berkurang lalu menjadi netral (dampak positif). Artinya, dia tidak lagi terganggu dengan hasilnya, apakah menang atau kalah? Terserah saja mau jadi atau tidak, ia selalu mampu untuk kembali menjalani hidup seperti biasa.

    Dalam penantian menunggu hasil undian, pikiran kita bisa turut dicerdaskan. Kadang-kadang kita menyadari tentang hawa nafsu sendiri yang berlebihan. Artinya, nafsu yang berlebihan terhadap barang-barang mewah jadi menurun bahkan lenyap. Karena seiring berlalunya waktu, hati kecil kita mengatakan “untuk apa yang mewah-mewah, pakai yang sederhana saja juga bisa: kan fungsinya sama saja, bedanya hanya merek doang?” Sedangkan kualitasnya 11-12 –lah, yang penting barangnya dijaga, dirawat dan digunakan dengan hati-hati.

  6. Rasa kecewanya tidak merusak.

    Tahukah anda, apa yang biasanya dilakukan oleh manusia yang belum dewasa saat ditimpa kekecewaan? Biasanya kanak-kanak ini marah tidak jelas dengan berdiam diri dalam muka murung. Saat orang lain mengganggu atau sekedar lewat saja, amarahnya mudah meluap menjadi kata-kata kasar yang tidak enak didengar. Bahkan efek buruknya sampai ada pula yang sampai berani melakukan kekerasan terhadap orang lain (melakukan pemukulan), lingkungan sekitar (merusak benda-benda tertentu) dan diri sendiri (melukai dirinya). Ia sudah melalui beberapa kali bahkan puluhan kali kekecewaan akibat kekalahan sehingga menjadi terbiasa. Orang dewasa yang kecewa karena kekalahan bertubi-tubi, tidak melakukan pelampiasan. Melainkan hatinya tetap nyaman menerima kegagalan walau sakitnya dikecewakan masih berasa agak ruam-ruam merana. Ini turut dibuktikan dengan sikapnya yang selalu baik, sekalipun di tengah gejolak kehidupan.

    Lain halnya dengan orang dewasa yang kecewa berat dengan pengundian yang diikutinya dan ingin balas dendam. Tahukah anda bagaimana cara mereka melampiaskan amarah? Mereka akan meminjam duit orang atau melakukan kredit (bunga tinggi) bahkan sampai mencuri pula demi memperoleh produk tersebut secara instan lalu memarkannya kepada orang-orang.

  7. Hindari mengharapkan sesuatu yang spesifik.

    Mengatakan kepada-Nya, “Ya Tuhan, barang ini sangat kuinginkan, please menang undian kali ini!” Sadarilah bahwa pengharapan yang terlalu spesifik semacam ini beresiko tinggi mengecewakan kita. Cobalah untuk mengharapkan sesuatu yang lebih umum, misalnya “Tuhan tolong buat berhasil usaha saya.” Pengharapan umum ini bisa terwujud dalam berbagai hal, contohnya berhasil selamat sampai tujuan, berhasil menyelesaikan pekerjaan, berhasil menyelesaikan masalah, berhasil memenangkan undian dan lain-lain.

    Dalam hidup ini, sebaiknya kita memiliki pengharapan pada hal-hal yang umum saja. Misalnya ingin masa depan baik, menjadi orang berhasil, hubungan dengan orang lain baik, ada kebahagiaan, ada damai, ada kelegaan, ada semangat dan lain sebagainya. Hal-hal general ini biasanya berupa kekayaan hati yang pada dasarnya bisa dimiliki oleh siapapun. Hasilnya sangat bergantung kepada kemampuan seseorang dalam memanajemen pola pikir sendiri. Tentu saja ini tidak akan jauh-jauh dari fokus kehidupannya. Tahukah anda bahwa pengharapan pada hal-hal yang umum membuat kita mampu mencapainya setiap hari. Sehingga tidak ada istilah “kita mengecewakan diri sendiri.” Sebab semua yang kita harapkan terpenuhi adanya.

Kesimpulan

Seharusnya dengan mengikuti undian, besarnya hasrat terhadap suatu barang tidak lagi menggebu-gebu/ sangat diinginkan. Tetapi keinginan terhadap produk tersebut di normalkan (biasa saja), istilah kata orang “kalau dapat baguslah, kalau nggak dapat juga tetap baguslah.” Akan tetapi, orang yang tidak sabar, pemarah dan pendendam cenderung melakukan kredit (cicilan bunga tinggi) bahkan ada yang sampai mencuri/ korupsi pula.

Dunia ini adalah sahabat kita. Menyadari bahwa di sana dan di sini, resiko terluka tinggi, termasuk saat mengikuti pengundian hadiah gratis dan lain sebagainya. Kita bisa mulai mengikuti hal-hal semacam ini untuk mengasah kemampuan kontrol diri, kontrol hawa nafsu. Bila kita tidak pernah kecewa maka nafsu cenderung semakin besar. Akan tetapi, kekecewaan mengajari manusia untuk mulai menyaring setiap keinginan agar yang diharapkan hanya apa yang dibutuhkan dan apa yang sederhana saja. Lebih daripada itu, mengikuti acara pengundian di aplikasi online turut menarik keluar segala yang kita hasratkan. Agar kita mampu mengadaptasikannya agar rasa suka/ cinta terhadap barang-barang tersebut semakin menurun. Pada akhirnya, pesona produk yang kita cintai tidak mampu lagi mengintervensi dan menghasut kita untuk menggila (stres lalu bersikap buruk). Melainkan semuanya menjadi apa adanya saja: kalau ada, baguslah; kalau tidak ada juga tidak menjadi masalah. Hidup harus terus dilanjutkan dalam kebaikan maupun dalam kebenaran.

Salam, Harapkanlah hal-hal umum
agar setiap hari tercapai,
setiap hari bahagia,
setiap hari lega rasanya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.