Yang Terpenting Keadilan, Anda Mau Nyangkul-Nyangkul, Ngantor-Ngantor, Guling-Guling, Mesra-Mesraan, Musuh-Musuhan, Cek-Cokkan, Bunuh-Bunuhan: Silahkan Saja

Yang Terpenting Keadilan, Anda Mau Nyangkul-Nyangkul, Ngantor-Ngantor, Guling-Guling, Mesra-Mesraan, Musuh-Musuhan, Cek-Cokkan, Bunuh-Bunuhan Silahkan Saja

Zaman sekarang, siapa pun manusianya bisa memperoleh penghasilan sesuai dengan bakat yang dimilinya. Asal saja dia memiliki orang-orang kepercayaan yang bekerja bersama-sama untuk menjalankan suatu sistem yang memproduksi sesuatu yang baik. Sebab tidak ada manusia yang tidak punya bakat tetapi masalah beberapa orang adalah enggan untuk mengekspresikan dan mengembangkan potensi tersembunyi yang ada dalam benaknya. Akibatnya, ia hanya menghabiskan waktu untuk melakukan rutinitas kerja membosankan tanpa arti karena tidak ada semangat menekuninya. Pekerjaan yang kita ambil tapi tidak sesuai dengan panggilan hidup/ kata hati sendiri adalah suatu hal yang membuat kita cepat merasa bosan & kurang semangat menjalaninya. Akan tetapi, saat rutinitas kita sesuai dengan panggilan yang berdengung di dalam jiwa maka hidup berasa makin bermakna dan semangat pun nyata.

Bekerja bukan lagi suatu paksaan bagi seorang manusia yang paham betapa pentingnya beraktivitas. Sebab tanpa aktivitas maka manusia semakin dekat dengan kematian. Tubuh yang tidak bergerak cenderung mengalami penimbunan gizi makanan yang berpotensi merusak manusia itu sendiri. Selain itu, syaraf-syaraf dari berbagai organ akan mengalami gangguan informasi bahkan dalam keadaan tertentu otak kehilangan kendali atasnya. Aktivitas kitalah yang membuat berbagai sistem dalam tubuh beroperasi maksimal. Oleh karena itu, tetap bergerak melakukan hal-hal positif agar tubuh tetap bugar dan prima sepanjang hari. Di waktu senggang tidak perlu gerakan yang terlalu rumit dengan aktif menggoyangkan kepala juga sudah cukup untuk membuat tubuh sehat maksimal.

Ada banyak sekali rupa-rupa kerjaan yang bisa dilakukan oleh manusia. Pada zaman kapitalis, hanya pekerjaan tertentu saja yang dihargai dengan nilai tinggi. Suatu kondisi yang mencengangkan padahal kenyataannya semua pekerjaan melibatkan sandiwara. Sehingga pada dasarnya apa yang dikerjakan hanyalah sebuah kepura-puraan yang sama seperti yang dilakukan oleh para artis di dalam televisi. Hampir semua masalah yang ditimbulkan adalah hasil rekayasa belaka yang sengaja dipicu oleh sistem lalu dinetralkan oleh para pekerja sesuai dengan keahliannya. Kebanyakan hal-hal yang dilakukan adalah rekayasa, yaitu sesuatu yang seolah-olah ada padahal tidak ada. Sesuatu dihasilkan namun kemudian akan dihancurkan pula. Tentu saja ini sangat membutuhkan kerja sama dan kontribusi dari semua pihak.

Jika anda memiliki waktu menonton televisi maka nyatalah bahwa pekerjaan manusia banyak sekali. Ada yang suka pulang-pergi ke kantor, ada yang suka jalan-jalan, ada yang mau mesra-mesraan, ada yang suka berselisih, ada yang suka berdebat, ada yang suka perang-perangan. Pula ada yang suka lari-larian, ada yang suka tinju-tinjuan, ada yang mau bunuh-bunuhan. Ada yang suka mejeng depan komputer, ada yang suka tulis-menulis, ada yang suka foto-fotoan, ada yang suka video-videoan dan masih banyak profesi lainnya. Bukankah semua pekerjaan itu berputar-putar karena tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Apa yang ada sekarang, telah lama ada dan akan terus ada. Jadi mengapa ada orang yang menganggap bahwa profesinya lebih berhak terhadap gaji tinggi dibandingkan dengan profesi lain?

Mari gunakan akal sehat untuk menilai hari-hari yang dijalani. Apakah ada sesuatu yang luar biasa yang telah dan terus kita hasilkan dari waktu ke waktu? Sekalipun ada sesuatu yang baru kita hasilkan, tetapi itu tidak setiap hari terjadi bahkan tidak setiap bulan. Melainkan momen menghasilkan ide yang istimewa sifatnya sangat langka. Lantas mengapa kita merasa berhak memiliki pendapatan sseorang super hero padahal tidak setiap waktu kita menghasilkan karya-karya spesial yang kenamaan. Melainkan apa yang kita lakukan hanyalah kebanyakan mengulang-ngulang apa yang selama ini dikerjakan secara rutin. Kita tidak bisa memungkiri kenyataan ini karena semua pekerjaan memang kebanyakan hanya berisi rutinitas yang hampir sama dari hari ke hari. Adalah mustahil kita melakukan inovasi setiap bulan sehingga layaklah profesi yang satu disetarakan dengan profesi yang lain.

Jika saja setiap orang mau membuka hati dan jujur kepada diri sendiri maka pernyataan-pernyataan seperti di atas akan mengingatkannya tentang betapa pentingnya keadilan sosial. Sebab tidak ada satupun pekerjaan yang sama-sekali tebebas dari sandiwara sebab justru dengan berpura-puralah maka semakin banyak tanggung jawab yang harus diselesaikan. Lagipula hanya manusia superlah yang layak untuk digaji tinggi. Karena dia istimewa, memiliki kemampuan khusus. Lain dari yang lain, itulah yang membedakannya sehingga posisi pendapatannya lebih tinggi daripada semua orang di sekitarnya. Ia bergaji lebih tinggi, bukankah kinerjanya juga lebih tinggi daripada orang lain. Memiliki tunjangan besar, bukankah itu diberikan untuk mendukung mobilitas yang tinggi dengan waktu kerja yang lebih lama?

Orang-orang yang merasa dirinya super selalu mencari-cari cara, “bagaimana agar orang lain dapat menghargainya lebih dari manusia pada umumnya.” Mereka merasa malu dengan pertemuan-pertemuan biasa. Yang mereka kehendaki adalah bagaimana agar orang lain memberi hormat yang istimewa dari manusia pada umumnya. Kebesaran nama menjadi alat popularitas yang disebarkan media dengan cantik. Semakin banyak orang yang mendewakan mereka sebab kehadirannya bagaikan seorang pengantin yang disambut meriah. Mereka enggan menyetarakan dirinya dalam taraf manusia biasa. Perasaan semacam inilah yang membuat beberapa orang terlihat sangat mencolok dari orang lain. Terlebih bila dari segi pendapatan, sistem/ organisasi menghargai pekerjaan mereka lebih tinggi, jauh di atas yang lain.

Kesimpulan

Tidak ada pekerjaan yang istimewa sehingga menempatkan seseorang sebagai alfa yang berkuasa atas yang lainnya. Bukankah dengan demikian, kita menyamakan kehidupan kita dengan dunia para binatang di hutan rimba? Apa pun pekerjaan anda: nyangkul-nyangkul, ngantor-ngantor, jalan-jalan, mesra-mesraan, musuh-musuhan, perang-perangan dan lainnya: kita semua sama (kesetaraan antar profesi). Keadilan pendapatan bukan kesamaan gaji untuk semua orang tetapi perbedaan pendapatan berdasarkan umur untuk semua profesi. Satu hal yang harus dapat dipastikan adalah “besaran gaji yang anda capai saat ini, dapat pula dicapai oleh semua orang tanpa terkecuali.” Asalkan mereka bisa sabar menunggu tahapan kehidupan, pastilah besaran yang sama akan menjadi milik masing-masing orang suatu saat nanti. Bila gaji dan fasilitas yang kita miliki tidak dapat dicapai oleh semua orang: itu artinya kita spesial. Kita menganggap diri sebagai Superman/ Supergirl alfa di atas semua.

Sudah saatnya kita berpikir untuk mengubah budaya organisasi di tempat kerja. Sebab bidang pekerjaan kita (profesi) setara dengan bidang pekerjaan (profesi) pihak lain. Sistem yang sudah ada saat ini mengikuti pola pengupahan raja-raja masa lampau. Memang perlakuan tersebut wajar karena para punggawa kerajaan mempertahankan posisinya dengan pedang dan kekerasan. Bila kita pertimbangkan dari segi penemuan, apakah setiap hari ada penemuan baru? Bukankah yang kita lakukan adalah mengulang-ngulang yang lama dengan memberi sedikit variasi? Itupun tidak setiap bulan terjadi. Lantas mengapa kita merasa berhak memiliki gaji alfa (ketua di antara semua binatang) yang jauh di atas semua orang? Suatu nilai yang tidak mungkin dicapai oleh kebanyakan orang. Dengan berlaku demikian maka kita membenarkan bahwa diri ini lebih istimewa dari orang lain. Bukankah ini bertentangan dengan kasih yang adil? Ingat-ingatlah untuk “Kasihilah sesama mu manusia, seperti diri mu sendiri!

Salam, Dalam dunia kerja
yang terpenting adalah keadilan.
Terserah pekerjaan anda apa,
asalkan bisa dipertanggungjawabkan
dan memberi hasil positif
bermanfaat bagi masyarakat.
Menerima sesuata yang
tidak pernah & tidak akan
diterima oleh orang lain
membuat kita jauh
dari kasih yang adil
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.