7 Cara Membalas Musuh (Lawan)

Cara Membalas Dendam Kepada Musuh (Lawan)

Apa bagusnya membalas dendam? Atau lebih tepatnya adalah “mengapa orang menganggap bahwa balas dendam itu memuaskan?” Ini timbul bukan tanpa alasan melainkan lahir dari kebiasaan memelihara keinginan daging. Artinya, “kita adalah apa yang kita inginkan.” Saat hati terlalu ingin agar orang yang bertentangan dengan kita kalah. Besar kemungkinan hal tersebut terbayang-bayang hampir di segala tempat yang kita kunjungi. Terlebih-lebih ketika musuh tersebut ada di sekitar atau setidaknya berada dalam jangkauan mata lahiriah ini. Manusia pendendam semacam ini tidak akan berhenti memikir-mikirkan cara untuk menaklukkan lawannya sekalipun dengan upaya paling pengecut.

Nafsu dendam, ingin mengalahkan lawan atau ingin melihatnya menderita terpelihara baik dalam hati bila orang terebut tidak memahami akibatnya. Akan tetapi, bila dia mampu memahami kegelisahan yang mengacaukan pikiran. Merasakan sikapnya yang mulai kaku ketika bayang-bayang pembalasan itu muncul. Menyadari hati kecilnya yang saling bertolak-tolakan, ingin rasanya berjalan benar mengasihi sikawan itu. Pada akhirnya, semua pemikiran tentang hari membalas sakit hati membuat hidupnya berjalan abnormal. Banyak hal yang terhambat bahkan terbengkalai karena terlena mengurus sesuatu yang tidak berfaedah. Tanggung jawab yang dipercayakan tertunda bahkan tidak selesai sama sekali. Setidaknya ada beberapa dari hal-hal tersebut yang pasti dirasakan oleh pribadi pendendam.

Cara membalas musuh

Manusia terkadang melakukan cara-cara ekstrim untuk membalaskan sakit hati yang dirasakannya. Tetap saja ini berasal dari berbagai sumber. Sekalipun sumber utamanya adalah hati manusia itu sendiri yang syarat dengan kedagingan. Di sekitar kita juga ada berbagai sumber inspirasi jahat yang rupa-rupanya telah dibungkus dengan sesuatu yang indah-indah. Kita ambil saja contoh internet, televisi dan berbagai media lainnya. Termasuk yang kami lakukan di sini adalah mengedukasi anda tentang kejahatan. Semuanya tergantung keputusan anda, “mau meniru yang jahatnya atau mau meniru yang baiknya.” Berikut seadanya saja cara terburuk sampai terbaik untuk melawan musuh.

  1. Menjadi pengganggu yang super usil.

    Ini sepertinya hobi seorang pendendam yang masih sangat belia. Saat dia tahu betul bahwa berbuat yang jahat dilarang oleh agama dan negara. Lantas hasrat untuk ngejahatin lawan menggebu-gebu dari dalam hati. Namun karena peraturannya sudah sangat jelas maka jahatnya hati ditransformasi dalam bentuk keusilan terhadap musuh. Ada banyak bentuk gangguan yang disebabkan oleh kejahilan, di antaranya adalah gangguan penglihatan, gangguan pendengaran dan gangguan kenyamanan indra lainnya.

  2. Membayar orang untuk menyakitinya.

    Orang yang memiliki modal tebal berlipat, tidak mau mengotori tangannya untuk mengurus keributan kecil. Melainkan mereka lebih memilih orang lain untuk melakukan pekerjaan kotornya. Mereka berpikir bahwa dengan membayar orang maka dirinya bebas dari dosa terhadap orang tersebut. Padahal pelaku atau pemikir dari suatu kejahatan sama-sama mendapat ganjaran. Bahkan dendam yang tidak terkendali cenderung menimbulkan kejahatan yang lebih besar. Bukan lagi sekedar gangguan sosial yang bisa terjadi tetapi turut pula melukai musuhnya yang menimbulkan kerugian secara fisik. Bahkan ada juga kerugian materi yang turut lenyap bersamaan dengan acara balas dendam tersebut.

  3. Mengalahkannya dalam suatu pertandingan.

    Sakit hati antara orang-orang cerdas akan diselesaikan juga secara cerdas. Mereka meyakini bahwa dengan mengalahkan lawannya di arena, sama dengan mempermalukannya. Mereka mungkin tidak suka adu mulut apalagi adu fisik tetapi lebih memiilih untuk adu otak. Mengikuti pertandingan ini itu secara bersamaan dan berusaha sekeras-kerasnya untuk keluar sebagai pemenang atau setidak-tidaknya lebih unggul dari rivalnya. Dendam yang dilampiaskan dalam pertandingan bisa berujung pada usaha menghalalkan segala cara untuk menang. Persaingan semacam ini tidak lagi mencerminkan kejujuran dan keadilan melainkan siapa yang lebih licik, dialah yang menang.

  4. Melakukan fitnah.

    Fitnah adalah cara tercepat untuk membalas sakit hati yang kita rasakan. Mengapa demikian? Karena kata-kata bisa menyebar dengan cepat, dari mulut ke mulut, dari akun ke akun, dari blog ke blog, dari video ke video, dari konten ke konten dan lain sebagainya. Kata-kata yang menjatuhkan ini, bisa sangat berbahaya bagi seorang pemula. Stres pendek atau panjang bisa muncul yang mendorong seorang yang labil untuk melakukan pelampiasan ke hal-hal negatif. Akan tetapi, bagi mereka yang sudah berpengalaman, akan membiarkan finah bagai angin lalu, hilang ditelan waktu.

  5. Mencampur makanan-minuman dengan air seni/ kotoran lainnya.

    Emang dasar manusia itu ya…. wkwkwkkkkk…. Bahkan kami sendiri pernah menyaksikan teknik ini dalam film: bukankah itu artinya, teknik ini sangat terkenal di seluruh belahan dunia? Jadi, bagi anda yang pernah terinspirasi melakukan hal ini, sebaiknya tahan diri dulu agar sikap kita tidak berujung pada rasa bersalah yang menyebabkan hukuman nyata. Sebab bisa saja, ada orang yang sengaja meletakkan CCTV di sekitar sehingga tindak kriminal tersebut dapat dibawa ke pengadilan negara.

  6. Diam-diaman.

    Bagi seorang pemula yang sakit hati kepada seseorang, masih sulit baginya untuk berbaik hati terhadap rivalnya. Tetapi, prinsip hidupnya juga menolak untuk berbuat jahat demi membalaskan rasa sakit tersebut. Jadi dia tidak mau berbuat jahat dan tidak mau pula berbuat baik, seperti seorang yang diam tidak melakukan apa-apa. Sikap semacam ini memang lebih baik ketimbang melakukan kejahatan seperti yang telah kami sebutkan pada poin-poin sebelumnya.

  7. Tetap Ramah dan berusaha baik sama seperti teman biasa.

    Mengasihi musuh bukanlah perkara mudah. Terlebih ketika kita hidup di zaman kapitalis yang penuh dengan persaingan dan perlombaan. Mudah sekali rasanya untuk menciptakan musuh bahkan bisa saja lawan kita lebih banyak ketimbang kawan. Oleh karena itu, mulailah belajar dari sekarang untuk ikhlas mengasihi mereka. Ini bisa diawali dengan hati yang selalu berpikir untuk mendoakan kebaikan mereka. Saat lawanmu terjatuh, mohonkanlah Tuhan menguatkannya. Saat dia disakiti orang lain, mohonkan agar tabah hatinya. Ketika menghadapi tantangan hidup, mohonkan agar dimampukan menggapai hasil terbaik, dan masih banyak lagi doa-doa penuh perhatian saat kita menyaksikan lawan kita tertawan oleh sesuatu dan lain hal.

    Sikap yang baik terhadap lawan, dimulai dari kemauan untuk selalu tampil rendah hati yang sederhana, ikhlas menerima kurang-lebihnya dia dan tentu saja hidup yang selalu fokus kepada Allah. Kami tidak mau panjang-lebar menjelaskannya, intinya adalah “kedekatan anda dengan Allah adalah sumber semangat yang memotivasi anda untuk berbuat baik kepada musuh.”

Kesimpulan

Kira-kira mana yang anda pilih: hidup tenteram namun penuh pengorbanan atau hidup yang bisa dibanggakan (ego yang sombong) tetapi tidak ada ketenangan hati?

Sebagai manusia biasa, kita tidak langsung lihai bersikap baik. Perlu proses belajar komprehensif dan diulang-ulang hingga kita mampu membawakan kebaikan itu dalam sepanjang waktu yang dijalani. Terlebih lagi sikap mengasihi musuh, tidak akan kelar dalam satu-dua hari bagi seorang pemula. Kita perlu mempelajari ini dimulai dari dalam keluarga masing-masing. Tetap saling mengasihi sekalipun kadang dirundung masalah-masalah kecil namun berupaya memaklumi dan menjalaninya yang disertai syukur dan puji-pujian kepada Allah. Jika dari rumah kita sudah terbiasa mengasihi musuh maka saat kemana-mana pun, sifat positif tersebut terbawa-bawa. Tidak ada yang mudah dalam hidup ini, tetapi orang yang mau mempelajari dan mempraktekkannya pasti akan menemukan kedamaian seumur hidup. Walau terkadang situasi di sekitar kurang mendamaikan panca indra namun sepenuhnya bisa dimaklumi. Dimana semuanya itu kita lakukan bukan untuk manusia melainkan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Salam, Mengasihi musuh
adalah kebaikan terbesar
yang membutuhkan
pengorbanan besar.
Siapkah anda
melakukannya demi
menyenangkan Tuhan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.