7 Alasan Manusia Melihat Tiga Allah – Mengapa Kita Menyaksikan Banyak Pribadi Allah?

Alasan Manusia Melihat Tiga Allah – Mengapa Kita Menyaksikan Banyak Pribadi Allah

Manusia adalah makhluk fana yang memiliki keterbatasan dalam berbagai bidang. Ada hakekat kebersamaan hidup yang mau tidak mau mengharuskan kita untuk hidup dengan orang lain. Seandainya kita sempurna, tentu saja bisa hidup mandiri sendiri tanpa membutuhkan apa-apa. Nyatanya, kita butuh orang lain di sekitar untuk membantu diri sendiri berkembang. Sama halnya dengan kebutuhan kita terhadap lingkungan sekitar, ada makhluk hidup lain yang kita korbankan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Demikianlah segala komponen lingkungan di sekitar kita memiliki tujuan (sudah tugas mereka sejak awal penciptaan) untuk menopang keberadaan kita di bumi ini.

Sayangnya, sifat buruk manusia yang cenderung merusak segala sesuatu sama seperti binatang di hutan. Sifat-sifat binatang yang kita adopsi adalah sifat umum yang merupakan bawaan semenjak kita dilahirkan. Sehebat-hebatnya kerusakan yang ditimbulkan oleh kejahatan hewan, tidak akan mampu merusak lingkungan karena kecerdasan mereka terbatas dan jumlah mereka dikendalikan oleh rantai makanan. Lain halnya dengan manusia, mental perusak yang ada di dalam diri kita beresiko tinggi menghancurkan lingkungan karena ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai serta jumlah manusia yang sangat banyak. Manusia yang memboroskan sumber daya, pada akhirnya mati juga karena bencana alam dan bencana kemanusiaan.

Allah yang menyaksikan semuanya itu selalu berupaya menyelamatkan kita. Dia mengutus hamba-hamba-Nya untuk menyadarkan kita tentang kebenaran namun hamba-hamba tersebut punya kekurangan sehingga tidak sepenuhnya menyatakan kehendak Tuhan. Pada akhirnya, Tuhan turun langsung dari sorga ke dunia dengan mengalami apa yang disebut sebagai inkarnasi. Menjadi manusia yang dikenal dengan nama Yesus Kristus, memiliki misi untuk menyelamatkan umat manusia. Petunjuk yang di bawa Tuhan Yesus merupakan kesimpulan dari ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Hingga pada akhirnya, Dia memberikan teladan pengorbanan dalam melayani seumur hidup. Artinya, dalam melayani Tuhan tidak ada keuntungan kita/ tidak ada lebih kita dari yang lain, itulah yang namanya pengorbanan.

Zaman sekarang, kita tidak dituntut Tuhan untuk berkorban nyawa karena kita hidup dalam zaman damai dimana semua orang (setidaknya mayoritas) percaya kepada Yesus Kristus. Melainkan yang dituntut Tuhan adalah keadilan, yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Saat kita bekerja lebih giat dari orang lain, haruskah gaji kita lebih besar dari mereka? Bila kita lebih pintar dari orang lain, patutkah pendapatan kita lebih tinggi dari mereka? Jika kita lebih kreaif dari orang lain, pantaskah gaji kita lebih mahal dari mereka? Ketika profesi kita lebih populer dari orang lain, haruskah pendapatan kita lebih mewah dari pekerja biasa? Inilah sisi keadilan dalam kehidupan kita: hindari menaikkan keuntungan yang diperoleh, dengan demikian kita tidak lebih baik/ lebih unggul dari orang lain. Sebab semua manusia sama/ setara.

Faktor penyebab manusia melihat Allah dalam tiga pribadi.

Allah itu Esa dan tidak ada yang sama seperti Dia, baik di bumi maupun di sorga. Dialah yang paling dan Dialah yang lebih dari segala-galanya. Itulah sebabnya, kita tidak boleh merasa lebih dari sesama manusia lainnya sebab dengan berpikiran demikian, kita menyombongkan diri dengan menyamai Allah. Biar bagaimana pun kebesaran, kemuliaan dan kedahsyatan-Nya, tetap saja hati dan perhatian-Nya ada untuk kita. Itulah alasannya mengapa Ia merendahkan diri dengan menjadi manusia biasa, lahir di kandang domba dan hidup dalam keluarga yang sederhana di bumi. Ini adalah teladan kerendahan hati yang dibawa-Nya sebagai permulaan untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kerendahan hati ini jugalah yang perlu kita tiru demi mewujudkan kebaikan, kebenaran dan keadilan seumur hidup kita.

Berikut ini akan kami jelaskan alasan mengapa manusia fana di bumi memahami Allah dalam tiga pribadi.

  1. Allah hendak memperkenalkan diri-Nya agar lebih mudah dipahami oleh orang yang percaya kepada-Nya.

    Usaha Tuhan agar dapat dikenal oleh seluruh umat manusia melewati jalan yang panjang dan memakan waktu ribuan tahun. Ini adalah salah satu bukti keseriusan-Nya untuk menyelamatkan manusia. Kesungguhan-Nya untuk memperkenalkan diri kepada kita, menunjukkan betapa murah hati dan panjang sabar-Nya menghadapi kita. Walau ada yang enggan mendengarkan tetapi banyak juga yang mau mempelajari hadirat-Nya.

    Sepintar apapun manusia tetap saja terbatas dalam memahami Tuhan. Sebab kemahakuasaan, kemahabesaran dan kemahamuliaan-Nya tidak masuk dalam logika manusia yang sempit. Itulah sebabnya, Ia menghampiri kita dalam tiga pribadi yang berbeda. Perbedaan tersebut tidak hanya dapat disaksikan dari wujud-Nya tetapi pekerjaan-Nya juga berlain-lainan. Padahal sesungguhnya ketiga-Nya sama adanya. Oleh karena Tuhan membagi-bagi diri-Nya, kita lebih mudah menerima dan memahami-Nya.

    Misalnya Tuhan tidak membagi-bagi diri, bagaimana logikanya Tuhan (bukan Yesus Kristus) bisa melalui rahim seorang perempuan? Contoh lainnya, bila ada Allah (bukan Roh Kudus) dalam diri seseorang berarti orang tersebut layak disembah dan dipuja layaknya Tuhan? Coba bayangkan, bagaimana mungkin Allah yang suci (bukan Roh Kudus) bisa merasuki pikiran manusia yang penuh dosa? Beruntunglah kita bisa mengenal Allah dalam tiga pribadi sehingga kehadiran-Nya dalam hidup kita bisa diterima oleh akal sehat. Ini adalah awal dimana kita bisa mempelajari tentang “siapa sebenarnya Dia” dan “apa maksudnya dalam kehidupan kita?”

  2. Manusia melihat Allah dalam pribadi yang sederhana: raja Daud.

    (Mazmur 110:1) Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN (Bapa) kepada tuanku (Anak): “Duduklah di sebelah kanan-Ku (Bapa), sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu (Anak).”

    Keselamatan jelas berawal dari bangsa Israel. Alkitab dengan jelas mencatatkan hal tersebut yang dimulai dari terpanggilnya bapa Abraham (nenek moyang bangsa Israel). Nubuatan terus berlanjut hingga sampai kepada raja Daud yang melihat Allah dalam suatu penglihatan. Seolah Bapa memberi pesan kepadanya untuk disampaikan kepada Yesus Kristus, katanya “Duduklah di sebelah kanan Allah, sampai Dia membuat musuh-musuh Anda menjadi tumpuan kaki Anda.”

    Tuhan menampakkan diri dalam bentuk yang lebih sederhana agar Daud bisa memahami-Nya. Beginilah cara Tuhan memperkenalkan diri kepada raja Daud, semata-mata agar Daud mengerti bahasa yang disampaikan-Nya. Justru tidak mungkin raja bertemu dengan Tuhan yang hadir dalam kebesaran, kemuliaan dan kedahsyatan yang gilang-gemilang.

  3. Manusia melihat Allah dalam pribadi yang sederhana: Stefanus.

    (Kisah Para Rasul 7:56) Lalu katanya: “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.”

    Stefanus adalah martir pertama yang dicatat dalam Alkitab. Sebelum kematiannya diperkenankan untuk menyaksikan Allah tritunggal secara langsung. Kita perlu memahami bahwa di sorga ada berbagai tingkatan yang menentukan jauh dekatnya satuan tugas seorang malaikat dari hadapan Allah. Besar kemungkinan, saat itu Allah tritunggal sedang berada di tingkat sorga paling rendah dan paling dekat dengan permukaan bumi: itulah saat dimana Stefanus menyaksikan hadirat-Nya. Penyataan-Nya dalam rupa Allah tritunggal merupakan upaya agar Stefanus dapat mengetahui kehadiran-Nya sehingga dia dan seluruh orang percaya di masa itu turut dikuatkan hatinya!

    Manusia jelas tidak bisa melihat pribadi Sang Pencipta tetapi pribadi Yesus Kristus dapat berhadap-hadapan langsung dengan manusia. Kemungkinan besar tahta Allah yang dilihat Stefanus hanyalah bagian kaki-Nya dimana Yesus berada disebelah-Nya.

  4. Manusia ketakutan saat melihat Allah.

    Alasan utama mengapa Tuhan memperkenalkan diri sebagai Allah tritunggal adalah karena manusia berdosa. Seandainya kita suci, maka kita seperti nenek moyang Adam dan Hawa di awal-awal yang mendapat kunjungan rutin dari Allah. Sayangnya, dosa telah melekat bukan saja hanya dalam perkataan atau perbuatan melainkan sampai ke dalam daging kita yang dikenal sebagai perbuatan daging. Inilah penyebab utama yang membuat kita ketakutan dan gemetaran akan hadirat-Nya.

    Itulah mengapa, Ia tidak membawa serta kemuliaan, kebesaran dan kedahsyatan-Nya saat hendak bertemu dengan manusia. Melainkan meninggalkan kegemilangan tersebut dalam pribadi Bapa untuk menjadi manusia yang lebih sederhana dikenal sebagai Yesus Kristus.

  5. Tuhan hendak memberi teladan (pribadi Yesus Kristus).

    Tidak mungkin kita meneladani seseorang yang tidak bisa kita lihat, yaitu Allah. Lagipula dalam beberapa bagian di Alkitab kita bisa menemukan bahwa pribadi Allah itu sombong. Sebab Dialah segalanya dan siapapun tidak bisa memaksa-Nya untuk melakukan ini-itu. Bahkan kitapun bisa menemukan bahwa Allah itu kejam kepada orang jahat, sehingga mereka dibiarkan-Nya mati dalam bencana. Hanya Allah yang bisa sombong sebab tidak ada yang melebihi Dia. Jadi, manusia yang menyombongkan diri menyamakan dirinya dengan Allah.

    Tetapi, Anak adalah teladan yang baik untuk dicontoh segala yang diperbuat dan diajarkan-Nya. Yesus dikenal sebagai pribadi yang pengasih, rendah hati dan lemah lembut kepada semua orang yang ditemui-Nya bahkan kepada orang-orang berdosa sekalipun. Yesus Kristus dapat kita teladani karena semua manusia di zaman-Nya dapat menyaksikan perbuatan-Nya. Bahkan sebagian dari tindak-tanduknya itu telah dicatatkan dalam berbagai kitab seperti yang dapat ditemukan di dalam Alkitab.

  6. Tuhan mau adil membagikan penyertaan-Nya (Roh Kudus).

    Jika Allah hanya dalam satu pribadi di sorga, tidak bisa menyertai seluruh orang yang percaya kepada-Nya di bumi. Penyertaan-Nya hanya bersifat lokal, hanya pada satu bangsa saja. Kejadian ini seperti di gunung Horeb, saat Tuhan menyatakan diri kepada bangsa Israel yang telah terbebas dari perbudakan di tanah Mesir.

    Sama halnya saat Dia dalam pribadi Yesus Kristus, hanya mampu mencakup satu kota dimana Kristus berada. Akan tetapi, dalam bentuk Roh Kudus, Allah bisa menjelajahi seluruh isi bumi bahkan seluruh semesta pun dapat dipantau oleh-Nya. Tidak hanya orang tertentu saja yang mendapat penyertaan dari Roh Allah, melainkan semua orang yang percaya kepada-Nya.

    Semua orang memiliki Roh Allah tetapi tidak semua orang tekun mengembangkan talenta yang diberikan Roh kepadanya. Perbedaan kuasa Roh Allah bisa terjadi karena orang tersebut belum dewasa iman atau karena kelalaian orang itu sendiri atau karena anugerah talenta yang berbeda dari orang lain. Pada dasarnya tidak ada manusia yang memiliki Roh yang lebih hebat dari orang lain. Akan tetapi yang terjadi adalah, kebetulan saja talenta yang diberikan itu lebih populer dan terkesan lain dari yang lain. Bukan berarti Roh tersebut lebih kuat dan berkuasa melainkan masing-masing setara dengan yang lainnya. Buktinya, orang yang memiliki talenta populer tidak dapat menjalani hidup sendirian melainkan harus hidup bersama dalam tubuh Kristus untuk menyatakan kehendak Allah.

  7. Manusia fana tidak ada bandingannya dengan Allah.

    Siapa pun anda di luar sana, setinggi apa pun kepintaran, pangkat dan jabatan yang dimiliki, selalu sadari kefanaan hidup ini. Kita bukanlah makhluk super yang lebih dari yang lain tetapi kita sama. Jika orang lain bisa terluka maka kita pun dapat terluka. Bila orang lain bisa mati, maka kita pun pasti akan mati pada waktunya. Ketika orang ini atau itu mampu bertahan dalam pencobaan atas nama kebenaran, kita pun bisa bertahan tetap benar dalam segala tekanan yang menghimpit hidup ini. Biar bagaimana pun kemampuan kita, tetap fana dan tidak layak di hadapan Allah.

    Dosa membayang-bayangi kehidupan kita dimana pikiran adalah yang paling cepat melakukan kejahatan lewat prasangka yang kita lempar ke orang lain. Kefanaan dan keberdosaan inilah yang membatasi kemampuan kita menyaksikan Allah secara langsung. Berhadapan langsung dengan Allah bukannya pelajaran yang akan kita peroleh tetapi penghakiman sebab tepat saat kita melihat-Nya: api akan membakar tubuh kita yang penuh dosa ini. Namun Ia yang penuh kasih dan murah hati tetap berniat untuk menolong kita sehingga menampilkan diri-Nya dalam pribadi Yesus Kristus yang manusiawi dan dapat ditangkap oleh panca indra manusia.

Kesimpulan

Manusia melihat Allah dalam tiga pribadi agar keberadaan-Nya masuk di akal. Sebab, jika dia tidak membagi-bagi diri-Nya justru pengenalan kita akan Dia menjadi kacau balau. Kita tidak bisa meneladani pribadi Bapa sebab itu bisa membuat manusia menjadi sombong. Kita juga tidak bisa meneladani Roh Kudus karena tidak bisa menyaksikannya secara langsung. Akan tetapi, kita bisa meneladani pribadi Yesus Kristus bahkan setiap orang percaya dimampukan untuk hidup seperti Yesus.

Bila Tuhan secara totalitas memperkenalkan diri kepada kita, yang terjadi adalah manusia ketakutan menghadapinya. Sebab banyaknya dosa-dosa kita melambung tinggi melebihi kepala sendiri sehingga tidak layak dihadapan-Nya. Melihat-Nya saja, kita tidak mampu apalagi mempelajari tentang-Nya, mungkin sedikit-sedikit bisa tetapi tidak mungkin secara menyeluruh. Inilah salah satu penyebabnya, mengapa YHWH membagi-bagi dirinya, baik dalam pribadi Yesus Kristus maupun dalam wujud Roh Kudus. Kehadiran-Nya dalam wujud Tuhan Yesus Kristus memudahkan orang percaya memahami ajaran-Nya dan mengikuti teladan-Nya yang telah dicatat dalam Alkitab. Sedangkan kehadirannya dalam wujud Roh Kudus membuat semua orang tanpa terkecuali, turut merasakan nikmatnya mengikut firman-Nya.

Salam, Manusia fana
Tidak dapat memahami
keagungan Allah.
Ia berkenan dipahami
sehingga menyederhanakan diri
dalam pribadi
Kristus dan
Roh Kebenaran
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.