Semua Kejahatan Di TV & Game Sudah Dijinakkan – Hakuna Matata

Semua Kejahatan Di TV & Game Sudah Dijinakkan – Hakuna Matata

Sesungguhnya tidak ada yang namanya kejahatan asalkan manusia pintar mengendalikan diri. Bahkan keadaan ini bisa dijamin dengan cara membuat sistem yang berkeadilan sosial. Kesetaraan membuat manusia hidup dalam persamaan yang selalu ada dari waktu ke waktu. Manusia tidak ada atau bisa hilang dari peredaran karena tingginya angka persaingan. Semata-mata demi memperebutkan siapakah yang lebih dan siapakah yang unggul agar didapatkanlah “the one,” satu-dua di antara sekian banyak manusia yang layak mendapatkan perlakuan khusus. Setiap akhir periode menghabiskan banyak energi semata-mata untuk menentukan “siapakah dia yang selanjutnya akan diagungkan!”

Tidak perlu bertanya-tanya bilamana sistem dimana kita hidup saat ini cenderung menghasilkan banyak masalah. Sebab persaingan perebutan kekuasaan di antara manusia terjadi secara luas (dimana-mana dan melibatkan hampir semua pihak) namun berlangsung sembunyi-sembunyi. Distorsi bisa saja terjadi tanpa kita harapkan dan sangat banyak muncul gangguan yang mencoba memecahkan konsentrasi. Di satu sisi, hal ini memang baik untuk melatih mental manusia. Tetapi di sisi lain, keadaan tersebut bisa saja menjadi besar sehingga gangguan yang awalnya kecil malah menyebabkan kerugian besar. Beruntung kalau perkara ini bisa dibawa di depan hakim tetapi bagaimana bisa bila bukti-buktinya tidak ada?

Dunia yang rutin kita saksikan setiap malam dan pagi hari, sungguh jauh dari apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Mungkin dalam kehidupan sehari-hari, kita merasa bahwa semuanya sudah berjalan dengan semestinya sesuai dengan yang dituntut oleh firman. Akan tetapi, semuanya itu akan berubah 100% ketika kita mulai menggeser pandangan ke arah layar kaca cembung datar yang disebut dengan televisi, smartphone dan berbagai perangkat multimedia lainnya. Tidak ada damai di dalamnya, melainkan yang terus ada adalah masalah, masalah dan masalah. Mangapa manusia suka bermasalah dan mengapa ada orang lain yang malah suka membahas-bahasnya sampai tuntas. Tetapi yang terjadi malah masalah itu tetap ada dan terjadi secara berulang-ulang.

Janganlah kekuatiran kita berlebihan dan kecemasan mulai menggunung saat menyaksikan berbagai kejadian edan di dalam kotak ajaib. Pahamilah baik-baik, bahwa ada segudang manusia yang telah lebih dahulu menyaksikan, memantau dan mengontrol kualitas setiap siaran. Tidak perlu diragukan, mereka sangat ahli melakukan kontrol kualitas dengan pengalaman puluhan tahun (bahkan mendekati ratusan tahun). Jadi, buang jauh-jauh kecurigaan anda: bila merasa bahwa itu tidak sesuai dengan diri Anda, matikan saja! Toh nggak ada masalah, semuanya beres karena kendali kontrolnya ada di tangan tiap-tiap orang. Atau jika TV itu bukan miliki anda, ada orang lain yang berhak sedang menontonnya: lakukan improvisasi dan adaptasi! Menjauhlah dari sana atau sibukkan saja dirimu dengan fokus kepada Tuhan atau belajar positif atau bekerja memberi manfaat. Ini adalah pilihan terbaik untuk mengalihkan konsentrasi.

Tidak perlu terlalu takut dengan aksi kejahatan yang dibicarakan dan ditampilkan di dalam TV kabel maupun smartphone TV (internet TV). Anda adalah manusia yang bisa menyesuaikan diri sehingga dimampukan untuk berkembang, keluar dari rasa takut. Ini adalah salah satu ujian yang menantang nyali dalam diam. Sebab anda hanya perlu duduk manis (juga sambil berdiri) untuk menyaksikannya lalu biarkan skenario demi skenario berjalan menakut-nakutimu. Alhasil lama kelamaan menjadi terbiasa sehingga ketakutan itu pergi. Tentu saja ini baru terjadi asalkan kita tidak fokus pada acara yang menggentarkan itu. Bila ada sesuatu yang membayang-bayangi hidupmu, biarkan saja hal itu datang. Tunggulah sambil memuji-muji Tuhan di dalam hati, toh tidak terjadi apa-apa sehingga dilain kesempatan anda tidak takut lagi terhadap hal tersebut.

Bagi anda yang merasa bahwa televisi sangat berbahaya, mungkin yang perlu anda lakukan adalah menyaksikan penggarapan dari berbagai kisah fantastis yang ditampilkannya. Mereka menyebut ini sebagai “behind the scene.” Alhasil semua yang anda kuatirkan berakhir melegakan karena menyaksikan bahwa pertarungan serunya ternyata pertarungan tunggal. Pelukannya ternyata pelukan sendiri, ciumannya ternyata ciuman tunggal, ilmunya ternyata tali dan masih banyak lagi. Dimana semua aksi yang menghebohkan itu hanyalah hasil dari fusion maniak sekelompok orang yang menguasai teknologi fotografi canggih. Orang-orang sering menyebut mereka sebagai desainer, pencipta kehidupan penuh fantasi.

Kesimpulan

Perangkat multimedia adalah hiburan; bila anda merasa itu tidak menghibur, matikan saja! Bukankah pilihannya ada dibawah kendali anda?

Percayalah bahwa sekejam-kejamnya peristiwa di televisi, hal-hal tersebut sudah dijinakkan. Banyak ceritanya yang tidak bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Muatan kisah yang syarat dengan imajinasi hanya nikmat saat disaksikan mata dan garing didengar telinga. Bila penonton bijak, maka informasi yang disampaikannya dapat dicerna menjadi konten positif yang perlu ditiru dan konten negatif yang sebaiknya dilupakan saja. Sebab, kita bisa membanding-bandingkan semuanya itu dengan standar kehidupan yang dipegang, yaitu Firman Allah Yang Hidup di dalam Yesus Kristus penebus yang agung. Lagi pula, sebelum semua konten di TV di sebarkan kepada seluruh khalayak, sudah disaring oleh sekumpulan elite cerdas lagi bijak. Jadi hakuna matata, mungkin itu memang sebuah ujian yang bisa membuatmu berkembang sehingga rasa takut berlebihan lenyap.

Salam, Hakuna matata!
Program yang tayang
di televisi
sudah dijinakkan.
Jika anda merasa
masih ada yang kurang
atau masih terlalu lebay,
bukankah remote kontrolnya
ada di tangan Anda
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.