3 Faktor Penyebab Suatu Produk Rusak (Menjadi Berbahaya)

Faktor Penyebab Suatu Produk Rusak (Menjadi Berbahaya)

Kita adalah sistem. Kita tidak ada apa-apanya tanpa sistem. Hanya manusia yang dikuasai kedagingan, menimbulkan kekacauan dimana-mana: itulah manusia tanpa aturan. Kita mesti bersyukur hidup dalam zaman damai di bawah perlindungan organisasi yang peduli dengan kesejahteraan bersama. Karena kita tersistem maka kita kuat dan tidak ada yang mampu meremukkan kita karena selalu berusaha hidup demi kepentingan bersama. Dimana pun anda berada, berorganisasilah dengan demikian kita bisa mengenal lebih banyak orang agar bisa berbuat baik bersama-sama, untuk diri sendiri, masyarakat sekitar dan lingkungan hidup yang menopang kita.

Sistem yang ada saat ini di negeri kita, memiliki tujuan yang seharusnya tidak jauh-jauh dari pengamalan Pancasila. Mengarahkan kehidupan kepada Tuhan (sila pertama). Melatih kita untuk menjadi manusiawi (sila ke dua). Berkarya menjadi apa pun untuk kepentingan bersama (sila ke tiga). Memecahkan masalah lewat musyarawarah (sila ke empat). Tidak membeda-bedakan manusia dengan bersikap adil terhadap semua orang (sila ke lima). Bila suatu sistem jauh dari nilai-nilai tersebut maka besar kecenderungan potensi/ sumber daya yang ada di negeri hanya digunakan oleh segelintir orang. Sedang masyarakat yang lainnya diintimidasi dengan informasi yang salah sehingga orang-orang tertentu akan beroleh untung besar yang lebih dari yang lain (tidak setara/ tidak adil).

Perusahaan adalah bentuk terkuat dari kerja sama antar manusia. Mereka memiliki sumber daya untuk dikelola yang dimaksudkan untuk tujuan-tujuan tertentu. Mereka memiliki banyak diferensiasi tanggung jawab antar kelompok dalam satu sistem yang saling menopang dan mendukung satu sama lain. Ada pendanaan yang berkelanjutan yang diperoleh dari hasil memproduksi/ mengelola sesuatu dan tentunya ada yang bersumber dari kapitalis puncak (pemerintah setempat). Jangkauan perusahaan untuk melakukan kebaikan sangatlah luas, menurut bidangnya masing-masing. Kita berbicara tentang orang-orang yang berjumlah ratusan bahkan ribuan banyaknya. Dimana masing-masing orang dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai bidangya agar perusahaan tersebut tetap hidup.

Faktor yang menyebabkan suatu produk rusak (khususnya makanan & minuman) sehingga berbahaya saat dikonsumsi

Terkhusus pada bagian ini, kami hanya akan membahas tentang salah satu kiprah dari perusahaan makanan dan minuman yang memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Perusahaan yang bergerak di bidang pangan menjadi salah satu yang paling aktif berproduksi. Mereka menghasilkan barang-barang tertentu untuk diperjual-belikan kepada konsumen. Masalahnya sekarang adalah apakah produk yang mereka hasilkan sudah sampai dengan aman di tangan konsumen? Kita anggap saja itu sudah sampai dengan aman sebab suatu perusahaan pasti punya kontrol kualitas tersendiri untuk memantau sekaligus memastikan produknya memuaskan setiap pembeli.

Bisa dikatakan bahwa masalah kerusakan produk yang kami maksudkan dalam tulisan ini tidak berasal dari perusahaan tersebut. Akan tetapi, masalah ini timbul di antara konsumen yang sengaja mempretelinya sehingga kulit luarnya bisa dipercaya. Sayang, saat produk tersebut digunakan, malahan menjadi racun yang menimbulkan gejala penyakit tertentu. Berikut kami akan menjelaskan beberapa alasan mengapa suatu produk menjadi berbahaya saat dikonsumsi.

  1. Produk Kadaluarsa.

    Pastinya suatu koorporasi memiliki cara tersendiri untuk menjaga produknya agar tidak ada barang kadaluarsa yang beredar di antara masyarakat. Mungkin dengan mengembalikan 100% modal penjual yang mau mengembalikan barang rusak tersebut secara sukarela. Bahkan bisa saja mereka turut membayarkan biaya pengantaran barang ekspired tersebut setelah sampai di cabang/ anak perusahaan tertentu.

    Hanya saja beberapa konsumen nakal sengaja menahan-nahan barang tertentu sampai benar-benar hampir kadaluarsa. Mereka memakainya untuk menjahili orang lain, entah untuk tujuan menguji atau apalah… Tindakan mereka memang tidak berdampak luas tetapi berpotensi mengacaukan pikiran seseorang yang merasakan langsung efek samping dari kejahilan tersebut. Mungkin sasaran mereka agar yang bersangkutan berspekulasi/ berpikir aneh-aneh tentang produk atau tentang perusahaan tertentu. Agar sedapat-dapatnya timbullah salah paham yang semakin mengacaukan kehidupan orang tersebut.

  2. Paparan sinar matahari yang terlalu lama.

    Suatu produk telah dikontrol dengan sangat baik oleh perusahaan besar. Mustahil mereka mau mengorbankan nama besar perusahaannya hanya karena tidak becus memantau penyimpanan dan distribusi produk.

    Sayangnya, ada konsumen yang sengaja memanfaatkan kelemahan suatu produk terhadap matahari langsung, untuk meracuni sesamanya secara halus dibalik indahnya bungkusan tenar. Mereka membiarkan produk tersebut terpapar oleh sinar matahari langsung selama beberapa waktu. Lalu memberikannya kepada orang ini-itu agar salah persepsi. Sebab barang tersebut telah berubah beberapa susunan kimiawinya sehingga menyebabkan keracunan saat dikonsumsi.

  3. Membeli produk tidak secara langsung.

    Mengapa anda membeli produk secara tidak langsung? Apakah perantara yang anda utus itu benar-benar bisa dipercaya dan pasti membawa barang yang asli tanpa dipreteli sebelumnya. Pada tahap ini, kita perlu menimbang-nimbang dengan benar agar tidak salah kaprah. Semoga saja perantara yang anda utus untuk membelinya adalah orang yang jujur dan tulus hati. Semoga dia tidak punya niat jahat terhadap Anda. Sebab, zaman sekarang produk apa pun bisa dikerjai agar kulit luarnya saja yang kelihatan baru sedangkan bagian dalamnya adalah hampir sampah.

Kesimpulan

Kalau menemukan produk rusak. Jangan buru-buru menghakimi perusahaan yang membuat barang tersebut. Sedapat-dapatnya lakukanlah identifikasi awal: (a) Periksa dulu tanggal kadaluarsanya; (b) Cek keutuhan bungkusannya; (c) Pastikan wujud produknya seperti biasa (belum berubah warna/ lembab/ hancur jadi remeh); (d) Pastikan perantara yang melakukan pembelian dapat dipercayai (tidak pernah bohong kepada anda). Sekalipun ada yang salah, bukan seluruh perusahaannya yang salah. Tetapi oknum atau tahapan tertentu saja yang sedang mengalami distorsi. “Hindari mengeneralisasikan kesalahan seseorang kepada seluruh masyarakat hanya karena pelaku kejahatan tinggal di lingkungan yang sama dengan masyarakat tersebut.”

Di luar sana, ada oknum yang sengaja mengadu-domba orang baik dengan orang baik. Mereka berperilaku baik-baik seperti kebanyakan orang. Namun hatinya merencanakan penyesatan agar salah persepsi. Tujuan utamanya adalah menjauhkan anda dari hal-hal baik dengan merusaknya sebelum produk itu sampai di tangan anda. Oleh karena itu, berhati-hatilah saat menilai sesuatu, terutama jika berhubungan dengan koorporasi. Kita harus menyadari bahwa tiap-tiap perusahaan besar pasti memiliki kontrol kualitas yang memadai sehingga kemungkinan sampainya produk rusak di tangan konsumen sangat kecil. Apa barang yang ada padamu saat ini bisa saja rusak saat diperoleh dari perantara yang kurang bisa dipercayai. Bisa saja perantara tersebut berkonspirasi dengan pihak lain untuk menyesatkan persepsi anda. Oleh karena itu, jangan malas bergerak melainkan belilah produk secara langsung dari pasar/ gerai/ toko/ swalayan/ minimarket/ supermarket populer di sekitarmu.

Macam-macam cara manusia untuk membuat sesamanya sesat pikir. Memang di sanalah sasaran oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, yaitu “merusak pandangan/ opini mu terhadap dunia ini.” Orang-orang jahat itu mau agar kita memandang segala yang ada di dunia ini buruk dan harus dimusnahkan sehingga terlahirlah manusia yang syarat dengan kekerasan dan kejahatan. Sebelum pandangan sempit itu mengubah anda, sadarilah betapa baiknya mereka yang ada di sekitarmu sampai sekarang. Terbiasalah saat sikap seorang teman menjadi aneh dan kurang peduli pada anda, mungkin itu sifat alaminya atau bisa saja dia sedang berupaya melatih anda agar menjadi dewasa dan tidak menggantungkan hidup kepada siapa-pun. Silahkan pahami hidupmu maka akan menemukan bahwa setiap masalah yang berhasil kita atasi akan memantapkan kita untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

Salam, Perusahaan sangatlah besar.
Ada satu yang salah
bukan berarti semuanya jahat.
Pastikan proses pembelian
yang anda lakukan
sudah terstandar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.