7 Bentuk & Rupa Bumi Dilihat Dari Luar Angkasa – Seperti Apa Kita Saat Diamati Dari Planet Lain

Bentuk & Rupa Bumi Dilihat Dari Luar Angkasa – Seperti Apa Kita Saat Diamati Dari Planet Lain

Versi alam semesta yang dibesut oleh Seniman Barat, adalah versi lama dimana terdapat banyak bintang yang masing-masing membentuk galaksinya sendiri. Pengetahuan yang mereka sebarkan sama persis dengan aktivitas hidup yang mereka jalani. Alam semesta dengan banyak bintang adalah salah satu bentuk pemahaman bahwa tidak hanya ada satu matahari di seluruh jagad raya melainkan ada lebih banyak jumlahnya. Ini sama saja dengan sistem multikapitalisme yang saat ini sedang dianggap nyata benar dan adil oleh banyak orang di sekitar kita. Mereka meyakini kebohongan semata-mata untuk melegalkan keberadaannya sebagai salah satu perusahaan yang memanen sumber daya di beberapa daerah demi kepentingan kelompoknya.

Dunia dengan banyak matahari, itulah versi alam semesta yang paling digemari oleh kapital. Dengan asumsi bahwa kemungkinan evolusi sangat tinggi. Manusia seperti kita yang sekarang ini, ditaksir akan menjadi manusia super layaknya Tuhan yang mampu menciptakan alam semestanya sendiri. Ilmu pengetahuan kita akan melatih diri ini untuk membentuk planet dan unsur-unsur lainnya. Bahkan pada puncak evolusi manusia, ilmu pengetahuan akan mengantarkan bumi menjadi inti energi besar layaknya matahari seperti yang kita lihat sekarang ini. Itulah mengapa banyak orang menyukai teori evolusi sebab demikianlah keadaan seluruh bumi mengalami kemajuan setelah ribuan bahkan jutaan tahun kemudian. Kesukaannya masing-masing wilayah diduduki oleh penguasa yang berbeda sama seperti multi tata surya yang masing-masing dikuasai oleh satu atau lebih matahari.

Seperti kata orang bijak, alam semesta ini penuh rahasia. Sesungguhnya rahasia itu tersembunyi dari hati kita namun wujudnya ada di depan mata kita. Kita seperti orang yang mencari-cari pensil, yang diletakkan lupa entah dimana. Padahal pensil itu terdapat di antara buku-buku di atas meja dihadapan kita, namun kita saja yang kurang teliti mencari sehingga terlewatkan. Awalnya kami berpikir bahwa ada tiga komponen alam semesta yaitu matahari, planet dan satelit. Belakangan ini akhirnya kami mengerti bahwa sesungguhnya hanya ada dua komponen alam semesta, yaitu matahari dan planet-planet. Sekalipun masing-masing planet berbeda letaknya tetapi pada dasarnya ukuran dan bentuknya seiras walau tidak sama persis. Jadi saat kita bisa menyaksikan suatu planet dari bumi, bisa jadi demikianlah orang dari planet lain menyaksikan dunia kita.

Teori cermin mengatakan bahwa untuk memahami diri sendiri, kita perlu mengamati orang lain karena kita tidak jauh beda dengan manusia lainnya. Sedang dalam kasus ini, bisa berarti saat kita bisa menyaksikan suatu planet dari bumi, bisa jadi demikianlah orang dari planet lain sawaktu menyaksikan keberadaan dunia kita.

Seperti apa bumi dilihat dari luar angkasa?

Belum pernah kami temukan blog yang membahas tentang hal ini. Bila kita menonton Youtube maka akan mendapati bentuk bumi bulat dengan warna biru, hijau dan kuning. Namun tidak demikian sesungguhnya keadaan dunia kita bila dilihat dari luar angkasa. Ada unsur yang terlupakan yaitu awan. Inilah sesungguhnya yang mendominasi pandangan kita saat menyaksikannya dengan mata telanjang. Bahkan besar kemungkinan, warna biru lautan dan hijaunya dedaunan tidak akan tampak dari luar angkasa karena ditutupi oleh udara lembab yang didominasi oleh uap air. Berikut ini beberapa versi bentuk dan rupa bumi saat dilihat dari angkasa luar.

  1. Bumi versi bumi datar.


    Bentuk dunia yang seperti ini lahir di waktu yang sangat lama sehingga telah banyak ditinggalkan oleh para pengamat. Kami sendiri tidak yakin dengannya karena memahami bahwa stabilitas bentuk materi apapun yang melayang berada dalam bentuk bulat. Bentuk datar atau lempengan justru beresiko menimbulkan rotasi yang kacau-balau akibat pengaruh kemagnetan dari planet lain.

  2. Bumi versi nasa.

    Ada informasi yang menyatakan bahwa NASA bukanlah lembaga ilmu pengetahuan. Melainkan hanya salah satu antek propaganda untuk melawan atau menjawab tantangan dari negara rivalnya. Sebab senyatanya, pembuatan roket yang dapat bergerak hampir tegak lurus menelan biaya yang sangat banyak. Dimana bahan-bahannya tidak bisa dipakai ulang seperti pesawat yang bisa hilir mudik dipakai berkali-kali, tetap awet. Akan tetapi, pembuatan roket sama artinya dengan menghanguskan jutaan dolar di atas awan. Itulah sebabnya lahirlah propaganda NASA yang jago ilmu pengetahuan sekaligus jago bersandiwara menipu masyarakat terutama pihak asing. Ada desas-desus yang menyatakan bahwa Rusia adalah contoh salah satu negara yang pernah terancam bangkrut akibat pembuatan roket luar angkasanya.

    Bumi versi nasa kami anggap botak sebab hanya menampilkan permukaan planet. Sedang atmosfernya yang tebal dikesampingkan. Bentuk seperti ini ada benarnya namun hanya bila dilihat dari dekat dimana pengamat berada di dalam atmosfer. Akan tetapi, bila pengamat berada di luar atmosfer maka permukaan bumi yang hijau, kuning dan biru tidak lagi kelihatan karena tertutup oleh ketebalan udara.

  3. Bumi saat dilihat oleh planet di belakang kita.


    Pada bagian ini diumpamakan yang agak sejajar dengan kita adalah matahari >> bumi >> planet pengamat. Mengapa agak sejajar? Karena kalau ketiganya sejajara maka yang terjadi adalah gerhana matahari. Kedua planet ini bisa dikatakan hampir sejajar posisinya dengan matahari sehingga berkas bayangan bumi jatuh di permukaan planet pengamat. Pengamat tersebut tidak akan melihat bumi secara utuh  melainkan yang disaksikannya hanyalah bulan besar cakram di siang bolong. Mengapa berkas bayangan bumi tidak seutuhnya terlihat oleh pengamat? Karena jarak antara kedua planet sangatlah jauh sedang ukuran matahari lebih besar. Sehingga fokus bayangan bumi (bagian yang gelap) jatuh di luar angkasa (di antara kedua planet). Namun atmosfer bumi masih sempat meneruskan cahaya matahari sehingga bagian luarnya saja lah yang terlihat seperti cincin putih. Bagian tengahnya terlihat kosong karena bayangannya jatuh di luar angkasa. Mereka bisa melihatnya sebagai cincin putih utuh, separuh atau lebih kecil tergantung sejajar tidaknya posisi pengamat dengan yang diamati.

  4. Bumi saat dilihat oleh planet di depan kita.

    Pada kasus ini, kita asumsikan bahwa yang hampir sejajar adalah matahari >> planet pengamat >> bumi. Pada momen kali ini, pengamat akan melihat bumi sebagai bulan besar di antara bintang di malam hari. Mereka akan melihat bumi karena secara kebetulan pantulan cahaya matahari yang sampai ke permukaannya terarah ke permukaan planet pengamat. Mereka akan mengamati bentuk bumi sebagai bulan purnama, bulan sabit dan lain sebagainya.

  5. Bumi saat dilihat dari jauh.

    Tentu saja ini dapat diamati oleh planet di depan kita dengan urutan matahari >> planet pengamat >> bumi. Fenomena ini hanya dapat diamati di malam hari dari planet pengamat. Dimana mereka akan melihat bumi sebagai satu di antara sekian banyak bintang di langit.

    Juga fenomena bintang di siang hari dapat diamati saat cuaca sedang cerah dari planet pengamat. Urutan kesejajarannya adalah matahari >> bumi >> planet pengamat. Mereka akan menyaksikan kita sebagai salah satu bintang redup di pagi atau sore hari (waktu pengamatan).

  6. Bagian cerah dan abu-abu dipermukaan planet.

    Sekarang anda telah memahami bahwa bulan dan bintang adalah planet, sama seperti bumi pada umunya. Lalu saat mengamati bulan di malam hari, ada sesuatu yang khas anda temukan, yaitu ada bagian yang terang dan ada bagian yang gelap pada permukaannya. Lantas bertanya-tanya, kira-kira, mengapa hal tersebut bisa terjadi dan apa penyebabnya?

    Jika bulan adalah planet lain sama halnya seperti dunia kita, menurut anda apakah faktor yang menyebabkan menipisnya atmosfer? Spekulasi terbaik adalah bagian yang terang pada bulan merupakan daerah hijau atau pegunungan atau lautan yang memiliki atmosfer yang cukup tebal. Itulah sebabnya bagian tersebut memantulkan cahaya matahari dengan lebih baik. Sedangkan bagian yang gelap bisa bisa menunjukkan bagian planet yang cerah tak berawan dengan atmosfer tipis. Ini bisa terjadi di padang gurun atau daerah perkotaan padat penduduk yang tidak memerhatikan aspek lingkungan.

    Harap dipahami bahwa ketebalan atmosfer suatu planet sangat berpengaruh dengan jumlah molekul air di wilayah tersebut. Semakin tebal atmosfer maka semakin kaya dengan molekul uap air yang biasanya disertai dengan timbulnya awan di langit sampai terjadinya hujan.

  7. Mengapa warna bintang berlain-lainan saat di amati di malam hari?.

    Jika bintang dan bulan adalah planet sama seperti dunia kita, lantas timbullah pertanyaan: mengapa warna bintang di malam hari berlain-lainan? Ini fenomena yang sangat umum dan bisa kita amati secara langsung kalau langit sedang cerah dan tak berawan di malam hari. Spekulasi terbaiknya adalah keadaan ini dipengaruhi oleh kadar polutan pada atmosfer masing-masing planet.

    Apa yang kita alami di dunia, misalnya tentang masalah pencemaran udara, pembuangan limbah sembarangan dan pembalakan liar: dialami juga oleh semua planet di alam semesta. Jika penduduknya terus-menerus melakukan eksploitasi terhadap sumber daya alam yang diiringi dengan budaya hidup instan, mewah, megah, meriah dan praktek foya-foya lainnya. Maka lingkungan akan berada pada masa kritis karena atmosfer telah terkontaminasi dengan zat-zat polutan yang berbahaya.

    Sekarang kita perlu ilmu lain, yang memberikan keterangan kepada kita tentang pancaran cahaya yang dihasilkan oleh tiap-tiap jenis polutan yang ada di sekitar kita. Misalnya: “polutan jenis apa yang memancarkan atau memantulkan warna kuning, kemerah-merahan dan lain sebagainya.” Tentu, kita berharap bahwa bintang yang memancarkan cahaya putih yang berkelap-kelip adalah contoh planet yang atmosfernya bebas dari polutan berbahaya. Sedangkan yang warnyanya merah merupakan wilayah yang sedang mengalami kerusakan lingkungan yang cukup parah. Namun untuk planet yang agak kekuning-kuningan, mungkin saja pencemaran lingkungannya belum parah-parah amat atau tidak separah planet merah.

    Lantas timbul pertanyaan, kira-kira saat bumi terlihat sebagai bulan atau bintang, warnanya apa ya? Apakah itu putih, mungkinkah itu merah atau bisa jadi kekuning-kuningan? Semuanya itu tergantung dari jumlah dan jenis polutan atau mineral tanah yang telah bercampur dengan atmosfer akibat aktivitas umat manusia.

Kesimpulan

Saat mengamati diri sendiri di alam semesta nan luas, stabil dan tak sepenuhnya terjangkau oleh indra, sungguh manusia bukanlah apa-apa. Hanya setitik kuman yang mencoba untuk bertahan hidup. Akan tetapi, sekalipun kita bukan apa-apa bila dibandingkan dengan benda-benda langit, manusia sangat menentukan alur kehidupan dan regenerasi seisi planet. Oleh karena itu, baiklah kita bekerja sama untuk membuat bumi ini menjadi lebih baik dengan mengejar kebenaran dan keadilan. Sebab, bila kita hanya mengejar materi dan mulia duniawi, akan banyak hal yang dipaksakan dan dikorbankan. Salah satu yang paling menderita akibat arogansi dan keserakahan manusia adalah lingkungan hidup. Rusaknya penopang hidup ini hanya akan membuat kita memperindah langit di malam hari saat diamati oleh seseorang dari planet lain. Alien itu sangat terpukau menyaksikannya tetapi nyatanya bumi didera oleh bencana alam dan bencan kemanusiaan yang dahsyat.

Salam, Bulan dan bintang
dihunia manusia
seperti kita.
Masalah yang mereka
alami pun tidak jauh beda
alias mirip-mirip, seiras, serupa
dengan masalah kita
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.