7 Alasan Mengapa Main Game Tidak Memuaskan Hati

Alasan Mengapa Main Game Tidak Memuaskan Hati

Setelah lama hidup di dunia ini, banyak hal-hal lain yang awalnya tidak kita pahami jadi dapat dimengerti. Entah pengertian itu timbul secara otomatis (otodidak) atau lewat proses belajar (pendidikan). Ini bisa menimbulkan rasa puas karena pemahaman baru memampukan kita untuk menyelesaikan masalah-masalah tertentu yang mungkin awalnya tidak menemukan jalan keluar. Kekuatan ilmu pengetahuan dan wawasan yang terus berkembang merupakan salah satu alasan yang mampu mendorong kita dalam sukacita. Sekalipun perlu kita batasi, bahwa rasa senangnya itu tidak bertahan lama, melainkan sesaat saja lalu kemudian berlalu seiring berlalunya waktu. Setelah itu, kita perlu terkoneksi terus dengan Yang Maha Kuasa agar sukacita itu selalu nyata di segala waktu.

Pada bagian ini, akhirnya kami menyadari bahwa sesungguhnya manusia menyukai perkembangan. Hasrat di dalam hati menunjukkan kemagnetan yang baik terhadap sesuatu yang memiliki pertumbuhan. Pertanyaannya sekarang adalah “apakah segala sesuatu yang dapat tumbuh bisa membuat kita senang?” Petani di ladang senang menanam panganan, apakah itu karena pertumbuhannya? Orang yang beternak senang dengan peternakannya, apakah itu karena ternaknya tumbuh banyak? Mereka yang main game bersuka memainkannya, apakah itu karena permainan tersebut senantiasa berkembang? Ini masih teori belaka, sebab bukan hanya tanaman pangan yang tumbuh pesat, masih banyak yang lainnya tetapi tidak diperhatikan oleh petani. Demikian halnya dengan peternak dan gamers, ada hal lain yang bisa diternak dan dimainkan tetapi mereka memilih sesuatu sesuai minat dan tujuannya saja.

Jadi, bisa dikatakan bahwa kesukaan hati terhadap perkembangan sifatnya relatif. Sebab ada banyak hal yang senantiasa berkembang di dunia ini tetapi tidak semuanya dipelihara oleh manusia. Bahkan beberapa hal tersebut dihambat perkembangannya karena dianggap mengganggu pemandangan, misalnya rumput di sekitar pekarangan dan lain-lain. Artinya, seberkembang apapun sesuatu, itu tidak akan memasuki kehidupan (dipelihara) seseorang bila tidak dapat membantu memenuhi tujuan positifnya. Karena dari contoh-contoh yang kami paparkan di atas, pada dasarnya semua orang memelihara ini-itu semata-mata demi membantunya menghasilkan lebih banyak uang.

Faktor penyebab main game tidak memuaskan hati

Jelas ada banyak perkembangan saat kita memainkan suatu game. Hal inilah yang membuat kita penasaran, “apa selanjutnya? Bagaimana seterusnya? Seperti apa ini-itu kelak?” Bila kita memajukan pertanyaan, “mengapa anda memilih permainan ini dan bukan yang itu?” Apa jawaban yang mungkin saja anda berikan? Apakah pilihan itu disebabkan oleh karena popularitasnya? Mungkinkan itu didorong oleh pengaruh teman-teman dekat yang turut memainkannya? Atau mungkinkah itu karena uang yang ditawarkannya? Mungkinkah itu karena ikatan kenangan di masa lalu sehingga sangat menyukainya? Hanya andalah yang mengetahui alasannya! Apa yang kami tulisankan di sini hanyalah sebuah pandangan logis tentang alasan mengapa memaikan video game tidak memuaskan hati.

  1. Game ada di luar diri kita.

    Segala bentuk materi tidak bisa menyatu dengan jiwa kita. Memang keduanya bisa berdampingan antara fisik dan jiwa namun tetap saja, masing-masing memiliki kemauannya sendiri-sendiri. Fisik kita bisa saja bersukaria karena memainkan ini-itu. Biasanya keadaan ini diikuti dengan wajah yang tersenyum bahkan tertawa. Ada juga gamers yang melompat-lompat saking senangnya memenangkan kompetisi yang sedang berlangsung. Pertanyaannya sekarang adalah, apakah dia bahagia melakukan semuanya itu? Tiap-tiap orang juga bisa melakukan ekspresi semacam itu namun dirinya sebenarnya sedang bersedih. Artinya, kemunafikan bisa membuat kita membohongi orang lain tetapi kita tidak bisa membohongi diri sendiri.

  2. Kita tidak setiap saat memainkan game.

    Kepuasan identik dengan kebahagiaan, artinya orang yang mampu berpuas diri sudah pasti bahagia. Sayangnya, permainkan ini-itu yang kita pakai tidak selalu bisa dipakai. Sebab ada waktu-waktu khusus dimana kita harus menyelesaikan tanggung jawab kerja yang dipercayakan orang lain. Bagi yang masih mudah, harus menyelesaikan tugas dan belajar terlebih dahulu baru memainkannya di waktu lengang. Selain itu, masih banyak kesibukan positif lainnya yang mungkin kita lakukan di waktu luang, misalnya membaca berita, mendengarkan radio, menonton dan lain-lain.

  3. Walau menang, ada juga kalahnya.

    Bisa saja kita merasa puas ketika berhasil merebut kemenangan dari salah seorang bos besar. Tetapi, bagaimana jadinya rasa puas di dalam hati ketika kekalahan datang? Terlebih ketika hal tersebut datang berulang-ulang kali? Pada saat-saat seperti inilah dibutuhkan ketabahan yang tak berujung. Kita perlu bersabar menghadapinya dan teruslah bermain. Kelak suatu saat kalau sudah terbiasa kalah ratusan bahkan ribuan kali, niscaya kekalahan itu tidak lagi menyakitkan hati. Melainkan semuanya akan menjadi biasa saja.

  4. Ada waktunya stagnasi.

    Ada dua jenis stagnasi, stagnan karena ada tingkatan tertentu yang tidak bisa ditaklukkan dan stagnan karena semua tingkatan telah diselesaikan. Satu-satunya tipe perkembangan yang kejuaraannya senantiasa terbarukan adalah arena PvP (player versus player). Turnamen ini bisa jadi pilihan agar permainan tidak terkesan membosankan.

    Membeli semua item dalam permainan mempercepat prestasi namun cepat juga mengalami stagnasi yang membosankan. Lebih baik berusaha memperjuangkannya, walau lambat tetapi tetap bergairah.

    Stagnasi ini bisa terjadi berhari-hari bahkan berminggu-minggu yang sungguh jauh dari perkembangan. Tentulah saat permainan berhenti berkembang, rasa puas mulai merosot yang disertai dengan kemalasan memainkan permainan yang sama setiap saat. Pada titik ini kesetiaan kita untuk memainkan sesuatu dipertaruhkan. Akan ada banyak pilihan yang muncul di benak masing-masing orang. Diantaranya mungkin ada yang berpikiran pendek untuk membeli beberapa item game sehingga ada perkembangan relatif di sisi tertentu. Namun ada juga yang berpikir untuk menghapus aplikasinya sama sekali agar permainan yang lebih seru lainnya.

  5. Kita tidak bisa mengikuti (membeli) tawarannya.

    Konglomerat di dalam dunia nyata tidak secara otomatis menjadi orang paling kaya dalam dunia game. Justru yang lebih kaya dan maju dari yang terkaya adalah para pembuat permainan itu sendiri. Sebab mereka bisa menempatkan dirinya dimana pun dengan kekayaan beraapa pun. Saat konglomerat melakukan pembelian item ini-itu untuk kesenangan, bukan berarti dia bisa melampaui segala rintangan yang ada? Sebab stagnasi bisa jadi kunyahan sehari-hari saat semua misi telah terselesaikan.

    Sekali pun kita adalah orang yang tabah dan tidak mau mengikuti nafsu yang penuh dengki dengan membatasi diri untuk membeli item ini-itu. Setahu kami, tidak semua item dapat dibeli karena ada beberapa batasan. Mungkin saja mereka yang penghasilannya besar dapat membeli satu dua item tetapi tidak semuanya. Sebab item game bagaikan kuburan menganga yang tidak akan penuh puasnya sekali pun dibelanjakan terus-menerus. Memang para pengampunya jago mengembangkan permainan tersebut sehingga ada-ada saja jejualan yang dipasarkan.

  6. Ada banyak orang yang lebih baik dari kita.

    Saat kita masih junior, ada orang yang lebih senior. Bahkan sekalipun kita sudah veteran masih ada banyak yang lebih senior dari kita. Ini adalah peringatan bagi kita untuk selalu rendah hati. Memang ada suatu rasa puas bercampur senang ketika kita sudah karatan memainkannya. Biasanya ini diikuti dengan jumlah penghasilan (harta) yang melimpah ruah dan level tinggi dan variasi unik (skin) pada beberapa hal. Bahkan bila rasa ini tidak terkontrol akan berubah menjadi kebanggaan diri yang turut pula dipamerkan lewat akun-akun media sosial yang dimiliki. Sayangnya kepuasan tinggi semacam ini tidak selamanya kita rasakan sebab ada banyak user yang lebih baik dari kita. Ditambah lagi ketika di luar sana cukup banyak game yang lebih populer dari permainan yang kita miliki. Pasti mendengar kehebohan permainan baru yang tersohor itu, puasnya diri ini langsung menciut bahkan lenyap sama sekali.

  7. Game adalah ujian.

    Permainan di smartphone adalah bagian dari saudara tekno kita. Saudara tiri yang satu ini memang ada baiknya dan ada pula buruknya. Semakin lama anda menggunakan gadget, makin jelas buruknya itu apa? Mungkin ada kepuasan saat hal-hal baik dari suatu permainan dapat dicicipi. Akan tetapi, bagaimana jadinya suasana hati ini saat ada masalah-masalah tertentu menyangkut permainan tersebut? Rasa puasnya pasti telah direnggut, malah yang timbul adalah hati dibayang-bayangi oleh kegelisan karena distorsi tersebut. Bagi mereka yang sudah terbiasa pasti bisa menanganinya tetapi bagi seorang pemula, tabahlah menjalaninya sampai menemukan jalan keluar.

  8. dan lain sebagainya, silahkan temukan sendiri.

Kesimpulan

Kita perlu bermasalah dengan permainan agar rasa puas hancur. Ini membuat kita mengerti bahwa games bukanlah sumber kepuasan tunggal sehingga tidak ketergantungan dengannya. Sebab sejak dari awal permainan berisi tantangan, keberhasilan melewati masalah itulah yang membuat puas.

Memang ada kepuasan saat memainkan game, sadarilah bahwa itu hanya sesuatu yang sifatnya sementara dan putus-putus saja. Jadi, hindari terlalu memaksakan rasa puas tersebut sebab bisa-bisa resikonya uang tersedot untuk membeli keunggulan dan kemenangan. Padahal sejak dari awal iklannya sudah memberi jaminan: “mainkan sekarang gratis!” Lagi pula masih banyak hal positif lainnya yang dapat kita lakukan dalam hidup ini. Artinya, rasa puas di dunia ini sifatnya recehan, kita perlu mengumpulkannya lewat berbagai aktivitas positif yang ditekuni dari waktu ke waktu. Sedang rasa puas yang sifatnya terus-menerus adalah kepuasaan saat melakukan apa yang baik dan benar serta adil. Itulah semuanya yang mengembangkan dan membangun suasana hati sehingga membuat kita merasa hidup di dunia ini sangat memuaskan.

Salam, Main game
puasnya hilang-timbul.
Sikap yang baik dan benar
pasnya terus-menerus
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.