+10 Hari Terburuk Dalam Hidup Anda – Baik Atau Buruk Sama-Sama Membuat Kepribadian Berkembang

Hari Terburuk Dalam Hidup Anda – Baik Atau Buruk Sama-Sama Membuat Kepribadian Berkembang

Hari tidak selalu baik tetapi itu bukan alasan untuk tidak berbuat baik. Sebab tanpa kebaikan tidak ada yang namanya kemanusiaan: masing-masing orang akan menempuh jalannya sendiri demi mencapai kebanggaan diri tertinggi. Saat dirinya tepat di atas yang lain, rasa angkuhnya melebar sehingga timbullah rasa senang sesaat yang  hanya sementara saja. Lantas, manusia itu menjadi candu terhadap rasa bangga sehingga cenderung menciptakan pola-pola kehidupan yang memungkinkannya untuk menang. Saat kemenangan menjadi bahan rebutan maka persaingan dan perselisihan mendahului yang berpotensi mengadopsi kejahatan.

Kebanggaan akan rasa menang, jelas tidak dapat ditemukan di dunia nyata. Sebab resiko konflik halus sampai kasar di kala pertandingan sedang berlangsung cukup tinggi. Tetapi jangan khawatir, anda masih tetap bisa merasa lebih dari pemenang di dunia digital/ dunia elektronik/ dunia maya. Akan tetapi, khusus di dunia nyata, satu-satunya yang membuat kita senang adalah dengan melakukan apa yang benar dan adil di sepanjang langkah kaki. Senang lewat kedua hal tersebut berlangsung terus-menerus atau lebih dikenal sebagai kebahagiaan. Sebab mengasihi Tuhan seutuhnya dan mengasihi sesama seadil-adilnya dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Daftar hari-hari buruk dalam kehidupan kita

Jika ada hari baik, itu adalah saat dimana apa yang kita pikirkan bersesuaian dengan apa yang kita alami di dunia nyata bahkan kadang jauh lebih baik. Akan tetapi, hari buruk adalah saat dimana apa yang kita pikirkan bertentangan (tidak sesuai) dengan apa yang terjadi di dunia nyata bahkan kadang jauh lebih buruk/ lebih destruktif. Yang jelas, setip hal yang akan terjadi tegantung dari kelihaian dan ketelatenan kita untuk mengarahkan setir kehidupan kembali ke jalur yang sebenarnya. Sebab seburuk-buruknya melakukan kebenaran, jauh lebih menggelisahkan hati saat kita melakukan apa yang jahat. Tidak ada yang bisa mengobati kegelisahan hati selain memperbaiki arah hidup kita pada jalur yang sepatutnya.

Hari buruk bisa terjadi kapan saja, kita tidak bisa mengendalikan itu! Sekuat apapun kita, tidak mungkin mampu mengatur kapan datangnya dan seberapa besar keburukan itu. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menerimanya dengan ikhlas sambil memperkecil efek samping yang ditimbulkannya. Bila sikap kita mulai amburadur saat kesialan datang, itu bisa jadi pertanda bahwa kita sedang terkejut karena belum terbiasa hidup dalam tekanan. Oleh karena itu, mulailah belajar untuk memaklumi buruknya keadaan sambil tetap mengekspresikan sikap positif dari waktu ke waktu. Untuk mempersiapkan anda menyambut buruknya derita hidup, baiklah anda mengetahui seperti apa itu dan apa saja contoh-contohnya. Berikut ini akan kami jelaskan beberapa hal yang kami ketahui.

  1. Tanggung jawab yang tidak selesai.

    Pernahkah anda mengalami keadaan ini? Apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita malah terbengkalai. Ini bisa membuat hari-hari kita memburuk karena merasa malu, karena beban yang harusnya selesai malah belum berwujud apa-apa. Orang yang tidak mampu menuntaskan pekerjaannya, tidak bisa lagi dipercaya untuk melakukan tugas-tugas lainnya. Sebab kejadian yang sama akan terus berulang sampai kapan pun. Ini adalah hari terburuk baginya, saat ada orang yang menuntut pertanggung-jawaban atas kelalaian tersebut. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan meringankan tanggung jawabnya sebab terlalu sulit baginya untuk menanggung beban tersebut.

  2. Saat keberadaan kita terabaikan.

    Panggilan yang kita lakukan diabaikan, pembicaraan yang kita lakukan dicuekin, keramahan yang kita haturkan didiamkan dan lain sebagainya. Hari-hari semacam ini dapat membuat kita tertekan mental. Jangan khawatir, kita pasti bisa melaluinya. Banyak orang yang hidup sebelum kita dan setelah kita yang mengalaminya dan mereka dapat melaluinya dengan sukacita. Sadarilah bahwa penghiburan kita tidak hanya tersalurkan lewat hubungan dengan sesama. Melainkan ada penghiburan yang selalu ada saat kita selalu terkoneksi dengan Sang Pencipta.

  3. Hari dimana kita keracunan.

    Zaman sekarang, racun adalah ujian yang cukup merepotkan. Kami sendiri kerap merasakannya, baik lewat makanan maupun lewat minuman. Biasanya orang yang melakukannya adalah kerabat terdekat tetapi JANGAN pedulikan siapa mereka dan apa tujuan mereka. Tetapi jadilah tabah menghadapi beratnya tekanan yang menghimpit badan ini. Hindari terlalu memaksakan diri untuk melakukan aktivitas berat saat tubuh sedang lemah. Tetapi berusahalah untuk menyelesaikan tanggung jawab kecil yang dipercayakan kepada kita.

  4. Saat kesehatan kita terganggu.

    Saat kemampuan fisik kita terganggu karena penyakit tertentu, bisa membuat hati bersusah karenanya. Penyakit yang menghambat aktivitas dapat menggalaukan hati karena turut menghambat pergerakan dan kemampuan mobilitas kita. Susahnya hati karena fisik yang lemah bisa membuat kita stres tak karuan. Oleh karena itu, konsumsilah air sedikit-sedikit tetapi lebih sering, tambahkan garam pada makanan dan tetaplah beraktivitas.

  5. Hari dimana kita mengalami kerugian materi.

    Pernahkah anda mengalami suatu kecurangan? Pasti sudah pernah, terlebih ketika anda pernah rutin mencari penghasilan di internet lewat smartphone. Ada yang benar tetapi banyak juga yang salah tentang penghasilan dari dunia maya. Awalnya mungkin sukar tetapi kesetiaan anda sangat menentukan kesuksesan yang kelak akan diraih. Butuh panjang sabar dalam penantian sampai sesuatu itu benar-benar berhasil. Bila kita tidak sabar menghadapi kerugian sehingga menjadi emosian, besar kemungkinan menjadi mudah marah bahkan sampai banting hape.

  6. Keinginan yang dinantikan, terwujud berbeda bahkan nihil.

    Berharap adalah manusiawi, kami sendiripun masih melakukannya sampai sekarang. Masalahnya adalah apakah kita sudah melakukannya dengan cara yang benar? Sebab Alkitab mencontohkan kepada kita untuk mengharapkan hal-hal yang umum saja. Agar hal tersebut terwujud setiap hari sehingga kita selalu bahagia. Mengharapkan hal-hal yang spesifik, misalnya “Ya Tuhan aku butuh barang ini, tolong kirimkan….” Sadarilah bahwa harapan semacam ini terlalu beresiko sampai menyebabkan kekecewaan telak. Tetapi, mengapa kita tidak memintanya dengan berkata, “Ya Tuhan, tolong bantu saya mewujudkan cita-cita saya, mohon petunjuk-Mu.“ Yang terakhir ini cukup meringankan karena setiap hari cita-cita kita terwujud, tentang hidup yang sehat, bahagia, damai, sejahtera dan lain-lain. Berupaya tidak terlalu fokus kepada harapan melainkan fokus kepada Tuhan sebagai sumber semangat utama.

  7. Orang yang kita percayai malah menjebak (menyesal).

    Seburuk-buruknya hidup ini, kita mungkin masih bisa melaluinya. “Tetapi yang terburuk adalah saat sahabat/ saudara yang kita percayai justru diam-diam menyakiti kita.” Pada momen semacam inilah kita begitu terharu dan mengasihani diri sendiri hingga berucap, “mengapa semua derita ini menimpa saya?” Pertama-tama menghadapi musuh dalam selimut pasti rasanya sakit sekali. Akan tetapi kalau kita sabar, ikhlas dan rendah hati menjalaninya: semuanya akan berlalu tanpa menyisakan sikap buruk (kata-kata kotor, perilaku kasar) kepada siapa pun. Niscaya bila sudah terbiasa maka semuanya akan kita hadapi dengan sukahati.

  8. Orang lain mengejek atau menghina.

    Ejekan atau hinaan dari orang lain bisa membuat mental drop jatuh bukan kepayang. Terlebih ketika kita terus membahas-bahas hal tersebut di dalam hati, rasanya semakin sakit saja. Bila kita menanggapinya secara emosional maka perang mulut akan mengawali konflik. Ini akan menjadi hari terburuk ketika kita tidak lagi berpikir jernih dan membiarkan ego-arogan yang ingin menang menguasai pikiran. Berusaha untuk mengalahkan lawan dengan melemparkan bully verbal yang lain hanya meningkatkan kegelisahan hati. Oleh karena itu, ikhlas merendahkan hati bahkan menginjak diri sendiri di bawah kaki Tuhan merupakan usaha terbaik untuk menenangkan diri. Sadarilah bahwa membalas dendam tidak ada artinya: jauh lebih menenangkan hati mengasihi musuh, yang dimulai dari sikap ramah.

  9. Saat kita khilaf di depan banyak orang.

    Khilaf di depan satu orang mungkin tidak masalah, akan tetapi bagaimana jadinya jika kita khilaf didepan semua orang? Pernahkah anda melakukan kesalahan di depan umum? Suatu ketelodoran yang sangat kentara dan disaksikan oleh banyak orang bisa membuat kita sangat malu sampai tidak mau lagi tampil di depan umum. Semakin dipikirkan peristiwa yang memalukan itu, makin sakit rasanya hati ini sampai membuat kita lupa berbuat baik kepada Tuhan, sesama dan diri sendiri.

    Semakin dipikirkan kesalahan itu, makin susah rasanya hati ini. Oleh karena itu, geser fokus anda ke arah positif. Bisa dengan memuji-memuliakan Tuhan di dalam hati, mempelajari hal-hal baru dan mengerjakan hal-hal positif lainnya.

  10. Saat kita menyadari kesalahan.

    Terkadang saat kita salah, tidak langsung menyadari hal tersebut. Ada orang yang perlu diingatkan oleh orang lain agar ia mampu melihat kesalahannya dan memahami akibatnya. Akan tetapi ada juga orang yang awalnya tidak menyadari bahwa dirinya bersalah, tetapi lewat koreksi diri di waktu-waktu khusus, ia dapat mengenali diri dan kesalahannya sendiri. Menyadari kesalahan kecil mungkin tidak akan mengganggu pikiran. Namun saat kita sadar telah melakukan suatu kesalahan yang cukup besar, muncullah kekuatiran tentang banyak hal. Ini bisa membuat kita malu-malu sendiri dan terus teringat saat pergi kemana pun. Seolah kesalahan tersebut terus mengiang di dalam hati sehingga mengganggu konsentrasi saat bekerja / belajar.

  11. Ketika para pengganggu berjaya.

    Ada waktunya dalam hidup kita dimana para pengganggu merajalela: ketahuilah bahwa itu tidak selamanya. Selama gangguan itu bukan berupa kejahatan (seperti makian dan tindakan kasar yang diulang-ulang), maka biarkan sajalah. Jika kita tidak mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang bergelombang, habislah ketenangan dari dalam hati. Pikiran justru didominasi oleh rasa kesal dan kemauan untuk membalas dendam dengan cara paling licik. Oleh karena itu, hadapi dengan ikhlas, kedepankan kesabaran dan merendahlah: merupakan tindakan awal untuk merespon distorsi yang sedang berlangsung. Salanjutnya, jangan diam saja tetapi sibukkan dirimu dengan hal-hal positif. Mulailah dari fokus kepada Tuhan, belajar maupun mengerjakan sesuatu yang baik di sekitar.

  12. Sial terus-menerus.

    Tidak selamanya kita beruntung dan tidak selamanya juga kita sial. Dua hal ini senantiasa bergonta ganti dalam kadar yang seimbang! Jika anda mampu menerima kenyataan tersebut tanpa sedikitpun ada niat untuk bersungut-sungut, niscaya kekalahan itu akan berlalu tanpa teringat rasa sakitnya. Namun saat kita terlalu menganalisis keadaan tersebut, muncullah prasangka buruk terhadap orang ini dan orang itu. Sadarilah bahwa hal-hal ini justru membuat kepala semakin pusing. Oleh karena itu, jangan biarkan harimu memburuk dengan mengikhlaskan dan merelakan kejadian itu. Biarkan saja kekalahan itu dan lanjutkanlah hidup sibukkan diri mu, lanjutkan harapanmu dan gapailah cita-citamu niscaya hari-hari sial itu pasti terlupakan.

  13. Dunia game mandek/ stagnan.

    Sekalipun sudah berusaha puluhan hingga ratusan kali, kita tidak pernah melangkahi misi tersebut. Stagnan dalam level yang sama membuat pikiran susah mencari jalan keluarya. Sadarilah bahwa terkadang hal tersebut memang terjadi dalam setiap permainan. Mandeknya suatu misi bisa jadi pertanda bahwa kita perlu meningkatkan kekuatan pada level yang lebih tinggi. Sabar-sabar sajalah dan tetap mainkan gamenya. Jangan langsung putuskan untuk melakukan penghapusan akibat luapan rasa kesal karena kecewa. Sebab kesetiaan kita untuk memainkan suatu game melatih kita untuk setia dalam banyak hal, termasuk setia kepada pasangan. Stagnasi pembukaan dunia baru, bukan hanya terjadi dalam permainan anda, melainkan semua permainan pasti memiliki masa-masa stagnannya sendiri.

    Level yang tidak kelar jangan dimasukkan di dalam hati. Ini bisa membuat kita kesal sampai benar-benar ingin menghapus permainan dimaksud. Melainkan mainkanlah bagian lain dari permainan anda (mini game). Berupayalah untuk tidak mencari kepuasan lewat game melainkan mencari kesibukan agar tetap aktif positif mengisi waktu luang. Terbiasalah kalah dan terbiasa menang dalam game agar saat anda menang atau kalah, tidak ada rasa kesal, sedih dan menyesal. Sebab semuanya itu sudah diikhlaskan dan dihadapi dengan lapang dada sambil tetap aktif melakukan hal-hal positif lainnya.

  14. Sesuatu yang kita sukai rusak.

    Ada suatu benda kesayangan yang sangat difavoritkan. Dia sayang banget dengan benda tersebut dan selalu dibawa-bawa saat hendak ke sana – ke mari. Suatu saat barang kesayangan itu rusak karena kejahilan orang lain. Ia langsung naik pitam, marah sampai menangis karena kejadian tersebut. Ini akan menjadi hari terburuk dalam hidupnya karena lebih mencintai barang pernak-pernik dibandingkan dengan ketenangan di dalam hatinya. Sebab kekesalan hati adalah penghancur terbesar dari ketenangan hati.

  15. Masalah datang bertubi-tubi.

    Mengapa masalah anda terus berdatangan tanpa henti? Seolah hujan masalah turun dengan lebatnya sampai-sampai membuat kita hampir kewalahan karenanya. Sadarilah bahwa semua keadaan ini terjadi bukan dari satu dua orang sumber masalah. Melainkan karena anda berhadapan dengan banyak lawan sehingga kesesakanmu beraneka rupa dan bertubi-tubi. Oleh karena itu, mohon kekuatan hati dari Tuhan untuk menghadapi situasi yang benar-benar tidak menguntungkan tersebut. Tetaplah waspada dimana pun berada tetapi jangan sampai ketakutan tidak karuan.

  16. Dan lain sebagainya, silahkan temukan sendiri berdasarkan pengalaman masing-masing.

Kesimpulan

Semua penyakit yang kita alami diperparah oleh karena belum terbiasa menghadapinya. Saat pengalaman pertama sampai yang kesekian, banyak orang terkejut dengan apa yang dialaminya sehingga sikap agak menyeleweng. Akan tetapi, setelah sangat banyak pengalaman, kita membiasakan diri dengan gejolak tersebut sehingga seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sikap pun tetap baik sekalipun kapasitasnya agak berkurang dari saat kita sehat.

Ada banyak hal yang membuat kita mengalami hari-hari buruk. Ini bisa timbul dari dalam diri sendiri dan dapat pula ditimbulkan oleh keberadaan orang lain. Pahamilah peluang yang mungkin terjadi dan persiapkan diri untuk menghadapi situasi terburuk tersebut. Sebab sadar atau tidak berbagai situasi tersebut akan terus berulang-ulang kita alami selama hidup di bumi ini. Setidaknya kita mengetahuinya dan bila dimungkinkan, lakukanlah tindakan antisipasi agar peluang terjadinya kecil dan tidak sampai menyebabkan efek samping yang besar. Pada dasarnya hari baik atau buruk sama-sama memberikan kontribusi untuk kemajuan kepribadian menjadi lebih dewasa bahkan lebih bijak menghadapi dunia.

Salam, Hari-hari terburuk
penuh dengan ujian.
Hari-hari terbaik
penuh dengan peruntungan.
Semuanya itu ada
menjadikan manusia
bijaksana menjalani hidup
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.