7 Alasan Hidup Tidak Butuh Uang Saja, Masih Banyak Hal Lain Yang Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang

Alasan Hidup Tidak Butuh Uang Saja, Masih Banyak Hal Lain Yang Tidak Bisa Dibeli Dengan Uang.png

Fulus begitu mencolok dalam kehidupan kita. Ini adalah salah satu pertanda abstrak suatu hubungan yang bersifat terus-menerus. Tanpa suatu hubungan yang jelas, yang di materai hitam di atas putih, tiada pernah kita mengenal kertas ajaib ini. Di satu sisi hubungan yang terjalin membawa arus kehidupan dari satu sumber ke banyak keluarga hingga sampai kepada tiap-tiap orang. Bisa dikatakan bahwa dengan keberadaannya kesejahteraan bisa dicicipi oleh tiap-tiap manusia. Masalahnya sekarang adalah apakah perolehan uang yang dimiliki oleh tiap-tiap keluarga sudah adil adanya? Di sinilah peran para petinggi negeri untuk menciptakan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat: tanpa pandang bulu, tanpa pandang profesi, dan tanpa membeda-bedakan siapa pun. Sebab semua manusia sama dimata hukum. Bukankah negara adalah hukum itu sendiri, karena terdiri dari ribuan bahkan jutaan aturan yang jelas?

Pengaruh kertas ajaib ini telah merasuki kehidupan kita, terutama bagi mereka yang memfokuskan kehidupannya dalam pencapaian duniawi setinggi-tingginya. Baik harta akan dikejarnya, demikian juga dengan kehormatan jabatan akan diraih. Bekerja keras hanya demi kenikmatan dan kemuliaan bukanlah suatu aktivitas yang dapat dinikmati. Justru yang terjadi adalah keterbebanan hidup yang semakin tinggi hingga membuat manusia semakin rapuh dan mudah stres. Pada akhirnya, pencarian materi akan meningkatkan persaingan dan perselisihan antar manusia. Sebab segala sesuatu yang ada di dunia ini sifatnya fana alias terbatas adanya. Sumber daya yang terbatas inilah yang diperebutkan manusia jika tidak ada kebersamaan dan saat keadilan hilang.

Faktor penyebab hidup tidak hanya membutuhkan uang

Jangan terlalu menganggarkan uang yang kita miliki. Semewah apa pun rumah, seluas-luasnya harta benda dan sebanyak-banyaknya barang kita yang berkelas: Itu tidak akan mampu memuaskan hati. Sebab materi bukan kebutuhan jiwa melainkan materi adalah sebatas kebutuhan badani/ fisik semata. Sedangkan untuk membuat hati merasa puas adalah dengan melakukan kebenaran dan keadilan sepanjang hidup di bumi ini. Sesungguhnya masih banyak lagi alasan yang sangat logis tentang “mengapa hidup tidak butuh uang saja melainkan banyak hal lainnya yang kita perlukan seumur hidup. Berikut kami akan menjelaskan semampunya tentang kebutuhan lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam kehidupan kita.

1.     1.  Kebahagiaan hidup.
Adakah anda mampu menyusun ulang hari demi mengisinya secara otomatis dengan kebahagiaan? Mampukah banyak barang memicu rasa bahagia di dalam hati ini? Atau sanggupkah materi yang kita miliki merasuk ke dalam hati ini? Tentu saja tidak! Memang ada yang namanya rasa senang saat menikmati hal-hal yang terlihat istimewa. Namun, rasa senang ini hanya bertahan sesaat saja. Anda tidak akan bisa senang terus-menerus hanya karena hidup bergelimangan harta. Melainkan kita memerlukan kebenaran dan keadilan agar tetap bahagia. Kasihilah Tuhan seutuhnya dan kasihi sesama seadil-adilnya: itulah sumber kebahagiaan yang takkan pernah berakhir sepanjang usia.

2.     2.  Ketenangan hati.
Anda tidak akan pernah menemukan ketenangan hati di dunia yang fana ini. Sebab manusia beraktivitas sepanjang hari sehingga secara fisik dan kasat mata tidak ada orang yang selalu tenang. Keadaan inilah yang turut menimbulkan pergesekan kepentingan di antara orang per orang sehingga tanpa kita sadari muncul gangguan sosial. Bagi seorang pemula: rutinitas orang lain yang tidak seprofesi dapat mengusik ketenangan hatinya. Akan tetapi, orang yang tinggi pengalamannya dapat memaklumi kegaduhan yang disebabkan oleh pekerjaan tertentu. Inilah ketenangan hati yang selalu ada karena kita mampu membawakan diri dalam berbagai situasi yang berbeda.

3.     3.  Pikiran positif.
Anda, sekaya apapun materi yang dimiliki.: itu tidak akan otomatis membuat pikiran positif. Sebab untuk berpikir positif yang dibutuhkan adalah latihan pengelolaan sudut pandang. Seburuk-buruknya kejadian yang berlangsung, kita perlu berupaya melihatnya dari sisi baiknya. Pikiran yang selalu positif membuat hubungan dengan Tuhan dan sesama selalu langgeng. Ini tidak bisa dibeli dengan uang melainkan diperoleh lewat latihan dan lewat belajar dalam hal-hal baik.

4.     4.  Sukacita di tengah penderitaan.
Kalau situasinya sedang pilu, kita pasti ikut-ikutan sedih. Terlebih ketika kejadian tersebut berhubungan langsung dengan kehidupan kita sehari-hari. Tekanan berat yang menghimpit hidup kita telah menguras sisi emosional karena kita mengasihani diri sendiri sehingga merasa sedih atas pahitnya derita itu. Kesedihan di tengah masalah akan selalu kita alami karena kita fokus terhadap pahitnya persoalan tersebut. Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya kemampuan untuk memfokuskan pikiran. Kita tidak lagi menyusahkan hati dengan membahas-bahas masalah yang tak berujung. Melainkan lebih memilih untuk tetap fokus kepada Tuhan, melakukan kebaikan, belajar dan mengerjakan hal-hal positif lainnya. Kesibukan positif inilah yang membuat kita tidak sempat sedih saat dirundung masalah.

5.     5/  Sabar – kuatkan hati – bertahan.
Manusia yang kuat tidak dibuktikan dengan otot lengan dan kakinya yang kekar. Melainkan kekuatan sejati adalah kekuatan dari dalam hati. Ini disebut juga sebagai sikap tabah menghadapi beratnya persoalan yang terkadang datangnya tak terduga bahkan tidak jarang itu bertubi-tubi. Mampu bertahan tetap baik dikala orang-orang di sekitar berubah menyimpang merupakan suatu bukti konsistensi sikap yang tak tergoyahkan. Kita perlu memiliki prinsip yang kuat agar mampu bertahan dikala gelombang masalah datang silih berganti.

Kesabaran tidak bisa dibeli dengan uang. Anda bisa membeli barang termahal sejagad raya yang puasnya sementara saja. Akan tetapi, kesabaran dihasilkan lewat rintangan yang kita hadapi. Di awal-awal kehidupan, kita mungkin orang yang cengeng karena suka menangis saat keinginannya tidak dipenuhi. Akan tetapi, semakin dewasa, makin panjang sabar dan rendah hati menaggapi soal-soal yang bisa timbul di sela-sela langkah kaki.

6.     6.  Kehilangan rasa sakit.
Rasa sakit yang tak lagi berasa tidak diperoleh dari gemerlapan dunia yang kita nikmati. Sikap menikmati hidup sepuasnya saat dirundung masalah justru bisa tergolong dalam pelampiasan atas getirnya hidup yang kita hadapi. Keadaan ini justru beresiko merugikan diri sendiri karena konsumsi materi berlebihan dapat mengganggu kesehatan.

Kita perlu di dera tekanan secara bertubi-tubi namun tetap bertahan. Perlu mengenyam ribuan bahkan jutaan kali sikap acuh tak acuh orang lain tetapi tetap mampu membalas mereka dengan ramah. Setelah bertahun-tahun mencicipi pahitnya hidup: akhirnya dalam beratnya titik nadir kehidupan, kita mampu bertahan dan mengabaikan rasa sakit itu sehingga tidak ada lagi. Kelihaian pola pikir mengabaikan rasa sakit inilah yang membuat kita tidak lagi merasa terluka saat dibully, difitnah, diejek dan lain sebagainya. Sedangkan energi otak diarahkan untuk memikirkan hal-hal positif.

7.     7.  Mengasihi musuh.
Secara bawaan alias secara kedagingan, manusia tidak akan mampu mengasihi musuhnya. Namun, ada kerendahan hati, ada sikap ikhlas menerima kenyataan yang kurang menyenangkan dan ada kemauan untuk berbuat baik kepada sesama manusia siapapun dia. Ini semua didasari karena Tuhan telah lebih dahulu mengasihi dan memaafkan kesalahan kita yang besar lagi banyak.

Kemampuan mengasihi musuh baru bisa kita miliki lewat latihan yang dimulai dengan dorongan untuk mendoakan kebaikan orang lain. Saat menyaksikan orang ini-itu sedang mengalami kesulitan di sekitar kita, sempatkan hati untuk bercakap-cakap dengan Tuhan agar Bapa membantu orang tersebut melalui beratnya rintangan hidup.

Usaha mengasihi musuh bisa diawali dengan sikap yang ramah. Anda perlu menurunkan ego dan menyingkirkan arogansi dari dalam hati untuk memperlancarnya. Buang jauh-jauh harga diri atau gengsi sebab hal-hal tersebut tidak penting. Melainkan yang lebih penting untuk diikuti selama kita hidup adalah kebenaran dan keadilan. Berbagi dengan sesama walau dia di kubu yang berbeda adalah bukti bahwa kita anak-anak Allah yang berbuat baik kepada siapa saja. Kemampuan mengasihi musuh menunjukkan bahwa kita sudah veteran berpengalam soal berbagi kepada sesama. Kita sudah terbiasa melakukannya sehingga bisa dikatakan bahwa tidak ada bedanya keramahan kita kepada sahabat maupun kepada lawan (adil).

8.     8.  Dan masih banyak lagi, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Uang memang penting, tetapi bukan berarti bahwa dia adalah segalanya. Banyak hal yang membutuhkan duit tetapi banyak juga hal yang tidak membutuhkannya. Jadi, jangan salah kaprah bukan main menyombongkan diri saat dompet kita penuh. Sebab hidup kita tidak seratus persen bergantung kepadanya. Melainkan ada hal-hal lain dalam hidup ini yang hanya bisa dimiliki lewat pengalaman langsung dilapangan. Suatu pengalaman yang berhubungan erat dengan pelaksanaan nilai-nilai kebenaran dan keadilan dari waktu ke waktu. Kita tidak selalu butuh duit untuk melakukan apa yang benar dan adil sebab kedua nilai ini sudah ada di dalam diri masing-masing orang. Bukankah itu tinggal diluapkan saja dengan bijaksana pada waktu-waktu yang diperlukan? Cintai Allah sepenuhnya dan kasihi sesama seadil-adilnya adalah awal pengalaman rohani yang mengubahkan hidup.

Salam, Fulus itu perlu dicari lagi,
tetapi apa yang adil dan benar
sudah ada di dalam diri sendiri.
Carilah uang dengan jujur
namun keluarkan
dan tebarkanlah
keadilan dan kebenaran
secara konsisten

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.