7 Bahaya Leher-Kepala Tegak Terus-Menerus, Dampak Negatif Leher Selalu Tegang

Bahaya Leher-Kepala Tegak Terus-Menerus, Dampak Negatif Leher Selalu Tegang

Pergumulan hidup merupakan titik balik dari semua nikmat yang pernah kita temui. Hari-hari baik yang kita jalani sebelum-sebelumnya, bisa jadi sia-sia dan tak meningggalkan apa-apa hanya karena keburukan yang kita lakukan di masa-masa kesengsaraan. Sebab ada orang yang ketika dirinya menderita, malah melakukan kejahatan sebagai reaksi terhadap rasa sakitnya. Respon semacam ini terkesan membuat perjuangan kita tidak berarti. Sebab kita gagal merespon ujian yang diperhadapkan kepada diri ini. Oleh karena itu, mulai lagi dari awal dan bertahanlah tetap benar sampai masalah itu berlalu. Itulah tandanya bahwa kita sudah dewasa karena tidak lagi terbawa-bawa pada kebiasaan lama yang kekanak-kanakan.

Ada begitu banyak orang yang masih bergumul dengan kebiasaan lama yang buruk sampai saat ini. Dahulu kami juga pun demikian, tetapi setelah merasakan akibat langsung dari kebiasaan negatif tersebut, berupaya untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Jika saat ini, teman-teman sekalian memiliki kebiasaan buruk, cara jitu mengatasinya adalah mengetahui dan mencicipi langsung betapa buruknya pilihan hidup yang demikian. Ada beberapa sumber-sumber informasi yang cenderung buruk tetapi masih kita tiru sampai sekarang. Salah satunya adalah peristiwa-peristiwa di masa lalu yang mesih kita ikuti seolah-olah sifat tersebut di awal-awal atau dari luar kelihatan baik. Padahal bila terkumpul, dampak buruknya cukup besar dalam hidup kita.

Ada kebiasaan jadul yang sampai saat ini kita bawa-bawa. Beberapa budaya sombong raja-raja zaman dulu, tanpa kita sadari masih melekat di dalam diri kita sampai sekarang. Terlebih ketika hal tersebut berhubungan erat dengan kenikmatan dan kenyamanan hidup selama menjalani hari demi hari. Seolah hampir tidak ada orang yang mau menolak untuk menikmatinya, terkecuali bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Jika orang sudah sejahtera maka kecenderungan untuk menikmati  ini-itu semakin besar. Namanya manusia, kadang-kadang mengekspresikan nafsunya secara berlebihan sehingga kebiasaan yang dilakukannya cenderung berdampak negatif. Merasakan akibat, merupakan awal bagi seseorang untuk mulai mengoreksi kebiasaan buruk dalam hidupnya sendiri.

Semua penyakit yang diderita oleh tubuh dari organ terbesar sampai sel terkecil: solusinya ada di dalam otak

Salah satu kebiasaan buruk yang cukup tersembunyi dari penalaran kita adalah membuat badan dan leher selalu tegak. Pola ini memang bagus bila dilakukan saat berjalan seperti biasa. Akan tetapi, terus-menerus membuat leher dan kepala berada dalam posisi tegak, beresiko mengganggu kesehatan. Harap dipahami bahwa leher adalah jalur utama yang menyampaikan informasi dari otak ke seluruh tubuh atau sebaliknya. Tidak ada masalah dalam tubuh kita yang tidak bisa diselesaikan oleh otak. Sebab segala seluk beluk ini itu dalam tubuh secara berangsur-angsur sudah terpetakan dalam pikiran. Mustahil masalah dalam tubuh sendiri tidak bisa dipecahkan olehnya padahal berbagai masalah yang berasal dari luar diri kita bisa diselesaikan dengan cara berpikir analitis.

Jika semua penyakit bisa dikendalikan oleh otak, lalu mengapa kita masih bisa sakit sampai sekarang? Besar kemungkinan, gejala gangguan tersebut tidak direspon dengan benar karena gangguan komunikasi antara tubuh dan otak. Distorsi informasi ini paling banyak terjadi di daerah leher. Memang bagian tubuh lain juga bisa mengalami distorsi oleh karena gangguan reseptor atau impuls syaraf karena kurang pergerakan. Sebab pada dasarnya, semua otot bergerak dalam tubuh kita saat sedang berjalan ke sana dan ke mari. Akan tetapi, yang banyak kaku adalah bagian leher. Mungkin saja ini terjadi karena beberapa orang mencoba untuk memperlakukan kepalanya secara istimewa dari bagian lainnya. Perlakuan semacam inilah yang cenderung menempatkan leher dalam kekakuan selama berjam-jam.

Bahaya membuat leher selalu tegang

Tahukah anda bahwa orang yang sering mengangguk-ngangguk atau sering menggerakkan lehernya secara rutin lebih sehat daripada orang yang kepalanya selalu tegak bak pohon palem yang tak pernah miring sedikitpun. Mungkin mereka berpikir bahwa harga diri mereka akan jatuh dan gengsinya semakin jauh. Padahal sikap menganggukkan kepala merupakan cara terbaik untuk meniadakan inhibitor di antara unjung saraf yang satu  dan ujung syaraf yang lain. Bila informasi tentang kondisi suatu organ, jaringan atau sel yang sampai ke otak tidak akurat maka respon yang diberikannya untuk menangani keadaan sakit cenderung kurang adekuat. Tidak sampainya suatu informasi secara utuh karena gangguan saluran syaraf yang kaku di daerah leher menjadi awal dari semakin banyaknya penyakit yang kita derita. Berikut ini beberapa di antaranya.

  1. Leher keram atau nyeri otot pada leher.

    Kepala tegak terus layaknya raja-raja zaman dulu yang begitu membanggakan mahkotanya sehingga enggan untuk menganggukkan apalagi menundukkan kepalanya. Akhirnya keputusan membuatnya selalu tegak menjadi petaka karena sebab selang beberapa jam kemudian, leher mulai terasa sakit rada keram.

    Keram di bawah kepala juga bisa dirasakan setelah bangun tidur yang panjang. Orang sering mengatakan bahwa keadaan ini seperti “salah tidur” padahal ini terjadi karena mengkondisikan leher-kepala selalu tegang. Rasa pegal yang cukup mengganggu ini bisa bertahan selama berhari-hari. Seandainya kita tidak terlalu sombong dan sesekali menggoyangkan kepala saat bertemu sesama, mungkin sakitnya pegal tersebut bisa berlalu dengan cepat.

  2. Cepat mengantuk.

    Kaku yang terjadi di leher selama berjam-jam bahkan berhari-hari beresiko membuat urat syaraf kehilangan fleksibilitas/ kelenturan. Sehingga ada kemungkinan informasi dari beberapa organ mengalami hambatan akibat penumpukan zat tertentu. Otak sebenarnya bisa memerintahkan jantung (atau organ lainnya) untuk berpacu lebih kencang tetapi perintah tersebut telah banyak tereduksi. Akhirnya, yang sampai hanyalah perintah untuk bekerja seperti biasa, padahal yang dibutuhkan lebih untuk membuat kita tetap sadar bebas dari kantuk. Simak juga, Cara mengatasi ngantuk di saat yang tidak tepat.

  3. Kaki kebas.

    Ini masih berhubungan dengan perintah otak ke jantung yang masih kurang adekuat. Kalau diumpamakan maka bisa dikatakan bahwa pikiran memerintahkan jantung diberi kekuatan 5 Watt tetapi kekuatan yang direalisasikan hanyalah 3 Watt saja. Keadaan inilah yang lebih banyak membuat tubuh menjadi dingin. Otak seperti tidak mampu memberi solusi karena kelemahan tubuh. Padahal ini disebabkan karena gangguan kabel data infromasi yang terletak di daerah leher.

    Kaki mudah kebas atau kesemutan karena lemahnya kekuatan jantung untuk mengalirkan darah ke organ yang letaknya berjauhan, seperti daerah kaki atau tangan. Keadaan ini membuat daerah tersebut mengalami perlambatan pertukaran darah yang memicu penumpukan zat asam sebagai hasil sisa metabolisme tubuh. Pembuangan sisa metabolisme tubuh inilah yang membuat kaki kebas atau kesemutan.

  4. Badan terlalu dingin.

    Kalau cuaca sedang dingin, pasti badan ikut dingin. Yang anehnya adalah saat cuaca bagus tetapi badan malah agak kedinginan. Badan yang kedinginan memang bisa disebabkan oleh racun, tetapi otak sigap menanggapi keadaan tersebut dengan memberi respon agar kekuatan jantung ditingkatkan sampai 10 Watt. Sayang sekali, keadaan ini tidak ditindaklanjuti secara akurat oleh jantung karena ada penghambat informasi di daerah leher yang membiaskan dan mengurangi detail kekuatan yang dibutuhkan. Sedikit tentang Tips saat badan terlalu dingin kebablasan.

  5. Pikiran buntu.

    Biasanya dalam beberapa hal yang sifatnya rutin, otak tidak membutuhkan energi aktif yang besar tetapi bisa berjalan secara otomatis dalam alam bawah sadar manusia. Namun di sisi lain, otak membutuhkan darah segar kaya oksigen untuk membuatnya aktif memikirkan hal-hal non rutin. Aktivitas belajar dan bekerja yang membutuhkan konsentrasi tinggi merupakan beberapa kondisi yang membutuhkan energi aktif otak. Bila aliran darah terhambat oleh gangguan pembuluh darah di daerah leher, besar kemungkinan, kita sulit berpikir atau seolah-olah pikiran buntu. Keadaan ini juga bisa disebabkan oleh tekanan jantung yang lebih lemah dari kebutuhan karena reduksi informasi akibat gangguan syaraf di leher.

  6. Kepala gatal-gatal.

    Antitoksin terbaik adalah meminum dua liter air per hari, sedikit-sedikit tetapi lebih sering dilakukan. Ada beberapa toksin, bila tidak sengaja termakan, akan mengendap di bagian tubuh tertentu, misalnya kepala. Aliran darah yang tidak lancar dari dan menuju kepala menyebabkan seseorang mengalami penumpukan toksin di kepala. Kebiasaan membuat leher tegak terus bak pohon palem, jelas kurang menyehatkan. Racun yang tertinggal di kepala inilah yang menyebabkan gatal-gatal tak tertahankan hingga ingin digaruk terus dan terus.

  7. Mudah terserang penyakit lainnya.

    Pada dasarnya, otak manusia diciptakan untuk mengendalikan seluruh tubuh dan memberi solusi terhadap gangguan yang terjadi di seluruh area badan ini. Akan tetapi, informasi yang akurat dari otak menjadi tidak adekuat saat sampai di salah satu organ yang bermasalah karena terhambat oleh sel-sel syaraf yang tidak sehat. Salah satu jalur syaraf yang sangat penting adalah di daerah leher. Bila jalur informasi ke seluruh tubuh mengalami gangguan maka akan banyak penyakit yang timbul di sana-sini.

  8. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Leher bukanlah pohon palem tulen yang selalu tegak tak pernah goyang sepanjang hari. Justru pergerakan yang aktif di daerah tersebut sangat penting untuk memastikan bahwa informasi yang dikirimkan dari dan menuju otak selalu akurat. Sebab ketegangan otot leher menyebabkan kekakuan syaraf yang menimbulkan reduksi informasi yang disampaikan dari dan menuju otak. Oleh karena itu, berupayalah untuk selalu menggerakkan kepala, baik saat bernyanyi memuliakan Tuhan, mendengarkan musik maupun saat beramah-tamah. Jangan terlalu sombong bak raja-raja zaman baheula yang tidak mau menundukkan kepala karena takut mahkota kebanggannya jatuh. Bahkan kami sendiri selau menggerakkannya hampir di segala waktu untuk membuat otak lancar, pikiran encer hidup pun stabil.

Salam, Leher tegak terus
hanya patung saja.
Makhluk hidup harus gerak
agar informasi
yang dibawa
syaraf-syarafnya
ramai lancar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.