10 Teknik Menghalalkan Segala Cara Dalam Suatu Pertandingan/ Perlombaan

Teknik Menghalalkan Segala Cara Dalam Suatu Pertandingan 0 Perlombaan

Lika-liku kehidupan manusia, sungguh ada-ada saja yang menemui jalan yang sesat. Seperti kita tidak pernah diam, maka demikianlah masalah tidak pernah diam memburu kita. Saat sesekali persoalan itu menunjukkan batang hidungnya, hati menjadi gelisah dan kuati: jangan-jangan kita tidak mampu melewati kesesakan ini. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, sudah sangat banyak kita menyaksikan batang hidung kejahatan sehingga pada akhirnya membuat kita terbiasa menghadapinya dengan sikap positif. Tentu ini tidak dihasilkan lewat pengalaman satu-dua hari, satu-dua minggu, satu-dua bulan atau satu-dua tahun saja, melainkan lewat pengalaman bertahun-tahun.

Sekalipun kita sudah lama meninggalkan berbagai keburukan hidup, ada bagusnya jika kami kembali membahas hal-hal tersebut. Terutama kehidupan kita yang berjuang sendiri-sendiri di masa kapitalisme berjaya sebagai filosofi tunggal. Yang kentara pada masa itu adalah persaingan perorangan atau kelompok yang cukup merepotkan sekaligus menghebohkan. Jelas keseruannya ada layaknya di game-game yang kita mainkan lewat smartphone. Tentu kebanggaan juga sangat terang benderang dan sebaliknya ada yang terus mendapat kerugian telak. Sistem tidak tahu perasaan semacam ini hanya asal melakukan uji tanding/ saling tanding tanpa memahami emosi dan kejadian yang dialami peserta sebelum dan setelah pertandingan usai.

Banyak pertandingan yang dilaksanakan oleh kapitalis tertentu hanya untuk memperoleh keuntungan berlipat ganda. Ini lebih berat termasuk dalam kategori perjudian yang tidak berperikemanusiaan. Sebab keuntungan hanya untuk pihak yang menang saja. Lantas bagaimana dengan mereka yang mengalami kekalahan, apakah ada yang mempedulikannya? Atau bagaimana nasib mereka selanjutnya? Sebab pada zaman tersebut manusia saling mengorbankan satu-sama lain untuk bertahan hidup. Orang yang licik akan selalu menang sedang mereka yang polos walau benar akan tetap berada di bawah kendali orang-orang besar. Sebab kekuasaan digunakan untuk mengintimidasi dan menyesatkan masyarakat.

Cara licik menang dalam suatu perlombaan di zaman kapitalis

Hadiah yang fantastis adalah daya tarik yang tinggi untuk memenangkan suatu kompetisi. Tidak ada yang dicari selain menduduki posisi pertama, entah bagaimanapun caranya. Manusia hanya dikuasai oleh nafsu terhadap materi dan kemuliaan belaka sehingga mereka hanya berusaha benar dari luarnya saja, namun hatinya penuh dengan rancangan jahat. Tingginya persaingan dalam setiap pertandingan justru semakin membuat manusia cenderung membenci orang-orang di sekitarnya. Sebab masing-masing orang hanya berpikir untuk menang: fokus hanya kepada hasil dan bukan kepada proses-proses yang benar dan menenangkan hati. Berikut ini kami akan menjelaskan beberapa teknik menghalalkan segala cara yang kerap dilakukan di zaman kapitalis.

  1. Menyogok juri.

    Uang sangat berkuasa di zaman kapitalis. Seolah kertas ajaib ini mampu membeli segala sesuatu bahkan kejujuran pun ditelan oleh gelontoran uang yang sangat banyak. Semakin besar modal seorang pemain maka semakin besar pula peluangnya untuk menang. Ia bisa memberi uang panas kepada juri yang notabene lebih besar dari pendapatan juri itu sendiri: siapa yang tidak tertarik dengan hal ini?

  2. Kencan dengan juri.

    Ini menjadi sangat santer dikalangan para artis zaman kapital. Hanya untuk mendapatkan peringkat tinggi atau sekedar mendapatkan pekerjaan di tempat populer, ada yang rela memberikan segala-galanya kepada pihak produser. Mereka yang tidak punya uang akan berjuang dijalur ini agar keberadaannya diperhatikan oleh juri. Seolah kompetisi tersebut telah dikotori oleh kemesuman tanpa memperhatikan aspek moralitas.

  3. Membayar lawan.

    Pemain yang kaya raya dan punya nama besar tidak akan membiarkan pamornya turun hanya karena kalah dari satu pertandingan. Terlebih ketika keberadaannya dibekingi oleh banyak perusahaan kapital ternama. Atlet yang dirancang untuk mengendorse produk-produk ternama seperti super hero tak terkalahkan dalam sebuah kompetisi. Semuanya ini karena kekuatan sponsornya yang tidak tanggung-tanggung.

  4. Melemahkan lawan sebelum hari H.

    Cara licik berikutnya untuk mengalahkan lawan adalah dengan mengerjainya sebelum pertandingan berlangsung. Membuat lawan tidak bisa datang atau tidak bisa bermain. Menghambat perjalanan yang ditempuhnya agar telat sehingga tidak bisa bermain atau kalah waktu. Tentulah kelicikan ini tidak hanya didalangi oleh satu-dua orang melainkan banyak pihak yang terlibat berkonspirasi.

  5. Membuat lawan menjadi kriminal.

    Persaingan yang sangat ketat dalam suatu kompetisi membuat manusia tidak mampu lagi berpikiran jernih sebab ambisinya adalah menang di posisi pertama. Ia lantas berpikir sekuat-kuatnya untuk mewujudkan semuanya itu. Mencoba untuk memanfaatkan kelemahan lawan yang temperamen dan kurang mampu mengendalikan emosinya. Sehingga sedapat-dapatnya menyingkirkan rival potensial sekaligus memuluskan jalannya untuk menduduki posisi pertama.

  6. Mendorong masuknya pengkhianat di kubu lawan.

    Permainan yang membutuhkan kerja sama tim akan menjadi rapuh kalau salah satu di antaranya berkhianat karena disogok. Mereka akan melakukan kesalahan yang merugikan klubnya sendiri sehingga menguntungkan pihak lain. Orang ini akan menjadi kesempatan bagi pihak lawan untuk mencetak angka sebanyak-banyaknya kecuali ditukar/ dicarikan penggantinya.

  7. Mengancam/ menakuti lawan.

    Ancaman dan gertakan bisa jadi dilakukan oleh pihak tertentu untuk melemahkan pihak lainnya. Ini bisa jadi tergolong ancaman yang tidak masuk akal sekedar menggertak lawan. Sesuatu yang dibuat-buat demi meningkatkan kekuatiran dan kecemasan hati orang-orang tertentu. Semuanya dilakukan demi menjadi yang terhebat.

  8. Bertengkar lalu adu tinju dilapangan.

    Masing-masing pemain sangat menginginkan kemenangan untuk dirinya sendiri. Rasa egois dan arogan yang bertemu akan melebur menjadi satu membuat semuanya saling bersitegang dalam perang mulut. Ketika masalah-masalah kecil dibesar-besarkan, situasi menjadi sangat panas. Bila keadaan ini tidak bisa diredakan, ada kemungkinan terjadi perkelahian perorangan maupun pertengkaran masal. Permainan yang awalnya bertujuan untuk menghibur malah jadi mengerikan dan mencekam.

  9. Melakukan doping.

    Teknik melakukan kejahatan tersembunyi untuk memenangkan suatu kompetisi dapat pula dilakukan dengan rekayasa kemampuan fisik sehingga mencapai batas maksimal. Mereka akan menjadi lebih kuat terutama daya tahannya tinggi karena telah diberi suatu zat yang meningkatkan kinerja dan efisiensi metabolisme tubuh. Penggunaan zat kimia ini akan membuat kemampuan fisik seseorang berada di atas rata-rata manusia biasa. Arena pertandingan sudah pasti jadi milikinya kecuali ada pihak laih yang menggunakan doping yang sama.

  10. Melakukan pelanggaran dilapangan atau pelanggaran kode etik profesi lainnya.

    Setiap pertandingan memiliki aturannya sendiri-sendiri, baik dibidang olahraga maupun dalam kategori hobi lainnya. Jika para peserta hanya fokus pada hasil yakni, memenangkan pertandingan, besar kemungkinan aturan dalam permainan mulai tidak diperhatikan lagi. Terlebih ketika hubungan antar pemain di dalam lapangan mulai saling sikut, baik lewat kata-kata kasar maupun lewat kontak fisik. Terlebih ketika hasil sudah mulai terlihat mencolok maka pihak yang merasa kalah habis-habisan melanggar aturan demi melampiaskan amarah kepada calon pemenang.

  11. Dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Percaya atau tidak, pertandingan memang sangat seru untuk disaksikan. Di atas semuanya itu, haruskah kita mengorbankan orang lain hanya demi kegembiraan pribadi? Tentulah untuk ke depannya kita perlu mencari metode yang aman agar perlombaan yang dilaksanakan bukan malah mendorong orang untuk saling himpit, mengerjai dan menjatuhkan orang lain. Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan pertandingan agar tidak sampai merusak moral dan mental orang-orang yang bertarung di dalam maupun di luar lapangan yakni dengan pengaturan skor. Manfaat lainnya dari tindakan ini adalah peluang besar untuk mendramatisir sesuatu sehingga terlihat indah baik dari segi teknik maupun dari sisi emosional. Serta tentu saja hal ini dapat mendukung terwujudnya keadilan sosial di dalam masyarakat.

Salam, Perlombaan itu hiburan.
Tidak harus sampai berdarah-darah
agar hal tersebut terlihat seru.
Tetapi akting yang baik
akan menghasilkan
sandiwara yang memukau
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.