Hubungan Antara Pikiran Positif Dan Berpikir Negatif

Hubungan Antara Pikiran Positif Dan Berpikir Negatif

Menulis

Kita adalah manusia saja. Bukan bibit unggul yang super dibandingkan bibit yang sama. “Kitalah barang yang tidak terawat dan kurang diperhatikan di antara semua makhluk, hidup sebatangkara dan penuh duka lara.” Tidak ada yang pantas dianggarkan, sebab ada kalanya pernyataan semacam ini meluap di dalam dada. Padahal sesungguhnya, biasa sajanya! Kitalah yang kadang terlalu mendramatisir kehidupan karena terbawa-bawa melow karya romantis yang menyentuh hati. Pemikiran semacam ini tidak masalah bila dibawa-bawa asalkan masih dalam koridor yang positif. Bahkan mungkin bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan sepatah-dua patah kata semangat, layaknya seorang penulis.

Bukan hanya kata-kata positif yang bisa dijadikan motivasi tetapi kata-kata negatif pun bisa menjadi penyemangat asalkan dibingkai dengan cara positif. Bila kita bisa memahami pola-pola kehidupan yang berlangsung terus-menerus, ada kemungkinan dimampukan untuk mengambil kesimpulan. Sesungguhnya, suatu motivasi awalnya berasal dari sebuah kesimpulan dari serentetan kejadian. Hanya pelaporannya tidak diulas panjang lebar melainkan diambil intinya saja. Mungkin beberapa di antaranya bisa ditambahkan dengan majas, seperti yang kita pelajari di bangku sekolah dahulu. Walaupun disertai gaya bahasa yang unik, tetap saja hal tersebut masih bisa dipahami secara logis. Membingkai hal buruk dengan yang baik bisa menjadi suatu kegemaran sekaligus penghilang suntuk di waktu luang.

Positif vS negatif

Itu semua tentang menulis, lantas bagaimana caranya melakukan hal tersebut di dunia nyata? Atau lebih tepatnya, bagaimana cara kita memahami suatu keadaan negatif sepositif mungkin? Tentu secara teori, (+) dan (-) tidak akan pernah bisa bertemu. Matematika mengajarkan kita bahwa akan ada reaksi saling mengungguli [(-) x (+)] antara deretan bilangan yang pada akhirnya dimenangkan oleh (-). Pertarungan antara kutub yang berlainan pada akhirnya dimenangkan oleh kutub negatif. Lantas bagaimana jadinya dalam kehidupan sehari-hari? Apakah pada akhirnya pertarungan antara perilaku negatif melawan perilaku positif akan dimenangkan oleh orang yang berperilaku negatif? Jelas orang jahat selalu menang melawan orang baik, kecuali bila orang baik itu tidak melawan balik melainkan bersikap ramah.

Cara orang jahat menyadari betapa nikmatnya kebaikan itu!

Itulah rahasia kehidupan: kebaikan tidak akan pernah menang melawan kejahatan sebab kejahatan itu licik. Sekalipun dia tiba-tiba menghilang, namun sesungguhnya sijahat itu sedang merong-rong orang-orang baik agar mereka mau mengikut jalannya. Banyak orang baik tidak tahan dengan godaannya sebab tawarannya adalah yang tinggi-tinggi dan yang besar-besar. Misalnya, curi aja biar dijual banyak untung, korupsi aja biar cepat beli motornya, fitnah aja biar lawan jatuh pamor, sesatkan kawan biar posisinya jadi milikmu dan lain sebagainya. Satu-satunya cara mengalahkan kejahatan adalah dengan tetap ramah kepada mereka yang jahat sehingga mereka bisa mencicipi betapa nikmatnya kebaikan.

Orang-orang menjadi jahat, besar kemungkinan disebabkan oleh karena ketertarikan mereka terhadap kenikmatan dan kemuliaan duniawi yang selalu disaksikannya sehari-hari. Lantas, merekapun mulai bergiat dengan sungguh hati untuk meraih hal-hal tersebut sekali pun dengan cara-cara yang kurang pas (manipulatif). Akan tetapi, hidupnya tidak akan pernah tenang dan damai serta bahagia tidak dimilikinya sekalipun hidupnya sejahtera sekali. Saat orang baik berhubungan dengan orang yang hatinya jahat akan turut merasakan tenang dan damai serta bahagia itu. Penjahat itu akan menyadari bahwa ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan hati tidak ada bandingnya dengan nikmat-mulia duniawi yang dimilikinya. Dari sinilah muncul niatnya untuk berubah.

Pikiran positif dan negatif serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Jika bisa diumpamakan, maka “pikiran positif itu seperti pakaian kita sedangkan pikiran negatif adalah pakaian dalam kita.” Artinya, dalam kehidupan ini, setiap ekspresi yang kita gunakan sehari-hari dan tampilkan kepada sesama adalah hasil dari berpikir positif. Sudah tabiat alamiah manusia dimana pemikiran negatif itu melambung dari lubuk hati tanpa disadari (muncul secara tiba-tiba). Namun jangan ilfil atau benci dengan pemikiran tersebut. Melainkan manfaatkanlah itu untuk lebih berhati-hati alias lebih waspada dari waktu ke waktu. Jadi hati yang kerap kali suudzon, tidak selamanya salah. Melainkan manfaatkanlah momen semacam ini untuk mempertimbangkan baik-baik keputusan yang hendak ditempuh. Istilah kerennya adalah ekspresikan pikiran positif dimana saja dan kapan saja namun tetaplah waspada demi mengantisipasi terjadinya hal-hal buruk kelak.

Tentulah untuk memahaminya cukup rumit, kami akan mencoba menjelaskannya melalui contoh kasus. Misalnya saat seorang teman berlaku kurang baik kepada anda. Tanggapilah sikapnya tersebut secara positif dengan berpikir bahwa dia mungkin sedang khilaf, kurang memperhatikan, sedang banyak masalah atau bisa jadi dia sedang menguji kita. Pernyataan positif semacam ini turut memperbaiki suasana hati yang awalnya keruh menjadi jernih kembali. Kitapun menjadi lebih luwes dan ramah menyambut kehadiran kawan tersebut. Akan tetapi, setitik pemikiran negatif mencuat di dalam pikiran: hal ini tidak perlu diungkap kepada siapapun. Melainkan kita perlu lebih waspada/ hati-hati dalam hal-hal tertentu agar tidak terpengaruh dengan nada-nada kurang baik yang dibawakan teman itu. Jadi pikiran positif itu dilepaskan untuk tujuan yang baik kepada diri sendiri dan orang lain sedangkan pikiran negatif dilepaskan sebagai peringatan hanya kepada diri sendiri.

Salam, Manfaatkan segala sesuatu
dengan bijaksana.
Niscaya semuanya itu
dapat mendatangkan kebaikan
dalam kehidupan kita
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.