Kepuasan Menunggu Keinginan (Nafsu) Terwujud – Semakin Cepat Mendapatkan Keinginan Makin Tak Terkendali Dan Membesar Hasrat Tersebut

Kepuasan Menunggu Keinginan (Nafsu) Terwujud - Semakin Cepat Mendapatkan Keinginan Makin Tak Terkendali Dan Membesar Hasrat Tersebut

Manusia begitu sombong dalam kenaifannya yang sangat dangkal. Kurang memahami alam sekitarnya tetapi terlalu berlebihan meresponi hawa nafsunya.Yang ada dalam pikirannya hanyalah bagaimana cara mengeksploitasi sumber daya yang ada sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Padahal dengan berlaku demikian, hasrat tersebut akan semakin membesar: mau yang lebih dan lebih lagi. Bila saja manusia bisa belajar dari waktu maka proses pencapaian keinginan yang membutuhkan waktu lama sesungguhnya membuat kita belajar mengendalikan hawa nafsu sendiri. Akan tetapi, segala sesuatu yang cepat-cepat malah membuat nafsu itu semakin tidak terkendali, menebal dan membesar.

Keinginan itu, kalau sudah berada dalam taraf yang tak terkendali, cenderung menjadi kanker. Ia akan semakin besar bahkan lebih besar dibanding orang itu sendiri. Dalamannya penuh berbagai-bagai kebusukan karena semakin besar nafsu maka semakin jahat cara-cara yang dilakukan untuk menggapainya. Satu contoh kami berikan, “seorang pemuda hanya mengharap uang jajan dari orang tua. Tetapi hasratnya besar menginginkan barang-barang mewah. Saat diminta dari orang tua: mereka berpesan untuk bersabar. Sayang pemuda itu tak bisa sabar. Ia pun berpikir untuk menjual barang haram omset gede agar hasratnya tersebut tercapai.” Inilah yang kami sebut sebagai hasrat tak terkendali yang cenderung membesar hingga menghancurkan (membunuh) orang itu sendiri.

Hawa nafsu yang tidak terkendali seperti kanker yang merusak banyak hal baik di dalam hidup kita. Orang yang nafsunya gede, mudah sekali merasa iri hati terhadap keunggulan materi yang dimiliki sesamanya. Seolah mereka dianggapnya sebagai rival padahal tidak ada seorang pun yang berusaha melawannya. Ia dengan penuh semangat membeli barang-barang seperti yang dimiliki oleh rivalnya, bahkan bila perlu yang harganya lebih mahal lagi. Padahal dengan berlaku demikian, ia menjadikan seluruh dunia sebagai saingan gelapnya. Sebab sedikit saja menyaksikan keunggulan kawan, baik secara langsung maupun tidak langsung: hati terbakar dengki. Tentulah iri hati ini timbul karena nafsu yang terlalu besar dan tidak terkendali.

Apa-apa yang diperoleh selama kita hidup, baiknya butuh diperjuangkan. Salah satu bukti dari perjuangan itu adalah lamanya durasi sampai kita memperoleh sesuatu. Misalnya saja saat kita menginginkan sesuatu tetapi harganya lebih mahal dari gaji sendiri. Apa yang anda lakukan? Maukah anda memilih untuk sabar menabung sampai semua uangnya terkumpul baru membeli barang dimaksud. Atau lebih tertarik dengan pilihan tercepat dengan langsung membelinya dimana uangnya diperoleh dengan cara meminjam dari koperasi/ lembaga keuangan lainnya. Untuk saat ini, hanya dua pilihan tersebutlah yang anda miliki, lantas dimanakah yang cenderung dipilih oleh hati?

Tentu tidak masalah bagi kita untuk memilih cara cepat. Mengajukan pinjaman dana dari lembaga keuangan terpercaya, baik yang berdomisi di daerah sendiri mapun yang ditawarkan secara online. Melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan sehingga pinjaman sejumlah dana dapat di setujui sesegera mungkin. Akan tetapi, anda harus sadar betul bahwa keputusan instan ini ditempuh bukan tanpa pengorbanan. Misalnya jika anda membeli barang dengan cara pinjam dana cepat sana-sini, besar kemungkinan harga barang tersebut jadi lebih tinggi akibat bunga uang pinjaman. Sudah jelas bahwa orang-orang ingin belanja termurah sehingga anda membeli barang tersebut dengan harga normal. Tetapi tetap saja, kita harus melunasi bunga pinjaman yang dijadikan modal belanja secara berkala.

Di sisi lain, cara cepat ini juga bisa ditempuh dengan cara picik. Mungkin anda sudah tahu yang kami maksudkan, “menipu untuk mendapatkan uang yang lebih besar adalah salah satu cara instan meraih keinginan hati. Baik mencuri kecil maupun mencuri besar, sama-sama merupakan cara mengumpulkan uang yang tidak benar. Mencuri kecil bisa kita lakukan dengan melipat gandakan harga barang/ jasa yang dijual dari harga awal: mengambil untung sampai setengahnya, satu kali lipat, dua kali lipat dan seterusnya. Ada juga maling yang mengambil uang dari orang terdekat secara diam-diam dari kotak penyimpanan tanpa diketahui oleh siapapun. Tak ayal, ada yang namanya maling kelas hiu yang melakukan korupsi secara berjamaah dengan keuntungan jutaan bahkan miliaran rupiah. Apa anda tertarik melakukan cara-cara semacam ini?

Atau, anda pilih cara tabah: menunggu dengan sabar. Menabung gaji sewajarnya di celengan sendiri selama beberapa waktu. Anda berusaha mengendalikan keinginan secara ketat dengan tidak membiarkan pikiran melayang-layang membayangkan barang yang diinginkan. Melainkan tetap fokus kepada Tuhan atau pada pekerjaan atau pada pelajaran dan selalu berdedikasi untuk melakukan kebaikan yang wajar kepada sesama. Sadar atau tidak, hal-hal positif tersebut cukup menyibukkan hari-hari kita sehingga otak jauh dari imajinasi terhadap nafsu yang seolah-olah sudah kita miliki bahkan memakai dan memamerkannya pula: betapa menyenangkannya khayalan itu? Usaha menghilangkan mimpi buntung ini tidak hanya dilakukan satu-dua hari saja, melainkan seumur hidup.

Kesimpulan

Jika anda memilih cara yang terakhir ini, ketahuilah bahwa puasnya hidup ketika memiliki barang yang diinginkan berada di atas rata-rata. Mengapa demikian? (1) Karena kita meraihnya dengan cara-cara yang benar, tanpa mencuri atau menghilangkan hak-hak orang lain. (2) Anda bebas dari beban bunga pinjaman yang biasanya meningkatkan harga barang pada kisaran 10%-25%. (3) Selain itu, suatu barang yang sedang trend pasti harganya agak melambung namun setelah turun pamor, besar kemungkinan hargapun mulai menurun. (4) Bukan hanya itu saja, hasrat andapun terhadap barang tersebut tidak lagi menggebu-gebu yang menimbulkan rasa bangga dimana banyak ruginya. (5) Tetapi penantian panjang tersebut telah membuat adrenalin normal-normal saja ketika memiliki barang yang dimaksud. Latihan kesabaran membuatmu bertahan dalam hal-hal yang baik sampai akhir. (7) Sekalipun menimbulkan gejolak, efek tidak begitu besar karena sudah terbiasa mengendalikan hasrat di hati selama beberapa waktu lamanya.

Jadi, apa yang anda pilih kawanku? Keinginan kita memang tidak selamanya bisa terwujud secara instan. Memang dalam beberapa keadaan ada hal-hal yang bisa diperoleh secara cepat karena harganya terjangkau (berada di bawah budget bulanan). Akan tetapi, ada juga waktunya dimana hasrat kita tertahan oleh karena beberapa faktor, salah satunya adalah dari segi harga. Sadarilah bahwa puasnya memiliki barang yang sedang trend secara instan: sifatnya hanya di awal-awal saja. Mungkin puasnya bisa sampai tiga minggu atau net-netnya tiga bulan. Namun, saat kita mau menunggu dengan sabar sampai seluruh pembiayaan yang dibutuhkan terkumpul: ketahuilah puasnya seumur hidup! Sebab ada berbagai macam manfaat plus-plus yang diperoleh bila berkenan menggantung nafsu sembari tetap hidup aktif positif. Bukankah hampir semua sudah kami jelaskan seperti yang tersebut di atas?

Salam, Hidup menunggu,
awalnya menyiksa.
Tetapi akhirnya,
puas seumur hidup
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.