Komunis Adalah Sosialis Bunuh Diri

Komunis Adalah Sosialis Bunuh Diri

Apa itu komunis? Negara yang dipimpin oleh partai buruh yang mengedepankan kekerasan untuk mencapai tujuan-tujuannya? Atau negara yang dipimpin oleh elit tertentu yang berkelas tinggi, sedangkan rakyat banyak dianggap sebagai manusia kelas rendah yang hidupnya selalu terabaikan. Saat menonton kisah di salah satu siaran televisi, menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang tertutup yang tidak mau membuka diri dari orang lain. Di lain pihak ada juga yang mengatakan bahwa negara yang beraliran politik demikian cenderung enggan menerima bantuan dari negeri lain. Satu lagi yang sangat tersohor dengan paham ini adalah kecenderungannya untuk tidak memiliki agama (tidak percaya adanya Tuhan). Kami sendiri belum tahu persis tentang negara beraliran komunis karena belum pernah datang langsung ke sana.

Sebagus apapun orang memuji komunis, kami tidak begitu yakin tentang hal tersebut. Sebab itu kami hendak mengingatkan saja bahwa sebaik-baiknya suatu ideologi, jika disertai kekerasan: membuat segala sesuatu menjadi lebih buruk. Sebab kekerasan hanya berlaku terhadap makhluk yang lebih rendah dari kita, yaitu binatang. Manusia yang mampu berpikir dan logikanya kuat sepatutnya menjauhi pengambilan keputusan yang berbau kekerasan. Karena perdamaian yang digiring dalam sikap kejam, selalu bersifat memaksakan kehendak. Suatu saat damai yang dipaksakan ini akan pecah juga karena benih-benih kebencian telah menawan orang-orang tertentu dalam masyarakat. Mereka akan menjadi tokoh pemberontak, ada yang melakukannya secara halus (konspirasi-manipulasi) dan ada pula yang melakukannya secara kasar-nyata (terorisme).

Yang paling kami herankan soal cerita tentang komunis adalah bagaimana caranya mereka melawan militer yang ditemani oleh penguasa? Peperangan antara orang yang bersenjata dan tidak bersenjata jelas bunuh diri. Akan tetapi, peperangan ini akan masuk akal kalau militer yang ada saat itu sama sekali tidak membela penguasa melainkan mereka membelot kepada kaum buruh. Sekalipun ada kemungkinan semacam ini namun agak mustahil karena biar bagaimana pun, militer digaji negara sehingga mau tidak mau mereka harus membela penguasa yang adalah kepala negara. Ada hubungan emosional yang kuat antara militer dan penguasa dimana hal itu terjadi selama bertahun-tahun. Kemungkinan adanya pengkhianat sangatlah kecil.

Revolusi yang di dalangi oleh kaum buruh di Rusia merupakan sesuatu yang wajar terjadi. Sebab kala itu, wilayahnya dalam kekuasaan raja yang tidak disukai oleh kebanyakan rakyat. Seperti halnya banyak kerajaan zaman dahulu kala yang hanya mementingkan kemakmuran seisi istana saja. Sedang masyarakat biasa di luar istana hidupnya melarat dan menyaksikan kebiasaan hidup mewah-mewahan dan foya-foya pihak istana. Ketimpangan kesejahteraan semacam ini menjadi penyulut api cemburu yang dapat membangkitkan amarah rakyat kala itu. Inilah yang dijadikan tokoh revolusioner sebagai pemersatu aksi pemberontakan masyarakat sehingga kerajaan yang berkuasa tumbang. Tentu saja aksi ini sudah tidak relevan lagi di zaman sekarang.

Kembali lagi pada pembahasan tentang komunis: bagaimana para tokoh intinya menganggap bahwa agama adalah penghalang cita-cita mereka. Apakah ini ada hubungannya dengan praktek kekerasan yang jelas-jelas bertentangan dengan nilai-nilai agama? Atau bisa jadi, keadaan ini disebabkan karena Gereja lebih dekat dan lebih akrab bergaul dengan orang-orang besar. Sedang sama rakyat biasa yang kolektenya kecil tiap minggu dipandang sebelah mata. Bisa jadi, sentimen tokohnya terhadap agama karena begitu banyak ajarannya yang bertentangan dengan ajaran agama. Apapun alasan penganut ideologi ini untuk meninggalkan Tuhan, justru mengancam keberadaan manusia yang semakin rapuh dan mudah tergoncang karena tidak ada keyakinan dalam hati yang kosong.

Manusia pikiran kosong memiliki kecenderungan untuk terjerumus dalam hal-hal yang kurang baik. Sebab pikirannya bagai bejana yang kosong terbuka lebar-lebar dan siap diisi oleh arus informasi apa saja. Mudah sekali bersikap negatif terhadap distorsi situasi karena hatinya lebih dominan dalam kedagingan yang cenderung mengarah pada kebinatangan. Orang yang tidak memiliki keyakinan sangat mudah berprasangka buruk atau lebih dikenal sebagai curiga. Sedang iri hati dan kesombongan berlomba-lomba menguasai hari-harinya. Akibatnya, manusia pikiran kosong mudah mengalami konflik nyata (besar) maupun konflik kecil (diam-diaman) dengan orang di sekitarnya. Jadi, menganut budaya atheis-komunis cenderung membuat lemahnya kebersamaan dengan orang lain bahkan antar saudara sekalipun.

Memaksakan kehendak, kekerasan dan ateisme merupakan tiga hal yang cenderung membuat manusia semakin jahat saja. Parahnya lagi adalah kemerosotan moral yang dialami dimulai dari tingkat atas ke bawah. Kalau pemimpinnya saja bersikap kurang baik, apalagi bawahannya. Jadinya masyarakat tidak lagi berkembang sebab masing-masing orang terpakukan dalam sistem yang tidak mendukung perkembangan individu. Masyarakat yang terlalu kaku hanya menguntungkan orang-orang yang dekat dengan pemerintah. Sedangkan mereka yang jauh cenderung terlantar karena kurang diperhatikan dan tentu saja jauh dari sumber daya strategis. Kehidupan masyarakat yang masih terpetak-petak semacam ini (ada kelompok kaya & ada kelompok miskin) sama sekali tidak sesuai dengan nilai-nilai sosialisme.

Intinya adalah untuk apa partai buruh berkuasa tetapi kesetaraan tidak diberlakukan? Keadaan ini sama saja dengan sistem pemerintahan pada umumnya dimana orang-orang tertentu dianggap istimewa sedangkan banyak lainnya yang dianggap tidak bernilai sama sekali. Mereka yang di sini disanjung-sanjung sedang mereka yang di sana diinjak-injak. Sadar atau tidak keadaan masyarakat seperti ini sudah tidak jauh beda dengan sistem kapitalisme: “siapa yang kuat, dia yang maju, dia yang makmur dan dia yang hidupnya suka berfoya-foya.” Sekali lagi kami ingatkan, seperti apapun keadaan masyarakat yang kita impikan: hal itu tidak jauh-jauh dari kesetaraan kekuatan, yang terdiri dari kekuasaan, pengetahuan dan pendapatan (antar profesi).

Kekuasaan yang biasanya menjadi bahan rebutan antara orang-orang yang merasa dirinya hebat: akan disetarakan. Sebab manusia tidak berkuasa atas manusia lainnya. Melainkan yang lebih tinggi dan patut dihormati di antara manusia adalah hukum. Peraturan yang baik biasanya tidak bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran hakiki (kasih kepada Tuhan dan sesama manusia). Kesetaraan pengetahuan dicapai lewat penyebaran informasi secara adil kepada seluruh khalayak melalui teknologi portable (gadget/ smartphone) maupun lewat sosialisasi langsung. Sedangkan kesetaraan pendapatan yang kami maksud adalah kesamaan gaji antar profesi. Tidak ada satu profesi pun yang diunggulkan di antara yang lain. Sebab masing-masing orang terlibat dalam ekonomi sandiwara yang berbeda namun porsinya sesuai dengan kemampuan tiap-tiap manusia.

Tiga ajaran kesetaraan di atas dari sosialis cukup masuk akal dan relevan di zaman sekarang. Namun ada beberapa orang yang berusaha menarik orang yang suka bersosial ini menjadi komunis. Mereka mencoba menggiring kita untuk memelihara sifat memaksakan kehendak. Sifat ini jelas-jelas salah karena sebenar-benarnya diri ini, kita tidak berhak merenggut kebebasan orang lain, biarkanlah mereka memilih menurut hati nuraninya. Memaksakan ajaran sosialistis kepada orang lain justru menempatkan kita sebagai pelanggar hukum. Terlebih lagi kalau sampai pemaksaan tersebut disertai dengan kekerasan. Ini bisa menjadi jerat untuk melenyapkan kebebasan kita di bawah hukum pidana/ perdata. Itulah yang dikehendaki musuh untuk kita lakukan agar kita diamankan dan dianggap sebagai teroris atau otak kerusuhan atau berbagai cap buruk lainnya.

Pihak yang berseberangan paham dengan pihak sosialistis, tidak akan memberikan perlawanan nyata di depan hukum. Karena jelas secara akal sehat hidup bersosial itu lebih baik daripada hidup berkelompok saling saing-saingan ala kapitalis. Oleh karena itu, hindari mengikuti sugesti di sekitar yang menyarankan kita untuk buru-buru mewujudkan ide yang dirilis sebelumnya. Bahkan ada kemungkinan lawan kita dengan sengaja memberikan sumber daya yang cukup agar kita melakukan pemberontakan. Jalaslah bahwa mengambil sikap untuk berontak dan melawan membuat aparat bertindak tegas menangkap dan memenjarakan para pemberontak yang juga disebut sebagai teroris. Akibatnya, penyebaran ajaran sosialis tidak lagi membumi ke pelosok-pelosok sebab tokoh-tokoh intinya telah diadili atas tuduhan kekerasaan, penistaan agama dan pemberontakan.

Kesimpulan

Cara paling cepat mematikan sosialis adalah dengan mengarahkan dan memantapkan langkah kaki mereka untuk menjadi komunis. Sehingga tindakan mereka dipermalukan di depan hukum dan masyarakat menjadi ragu akan komitmen baik sosialis dalam mendamai-sejahterahkan kehidupan bersama. Justru ketika kita memaksakan kehendak dan melakukan kekerasan, oknum kapitalis akan lebih mudah memfitnah kita sebagai teroris. Dan itu memang benar, sebab hanya terorislah yang melakukan kekerasan di dalam masyarakat.

Saat anda mengambil keputusan untuk menjadi sosialis, itu adalah awal yang baik untuk mulai mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang membumi. Sebenar-benarnya apa yang kita yakini, bukan berarti bisa melanggar hukum agar ajaran tersebut tersebar, dikenal dan diyakini oleh semua khalayak. Ini sama saja bunuh diri karena kebebasan kita untuk menyebarkan ajarat tersebut tidak ada lagi. Bukan hanya kita yang dipenjara tetapi ajaran-ajaran sosialis itupun akan difitnah dan dinistakan seperti yang terjadi setelah peristiwa G30S PKI. Jadi, apapun tindakan anda, tetaplah bersandar pada aturan. Tunggulah dengan sabar sampai kita memiliki sumber daya yang mencukupi. Sekaligus sebagai alat untuk menyebarkan ajaran tersebut kepada semua orang di seluruh negeri. Bila wawasan dan pengetahuan serta sumber daya sudah memadai maka kita bisa memulainya dengan menanyakan penerapan sila-sila Pancasila khususnya tentang keadilan kepada badan hukum yang berwenang.

Salam, Jadilah sosialis yang ikhlas
karena kita masih bawahan saja
dan belum memiliki apa-apa.
Tempuhlah cara-cara yang benar
dalam usaha apa-pun
yang kita perjuangkan bersama.
Komunis di negeri lain
bisa memaksakan kehendak
karena mereka atasan
yang memiliki kuasa:
jangan ikut-ikutan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.