Sandiwara Terbawa-Bawa Berbohong Dimana-Mana

Sandiwara Terbawa-Bawa Berbohong Dimana-Mana

Aktivitas adalah manusiawi. Tanpa aktivitas kita bukan lagi manusia melainkan lebih ke benda-benda yang tidak mampu memilih dan tidak mampu memutuskan. Kita perlu beraktivitas yang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Lewat kegiatan yang ditekuni dari waktu ke waktu, itulah yang membuat kita terasa hidup. Bahkan bisa dikatakan bahwa pekerjaan yang kita lakukan dari hari ke hari merupakan aktivitas yang membantu kita tetap waras. Di saat-saat tertentu kita bisa melakukan apa saja, namun pada waktu-waktu khusus, kita perlu melakukan sesuatu yang terkoordinir, terukur dan konstan. Ada beraneka ragam topik yang membuat kita tetap aktif, bukankah itu bisa dikuasai sehingga dikerjakan sampai tuntas?

Saat kondisi masyarakat berkembang, jumlah penduduk meningkat dan teknologi semakin canggih. Pekerjaan yang membebani manusia cenderung lebih ringan. Rasa kegotongroyongan meningkatkan efektifitas dan efisiensi sistem. Kemakmuran yang serba instan inilah yang berakibat pada minimnya pekerjaan bagi manusia. Padahal tanpa pekerjaan, tidak ada aktivitas: suasana santai sepanjang hari selama berbulan-bulan bisa membuat seseorang menjadi tidak manusiawi lagi. Mudah stres, cenderung melakukan hal konyol dan suka kelewat batas (lebay) bahkan menjadi jahat adanya. Masih banyak lagi kelainan kepribadian yang disebabkan oleh karena seseorang kurang beraktivitas.

Mengantisipasi berbagai kejadian buruk seperti yang termuat di atas dan masih banyak lagi kemungkinan lainnya yang membuat manusia cenderung menjadi pribadi negatif. Perlu diadakan suatu lapangan pekerjaan untuk semua orang agar tiap-tiap manusia bisa fokus positif pada bidangnya. Dengan demikian hidupnya bisa terarah pada hal-hal yang baik dan benar. Manusia perlu diberi lapangan pekerjaan sesuai dengan bakat bawaan yang dimilikinya. Suatu bakat yang bisa jadi sudah ada sejak dari kecil bahkan mungkin saja sudah menjadi bawaan dalam silsilah keluarganya. Dengan memanfaatkan bakat inilah manusia diberikan tanggungjawab untuk diselesaikannya dari hari ke hari.

Bakat yang kami maksudkan adalah kekuatan untuk menghasilkan sesuatu yang bisa dinikmati orang lain. Sesuatu yang tidak akan bisa habis sekalipun dinikmati oleh banyak orang. Apalagi sesuatu itu kalau bukan berkarya? Hasilkanlah sesuatu maka anda akan dibayar lewat itu. Sesuatu tersebut merupakan karya seni yang biasanya dihasilkan lewat proses berpikir. Di sisi lain, sesuatu tersebut juga bisa berupa masalah-masalah yang sengaja diangkat untuk dicari jalan keluarnya. Semuanya ini adalah sandiwara yang diperankan oleh aktris dan aktor profesional dalam bidangnya. Mereka adalah seniman yang pandai membangun keindahan di atas hal-hal biasa.

Berkarya bisa dilakukan oleh siapa saja. Sebab ada banyak jenis karya seni yang bertebaran di sekitar kita. Masalahnya sekarang adalah, “apakah ada orang yang mauj membayar anda saat menekuni hal tersebut?” inilah yang seharusnya menjadi tugas pemerintah demi keadilan bagi seluruh masyarakat. Terdapat beraneka ragam seni yang bisa dihasilkan oleh manusia. Ada seniman yang langsung memanfaatkan tubuhnya untuk dinikmati khalayak (akting). Mungkin lewat suara yang indah (penyanyi), kata-kata yang tegas-kreatif sesuai aturan (politikus). Ada yang berkarya lewat perkataan yang memberi dorongan (motivator).  Pekerjaan ini juga bisa berkata-kata menuntun hidup dalam kebenaran (hamba Tuhan). Juga ada yang berkarya lewat media sosial (blogger dan vlogger). Bisa juga berkarya dengan menghasilkan benda-benda lain di luar dirinya (seni rupa).

Pada dasarnya, semua karya menggunakan teknik sandiwara yang bisa jadi bersifat realistis dan bersifat imajinatif atau gabungan keduanya. Ada yang merangkainya dalam proses-proses yang rumit sehingga sebagai penikmat, kadang kita terkagum-kagum melihatnya. Memang tidak semua yang rumit itu dapat memberikan kesan baik. Kata-kata yang terarah pun, bila disampaikan pada momen yang tepat pasti rasanya indah. Apa pun potensi kita, bila digunakan tidak pada wadahnya, pasti kesannya baiknya kurang bahkan cenderung mengganggu orang lain. Di sinilah pemerintah bergerak untuk mewadahi setiap komunitas yang berkembang bedasarkan pembawaan potensi yang sama. Beri mereka pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Sadar atau tidak, yang namanya seni selalu syarat dengan sandiwara. Memang ada beberapa karya seni yang diangkat dari kisah nyata, namun penyajiannya selalu mengedepankan efek wow yang membuatnya berdaya tarik tinggi. Efek wow inilah yang dibesar-besarkan dan dikarang-karang sedemikian rupa sehingga menjadi suatu kisah yang tidak biasa tetapi luar biasa (di atas rata-rata). Inilah keadaan yang lebih berat ke arah imajinatif. Kisahnya masih masuk akal tetapi tidak ada di dunia nyata yang seperti itu. Sedang kita semua tahu bahwa segala sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan kenyataan yang terjadi adalah suatu kebohongan. Inilah sisi negatif yang mau tidak mau harus ada dalam setiap karya seni. Kebohongan eksentrik ini lebih populer diketahui sebagai sandiwara.

Setiap pekerjaan yang menghasilkan sesuatu setingkat karya seni selalu syarat dengan sandiwara. Sekali pun ada yang sedikit sinis dengan kenyataan ini, sesungguhnya itu bukanlah masalah besar. Daripada manusia tidak bekerja sama sekali, bisa membuat otak menjadi tumpul. Lebih baik melakukan sandiwara agar tetap aktif sehingga kemampuan yang dimiliki selalu terasah bahkan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Pekerjaan sandiwara semacam ini adalah satu-satunya yang membuat sibuknya seseorang menjadi lebih terarah, terkoordinir dan terukur, daripada tidak ada aktivitas sama sekali. Tentu saja untuk membuatnya menjadi sesuatu yang berarti, tidak bisa dilakukan oleh satu orang saja. Perlu ada kebersamaan sehingga suatu potensi yang disandiwarakan dapat menghasilkan sesuatu yang bisa berdampak positif bagi oran lain.

Zaman sekarang, bukan hanya para pekerja seni yang giat-giatnya bersandiwara untuk membuat hari hari selalu sibuk positif. Melainkan kecenderungan bersandiwara ini turut pula diaopsi oleh berbagai-bagai bidang kerja. Sebab kekuatiran akan sikap yang menyimpang sangat masuk akal; ini tidak dapat dipungkiri oleh teori apapun. Sebab hanya aktivitaslah yang dapat membuat kedagingan manusia yang jahat tetap di bawah dalam keadaan inaktif. Semua keadaan yang terlalu santai terus-menerus turut pula menurunkan tingkat kecerdasan pikiran. Oleh karena itu, dalam keadaan apapun, berusahalah untuk selalu aktif berpikir. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya agar kehidupan ini tetap berada di jalur yang baik dan benar.

Kecenderungan manusia untuik bersandiwara dalam bidang pekerjaan yang digeluti membuat beberapa orang mencampur adukkannya dengan hal-hal lain. Penetrasi sandiwara ke berbagai bidang kehidupan turut pula membawa kebohongan masuk-menetap dalam sisi hidup kita yang lain. Akibatnya, tidak ada lagi batas yang membedakan dimanakah sandiwara yang salah dan dimana yang tepat? Bersandiwara tepat adanya karena ada manfaatnya bagi semua orang. Akan tetapi, aktivitas ini menjadi salah karena merugikan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Inilah yang perlu diantisipasi oleh sistem dan oleh siapa pun juga. Kalau bagian terakhir ini terus-menerus terjadi, besar kemungkinan aktivitas bersandiwara malah merusak identitas kita sebagai pelaku dan pembawa kebenaran.

Orang yang tingkat kecerdasannya rendah biasanya mudah sekali menggabung-hubungkan hal-hal yang senada padahal konteksnya berbeda. Aktivitas bersandiwara di tempat kerja malah terbawa-bawa saat beraktivitas di dalam rumah. Jadinya, berbohong kepada istri dan anak-anaknya, lalu menganggapnya sepele karena terus saja diulang-ulang. Demikian juga saat berinteraksi dengan rekan atau teman atau sahabat: suka mengumbar kebohongan yang terus diulang-ulang. Kebiasaan berbohong kecil, semakin lama melebar menjadi kebohongan besar. Apa yang disebarkannya bukan lagi kebohongan melainkan penipuan. Sudah banyak pula orang yang mengetahui kebiasaan buruknya itu sehingga cenderung menjadi pribadi yang kurang dipercayai dimanapun.

Berhati-hatilah kawan, ekonomi sandiwara bukan tanpa efek samping. Ada sisi jahat dibalik manisnya berpura-pura di tempat kerja. Perputaran kepura-puraan yang merusak bisa mengikat keluarga, saudara, sahabat dan rekan-rekan kita sampai-sampai menjerat mereka dalam kesengsaraan informasi sesat. Akibatnya, orang-orang yang kita kenal dengan baik dapat mengalami keterpurukan emosional sampai kerugian materi karena kita terus membohongi mereka dengan liciknya. Di awal-awal, mungkin kebohongan kita lancar jaya menghasilkan keuntungan. Akan tetapi, sadarilah bahwa Tuhan itu sangat adil, “segala tipu muslihat yang kita lancarkan pasti akan kembali ke kita dalam berbagai bentuk kesialan.

Kesimpulan

Bersandiwara tau batasnya! Masa keluarga sendiri dibohongi? 😀 😀 😀

Yang perlu kami ingatkan pada bagian ini adalah kebiasaan bersandiwara di dunia kerja jangan sampai terbawa-bawa di segala bidang kehidupan yang kita jalani. Kebohongan di dunia kerja cukup ditinggalkan di kantor saja. Begitu anda pulang ke rumah, kepada orang-orang terdekat: jadilah orang yang jujur apa adanya. Miliki batasan dan komitmen untuk melokalisir sandiwara di waktu dan tempat yang sudah ditetapkan. Begitu anda memasuki tempat dan waktu yang berbeda, berupayalah untuk menjadi pribadi yang tulus terbuka kepada siapapun. Tidak perlu memanipulasi segala sesuatu, melainkan ungkapkan apa yang berhak diketahui oleh orang lain. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang dapat dipercaya dimana pun dan bukannya penipu yang selalu diwaspadai oleh orang lain.

Salam, Perputaran tipu-tipu di tempat kerja
cukup sampai di situ saja.
Saat kita kembali ke rumah
kepada keluarga, saudara,
sahabat dan rekan-rekan lainnya
Berusahalah menjadi benar adanya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.