Kemampuan Allah Membagi-Bagi Diri-Nya

Kemampuan Allah Membagi-Bagi Diri-Nya

Adakah di antara pembaca yang pernah menonton film Naruto? Walaupun film kartun yang satu ini termasuk salah satu kisah fiksi namun bukan berarti semua yang terdapat di dalamnya adalah fantasi: khayalan tanpa arti. Biar bagaimanapun itu, ada nilai-nilai yang benar lagi positif yang termuat di dalamnya. Sama seperti semua film yang pernah ada, selalu menampilkan dua arah pelajaran hidup: ada yang positif dan ada yang negatif. Mereka yang bijak mampu memisahkan kemurnian di antara kekotoran. Sedangkan orang yang kurang berpengalaman akan menerapkan segalanya yang dianggap menarik tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas.

Dari sini kami memahami bahwa sesungguhnya orang-orang luar negeri lebih memahami tentang Allah dibandingkan kita, sebab karya yang mereka hasilkan sudah mencirikan banyak hal tentang kemampuuan Allah, Memang sebagai manusia biasa, kita tidak mampu memahami seutuhnya tentang pribadi Sang Pencipta. Apa yang kita lakukan hanyalah gambaran-gambaran kecil yang dirangkai berdasarkan firman yang disampaikan-Nya. Ini adalah usaha yang baik agar kita terbebas dari pandangan dualisme yang saling bertentangan sehingga menimbulkan kesimpang-siuran yang membingungkan. Jadi, mari belajar memahami pribadi Tuhan sekalipun itu hanya secuil dari kebesaran, kemegahan dan keagungannya yang menghiasi seluruh semesta.

Sebelum masa penciptaan, segala sesuatu kosong adanya. Tidak ada apa-apa di seluruh semesta selain daripada Dia saja yang bersemayam di atas kemuliaan kekal. Lantas Tuhan pun berkenan menciptakan alam semesta. Bukan dari jentikan jarinya, melainkan lewat firman yang keluar dari mulut-Nya maka segala sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Matahari, planet-planet (bintang/ bulan), udara, air, tumbuhan, binatang dan manusia: semuanya berasal dari hembusan nafas-Nya. Bisakah anda membayangkan kehebatan Allah kita? Hanya dengan hembusan nafasnya saja maka segala sesuatu jadi. Masing-masing diciptakan-Nya menurut fungsi yang berbeda-beda. Semuanya itu demi memberdayakan ekosistem yang seimbang.

Terkhusus di bumi, dimana kita hidup. Tumbuhan telah dianugerahkan pemberian sebagai yang terkuat di antara semua makhluk juga sekaligus mengemban tugas untuk melindungi bumi dari radiasi sinar matahari langsung. Masih sangat banyak peran tanaman dalam kehidupan kita. Hewan dianugerahkan pemberian sebagai pembersih. Membersihkan lingkungan dari serangga, pengerat dan binatang pengganggu lainnya. Menyediakan daging sebagai lauk pauk dan masih banyak lagi peran hewan dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi. Sedang manusia adalah penguasa atas seisi bumi, yang bertugas untuk memanajemen segenap potensi alamiah sehingga dapat mencapai peran maksimal untuk mendukung kehidupan yang senantiasa terbarukan.

Sebagai bagian dari nafas Tuhan, manusia tidak lebih hebat dan tidak lebih berhak menduduki bumi ini. Artinya, kita tidak boleh egois lalu menyingkirkan tanaman dan hewan begitu saja demi kemewahan & kenyamanan yang arogan. Apapun ceritanya, kita harus berbagi tempat dengan makhluk hidup lainnya. Sebagai makhluk yang cerdas perlu beradaptasi agar manusia dapat beradaptasi dengan keberadaan ciptaan lainnya. Sebab biar bagaimana pun juga, mereka adalah bagian dari nafas Allah sama halnya seperti kita yang telah diberikan nafas kehidupan oleh Allah. Manusia tidak dilarang untuk memanfaatkan sumber daya alamiah. Tetapi yang dikehendaki Tuhan adalah agar kita menggunakannya secara terpimpin, terukur dan adil: sehingga SDA tersebut selalu ada dari generasi ke generasi.

Tiap-tiap manusia yang merusak tatanan alam menghadapi hukum langit atau hukum alam. Hukum langit terjadi lewat sinar matahari yang tidak lagi ramah. Radiasinya yang tinggi menimbulkan kebakaran dimana-mana. Hujan pun tidak turun-turun, kemarau dimana-mana. Lahan-lahan menjadi kering dan tanaman pertanian menguning akibat suhu udara yang sangat tinggi. Alam menghukum manusia lewat banjir, banjir bandang, tanah longsor, gempa, gunung meletus dan berbagai tragedi lainnya. Semua bencana yang terjadi bukan merupakan bentuk kebencian alam terhadap manusia. Melainkan semua tragedi tersebut timbul sebagai usaha lingkungan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem bumi. Jika ada manusia yang dirugikan dan kehilangan nyawa dalam proses tersebut, itulah resiko yang ditanggung oleh masyarakat pada umumnya dan negara secara khusus.

Kesimpulan

Hewan dan tumbuhan sama dengan manusia, yakni sama-sama tercipta dari nafas Allah. Satu saja kelebihan manusia adalah memiliki Roh Kudus yang memimpin kita dalam kebenaran dan keadilan. Oleh karena itu,  manfaatkanlah segala sumber daya yang ada secara terpimpin, terukur dan bertanggung jawab demi kepentingan bersama. Agar semua ciptaan tetap ada dan selalu ada sampai akhir zaman.

Kita tidak bisa mengatakan bahwa Tuhan membagi-bagi diri-Nya lewat jurus seribu bayangan. Sebab pada dasarnya, yang namanya bernafas, kadang ditarik masuk dan ada pula saatnya dilepaskan keluar. Itulah kita seluruh alam semesta yang diciptakan Tuhan Allah dengan mengucapkan firman yang keluar dari mulut-Nya. Manusia perlu mengambil peran sebagai pengatur yang mengelola dan memberdayakan seluruh isi bumi tanpa mengganggu keseimbangan alam. Tindakan yang egois, arogan dan serakah merupakan perusak bumi ini. Oleh karena itu, jauhkanlah segala kejahatan itu dari dalam diri kita. Mulai sekarang, belajarlah untuk hidup berdampingan dengan hewan dan tumbuhan di sekitar lingkungan kita. Sebab biar bagaimana pun juga, mereka (makhluk hidup lainnya bahkan bumi ini) adalah sebagian dari nafas Allah kita. Simak juga teman, Mengenal pribadi Allah di sorga.

Salam, Kemampuan Tuhan
melangkahi logika manusia.
Bersahabatlah dengan alam
dengan demikian
kita menjadi sahabat Allah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.