Belajar Dari Anjing Yang Penakut Dan Lugu

Belajar Dari Anjing Yang Penakut Dan Lugu

Kehidupan tidak sesederhana yang terlihat oleh panca indra kita. Ada hal-hal tertentu yang kejadiannya jauh beda dengan maknanya. Sebab iblis sangat rajin menyebarkan kebohongan dan kemunafikan di sekitar kita. Oleh karena itu, kita harus jeli dan benar-benar fleksibel menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi. Tentu saja dengan catatan, kita tidak kehilangan nilai-nilai benar dan adil dalam segala sikap tersebut. Salah satu hal terpenting yang perlu kita miliki adalah Roh Allah dan kemauan untuk menderita serta mampu bertahan sampai akhir. Kita mungkin tidak bisa menunjukkan semuanya itu kepada orang lain/ orang banyak tetapi setidaknya tunjukkanlah hal positif tersebut kepada Tuhan dan pada diri sendiri saja.

Dalam banyak momen, kami menyaksikan berbagai kisah-kisah kehidupan yang menegangkan tetapi ada pula yang menyedihkan. Ada yang membingungkan namun ada pula yang menyenangkan. Semuanya itu campur aduk dalam pikiran kita dan sangat sulit untuk dipahami: mengapa, bagaimana, apa dan berbagai pertanyaan penasaran lainnya). Hidup ini berubah-ubah dan tidak dapat kita rumuskan dalam satu-dua paragraf satu. Sekalipun kita membaca sebuah buku namun itu tidak akan cukup untuk menjelaskan apa yang sedang kita hadapi dan kita alami di dunia ini. Butuh penelaahan yang lebih mendalam dan kesalahan transkrip berulang kali sampai kita menjadi bijak memahami dan menyikapi kehidupan.

Suatu saat kami melihat seekor hewan, tepatnya anak anjing yang lugu memasuki suatu keluarga. Anjing ceria yang lebih banyak tenang namun sesekali suka bersenang-senang dengan majikannya. Dia masih sangat kecil, mengkin baru lahir beberapa minggu. Warna dan corak bulunya yang unik membuat makhluk tersebut cukup imut saat dilihat dengan seksama. Sayang dia masih belum memahami apa-apa dalam dunia ini. Sekalipun demikian, dia memiliki pola buang air yang tidak sembarangan dan sukanya di halaman belakang. Biar bagaimana pun, dia sudah terlanjur ada dan akan menghadapi tantangan yang sangat besar kedepannya. Kami melihat kisah ini sangat biasa dan mungkin dialami oleh setiap orang yang memiliki hewan peliharaan.

Sayang, pada suatu waktu yang tak terduga, iblis entah datang dari mana meracuni makanan basah anjing mungil tersebut. Suatu racun yang agak mengganggu rasa di lidah tetapi tidak mematikan. Dia melahap makanannya beberapa kali lalu menjadi gelisah mengoleskan mulut ke kain di lantai. Bahkan saking kesalnya dengan rasa yang menjengkelkan itu, kesek kaki pun digigit dan dironta-rontakan ke sana – ke mari. Majikannya juga sampai digigit-gigit karena ruam lidah-gigi yang dirasanya sangat gatal dan mengesalkan hati. Iblis sial itu memang selalu mencari waktu lowong untuk meracuni anjing sehingga perilakunya kembali geram padahal masih unyu-unyu menggemaskan.

Anjing tersebut terlalu fokus dengan rasa sakit yang menyerang lidah dan giginya sehingga mengabaikan makanan dan minuman. Bagi dirinya yang lugu, seolah-olah semua makanan itu sama saja, sudah diracun dan pasti membuat lidah dan giginya kembali ruam. Setelah berulang kali keracunan maka pada suatu hari dia meluapkan seluruh kekesalan hatinya sehingga enggan untuk makan maupun minum. Padahal, perutnya meronta-ronta kelaparan namun sama sekali diabaikan. Karena kejengkelan hatinya memuncak, ia berhenti makan dan minum yang menyebabkan lambungnya luka-luka hingga tidak terlihat lagi jejaknya sampai sekarang.

Kesimpulan

Apa yang bisa kita pelajari dari perilaku anjing yang penakut nan lugu ini? Memang keluguan ini sangat khas karena dia masih anak mungil kecil yang tidak mampu memahami hal-hal yang terlalu rumit dihadapannya. Perilaku mengeneralisasikan sesuatu hanya karena dua-tiga kejadian buruk yang kita hadapi merupakan tindakan yang kurang tepat. Hari-hari buruk memang selalu muncul secara acak dalam hidup ini. Tetapi itu, tidak setiap waktu terjadi. Meninggalkan kebiasaan baik yang kita lakukan hanya karena satu yang mengecewakan, menunjukkan tingkat kedewasaan yang masih rendah. Nyatanya, jika meninggalkan kebiasaan baik itu, malah dampaknya akan berimbas pada memburuknya keadaan sendiri.

Hidup ini dinamis, belajarlah adaptif. Upayakan berpikir positif, sekalipun ada beberapa orang yang sikapnya negatif! Perhatikan baik-baik cuacanya dan belajarlah memahaminya dalam kerangka positif.

Mari berpikir jernih dalam dunia yang keruh. Saat nasi sayur yang kita konsumsi terindikasi kurang sehat, bukan berarti semua nasi dan sayur tidak baik untuk dimakan. Saat kita berlawanan sikap atau berlawanan prinsip dengan seseorang, kita tidak harus menentang segala sesuatu tentang dirinya. Saat teman berlaku khilaf bukan berarti dia akan terus-menerus melakukan kesalahan seumur hidupnya. Sewaktu seseorang melakukan kesalahan, bukan berarti ia akan terus-menerus bersalah. Ketika satu orang jahat dalam kelompok, bukannya semua orang dalam kelompok tersebut jahat adanya. Berhati-hatilah saat mencoba mengeneraliasasikan sesuatu, pastikan anda melakukannya untuk tujuan yang baik lagi benar. Sebab mengeneralisasikan sekelompok hal menjadi buruk adanya beresiko merugikan diri sendiri, orang lain, sistem/ organisasi dan juga lingkungan sekitar. Daripada memikirkan keburukan lebih baik bernyanyilah memuji-muji Tuhan di dalam hati atau lewat aktivitas positif lainnya.

Salam, Samaratakanlah semua hal baik,
Inilah berpikir positif!
Hindari menyamaratakan semua hal jahat.
Itulah berpikir negatif!
beresiko merugikan diri sendiri,
orang lain, sistem & lingkungan sekitar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.