Dualisme Informasi – Tidak Ada Informasi Yang Murni Benar, Kristis & Selektiflah Menyimak Sesuatu!

Dualisme Informasi - Tidak Ada Informasi Yang Murni Benar, Kristis & Selektiflah Menyimak Sesuatu!

Waktu masih kecil, kita cenderung membedakan segala sesuatu dalam dua dunia: ada orang-orang yang hidup di sisi yang benar dan ada pula orang yang hidup di sisi yang salah. Akan tetapi, saat kita mulai beranjak muda, kita tersadar sekaligus terhentak oleh kenyataan. Bahwa di dunia ini nyata jelas dua hal tersebut sama sekali tidak dapat dipisahkan namun tetap dapat dibedakan. Inilah aspek kehidupan yang sangat fundamental menyentuh semua lini di dalam bermasyarakat. Bila kita tidak menyadari dan mengantisipasi hal ini maka kehidupan akan diseret dalam arus informasi yang menyimpang. Akan tetapi, sikap yang penuh pertimbangan memilah-milah arus data memungkinkan kita untuk menemukan yang baik dan mengabaikan yang buruk.

Kita tidak bisa mengontrol pergerakan arus informasi yang kadang melengking tajam di sekitar. Sebab jalurnya telah menyentuh seluruh kehidupan di tengah-tengah rakyat. Modelnya ada berbagai macam, variasi di dalam variasi dan di dalam variasinya lagi sehingga setiap yang mendengarnya pasti terpesona. Artinya, tidak ada informasi yang tidak menarik saat disajikan dihadapan publik. Sebab semuanya itu sudah dirancang dan dipersiapkan untuk dinikmati oleh semua kalangan. Jadi tiap-tiap orang harus bisa membedakan antara keindahannya dan maknanya. Artinya, jika suatu hasil karya seni dikatakan indah bukan berarti maknanya benar semuanya. Demikian juga saat suatu karya jelek sama sekali, bukan berarti semua yang tercantum di dalamnya adalah kesalahan.

Itulah informasi, suatu kerumitan yang disusun atas kerumitan lainnya sehingga menjadi sebuah karya seni. Rata-rata karya seni  memiliki informasi yang telah diabadikan dan dapat dinikmati secara berulang-ulang. Sekalipun demikian, ada juga info biasa yang hilang timbulnya sangat singkat dan dipengaruhi oleh paparan langsung dengan indra. Data yang ditangkap oleh indra akan dicerna menurut apa yang diperlukan kemudian sisanya akan dibuang alias dilupakan. Misalnya saja, anda sedang mengamati kerumunan orang banyak di pasar. Anda hendak membeli bahan sembako untuk keperluan sehari-hari. Data-data yang anda tangkap dan cerna hanyalah toko yang menjual barang-barang dimaksud. Padahal sesungguhnya masih banyak hal yang terjadi di pasar tetapi anda mengabaikannya dan hanya fokus mengumpulkan info tentang sembako.

Demikianlah seperti contoh di atas, rata-rata pola informasi yang tersaji dalam kehidupan kita? Ada banyak sekali yang terpapar dihadapan kita, tetapi sangat banyak yang kita abaikan dan lupakan sama sekali. Sedang satu-satunya yang kita perhatikan, ingat dan pahami adalah apa yang berkaitan dengan tujuan awal kita. Tentu saja hal tersebut berkaitan dengan apa yang kita inginkan atau butuhkan selama hidup di dunia ini. Apa lagi yang kita cari di dunia ini selain daripada hawa nafsu sendiri? Tentulah yang namanya hasrat hati tidak akan pernah jauh-jauh dari apa yang menjadi tujuan hidup selama ada di dunia ini. Sehingga sekalipun kita terpapar ddngan beraneka macam data: mulai dari yang baik sampai buruk ada di depan mata. Tetapi yang kita simpan di dalam hati hanyalah informasi yang berkaitan dengan fokus kehidupan selama ini.

Disamping itu, ada juga data-data yang sengaja dihentakkan agar hal tersebut sedapat-dapatnya kita ingat. Info yang didorong dengan cara khusus ini sangat menarik dan mencolok sehingga sekalipun itu tidak berhubungan dengan tujuan awal kita, tapi tetap diperhatikan dan berusaha untuk dipahami. Informasi yang digenjot semacam ini bisa menjadi salah satu cara untuk masuknya data-data kejahatan dalam pikiran kita. Sekalipun demikian, ini hanyalah kemungkinan saja, sebab sekalipun suatu kejadian sengaja dibuat mencolok agar mendapat perhatian anda. Belum tentu keunikan itu diingat dan dibahas-bahas di dalam hati. Karena pikiran disibukkan oleh aktivitas memuliakan Tuhan di dalam hati masing-masing.

Selalu sadari bahwa ada dua gelombang informasi yang dapat kita temukan dalam kehidupan ini. Ada info yang baik dan ada info yang jelek. Sekalipun demikian bukan berarti bahwa kita bisa membenci yang jeleknya dan mencintai yang baiknya. Perlu anda bedakan antara sesuatu yang tidak dibutuhkan dan sesuatu yang dibenci. Apa yang tidaak dibutuhkan berarti sesuatu yang dibiarkan begitu saja sekalipun jarak kita sangat dekat. Akan tetapi, apa yang dibenci adalah sesuatu yang ditolak dan berusaha dijauhkan sampai benar-benar berada di luar jangkauan kita. Jadi, tidak perlu terlalu ilfil saat suatu informasi yang kurang baik melayang di muka anda. Mengambil waktu untuk menjauhkan hal semacam ini dari kehidupan kita, benar-benar merepotkan. Sebab sudah dijauhkan satu, muncul dua. Sudah dijauhkan dua, muncul tiga dan seterusnya.

Sifat dualisme suatu info, sebenarnya bisa diukur atau dibandingkan dengan standar kekristenan yang kita yakini. Apalagi yang kita percayai dengan teguh hati selain daripada dua dasar kebenaran hakiki, yaitu kasihilah Tuhan seutuhnya dan kasihilah sesama manusia seadil-adilnya. Saat terpapar dengan pesan-pesan asing yang datangnya dari luar, sumber tak dikenal: bandingkan saja itu dengan standar kehidupan kristen. Jika itu sesuai standar, terimalah tetapi jika tidak, katakan, ”tunggu dullu, saya ingin mempertimbangkannya baik-baik.” Sayangnya, kedua hal ini mungkin saja campur aduk dalam satu info yang kita terima. Misalnya saja seperti dalam film/ sinetron/ cerita lainnya: pasti ada kekuatan positif dan negatifnya. Bijaklah mengidentifikasi: yang mana karakter yang benar dan mana pula karakter yang salah. Bahkan dalam pribadi satu tokoh pun: tidak semua yang dilakukannya benar dan tidak semua salah. Jadilah penikmat seni yang kritis dan selektif agar mampu mengidentifikasi makna positif dibalik sebuah kisah.

Kesimpulan

Tidak ada informasi yang murni benar adanya bahkan dalam Kitab Suci sekali pun, ada sisi jahat dan ada sisi baiknya yang saling dibandingkan satu sama lain. Milikilah standarnya agar bisa mengukur kelayakan data-data yang anda terima. Kenalilah itu, seleksi dengan rapih dan ambillah yang baiknya sedangkan bagian yang buruknya dilupakan saja.

Dualisme atau informasi campuran adalah suatu kenyataan hidup yang tidak mungkin kita tolak sama sekali. Sebab di satu sisi suatu info itu penting adanya, hanya saja di sisi lain memiliki pengaruh negatif. Tetapi jangan kuatirkan soal pengaruh negatif yang dapat dibawa oleh informasi. Dampak negatif ini tidak akan penetrasi ke dalam kehidupan kita asalkan kita tetap fokus kepada hal-hal positif. Bahkan sebagus dan seistimewa apapun data-data tersebut disajikan: tidak akan diingat oleh otak karena kita sibuk memuji-muji Tuhan di dalam hati masing-masing. Dualisme pesan-pesan yang kita terima dari luar tidak akan mampu menggiring kita menjadi orang yang salah-jahat karena Tuhanlah penjaga hati sejati. Dialah yang menjaga kehidupan kita khususnya pikiran kita agar tidak diseret oleh berbagai hal yang menyesatkan jiwa.

Salam, Pesan yang kita terima
ada baik-buruknya.
Cara terbaik agar tidak mudah
terpengaruh buruknya
dengan konsisten fokus
kepada Tuhan dan
selalu mengasihi sesama.
Bila ada info yang
menentang keduanya,
abaikan dan lupakan info itu!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.