Mengendalikan Iri Hati Dalam Kehidupan Dan Saat Bermain Game

Mengendalikan Iri Hati Dalam Kehidupan Dan Saat Bermain Game

Kedengkian itu seperti momok yang tidak pernah mati. Sekali pun pada suatu waktu kita merasa sangat yakin telah terbebas dengannya, ada waktu tak terduga dimana kita kembali merasakannya: mengguncang pikiran yang rapuh. Bila kita tidak mampu mengendalikan keadaan ini, kemungkinan besar hati malah di dorong dalam berbagai-bagai spekulasi tanpa arah yang hanya akan menimbulkan kegelisahan. Kemudian akan diikuti dengan sikap baik yang mulai oleng, menyimpang ke kanan atau kiri. Setiap keadaan tersebut menunjukkan bahwa kurang aktivitas positif justru lebih banyak mengembangkan/ memajukan berbagai-bagai potensi negatif

Adalah baik bagi tiap-tiap orang agar mulai belajar mengendalikan diri, mengatur kedengkian hati. Bagaimana cara anda mengatur diri sendiri saat hal buruk itu bermunculan secara tiba-tiba dari relung hati sendiri? Tidak mungkin juga kita katakan sama kawan, “tolong panas-panasi aku agar dengki bangkit berdiri.” Akan tetapi, tahukah anda bahwa di sekitar tempat kita berada ada beberapa potensi yang sangat cocok untuk memanas-manasi dengki di hati sehingga sedapat-dapatnya, kita bisa mulai belajar mengendalikannya saat kedengkian itu terpancing mencuat keluar dari lubang hati. Di antaranya adalah televisi, radio, komputer dan yang tercanggih di atas semua itu adalah smartphone.

Mengapa kami berkata, “iri hati lebih banyak kita temukan dalam dunia game dan sedikit saja di dunia nyata? Sebab di dunia nyata tidak ada sesuatu yang terlalu besar untuk diunggulkan seseorang kepada yang lain. Terlebih ketika semua masyarakat setuju dengan kehidupan ala sosialis yang mendukung kesetaraan manusia. Sekalipun sistem belum mendukung prinsip hidup sosialis, setidak-tidaknya falsafah sosial tentang hidup sederhana apa adanya telah meminimalisir gejolak di antara rakyat banyak. Akan tetapi, saat kita memasuki dunia game, perbedaan itu sangatlah kentara, baik antar permain, terlebih lagi antara musuh dan pengguna. Berbagai fitur yang berbeda dan kadang tidak adil inilah yang membuat rasa dengki semakin berkobar dari waktu ke waktu.

Sisi adil dan tidak adil dalam permainan berteknologi tinggi

Harap dipahami bahwa ketidakadilan game terjadi antara pengguna dan robot. Karena adanya ketidakadilan dan kejahatan maka kita menyerang oknum lawan yang adalah robot (kode rumit aktif sendiri). Namun di sisi lain, harap diketahui bahwa masih terdapat keadilan antar pengguna (user) . Biasanya setiap user menghadapi pengaturan, kekuatan dan keanekaragaman musuh yang sama. Jadi, tidak ada permainan yang benar-benar tidak adil melainkan masing-masing permainan memiliki aspek keadilannya sendiri. Lagi pula siapa yang peduli dengan hal-hal semacam itu, yang terpenting bagi pengguna adalah permainan tersebut asyiknya sesuai selera.

Ciri khas dengki yang negatif

Iri hati yang jahat adalah kesal bercampur muak yang tidak terungkapkan dan tidak terkatakan namun berasa meraung-raung di dalam dada. Pendengki yang buruk hanya bisa menahan kedengkian sebatas dalam hati di awal-awal saja. Namun, lama kelamaan rasa dengki tersebut nyata juga lewat sikap yang diekspresikan sehari-hari. Kekuatan negatif ini mungkin bisa kita sembunyikan selama beberapa waktu. Akan tetapi, bila hal tersebut tidak segera dinetralkan dan diredam menurut pandangan-pandangan positif maka akan terus-menerus muncul di dalam pikiran kita. Jika kita sudah punya jawaban yang bagus untuk menekan hal-hal negatif tersebut, niscaya kedepannya akan lebih sedikit munculldya dari dalam pikiran.

Cara mengendalikan iri hati yang merusak kehidupan sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar

Tahukah anda bahwa sebenarnya esensi iri hati berawal dari sebuah ide dengan sudut pandang tertentu yang tiba-tiba muncul di dalam pikiran masing-masing orang? Sampai di sini, bila anda bisa meredam ide-ide yang nyentrik tersebut, maka tidak akan membawa dampak bagi pikiran dan sikap sehari-hari. Akan tetapi, jika pandangan nyentrik tersebut terus menghasilkan berbagai spekulasi yang berakhir buruk bahkan kadang pembahasannya tidak ada habisnya. Seandainya, kita mampu ikhlas menerima kenyataan dan menanggapinya dengan rendah hati. Pasti tidak akan berdampak bagi hari-hari yang dijalani. Oleh karena itu, berikut beberapa cara agar anda dapat melepas-ikhlaskan kedengkian dari dalam hati.

  1. Fokus memuliakan Tuhan.

    Aktivitas ini seperti kepala dari semua hal=hal positif yang kita lakukan dari waktu ke waktu. Tuhanlah yang menunjukkan jalan terbaik untuk ditempuh dalam segala kesesakan yang kita temui. Hanya saja, adakah kita mau menunggu sampai itu diinspirasikan kepada kita? Saat pikiran kita berubah aneh bahkan sekalipun yang di dalam otak ini mulai jorok-jorok hampir gila: Tuhan bisa memurnikannya kembali. Hanya saja masalahnya adalah apakah kita sudah bertekun di dalam firman-Nya?

  2. Tidak perlu bertanya tentang: “mengapa pemikiran ekstrim tersebut bisa muncul dalam pikiran anda?”

    Pertanyaan semacam ini jelas tidak perlu di jawab. Sebab rasa dengki merupakan sifat bawaan dari tiap-tiap manusia. Satu-satunya cara membunuh iri hati yaitu saat kita menghembuskan nafas terakhir di bumi ini. Artinya, selama kita hidup oleh daging maka selama itu pulalah kita terus-menerus dibayang-bayangi oleh perbuatan daging.

  3. “Dia berhak mendapatkannya” atau “dia pantas untuk itu” dan bisa juga “ia layak untuk memilikinya.”

    Saat kita iri dengan kepunyaan teman yang nyatanya lebih bernilai dari yang kita miliki: pastilah terkadang dengki itu mencuat di saat kita belum memiliki persiapan atau jawaban walau tak terdengar oleh orang lain.

  4. “Itu sudah seharusnya terjadi” atau “itu sudah sewajarnya.”

    Inilah salah satu bentuk sugesti terkuat dari rasa ikhlas. Anda dap;at memperkatakannya tatkala dengki terhadap seseorang menggiring kita untuk mempersoalkan aspek tertentu dalam kehidupannya. Sehingga pemikiran penuh prasangka pun lenyap dan diakhiri dengan rasa percaya bahwa orang tersebut bisa melakukan yang lebih baik.

  5. “Itu cobaan hidup, jangan biarkan dirimu terpancing olehnya.”

    Saat kita menyadari bahwa memang ada orang-orang tertentu yang mempersiapkan dirinya untuk membuat kita mendengki atau oda orang tertentu yang sengaja dipersiapkan pihak lain untuk membangkitkan kedengkian dalam hati anda. Ketika anda menyaksikan secara langsung aksi mereka dan menyadari licinnya konspirasi yang berkembang. Langsung katakan kepada dirimu: “berhati-hatilah sebab hal-hal itu sengaja dilakukan agar kita terjerat oleh dengki yang tidak logis.”

  6. Merendahkan diri – rendah hati.

    Kita mabuk oleh keinginan sendiri sehingga hal-hal tersebut membuat kita terlena dalam kesombongan. Padahal mereka yang memelihara sifat angkuh memiliki rasa dengki yang setara. Artinya, semangat yang didasarkan atas kesombongan akan mudah mendengki terhadap orang lain. Jika sisi angkuh dalam diri kita berkembang maka sisi dengki akan otomatis ikut berkembang. Oleh karena itu, berhenti mencari kesenangan dengan menyombongkan diri sebab aktivitas tersebut otomatis memicu peningkatan intensitas mendengki di setiap langkah kaki yang dilalui.

    Lebih banyaklah merendahkan diri, menyadari bahwa kita hanyalah manusia berdosa yang penuh cela. Tidak selayaknya di hadapan Allah. Hanya orang naif yang kerap teledor melanggar aturan. Bahkan kita ini hanyalah manusia sampah saja karena semua yang kita lakukan berujung sia-sia belaka.

  7. Pada akhirnya menjadi terbiasa.

    Belum pernah kalah saat memainkan game bisa membuat anda dongkol ketika kekalahan itu datang. Mungkin beberapa di antaranya akan menyusun ulang strategi bahkan sampai membeli item-item harta untuk mengatasi kekuatirannya. Akan tetapi, saat anda belajar menerima kekalahan dalam game apa adanya, lama-kelamaan kekalahan itu tidak lagi membuat kita sakit hati.

    Jika anda masih seorang pemula dilingkungan yang penuh dengan perbedaan, mudah sekali rasa dengki itu mencuat dari dalam hati. Namun orang yang berusaha sebaik mungkin untuk menetralkan setiap pikiran buruk tersebut suatu saat akan menemukan jalan terbaik yang mendamaikan hati.

    Sadarilah bahwa manusia pada dasarnya makhluk yang fleksibel asalkan hidup dalam keikhlasan. Sikap yang sudah kita adaptasikan bila dipertahankan dalam waktu lama akan menjadi kebiasaan. Sikap-sikap ini tidak lagi butuh dimotivasi agar selalu dilakukan. Melainkan saat sesuatu sudah dibiasakan maka sikap tersebut akan meluap begitu saja (otomatis).

    Sama halnya ketika kita telah terbiasa berhubungan dengan orang-orang yang berbeda dalam masyarakat. Kita tidak lagi fokus pada perbedaan yang menimbulkan dengki melainkan mengabaikan hal-hal tersebut. Namun tetap tidak pernah abai terhadap orang-orang yang ada di sekitar sekalipun mereka kerap mengabaikan keramahan kita.

Kesimpulan

Kedengkian sangat mencolok saat seorang yang sombong dikalahkan oleh player lain. Lantas si sombong tersebut bertanya-tanya dalam dirinya, “ada apa ini? Bagaimana ini bisa terjadi? Mungkinkah ini karena dia menggunakan hero/ kapal premium? Mungkinkah ini karena level saya yang masih jauh di bawahnya? Saya harus membeli ini dan itu agar bisa menang!” Wajar saja aneka pemikiran dan pertanyaan semacam ini muncul karena otak penuh idealis. Jadinya, rasa dengki dalam permainan membuat player gemar membeli berbagai item yang dijual di dalamnya. Sedang dampak lainnya dari rasa iri yang tidak bisa diatasi adalah berhenti memainkan game tersebut selama beberapa waktu bahkan tidak jarang langsung dihapus saja.

Kita tidak bisa sepenuhnya mengatur alam bawah sadar pikiran yang kadang tiba-tiba mengekspose hal-hal unik di sekitar kita. Munculnya pemikiran eksentrik tersebut membuat kita terkadang kurang tepat saat menanggapinya. Melawan pemikiran yang tiba-tiba tersebut malah membuat hati semakin tidak tenang saja. Namun mengabaikannya juga tidak bisa dilakukan terus-menerus sebab ide-ide tersebut terus mengiang di dalam kepala ini. Oleh karena itu, cara terbaik untuk mencegah sikap yang menyimpang dimulai dari kemampuan menjawab berbagai spekulasi dalam pikiran sambil menetralisirnya dengan penuh ikhlas dan rendah hati.  Biasakanlah hidup dalam fokus yang senantiasa memuliakan Sang Pencipta dan isilah hari-hari dengan aktivitas positif lainnya. Niscaya hidup dalam kebiasaan baik, bebas iri hati akan menjadi milikmu selamanya.

Salam, Buat kedengkian makin jauh,
dengan manajemen pola pikir
yang ikhlas dan rendah hati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.