Mengendalikan Iri Hati Dengan Menonton Televisi Atau Perangkat Multimedia Lainnya

Mengendalikan Iri Hati Dengan Menonton Televisi Atau Perangkat Multimedia Lainnya

Hidup ini penuh dengan tantangan. Apa lagi tantangan saat menjalin hubungan dengan sesama, pasti ada banyak rupa-rupanya. Kerap kali rasa dengki yang membuat dongkol mencokol di dalam dada. Membuat kita menjadi tidak senang melihat orang lain. Kesusahan bertambah-tambah saat kita menyaksikan orang lain berhasil meraih ini-itu. Pahitnya hati semakin menukik karena orang yang berusaha kita jatuhkan tidak kunjung terkulai, apalagi tergelatak. Kita semakin sewot bertengkar sana-sini saat rencana jahat yang sudah di susun rapi rapat-rapat malah berlalu tanpa memberikan hasil apa-apa. Kedengkian itu hanya membuat hati semakin pilu karena Tuhan menolak tujuan-tujuan kita yang bengkok sesat.

Sadarilah bahwa kejahatan tidak pernah membuahkan kebaikan. Kita jelas-jelas bersalah saat menginginkan orang lain melakukan dosa! Bagaimana mungkin kita tidak menentang Tuhan jika rencana kita tidak sesuai dengan firman-Nya? Kata-kata-Nya jelas tanpa arti yang tersembunyi, yakni “kasihilah Tuhan Allahmu sepenuhnya dan kasihilah sesamamu seperti diri sendiri.” Tanpa kasih yang utuh kepada Tuhan dan kasih yang adil kepada sesama, hari-hari kita hanya dirong-rong oleh dengki yang berkepanjangan. Sifat buruk ini memang dirasakan oleh diri sendiri dan hampir tidak disadari oleh orang lain di luar sana. Terkecuali bila kita mengekspresikannya lewat sikap yang kurang senang menyaksikan keberhasilan orang lain.

Repot juga jadinya kalau dikit-dikit sakit hati melihat orang lebih baik dari diri sendiri. Ini sebenarnya bisa terjadi karena kita belum terbiasa melihat/ mendengar/ menonton yang hebat-hebat. Tidak menyangka bahwa di sekeliling kita pun ada orang yang talentanya luar biasa. Begitu keberadaan mereka cukup mencolok ditangkap oleh panca indra, mulailah rasa dengki mengembang menuju ke hal-hal jahat di dalam pikiran sendiri. Adakah aturan mengatakan bahwa “siapa yang melakukan kejahatan akan menuai kebaikan?” Atau adakah yang berpikir bahwa “orang yang menabur yang jahat akan menuai yang baik?” Jelas saja tidak ada gema kehidupan yang seperti itu. Melainkan yang benarnya adalah “mereka yang bersikap baik akan mendapatkan kebaikan berlipat ganda cepat ataupun lambat. Sebaliknya, orang yang sikapnya jahat akan dijahatin berlipat ganda cepat ataupun lambat!”

Redakanlah rasa dengki dengan lebih banyak melihat, mendengar dan menyaksikan hal-hal yang luar biasa dalam dunia entertainmen. Saat infotainmen mempertontonkan kehidupan glamour para artis: belajarlah menerimanya apa adanya. Saat film dan sinetron mempertontonkan kehidupan nyaman serba mewah: belajarlah mengaguminya sambil berkata wow…. Semakin banyak memuji kehidupan mereka yang luar biasa, semakin terbuka hati menerima keunggulan mereka. Pribadi yang sudah terbiasa menyaksikan dan menerima apa adanya kelebihan sesama akan ditekan rasa dengkinya serendah-rendahnya. Mungkin saja iri itu masih sempat terngiang di dalam hati tetapi tidak sampai menciptakan prasangka/ pikiran negatif sebab kita sibuk mengagumi dan memuji kesuksesan kawan.

Cara lainnya untuk menghilangkan iri hati adalah dengan membuat diri sendiri sibuk melakukan hal-hal positif. Daripada hati terus mendengki, lebih baik berdoa, baca firman dan memuji-muji Tuhan sepanjang waktu. Saat anda menyadari bahwa hati sedang mengiri kepada seseorang, lebih baik sibukkan diri untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas rumah. Begitu kita sadar bahwa pikiran sedang mendengki menyaksikan hal-hal baru yang istimewa dari kawan, sebaiknya sibukkan diri dengan menyelesaikan pekerjaan yang perlu dipertanggung-jawabkan. Aktivitas yang bagus menghabiskan energi otak sehingga tidak ada lagi pikiran-pikiran negatif yang bercabang-cabang sebab kita selalu fokus.

Selain televisi ada banyak peralatan multimedia yang bisa kita manfaatkan untuk menyaksikan gemerlapan duniawi. Bagi yang ada di desa, tonton lewat kotak ajaib berbagai tempat eksotis yang terdapat di sekitar perkotaan. Untuk yang ada di kota kecil, silahkan nonton di smartphone berbagai atraksi seru yang dilakukan oleh orang-orang di metropolitan. Kita pun orang-orang Indonesia bisa menonton megah-meriahnya  di luar negeri menggunakan gadget atau laptop atau komputer biasa (PC). Tontonan kita membuat mata hati terbuka dan tersadar bahwa di luar sana masih ada dunia yang lebih besar dan lebih baik dari yang kita punya di sini. Jadi, untuk apa menyombongkan atas apa yang kita miliki? Sadarilah semakin besar keangkuhan, makin besar pula iri hati ini.

Kesimpulan

Kita hanyalah manusia biasa yang kadang tak berdaya menghadapi diri sendiri, terlebih ketika kemampuan mengendalikan diri rendah dan situasi pelik menghantam dari berbagai arah. Sekali pun hati penuh dengan rasa iri, tetap berupayalah untuk menekan kapasitasnya. Teknologi merupakan salah satu sarana kita untuk belajar mengendalikan rasa dengki. Segala bentuk kekaguman bila disambut dengan “hati terbuka sambil menyampaikan selamat,” niscaya kedengkian akan menjadi kenangan yang tidak lagi membuat pikiran negatif sempit. Anda pun dapat mengabaikan sifat mendengki dengan menyibukkan diri pada aktivitas positif (fokus kepada Tuhan, mengasihi sesama, bekerja dan belajar). Berusahalah untuk hidup dengan rendah hati sebab orang yang sombong cenderung sangat mencolok rasa dengkinya terhadap siapa pun.

Salam, Manfaatkan televisi dan gadget
menekan kedengkian
agar hidup penuh ketenangan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.