7 Sumber Dan Komposisi Debu

Sumber Dan Komposisi Debu

Ada tamu yang datang tak diundang dan perginya dipaksa-paksa yang berseliweran di sekitar kita. Tidak ada yang menyadarinya ketika mereka datang secara diam-diam. Lalu beberapa orang dari rumah akan mengusir mereka dengan seribu jari-jari halus. Barulah saat mereka terkumpulkan dimana jumlahnya bisa mencapai ribuan bahkan jutaan: tampaklah debu-debu halus tersebut. Siapa yang tidak pernah melihatnya berarti tidak pernah membersihkan rumah bahkan kamarnya sekalipun: simanja dari mana ini? Sepertinya sudah tidak ada lagi orang yang semacam itu, sebab masing-masing mau menyibukkan dirinya dengan berbagai aktivitas. Sebab aktivitaslah yang membuat hari-hari kita terasa hidup.

Lantas, kembali ke topik yang sedang kita bahas, “benarkah debu tidak ada asal-muasalnya?” atau “darimanakah mereka terbentuk?” Sepertinya secara umum debu bisa dikatakan adalah materi terkecil yang merupakan serpihan dari materi besar. Kekuatannya tak terdeteksi oleh siapa pun sehingga tak dianggap sama sekali. Mungkin saja setiap dari kita selalu terkena lemparan debu sebanyak ribuan kali bahkan jutaan kali, terlebih bagi mereka yang beraktivitas di ruang terbuka. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang merasakan sakit akibat hempasan tersebut terkecuali mata yang selalu mengeluarkan kotoran dalam waktu-waktu tertentu. Bahkan ketika serpihan-serpihan kecil ini terlalu banyak, seluruh badan kita tidak merasakan apa-apa kecuali mata yang mulai merah dan terasa sakit.

Pengertian

Sebesar apakah sesuatu dikatakan sebagai debu? Berapakah rata-rata ukurannya? Menurut kami, materi tersebut adalah partikel yang berukuran sangat kecil yang dapat dibawa terbang oleh angin sepoi-sepoi. Jadi, besar atau kecilnya belum kami tentukan dengan pasti, itu milik orang matematika statistik. Akan tetapi, ciri utama darinya adalah dapat diterbangkan oleh , Biasanya butiran semacam ini 900, 1800 dan 3600). Ada juga yang dimaksud dengan debu kasar, yaitu butiran-butiran halus di atas lantai yang bentuknya dapat dilihat oleh mata telanjang. Dan jenis yang terakhir ini tidak dapat dibawa terbang oleh angin sepoi-sepoi.

Komposisi debu

Debu hampir kita temui dalam berbagai-bagai tempat seumur hidup. Mungkin yang tidak akan melihat debu yaitu mereka yang diam dalam ruangan tertutup ber AC. Sekalipun demikian tanpa disadarinya, terdapat serpihan dari epidermis kulit yang mati di sekitarnya. Berikut ini akan kami uraikan dengan seadanya saja berbagai potensi serpihan halus dan kasar yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Kami tidak akan memaparkan angka-angka yang berkaitan tentang jumlah pasti melainkan hanya berupa perkiraan berdasarkan pengalaman sehari-hari.

  1. Asap kendaraan bermotor (baik roda dua, tiga, empat dan seterusnya).

    Tahukah anda bahwa kendaraan bermotor yang menggunakan energi minyak bumi (bensin, solar, gas, pertamax) merupakan sumber karbon bebas di udara? Mungkin dalam keadaan biasa, kita tidak dapat mengamati berbagai hasil karbon yang dilepaskan oleh kendaraan. Namun saat mesin meletup, keluar asap mengepul, itulah awal mulanya. Jadi kepulan karbon yang berterbangan di udara akan saling berkumpul membentuk satu substansi karbon. Penggumpalan serpihan ini tidak kita ketahui sampai berapa ukurannya. Yang terpenting di sini adalah setiap kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil pasti menghasilkan karbon yang dapat menggumpal menjadi debu alias polutan.

  2. Asap pabrik (industri).

    Industri rumahan, industri keluarga sampai industri besar sangat aktif dalam hal bakar-membakar. Dimana ada pembakaran, di sanalah terdapat sumber-sumber karbon yang bisa menggumpal menjadi debu. Kekuatan industri menghasilkan polutan berbanding lurus dengan banyaknya produk yang dihasilkannya. Terkecuali jika industri tersebut menggunakan sistem penyaringan lautan pada setiap cerobong asap yang dihasilkannya.

  3. Serpihan epidermis kulit manusia.

    Ada banyak peneliti yang meyakini bahwa epidermis kulit bagian luar merontok dan tergantikan setiap saat. Bagi mereka yang berada di ruangan tertutup dilengkapi pendingin udara, serpihan dari kulit inilah yang mendominasi hari-harinya. Tentulah serpihan ini sifatnya organik dan tidak berbahaya bagi manusia itu sendiri.

  4. Serpihan epidermis kulit hewan.

    Bukan hanya manusia saja yang memilik kulit yang selalu tergantikan. Tanpa kita sadari, hewan di sekitar pun memiliki kulit yang senantiasa berguguran. Hanya saja, mungkin kebanyakan dari kita tidak menyadari ada hewan di sekitar kita. Hewan peliharaan saja yang dapat kita kenali tetapi sesungguhnya ada pula kulit dari kadal (cicak) dan serangga (nyamuk, lalat, kecoak, laba-laba, rayap dan berbagai jenis serangga lainnya).

  5. Serpihan tanah terbuka.

    Ciri utama dari tanah lapang yang terbuka adalah sinar matahari langsung sampai ke atasnya, tidak ada pohon yang menghambat panas. Ini membuat tanah-tanah tersebut menjadi kering sehingga bagian atasnya akan terkelupas secara perlahan dan berterbangan lewat gesekan antar permukaan.

    Abu dari tanah tidak akan terbang jauh ke atas atmosfer. Serbuk halus tanah berterbangan ke udara, paling tinggi saat terjadi badai gurun pasir atau angin puting beliung. Lebih dari itu, terbang terangkatnya tidak akan jauh lalu segera juga jatuh ke atas tanah itu sendiri.

  6. Serpihan bahan bangunan.

    Aktivitas pembangunan menghasilkan banyak serpihan. Ada serpihan dari kayu (serbuk gergaji), beton (semen, pasir, pemecah batu), besi (serbuk baja) dan lain sebagainya. Hampir semua bahan-bahan tersebut bisa terbawa secara tidak sengaja oleh angin sepoi-sepoi. Saat di sisi sebelah rumah kita ada tetangga yang lagi membangun, pasti banyak debu yang hinggap di halam kita. Jadi, maklumi saja toh itu tidak berlangsung selama bertahun-tahun…

  7. Pembakaran berbagai jenis sampah.

    Jelas sekali karbon yang terbakar bersama sampah yang kita bakar. Asap yang terangkat ke atas memiliki warna yang berbeda-beda. Ada yang agak putih (pembakaran bahan organik), ada yang putih kekuningan, ada yang abu-abu dan ada pula yang hitam pekat (kandungan karbon tinggi). Awalnya semua asap yang bewarna gelap ini akan mengepul ke udara karena perbedaan suhu dan tekanan di dalam perapian. Namun lama-kelamaan, karbon tersebut akan mengumpul, menggumpal sampai ukuran tertentu lalu kembali ke permukaan tanah. Satu-satunya yang membuat polutan ini terus berada di udara adalah angin dan kepadatan aktivitas di permukaan.

Kesimpulan

Komposisi debu di tempat kita sangat dipengaruhi “dimana kita berada?” Semakin dekat tempat kita di wilayah dengan aktivitas pembakaran tinggi (jalan raya, daerah industri dan tempat pembakaran sampah), maka semakin banyak debu yang berterbarang di udara, terkecuali jika kita mengisolasi rumah dari wilayah luar dengan menggunakan AC.

Debu yang berterbangan di udara, kebanyakan berasal dari karbon yang dihasilkan oleh ribuan (kota kecil) bahkan sampai jutaan (kota besar/ metropolitan) mesin fosil yang dioperasikan manusia hari demi hari. Partikel karbon akan mengumpul dan menggumpal sehingga menjadi abu yang mudah sekali berterbangan ke sana – ke mari, kemana angin membawanya. Inilah polutan yang bila terus bertambah banyak akan mendorong bumi ke arah pemanasan global dan cuaca ekstrim. Biasanya, secara alami lingkungan akan menetralkan karbon yang berterbangan ini lewat aktivitas fotosintesis (tumbuhan), lewat turunnya hujan, gulungan gelombang laut, badai dan tornado (puting beliung). Jika  badai dan tornado turun tangan menekan jumlah karbon di udara, itu artinya kita perlu mengoreksi kembali sistem pembuangan mesin-mesin tersebut, sudah ramah lingkungan atau belum?

Salam, Polutan adalah debu karbon
Semakin banyak mesin fosil
semakin tinggi polusi.
Kurangilah penggunaan mesin fosil
agar bumi bebas dari bencana
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.