Penyusup Yang Mengadu Domba Anda Dengan Orang Terdekat

Penyusup Yang Mengadu Domba Anda Dengan Orang Terdekat Keluarga

Dunia ini dipenuhi dengan manusia dengan berbagai-bagai motivasi. Pekerjaan mereka bisa berbeda-beda satu sama lain, akan tetapi  tujuannya tidak jauh-jauh dari apa yang selama ini dipikirkannya. Kemana dia mengarahkan pikirannya selama 24 jam dalam sehari? Arah pikiran yang biasanya memimpin seseorang dalam kebaikan atau keburukan identik dengan fokus kehidupan yang ditempuh. Orang yang sudah terbiasa fokus pada hal yang buruk akan selalu saja berlaku tidak senonoh, terutama di tempat-tempat tersembunyi. Namun mereka yang terbiasa fokus pada hal-hal positif akan memberi respon yang baik sekalipun sekalipun terkadang keburukan datang menghimpit kehidupannya. Ini biasanya terjadi dalam diri satu-satu orang dan bisa pula terjadi dalam kehidupan sekelompok orang.

Mustahil kita mengatakan hidup ini baik sebab bila ditelisik sungguh-sungguh maka akan ditemukan berbagai fakta menyakitkan di dalamnya. Tidak mungkin juga kita selalu mengatakan bahwa hidup ini buruk sebab bila ditelisik sungguh-sungguh maka akan ditemukan berbagai fakta yang menyenangkan di dalamnya. Jika anda menyadari dua fakta yang saling bertentangan ini, maka akan mengakui bahwa tidak ada hal yang dapat dibanggakan seumur hidup kita. Demikian juga halnya bagi mereka yang memiliki kelemahan/ kekurangan, tidak perlu menyesali diri atau menyalahkan orang lain. Sebab di balik kekurangan/ penyakit kita, ternyata ada hal-hal baik lainnya yang bisa kita nikmati selama bertahan hidup di bawah matahari.

Di balik semua suka-duka yang datang bergonta-ganti tanpa dapat diprediksi kapan, dimana dan seperti apa itu? Kita perlu menelisik lebih dalam tentang segala hal yang kita alami hari demi hari. Bukan untuk mencari-cari masalah, melainkan sekedar upaya menggali potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kecintaan yang utuh terhadap Yang Maha Kuasa dan kasih yang adil terhadap sesama. Bagi saudara-saudari semuanya, harap tidak memanfaatkan segala bakat yang dimiliki untuk meretakkan apalagi sampai menggagalkan dua tujuan utama tersebut. Sebab tanpa tujuan-tujuan itu, kita tidak bisa menjadi manusia seutuhnya. Sebab tanpa Tuhan, kita cenderung mendewakan diri sendiri. Sedang tanpa kasih kepada sesama, kita hanyalah makhluk yang “kuat badan tapi mental lemah” (manja) dan tidak mampu berkembang.

Salah satu keadaan yang menunjukkan bahwa kita adalah makhluk bermental lemah (pikiran belum berkembang) karena terlalu dangkal menerjemahkan keadaan. Kita perlu memahami situasi yang dihadapi dari sudut pandang Alkitab agar mampu menyikapi segala sesuatu dengan baik. Sama halnya saat hubungan kita dengan sesama terancam bubar karena sekelumit masalah yang merintangi. Kiranya kita tidak menjadikan soal-soal yang dihadapi hari-hari terakhir ini sebagai alasan untuk memisahkan kita dari Tuhan dan memisahkan kita dari manusia lainnya. Seburuk-buruknya hubungan kita dengan sesama, selalu sadari bahwa ada pelajaran hidup dari keadaan yang kurang menyenangkan itu dan memungkinkan kita untuk berkembang.

Sama halnya ketika kita menghadapi masalah di dalam keluarga sendiri. Jangan sampai hal-hal tersebut menghancurkan hubungan baik yang telah kita bina selama bertahun-tahun bahkan mungkin telah terjalin sejak puluhan tahun yang lalu. Perhatikan baik-baik bahwa “ada soal-soal tertentu yang bagusnya kita abaikan sedangkan masalah lain harus ditangani secara serius.” Ketahuilah bahwa konflik kecil yang terjadi pasti bisa diabaikan dengan catatan hindari mengabaikan orangnya. Justru kalau kita mengacuhkan seseorang akan memunculkan masalah baru yang penyelesaiannya lebih rumit. Mustahil juga sama sekali diam padahal ada kerabat dekat yang berseliweran di sekitar. Biar bagaimana pun keadaannya, kita harus berbagi kebaikan yang dimulai dengan sikap yang ramah. Saat pulang pergi menyapa siapa saja, termasuk saat meminjam, mengambil dan mengonsumsi sesuatu.

Apabila pada kenyataannya kita terus-menerus dirundung masalah tanpa membuat masalah. Artinya, beberapa orang sedang berusaha cari-cari soal dengan anda. Sadarilah bahwa di saat-saat seperti ini, anda sedang berada dalam lingkaran ujian sosial. Ada sesuatu yang akan terjadi dalam kehidupan anda dan sebelum itu terjadi, perlu melalui tahapan pengujian untuk mengetahui bahwa anda layak untuk itu. Pada tahapan ini, banyak orang akan berusaha untuk melemahkan hatimu. Memilih metode picik agar sedapat-dapatnya anda merasa malu kemudian tertekan mental, mendadak panik dan gelisah. Kejiwaan seperti ini membuat kebanyakan manusia berperilaku menyimpang, jauh dari kebenaran. Oleh karena itu, berusahalah tetap benar di hadapan Allah dan manusia agar hati tetap tenang menjalani lika-liku cobaan hidup.

Selalu sadari bahwa iblis si pencoba yang dari mulanya telah mengacaukan kehidupan umat manusia adalah lawan utama anda. Dialah penyusup utama yang sedang berusaha mencari-cari kesalahan anda. Agar sedapat-dapatnya menemukan kesalahan yang bisa menjatuhkan anda, baik di hadapan sesama, terutama di hadapan Tuhan. Ada penyusup lain yang diutusnya untuk mengacaukan pikiran anda; maka yang diperlukan adalah jangan biarkan pikiranmu kacau. Ada hal-hal sepele yang berusaha dibesar-besarkannya untuk mendapat perhatian kita; maka yang perlu dilakukan adalah mengabaikan topik tersebut (tanpa mengabaikan orang yang menyebarkannya). Sedang penyusup lainnya yang dimotori si jahat adalah orang-orang yang berusaha membuat anda bertengkar/ berselisih dengan sesama manusia lainnya termasuk keluarga sendiri.

Harap perhatikan baik-baik, mereka yang diutus mencobai anda, memiliki tujuan-tujuan yang benar saat melakukannya. Misalnya semata-mata demi membentuk kita menjadi pribadi yang kuat-tabah menghadapi masalah dan mampu bersikap dewasa menjalani hidup. Ada penyusup yang menghantui kehidupan anda. Mereka berupaya membayang-bayangi langkah kaki ini dan berusaha juga mengacaukannya. Para penyusup ini bisa siapa saja, kebanyakan orang lain dan termasuk juga kaum keluarga sendiri. Pada saat-saat seperti ini, hindari upaya-upaya berlebihan untuk mengetahui “siapa yang melukai saya? atau “siapa yang menyakiti saya?” Sadarilah bahwa pencarian identitas semacam ini justru semakin menambah sakit hati dan kepala pusing.

Biasanya para penyusup bergerak aktif dan bebas saat kita lengah. Kecerobohan atau kekurang hati-hatian kita adalah kesempatan emas bagi si jahat untuk mengerjai kita agar sedapat-dapatnya menimbulkan kegelisahan, kekuatiran bahkan menjadi stres/ depresi. Oleh karena itu, jangan biarkan rencana jahatnya tereealisasi di dalam hidupmu. Apapun alasannya dan siapapun orang yang memicunya/ menyebabkannya: jangan berhenti melakukan kebaikan kepada sesama, apalagi orang-orang terdekat. Banyak-banyaklah melupakan kesalahan orang lain sebab memaafkan adalah kebaikan yang tersembunyi namun dampaknya kelihatan jelas dari sikap kita saat berinteraksi dengan sesama.

Masalah yang tidak kalah penting di dalam diri kita adalah “bagaimana caranya berbuat baik kepada orang yang jelas-jelas menyakiti kita?” Pahamilah bagus-bagus bahwa rasa sakit itu adalah bagian dari kehidupan. Sebab tidak ada orang yang tidak pernah mengalaminya dan ada manfaat dibalik ketidaksenangan tersebut. Hindari sikap yang terlalu tinggi hati kemudian anggap saja bahwa nasib buruk yang menimpa kita memang terjadi atas izin Tuhan. Ketahuilah bahwa Allah sendiri telah memaafkan kita karena sangat banyak kesalahan yang telah dilakukan sejak kecil sampai saat ini. Mengapa kemudian enggan memaafkan kesalahan sesama? Lupakanlah masa lalu pahit dengan membangun kebaikan hari ini, esok dan sampai kapanpun. Apabila kita konsisten melakukan hal-hal baik maka lama-kelamaan akan menjadi budaya yang indah seumur hidup.

Iblis bisa saja telah menghasut orang-orang terdekatmu tetapi mereka tidak akan menyakitimu berkali-kali. Mereka akan melakukannya sekali setelah itu ada orang lain yang melakukannya lagi lalu ada orang lainnya yang melakukannya lagi, demikian seterusnya. Sehingga persoalan hidupmu tampak bertubi-tubi.  Kuatkan hatimu kawan karena lawanmu banyak, jalani ujiannya dengan teguh syukur menanti inspirasi yang memberi kelegaan atas masalahmu.

Selalu sadari bahwa penyusup, si iblis tua itu berupaya untuk mengadu domba kita agar semakin menjauhi sesama, seolah mereka musuh brutal kita. Bahkan semakin lama, keadaan semakin buruk, orang-orang terdekatpun turut pula ambil bagian menyakiti anda. Dalam keadaan seperti ini, yang anda butuhkan adalah dorongan dari Sang Ilahi. Berpeganglah kepada-Nya maka kuatnya hati akan memampukan anda untuk bertahan. Sedang luka lama yang menyayat hati akan terlupakan bersama puji-pujian indah di dalam Tuhan. Hindari fokus kepada desakan hidup yang sedang berusaha melemahkan anda. Melainkan fokuslah kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian untuk kemuliaan nama-Nya. Serta fokuslah berbuat baik kepada sesama, entah itu melalui pekerjaan maupun pelajaran yang digeluti dari waktu ke waktu.

Salam, Iblis adalah raja ketua penyusup
yang berusaha mengacau-balaukan.
Sesama  hanyalah pion-pionnya.
Jadi, jangan memusuhi
apalagi melawan orang lain!
Tetapi doakanlah kebaikan musuhmu
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.