7 Penyebab Iri Hati – Dengki Dan Nafsu Adalah Sejalan

Penyebab Iri Hati – Dengki Dan Nafsu Adalah Sejalan

Manusia memiliki banyak hal dalam pikirannya yang kecil. Apakah itu baik atau buruk, semuanya ditentukan oleh fokus kehidupan masing-masing orang. Mereka yang fokusnya pada hal-hal duniawi akan DItawan tawan oleh keinginan materi. Hal-hal itulah yang kedepannya akan banyak menimbulkan masalah dalam hari demi hari yang dijalani. Padahal dalam hidup ini, kita tidak hanya mencari materi melainkan kita perlu juga yang namanya keselamatan bagi jiwa, pribadi lepas pribadi. Mereka yang bijak akan mengedepankan kebutuhan akan hal-hal rohani yang menenangkan hati. Sedang yang namanya materi, sebaiknya apa adanya saja, itulah yang digunakan.

Uang tidak perlu dipikirkan tetapi perlu diusahakan. Di sinilah banyak orang salah memahami hidupnya. Jika kita mau uang, mari bekerja dan usahakan apa yang menjadi potensimu. Saat pekerjaan sudah selesai, mengapa masih memikirkan hal-hal duniawi? Seharusnya apa yang dikerjakan dan diusahakan hari demi hari sudah menjadi jaminan akan terpenuhinya semua kebutuhan kita. Sebab tidak ada pekerja tulus yang kelaparan. Terkecuali bila anda masih belum merasa cukup, masih ingin yang lain dan masih mau yang lebih baik. Pada posisi inilah pikiran dalam sekejap menjadi amburadur. Kedengkian mulai menghasut kita untuk menginginkan hal-hal yang belum terjadi dan belum ada. Di saat-saat seperti inilah, hidup mudah sekali kacau, guncangan sedikit saja sudah bisa membuat kita resah dan gelisah.

Iri hati adalah masalah utama kita selama hidup di dunia ini. Biasanya disebabkan karena terlalu fokus pada apa yang kita inginkan, apa hal-hal duniawi yang kita nanti-nantikan? Hidup semakin amburadur tatkala kita enggan menerima kenyataan bahwa masih ada orang lain yang jauh lebih baik dari diri ini. Malah secara diam-diam memusuhi orang-orang ini dan itu hanya karena ada sedikit lebihnya. Hati kecil ini tidak mengakui faktanya bahwa ada yang lebih unggul. Akibatnya kedengkian dan dendam melebur menjadi amarah sehingga sikap kita menjadi tidak manusiawi kepada orang-orang tertentu. Pada akhirnya, secara perlahan-lahan kita menjauh dari jalan Tuhan dan kedekatan dengan sesama pun jadi retak-retak.

Faktor yang menyebab

Sifat buruk ini adalah momok yang sudah ada sejak zaman awal kehidupan umat manusia. Sampai sekarang pun hal-hal tersebut akan terus ada dan bisa menimbulkan masalah besar bila kita tidak mampu menanganinya sedini mungkin. Apa yang menimbulkan rasa dengki terhadap sesama? Itulah yang akan kita bahas dalam bagian ini. Mencari tahu sesuatu yang menjadi dasar hingga membentuk bagian demi bagian yang disebut sebagai iri hati. Berikut akan kami uraikan seadanya saja dan berharap semoga hal-hal tersebut nantinya mendekati kenyataan.

  1. Hasrat kesetaraan.

    Inilah yang menjadi salah satu penyebab, mengapa kita selalu mendengki tidak jelas. Di dalam diri kita bahkan di dalam lubuk hati yang paling dalam terdapat hasrat untuk saling menyamai. Tahukah anda bahwa tuntutan keadilan sosial berawal dari kedengkian? Itulah mengapa saat kita menuntut keadilan, pastikan pikiran tidak menuntutnya karena dengki. Kalau rasa dengki berkembang di dalam diri ini, maka penuntutan keadilan akan disertai dengan amarah, kekerasan dan berbagai perilaku buruk lainnya.

    Tiap-tiap orang tanpa terkecuali ingin menjadi sama seperti orang lain yang diidolakannya. Hasrat semacam ini jelas manusiawi dan tidak dapat ditolak oleh siapa pun. Hanya, dalam pelaksanaannya perlu lebih selektif agar tidak turut pula menirukan hal-hal yang salah.

  2. Belum memaafkan kesalahan seseorang.

    Pada momen tertentu, pemikiran semacam ini menjadi sangat ekstrim sehingga tanpa disadari telah menciptakan rasa dengki di dalam hati. Salah satu momen tersebut adalah saat berhadapan dengan mereka yang kita benci: mungkin belum dimaafkan karena kesalahan di masa lalu. Seolah luka lama yang tersisa mengungkit-ngungkit sesuatu tentang orang tersebut. Lalu sekonyong-konyong membandingkannya dengan diri sendiri. Keadaan ini jelas mengganggu konsentrasi kita, baik saat bekerja maupun belajar. Akibatnya tanggungjawab terbengkalau atau butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikannya.

  3. Terlalu banyak dan terlalu lama membanding-bandingkan agar hati senang tercengang.

    Siapa pun orangnya, pasti punya kebiasaan membanding-bandingkan sesuatu di dalam hatinya masing-masing. Sebab saat kita membanding-bandingkan, ada pelajaran positif yang bisa dikeruk dari pemikiran tersebut. Akan tetapi, terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk membanding-bandingkan sesuatu membuat tujuan positifnya melenceng. Sehingga berangsur-angsur terekstraklah pemikiran dan pemahaman yang salah dari suatu perbandingan yang sangat menonjolkan kedengkian. Daripada menghabiskan waktu memikirkan hal-hal negatif, lebih baik puji muliakan Tuhan di dalam hati agar sukacita penuh.

  4. Fokus pada keadaan yang menunjukkan perbedaan.

    Biar bagaimana pun kehidupan, tidak ada pernah ditemukan dua orang manusia yang memiliki segala sesuatu yang sama persih. Kembar siam pun hanya mirip fisiknya saja, sedang sifat-sifatnya pasti ada beberapa yang berlainan. Perbedaan bukan masalah saat hal tersebut tidak mengganggu kehidupan orang lain. Akan tetapi tampil beda yang merusak lingkungan dan merugikan orang lain, perlu ditiadakan. Misalnya saja tentang potensi kekayaan dan kekuasaan yang berlebihan: akan sangat merusak jika berada di tangan yang salah.

    Jadi, dalam kehidupan ini, perbedaan yang terlalu kuat perlu disetarakan karena dapat beresiko menimbulkan kekacauan, merugikan sesama, lingkungan dan juga sistem (organisasi). Sedang perbedaan lain-lain yang tidak berdampak negatif, sebaiknya dibiarkan saja. Jadi, berawas-awaslah untuk tidak iri pada perbedaan kecil yang beredar di sekitar kita. Soal yang besar-besar, mudah-mudahan para pemimpin negeri memperhatikan dan menyetarakannya.

  5. Fokus pada keinginan.

    Setiap manusia punya keinginan. Kamipun punya keinginan yang belum terwujud. Tetapi yang berbahaya adalah saat kita terus-menerus membahas-bahas keinginan tersebut dalam hati. Kebiasaan ini bisa saja menjadi pemicu awal karena secara tidak langsung membandingkan apa yang kita inginkan dengan yang diinginkan orang lain. Saat menyadari orang lain punya lebih, saat itulah kita menjadi sakit hati. Oleh karena itu, inginkan apa saja yang anda sukai tetapi jangan membahas-bahas hal tersebut. Lebih baik bernyanyi memuliakan Tuhan di dalam hati atau belajar atau bisa juga menyibukkan diri untuk bekerja.

  6. Membangkitkan kerja keras.

    Manusia pada umumnya iri terhadap masa depan sehingga hal itulah yang mendorongnya untuk bekerja keras. Di sisi lain, ada pula orang-orang tertentu yang dengki terhadap kesuksesan sesamanya sehingga itulah yang mendorongnya untuk lebih giat lagi bekerja. Pertanyaannya adalah “dimanakah posisi anda saat ini?” Berhentilah iri terhadap keberhasilan orang lain demi membangkitkan semangat perjuangan. Tetapi, irilah terhadap masa depan sendiri, suatu hal yang diimpikan. Karena kita menginginkan sorga dan rindu terhadap kepermaiannya, maka demikianlah kita terus bersemangat menjalani hari sekalipun rintangan berat menantang.

  7. Belum terbiasa – masih belum membudayakan hal-hal baik dalam hidupnya.

    Mereka yang sudah membudayakan hal-hal baik saat menghadapi situasi yang negatif, tidak akan ikut-ikutan menjadi buruk sikap. Mereka memiliki integritas yang sudah teruji dan tidak plin-plan. Sehingga sewaktu ada pengaruh buruk dari luar, hal tersebut tidak akan ditirunya. Orang yang konsisten benar, memiliki daya lenting sikap yang membuatnya terhindari dari tindakan mengkopi-pastekan sesuatu yang salah.

    Kedengkian bisa saja muncul tanpa terprediksi sebelumnya. Keadaan ini akan ditanggapi dengan respon cepat tanpa pikir panjang terlebih dahulu. Alam bawah sadar bekerja untuk meresponi situasi yang disimpulkan lewat kebiasaan kita selama ini. Budaya sikap konsisten yang kita bawa-bawa akhirnya menentukan apa respon terhadap sifat iri tersebut. Sayangnya, orang yang belum konsisten menempuh jalur yang benar akan meresponi hati yang mengiri dengan melampiaskan kata-kata negatif (misalnya sindiran) dan/ atau perilaku yang kasar.

Kesimpulan

Barang siapa memiliki hawa nafsu pasti memiliki dengki. Sebab keinginan selalu berhubungan rasa dengki. Bila diumpamakan maka jadinya seperti: “bila kita menginginkan sesuatu maka kita akan mudah iri ketika orang lain lebih dulu memilikinya.” Atau bisa juga seperti ini, “jika kita dengki terhadap seseorang berarti kita menginginkan sesuatu yang sudah duluan dimiliki orang tersebut.” Masalahnya sekarang adalah kemana hatimu tertuju selama ini?

Iri hati akan selalu ada, terkadang muncul tanpa kita sadari dan sempat membuyarkan konsentrasi. Orang yang suka plin-plan dalam hidupnya, mungkin akan mengarahkan gelombang dengki dari dalam lubuk hati, pada sikap yang negatif. Akan tetapi, mereka yang sudah terbiasa bersikap benar tak tergoyahkan dalam prinsip-prinsip yang benar, kemungkinan besar akan mengarahkan hati yang mendengki dalam sikap yang positif. Sebab segala ekspresi kita selama hidup di dunia ini, tergantung dari kecenderungan tiap-tiap orang. Orang yang cenderung berbuat negatif akan terus jahat sekalipun terpapar dengan hal-hal positif/ baik. Akan tetapi, mereka yang cenderung positif akan tetap baik sekalipun perilaku orang-orang di sekitarnya mulai memburuk. Jadi arahkanlah iri hatimu dalam sikap yang tepat guna, baik bagi Tuhan maupun bagi sesama.

Salam, Budaya menentukan respon,
Terbiasa melakukan hal baik
akan memberi respon positif
sekalipun yang terjadi buruk.
Terbiasa melakukan hal negatif
akan memberi respon yang buruk
sekalipun yang terjadi baik adanya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.