Antara Cinta Dan Benci

Antara Cinta Dan Benci

Seperti yang sudah-sudah, kami katakan lagi bahwa dunia ini penuh dengan dualisme. Kita tidak bisa menjamin hanya berada di satu sisi saja. Sebab dua-duanya adalah kehidupan kita, masing-masing ada manfaatnya. Keduanya saling berinteraksi sehingga terciptalah kepribadian yang kuat dari luar tetapi sangat lembut di dalam. Kalau anda adalah orang yang bijak hatinya, akan mampu mempu mengetahui: “kapan waktunya untuk mengasihi seseorang dan kapan pula waktunya untuk mengacuhkannya?” Sungguh, dua hal ini memang merupakan sikap yang saling berlawanan tetapi akan sangat dalam maknanya saat dilakukan pada momen yang tepat.kpenjahat

Tidak perlu terlalu mengagung-agungkan cinta. Sebab saat kita terlalu menyayangi seseorang tanpa sadar sudah memanjakan dirinya. Selalu peduli tentangnya sampai-sampai saat kemana-mana terus diawasi (overprotektif). Enggan menyuruhnya bekerja agar tidak lelah keringatan. Tidak suka melihatnya bermasalah, maunya membantu menghendel/ menanggung persoalannya. Selalu sabar (diam) menahan jahatnya, karena tidak mau membuatnya tersinggung. Bentuk-bentuk kasih semacam ini sifatnya sangat kurang bijaksana. Malah terkesan berlebihan dan merusak kepribadian orang itu sendiri secara perlahan-lahan.

Setiap orang punya rasa benci, tetapi tidak baik jika terus-menerus mengacuhkan seseorang. Acuhkan ejekan yang yang dilontarkan kepada anda tetapi tanggapilah orangnya dengan lemah lembut dan ramah. Jauhi orang-orang yang kurang baik lakunya tetapi jangan berhenti mendoakan kebaikannya. Berhati-hati terhadap orang yang memusuhimu namun berusahalah tetap baik di depan mereka. Jangan menyukai kebiasaan buruk namun perbincangkanlah itu dengan teman sebagai bahan cerita. Berusaha melupakan apa yang kita pernah lakukan tetapi berterimakasih kepada mereka  yang baik ke kita.

Sikap-sikap yang berlawanan semacam ini cukup eksentrik. Seolah-olah kita memegang madu di tangan kanan dan menggenggam racun di tangan kiri. Menggoyangkan keduanya dengan santai, melepaskan ketidaksukaan di saat yang tepat dan membagikan kesukaan hati saat waktunya telah tiba. Kemampuan mengembangkan kepekaan terhadap situasi yang tepat hanya bisa dipelajari dari pengalaman. Kita memahaminya dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan sendiri maupun dari kekhilafan yang dilakukan orang lain. Tidak mudah memang tetapi bukan mustahil. Asalkan kita mau lebih memperhatikan dan memikirkannya dengan rendah hati. Niscaya kebijaksanaan dualisme kehidupan dapat meningkatkan kualitas dari setiap pilihan dan keputusan yang ditempah.

Anda punya madu di tangan kanan dan racun di tangan kiri. Biasanya cinta diekspresikan saat kita menjalin hubungan baik dengan orang lain. Mulailah mengasihi dari dalam keluarga masing-masing, mengasihi tetangga dan orang-orang terdekat serta teman-teman yang lainnya. Orang yang memiliki rasa kasih yang luar biasa tidak hanya sekedar mampu mengasihi orang yang mengasihinya, melainkan juga mampu mencintai orang-orang yang memusuhinya. Sebab dasar kasih yang teguh adalah Tuhan itu sendiri. Kita mampu mengasihi orang lain karena Tuhan telah lebih dahulu mengasihi kita. Pada akhirnya, hanya mereka yang tulus hatilah yang dapat tetap mencintai dikala orang lain membenci. Tidak sampai di siti saja, manusia juga wajib mengasihi makhluk lainnya dan lingkungan sekitarnya yang wujudnya berupa pemeliharaan dan penjagaan.

Anda punya madu di tangan kanan dan racun di tangan kiri. Biasanya sikap benci ditandai dengan perilaku yang jahat. Sesungguhnya, ketika kita bertujuan untuk menguji siapa pun, ada kebencian yang terikut di dalamnya. Sikap kita yang acuh tak acuh terhadap sesama dapat menimbulkan rasa sedih karena hati tersakiti. Hanya orang yang mampu belajar memahami situasi dan tetap fokus kepada Allahlah yang mampu meniadakan sakitnya penderitaan. Mereka mampu mengabaikan kepahitan hidupnya lalu fokus kepada hal-hal positif. Kebencian juga terekspresikan saat kita membunuh binatang dan tumbuhan untuk dijadikan makanan. Sama halnya ketika kita bermain game, banyak pihak yang kita kalahkan: dihentikan atau dibunuh semata-mata agar kita bisa memenangkan turnamen yang sedang berlangsung.

Kesimpulan

Antara cinta dan benci, masing-masing ada dalam diri tiap-tiap manusia. Secinta-cintanya seseorang kepada anda, pasti dia juga pernah membenci anda. Sebenci-bencinya seseorang kepada anda, pasti dia juga pernah mencintai anda. Mengekspresikan cinta atau benci, tidak salah selama kita melakukannya dengan niat/ tujuan baik. Yang terpenting adalah kita tahu mengekspresikan semuanya itu pada momen yang tepat. Tentu saja yang namanya waktu yang tepat berkorelasi langsung terhadap tujuan yang benar. Jadi, apapun yang anda lakukan di dunia ini, jangan fokus pada penggolongan sifat-sifat yang diekspresikan, melainkan fokuslah pada tujuan, “mengapa anda melakukan hal tersebut?”

Apa tujuanmu saat melakukan sesuatu, itulah yang sangat menentukan sikapmu, benar atau salah. Sebenar-benarnya sikapmu, jika maksud hatimu bengkok, kamu pasti berdosa karenanya. Akan tetapi, sesalah-salahnya sikapmu dihadapan orang lain, jika maksud hatimu lurus, kamu pasti dibenarkan Allah.

Di atas semuanya itu, kita perlu memahami kehidupan yang kompleks ini dengan bijaksana. Ada baiknya bila kita tidak fokus pada jenis apa sikap yang kita ekspresikan. Sebab fokus kepada penggolongan sifat-sifat justru akan menjebak kita dalam dualisme yang membingungkan. Ini hanya menimbulkan kesimpang-siuran yang membuat kita bertanya-tanya, “apakah saya ini anak iblis atau anak Tuhan?” Habis waktu hanya untuk memikirkan hal-hal yang tidak akan pernah kelar semacam ini. Oleh karena itu, alangkah lebih baik dalam segala sikap yang kita ekspresikan fokuslah pada tujuannya dan bukannya pada jenis sikap tersebut!

Salam, Manusia bisa mencinta & membenci.
Jangan fokus pada apa jenis sikapnya,
tetapi fokuslah pada tujuan anda bersikap
Kalau tujuanmu benar maka sikapmu benar,
sekalipun terlihat salah!
Jika tujuanmu salah maka sikapmu salah,
sekalipun terlihat benar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.