7 Mitos Yang Salah Tentang Manusia Pertama (Masa Adam Dan Hawa Sebelum Air Bah Besar)

Mitos Yang Salah Tentang Manusia Pertama (Masa Adam Dan Hawa Sebelum Air Bah Besar)

Tidak salah kalau kita menyatakan bahwa sesungguhnya baik-buruknya informasi asalnya didominasi oleh internet. Dualisme dalam banyak teori yang ditampilkan, dinyatakan sebagai upaya pendalaman pribadi. Memang sangat eksentrik ketika anda terlalu mendalami sesuatu yang mungkin kurang baik untuk diri sendiri. Sayang, isu-isu sensitif menjadi sangat mudah tersebar di media sosial. Terlebih-lebih ketika hal tersebut secara langsung berhubungan dengan hal-hal penting di dalam masyarakat, misalnya saja yang berkaitan dengan keyakinan. Di sisi lain, kita perlu juga melakukan risat kecil-kecilan tentang isu semacam ini, setidak-tidaknya demi menemukan gambaran yang sebenarnya.

Ada banyak rumor yang berkembang di dalam masyarakat namun tidak semuanya benar adanya.  Itu bisa saja hanya berupa ceita rakyat yang turun-temurun dikisahkan oleh orang tua zaman dulu. Di sisi lain, orang-orang cerdas masa kini juga dapat menyusun ulang mitos rakyat tersebut menjadi ceritanya sendiri yang telah ditaburi berbagai bumbu. Suatu bumbu yang menarik dan dibesar-besarkan sehingga orang lainpun yang awalnya tidak percaya menjadi percaya. Terlebih ketika hal tersebut sudah jelas menarik perhatian banyak orang sehingga makin dekatlah itu di hati rakyat. Apalagi kalau pemilik raksasa informasi ikut pula membahas-bahasnya, semakin dianggap benarlah hal-hal tersebut dalam pandangan banyak orang.

Demikian juga halnya dalam kekristenan. Di balik kebesaran Tuhan yang telah dinyatakannya sejak masa penciptaan sampai sekarang. Muncullah berbagai pemikiran yang melenting tentang cerita-cerita dalam Kitab Suci. Mungkin bisa dikatakan bahwa kehidupan yang menakjubkan menjadi daya tarik yang menggairahkan bagi segelintir orang. Sama halnya tentang masa penciptaan bumi sesaat sebelum manusia pertama diciptakan. Tepatnya sebelum turunnya air bah besar yang menenggelamkan segala sesuatu (Zaman Nuh). Ada banyak rumor yang berkembang tentang zaman itu, awalnya dicampakkan oleh kalangan intelektual sehingga menimbulkan kontroversi  yang seru dan penuh kesimpang-siuran.

Rumor yang salah tentang manusia pertama dan kehidupan Adam-Hawa

Sebuah kisah yang terus bertahan sejak dilepaskan di tengah masyarakat memiliki tujuan tertentu. Mungkin mereka dengan sengaja menyebarkan hoax tersebut untuk tujuan-tujuan tertentu. Yang pasti agar kelompoknya diuntungkan sedangkan kelompok lain dirugikan. Apa pun tujuannya,terserah saja. Mari jadikan semua informasi yang salah sebagai bahan ujian kehidupan. Agar kedepannya kita lebih waspada dan tidak mudah percaya pada informasi yang berseliweran di jagad maya. Berikut akan kami jelaskan fiksi yang berkembang cukup santer tentang kehidupan Adam dan Hawa serta kehidupan masyarakat purba lainnya.

  1. Adam dan Hawa tinggal di sorga.

    Alkitab dengan jelas menyebutkan bahwa Adam diciptakan dari debu-tanah (Kejadian 2:7). Padahal kita tahu dengan pasti bahwa menurut kitab wahyu tidak ada tanah di sorga. Sebab pondasi, pelataran. dasar dan jalanannya bersinar karena terbuat dari batu-batu yang berharga (emas dan permata indah). Lagipula cahaya yang kuat dari sorga bisa membakar manusia yang hanya terbuat dari darah dan daging.

  2. Mnusia pertama miliki kulit yang bersinar.

    Rumor ini menyebutkan bahwa sebelum manusia jatuh dalam dosa pertamannya di Taman Eden, keduanya memiliki kulit yang bersinar. Manusia kulit glowing ini berhubungan erat dengan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa manusia pada awalnya hidup di sorga. Ini jelas merupakan pernyataan yang salah, mustahil ada makhluk fana yang terbuat dari darah dan daging yang bisa hidup di sorga.

    Hanya Allah dan para malaikatlah yang bersinar karena setiap sel-sel mereka disusun oleh partikel cahaya. Sedangkan manusia yang dilahirkan oleh ibu pertiwi, sel-selnya terbuat dari debu tanah yang fana.

    Mungkin mitos ini juga yang membuat Paulus sampai salah kaprah tentang kemuliaan. Harap diingat, “Roh Kudus tidak bertujuan memuliakan manusia, sebab hanya Allahlah yang mulia. Tetapi Roh Penghibur itu memberikan kita penghiburan bukannya memuliakan manusia.” Pada akhirnya, kemuliaan akan diperoleh setiap orang yang setia dan percaya kepada Tuhan, kelak di akhir zaman.

  3. Manusia adalah hasil evolusi dari binatang.

    Sekelompok orang membaca firman dengan cara mengambil sudut pandang yang terlalu sempit. Lantas menganggap bahwa ada manusia yang berasal dari keturunan Adam dan Hawa (keturunan murni) dan ada pula manusia yang berevolusi dari binatang menjadi manusia. Ini jelas kurang tepat karena tidak ada cukup waktu untuk berevolusi. Sebab untuk berevolusi dibutuhkan waktu jutaan tahun sedangkan umur bumi ini masih belasan ribu tahun sejak masa manusia pertama diciptakan.

  4. Ada manusia asli (Adam & Hawa serta anak-anaknya) dan ada pula yang berevolusi dari hewan menjadi manusia (lihat poin sebelumnya).

    (Kejadian 6:2) maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

    Perhatikanlah firman di atas. Segelintir orang mengatakan bahwa dalam konteks sesungguhnya, yang dimaksud dengan anak-anak Allah adalah Adam dan Hawa serta anak-anaknya. Sedang mereka meyakini bahwa “anak-anak perempuan manusia itu” merupakan hewan-hewan yang telah berevolusi menjadi manusia.

    Sebenarnya, yang dimaksud dengan “anak-anak Allah” dalam firman di atas adalah para malaikat yang mengambil peran sebagai utusan Tuhan di bumi. Sebab pada zaman dahulu, tidak ada manusia yang mengajari manusia lainnya untuk takut dan taat kepada Sang Pencipta. Melainkan Tuhan sendirilah yang langsung mengutus malaikat-malaikatnya untuk mengajar umat manusia tentang kebenaran. Namun sangat disayangkan, ilmu pengetahuan yang mereka kuasai malah dijadikan alat untuk mencari nama dan menyombongkan diri sampai melakukan kejahatan penuh kekejaman terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Adanya peninggalan padang gurun merupakan bukti konkrit kekejaman manusia terhadap lingkungan.

  5. Ular memiliki kaki.

    (Kejadian 3:14) Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

    Kutukan Tuhan terhadap ular yang berbunyi: “terkutuklah… dengan perutmulah engkau…” Kutukan ini tidak disampaikan Tuhan untuk menghilangkan kaki ular. Zaman dahulu bahkan sampai sekarang, masih ada teori yang menyebutkan hal tersebut (ular dulunya punya kaki). Teori lain menyebutkan bahwa ular telah mengalami evolusi sehingga kehilangan kakinya lewat seleksi alam. Kita logikakan saja, bagaimana caranya ular dengan tulang belakang yang lentur dapat bergerak? Sebab seharusnya untuk bergerak dengan kaki, ular membutuhkan tulang belakang yang kuat dan bisa ditegakkan. Tetapi nyatanya tulang belakang ular sangat lentur dan tidak bisa tegak.

    Pandangan kami sendiri menganggap bahwa kutukan ini tidak diberikan Tuhan untuk melepaskan kaki ular. Melainkan untuk memutuskan kedekatan antara Hawa dan ular sebagai binatang kesayangannya. Sebab selama ini, ular tersebut tidak lepas dari tubuh Ibu moyang kita. Ini berhubungan dengan kulit hawa yang sensitif sehingga merasa nyaman saat ular tersebut melilit badannya.

  6. Manusia bisa berbicara dengan hewan.

    Kemunikasi antara manusia dan ular lebih kepada komunikasi bahasa isyarat. Kekuatan interaksi semacam ini timbul karena kedekatan antara manusia dan hewan. Mustahil ular yang hanya bisa mendesis mampu mengatakan sepatah-dua patah kata. Melainkan posisi dan ekspresi ular tersebut, yang sedang berada di atas Pohon Pengetahuan Tentang Yang Baik Dan Yang Jahat, sambil memandang dan menjulurkan lidahnya ke buah pohon itu. Posisi semacam inilah yang kemungkinan besar ditebak oleh moyang kita bahwa ular itu menyuruhnya untuk memakan buah pohon tersebut.

    Hawa adalah Ibu segala yang hidup yang memiliki naluri keibuan. Dia mencoba memahami hewan tersebut dari gerak-geriknya. Ini dilakukannya semata-mata agar ular tersebut kembali ke pangkuannya.

  7. Adanya pohon ajaib yang membuat hidup abadi.

    Mitos tentang pohon ajaib ini membuat banyak kalangan mencari-cari, “dimanakah letak taman Eden Tersebut?” Sebab berdasarkan firman, jika buah itu dimakan sekali lagi oleh manusia maka mereka akan hidup abadi. Pemahaman semacam ini sangat dangkal, sebab kalau memang buah itu ajaib, mengapa harus dimakan dua kali? Mengapa saat kali pertama adam dan hawa memakannya, efeknya hanya menambah pengetahuan: menyadari ketelanjangannya? Jelaslah bahwa keadaan ini tidak dapat diartikan apa adanya saja. Melainkan terdapat teka-teki perlu dipecahkan oleh siapa pun itu!

Kesimpulan

Mitos sangat cepat berkembang di dalam masyarakat. Terlebih lagi ketika rumor yang berkembang tersebut mengandung cerita tentang keajaiban dan kedahsyatan yang tak ternilai yang dapat dimiliki oleh siapa saja. Seandainya buah pohon ajaib itu ada, semua orang pasti memburunya. Tetapi, nyatanya hal-hal tersebut masih tersembunyi sampai sekarang. Tetapi beruntunglah kita yang hidup di zaman ini, karena Roh Kudus telah membisikkan apa-apa saja syarat untuk hidup panjang umur di bumi. Hidupilah tiga syarat mengikut Yesus Kristus, konsumsi air lebih sering, taburi panganan dengan garam dan tetap beraktivitas hari demi hari. Niscaya, umur kita akan melebihi orang-orang yang hidup pada generasi sebelumnya. Ingatlah bahwa informasi syatat dengan dualisme, pandai-pandailah memilah-milahnya!

Sala, Rumor yang tersebar
tumbuh makin subur
karena tidak tahu yang benar!
Carilah kebenaran
maka kebenaran akan
membebaskan kita dari kebodohan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.