Mengembalikan Fungsi Iblis – Saat Kita Menyaksikan Suatu Kejahatan, Katakanlah “Ini Perbuatan Iblis!” Agar Terhindar Dari Prasangka Dan Tidak Menghakimi Sesama

Mengembalikan Fungsi Iblis – Saat Kita Belum Melihat Langsung Suatu Kejahatan, Katakanlah “Ini Perbuatan Iblis!”

Pemahaman kita dalam dunia ini terbagi dalam dua bagian besar, yaitu kebaikan dan kejahatan. Demikian pula kita memahami ada dua pribadi yang menguasai ke dua dunia tersebut, yaitu Tuhan yang berada di sisi yang benar dan Iblis yang berada di sisi yang jahat. Jadi, seumur hidup yang kita jalani di dunia ini hanya berjuang untuk memilih bakalan kepada siapa kita dedikasikan hari-hari yang kita jalani? Apakah kita mendedikasikannya di sisi yang putih, cerah dan bersinar? Atau malah di area hitam, gelap dan pekat? Inilah kunci dari semua yang kita hadapi seumur hidup. Pertanyaannya sekarang adalah, “di sisi yang mana anda berada sampai saat ini?”

Saat hal-hal baik terjadi dalam hidup kita, langsung bersyukur hanya kepada Tuhan. Memang Allahlah yang menjadi sumber segala sesuatu yang baik dalam kehidupan kita. Segala hal yang dirancangkan-Nya telah diwartakan sebelum itu terjadi. Ada banyak nubuatan di dalam Alkitab dimana semunya itu bisa dibuktikan sampai sekarang. Inilah sukacita kita di dalam Tuhan, tidak ada lagi pertanyaan yang membingungkan jiwa sebab segala sesuatu telah diberitahukan kepada kita. Kita tidak lagi bertanya-tanya: “mengapa ini terjadi dalam hidup saya” dan “mengapa itu saya alami”? Tuhan telah menjawab semuanya dan tergantung bagaimana kita memahaminya. Oleh karena itu, marilah jangan jemu-jemu untuk berbuat kebajikan, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia.

Sayang, sisi jahat kehidupan selalu membayang-bayangi setiap langkah kaki kita. Mencoba untuk murni benar namun tetap saja berbagai kekotoran dosa menempel tanpa kita sadari. Lantas, bukankah ini  adalah momen yang tepat untuk menyalahkan si Iblis? Sebab dialah pribadi yang selalu berupaya untuk menjerat manusia dalam berbagai rupa dosa. Pernyataan ini semata-mata bermanfaat untuk memurnikan pikiran kita dari upaya untuk menuduh-nuduh orang lain saat sesuatu bencana terjadi. Saat kita menuduh iblis maka secara otomatis menganggap manusia di sekitar bersih, sama seperti diri sendiri. Akibatnya, tidak ada rasa benci terhadap sesama sebab semua orang adalah sahabat kita, anak-anak Allah.

Pikiran manusia selalu saja penuh prasangka. Ketika suatu keanehan terjadi di sekitar, tiap-tiap orang punya pandangan sendiri seputar “siapa yang salah?” Ada yang menganggapnya bahwa ini salah si ini, salah si itu, salah yang atas dan salah yang bawah. Sikap yang saling mempermasalahkan tersebut malah menimbulkan persoalan baru, yaitu orang-orang tidak akur karena terus mengingat prasangka buruk yang diberikannya atau yang diterimanya dari orang lain. Keadaan ini secara perlahan-lahan meretakkan rasa kebersamaan. Lalu bagaimana agar kita lebih positif menanggapi kesalahan orang lain tanpa memusuhinya? Kita perlu mengalirhkan persepsi lalu menyalahkan ibls atas setiap keburukan yang terjadi.

Harap dipilah-pilah dengan benar. Menjatuhkan semua kesalahan kepada iblis hanya berlaku saat pikiran dipenuhi prasangka buruk (suudzon) seputar sebab-musabab terjadinya suatu kesialan. Biasanya pikiran yang suudzon muncul akibat kenyataan belum jelas/ faktanya tidak terpantau/ di luar jangkauan. Akan tetapi, ketika kita jelas-jelas bersalah saat menghadapi sesuatu: berhenti menyalahkan iblis melainkan minta maaflah dan berusahalah tidak melakukannya lagi di lain hari. Demikian pula halnya saat kita menyaksikan teman melakukan pelanggaran yang jelas-jelas sudah ada aturannya. Jika kita sudah melihat suatu kejadian dengan mata kepala sendiri maka kita pun wajib untuk menyatakannya di muka hukum apabila kesaksian tersebut memang diperlukan.

Menyangkal kemanusiaan sebagai penyebab sebuah kecelakaanan membuat pikiran lebih tenang sambil menjalani hari dengan penuh sukacita. Kita seolah tidak terbeban saat berhubungan dengan sesama. Pikiran yang mempersalahkan orang ini atau itu menguap. Memang secara bawaan, suara-suara yang mengatakan bahwa ini yang salah dan itu yang salah, terkadang bermunculan. Tetapi kita bisa menyangkal berbagai pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa “iblislah yang melakukan kejahatan itu!” Orang lain yang sengaja diutus mencari-cari kesalahan kita juga tidak punya dasar mempersalahkan diri ini, sebab bukan manusia yang kita tuduh melainkan setan yang bahkan tidak bisa kita lihat.

Mungkinkah ada di antara saudara-saudara sekalian yang pernah melihat iblis? Tidak ada kan! Sebab kehadiran setan di dalam kehidupan kita setara dengan kehadiran Tuhan. Keduanya mampu mempengaruhi kita tetapi kita tidak dapat melihat mereka dengan jelas. Semuanya tergantung manusianya: lebih menyukai hal-hal yang diungkapkan Roh Kudus atau lebih menyukai hasutan dari Roh Jahat. Jadi, pemanfaatan pribadi iblis saat menghadapi situasi yang belum jelas sangat berfaedah membantu memurnikan pikiran dari kecurigaan terhadap sesama manusia. Semakin murni hati sewaktu menjalin pertemanan/ persaudaraan dengan orang lain maka semakin lancar setiap urusan yang melibatkan kerja sama keduanya.

Harap dipahami bahwa iblis tidak sama dengan hantu. Kalau hantu, ada orang yang mengaku-ngaku pernah melihatnya. Akan tetapi, iblis tidak pernah dilihat oleh siapapun. Sekalipun demikian, pekerjaannya nyata saat mempengaruhi kehidupan seseorang. Jadi, gunakan spekulasi mempersalahkan iblis ini pada momen yang tepat. Sebab saat kita melakukan dosa lalu menuduh iblis sebagai penyebabnya: ini sama saja dengan sifat sombong yang enggan mengakui kesalahan sendiri. Demikian juga halnya, kita tidak bisa hanya menyatakan “iblislah yang salah.” Padahal kita sudah melihat dengan mata kepala sendiri siapa pelakunya. Jika diminta kesaksian di depan hukum katakanlah yang senyatanya. Di atas semuanya itu, bila kita belum menyaksikan dengan mata kepala sendiri kesalahan orang lain: nyatakanlah “ini perbuatan Iblis!”

Salam, Saat kita tahu kejelasannya
Ungkapkanlah sejujur-jujurnya!
Saat belum tahu apa-apa
atau samar-samar saja tahunya,
salahkanlah si Iblis
sebagai bapaa orang-orang jahat
!

2 comments

  1. Untuk hari ini “mengembalikan fungsi iblis”, tadi pagi sy harus membunuh 2 ekor ular yg 1 masuk di warung saya yg lagi rame pembeli. Yg 1 lagi sy bunuh di belakang rumah pas berpapasan dengan pelanggan saya yg hendak berbelanja. Terima kasih buat tulisannya sehingga tidak mempersalahkan orang lain. Salam menang bersama

    Suka

    • Kawan. Sesungguhnya blog ini sangat tidak terurus, kadang tulisan-tulisan di dalamnya ambigu kata-kata karena dikerjakan terburu-buru. Ini hanya karya asal sudah saja lho…. Terimakasih kembali.

      Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.