10 Cara Mengenali Racun Pada Makanan Dan Minuman

Cara Mengenali Racun Pada Makanan Dan Minuman

Hidup kita tidak melulu lancar baik saja. Kenyamanan penuh hanya dirasakan oleh anak bayi yang masih dalam kandungan ibunya. Jangankan orang dewasa, yang balita pun merasakan kesesakan yang kadang sulit kita pahami. Jadi, tidak selayaknya seorang yang sudah berumur mengalami stres karena berbagai tekanan yang datang menghampirinya. Kecuali jikalau dia memang baru pertama kali mencicipinya. Orang yang belum terbiasa menghadapi derita langsung maupun tidak langsung cenderung mengalami distorsi rasa antara harapan dan kenyataan. Akan tetapi, mereka yang sudah terbiasa menyicip hidup yang keras akan berusaha tenang dan santai menghadapi situasi sulit. Terkecuali situasi tersebut jelas-jelas merugikan secara fisik/ materi: siap-siap lapor ke pihak yang berwajib.

Sungguh dunia ini penuh dengan orang-orang dengan berbagai macam motivasi. Ada perbedaan keinginan sehingga tujuan tiap-tiap manusia berlain-lainan. Bahkan tidak jarang visi satu dua orang yang berdekatan kontras satu sama lain. Pada posisi inilah tingkat persaingan tersembunyi melejit tinggi dan semakin tajam. Orang tidak akan menyerang anda secara langsung sebab tindakan keras dan kasar bisa direkam/ dikamerakan/ divideokan dengan mudah dengan teknologi gadget super canggih. Aktifkan saja smartphone anda dalam kantong maka segala umpatan, makian dan kata-kata kasar lainnya akan terekam dengan jelas. Jadi orang lebih suka main belakang, tapi tenang saja: mereka hanya memanfaatkan (membayar) kaum keluarga anda.

Ujian kehidupan zaman sekarang, semata-mata untuk menggelisahkan dan mendukakan hati seseorang. Agar sedapat-dapatnya sisi gelap dari dirinya keluar dan disaksikan oleh banyak orang. Sehingga orang tersebut akan merasa malu sandiri, bukan karena ejekan sesamanya melainkan karena dosa besar yang sangat mencolok. Melakukan dosa besar yang sangat mencolok inilah yang perlu kita waspadai agar jangan sampai terjadi dalam keseharian kita. Salah satu cara iblis untuk memancing keluar pelanggaran kita adalah dengan meracuni makanan atau minuman yang dikonsumsi. Di dalam derita, apabila kita terus fokus kepada sakit-getirnya hati-badan niscaya moralitas semakin anjlok. Hanya orang yang fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerjalah yang sanggup bertahan sampai akhir.

Efek racun dalam tubuh yang lumrah terjadi

Seateis-ateisnya seorang manusia, mereka pasti cari aman. Tidak ada orang yang mau membunuh sesamanya. Sekalipun mereka tidak percaya kepada Tuhan karena toh tidak pernah dilihat oleh mata kepalanya sendiri. Tetap saja, “konsep karma: sorga dan neraka” sangat logis dan dapat diterima oleh akal sehat. Sehingga seateis-ateisnya seseorang dia akan cari aman dengan tetap melakukan yang benar. Toh tidak ada kerugian saat melakan apa yang benar dan apa yang adil. Artinya, orang ateis pun tidak akan berani membunuh sesamanya sebab dia percaya terhadap karma dan menhindari hal tersebut seumur hidup.

Lantas yang namanya ujian kehidupan, biasanya sangat muingkin untuk ditanggung oleh tiap-tiap manusia tanpa terkecuali. Sebab dampaknya tidak gede-gede amat. Hanya orang yang stres sajalah yang tidak mampu menjalaninya karena berputus asa, menyerah sebelum bertanding. Setiap racun makanan dan minuman yang kita peroleh berada pada kadar rendah. Tidak bertujuan untuk membunuh tetapi semata-mata untuk mengganggu aktivitas sehingga maunya tiduran terus-menerus yang lama kelamaan melemahkan pikiran dan tingkat kecerdasan dan kesadaran pun menurun.

Ada beberapa efek racun di dalam tubuh, berikut ini akan kami jelaskan sesingkat-singkatnya.

  1. Ada toksin yang langsung terasa dampaknya.

    Biasanya toxic semacam ini jumlahnya sedikit berlebihan sehingga satu teguk saja sudah membuat lidah terasa tidak enakan. Jarang sekali orang memakainya sebab langsung diketahui oleh korban sehingga diantisipasinya dengan tidak meminum atau tidak memakannya lagi.

  2. Ada toksin yang tidak langsung terasa dampaknya.

    Toxic semacam ini sangat lumrah digunakan untuk menguji seseorang. Terlebih ketika orang tersebut kurang waspada, kenaklah dia, setelah beberapa menit mengkonsumsinya. Hanya mereka yang hati-hatilah yang mampu menghindari hal tersebut.

  3. Ada toksin yang dampaknya mengganggu indra sehingga kita salah memahami sumbernya.

    Racun jenis ini juga sangat lumrah dipakai orang. Entah kita pertama sekali meminumnya dimana? Tidak jelas! Sebab setelah itu, makanan dan minuman apapun menjadi sangat janggal di lidah. Bila tidak ikhlas menghadapi keadaan semacam ini, bisa-bisa kita kesal kepada orang yang salah.

Cara mengetahui apakah makanan yang kita konsumsi sudah diracun atau tidak

Sebenarnya apa yang kami ajarkan di sini sangatlah labil. Sedikit saja anda salah memahaminya, beresiko meningkatkan kekuatiran dan kecemasan. Namun kalau kami tidak mengungkapkannya, mungkin saja ada orang yang melakukan tindakan berlebihan karena keterpurukan diracuni. Berikut ini akan kami jelaskan beberapa hal seputar keracunan makanan dan minuman serta cara terbaik untuk mendeteksinya.

  1. Fokus kepada Tuhan.

    Mencari kesenangan lewat gemerlapan duniawi memang tidak salah, semua orang melakukannya dan kami pun melakukannya. Hanya saja, kalau seluruh kehidupan kita didedikasikan untuk dunia ini, mental kita cenderung melemah. Oleh karena itu, di saat-saat menikmati hidup sekali pun, tetap puja-pujilah Tuhan di dalam hati. Agar nikmat mulianya dunia ini jangan sampai melemahkan kewaspadaan dan membuat kita labil.

    Biasanya saat posisi kita berada dipuncak kesenangan lalu tiba-tiba mengalami keracunan: banyak orang besar yang tidak bisa menerima keadaan ini. Mereka malah menjadi liar dan sisi negatif dirinya dengan segala unek-unek yang disembunyikannya selama ini tumpah ruah dipertontonkan kepada publik. Jadi, berhati-hatilah saat sedang senang, agar kita tidak mudah terjatuh saat posisi berada di atas.

  2. Kasihi musuhmu karena musuh sejatimu adalah si iblis.

    Saat kita merasakan kebaikan, maka hati bersukur kepada Allah sekalipun kita sudah tahu pihak yang membuat itu. Lantas saat terjadi keburukan, mengapa kita tidak menyalahkan iblis? Saat setan dipersalahkan berarti tidak ada lagi prasangka buruk kepada sesama. Seolah tidak terjadi apa-apa di antara kita, semuanya lancar dan aman terkendali.

    Katakan saja ke lawan anda: “ada iblis di antara kita, makanya hal-hal buruk terjadi pada saya.” Itu bukan kamu sobatku dan itu juga bukan kamu kawanku! Kita damai dan saling mengasihi sejak dari dulu.” Katakan hal ini kepada diri sendiri agar ada rasa tenang dan lega saat bersama orang lain. Toh orang tersebut mustahil menyakiti kita secara berlebihan. Sebab bila kerugian yang ditimbulkannya jelas nyata maka kasus boleh dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

    Sadarilah bahwa ada pihak-pihak tertentu yang hendak mengadu domba anda dengan keluarga, saudara, tetangga dan orang-orang terdekat lainnya. Hindari bermain-main dengan prasangka buruk sebab kejadian apapun bisa saja dihubung-hubungkan kepada sesuatu yang kurang tepat sehingga anda terjerat dalam pelanggaran sendiri. Bersabarlah dan tetap kasihi orang lain karena Tuhan Yesus Kristus telah lebih dahulu menyatakan kasih setianya kepada kita.

  3. Rendah hati.

    Mereka yang rendah hati, sangat mudah merasakan kebahagiaan. Mereka tidak butuh hal-hal besar untuk membuatnya bersukacita. Sebab apa yang dimilikii dianggapnya sudah pas: cukuplah itu membuat senang-bahagia sepanjang hari.

    Memang jelas sekali bahwa orang yang sombong banyak kesenangannya. Jadi berhati-hatilah saat ada banyak hal yang membuat anda senang, sebab di saat seperti itulah kesombongan melebarkan sayapnya kuat-kuat. Nilai diri anda sendiri, bagaimana suasana hati ketika orang lain kurang menghargai keberadaan kita. Saat kita mampu biasa saja saat menghadapi situasi yang pelik tersebut: Itu tandanya anda telah berhasil menjadi seorang pribadi yang rendah hati!

  4. Ikhlas tapi kuat.

    Memang jelas bahwa segala sesuatu perlu kita terima apa adanya. Saat diracuni orang pun, kita perlu menerima itu seikhlas-ikhlasnya. Sayang sekali, orang yang ikhlas tapi lemah hati justru mengonsumsi semua makanan/ minuman yang terindikasi tersebut. Akan tetapi, mereka yang ikhlas tapi kuat hati, akan menerima keracunan yang dirasakannya namun berhenti mengkonsumsi panganan yang terindikasi. Mereka yang ikhlasnya kuat, sudah mampu menyesuaikan diri dan berbaur dalam peliknya kehidupan. Tidak ada keadaan yang terlalu berat untuk diterima, seolah tidak terjadi apa-apa. Sekali pun ketika di tanyai: kita tetap mengakui sakitnya itu.

  5. Ingatlah! Jangan pernah berhenti minum air putih.

    Kekuatan air putih tidak diragukan lagi. Tuhan Yesus Kristus sendiri adalah air kehidupan (bnd Wahyu 22:17) yang menyegarkan setiap relung jiwa. Jadi, sekalipun anda mulai ragu dengan makanan yang dikonsumsi sehari-hari: jangan pernah ragu untuk mengonsumsi air putih lebih sering. Semakin tekun anda mengonsumsi air maka semakin cepat racun-racun konyol dalam tubuh akan meluntur.

    Air minum di gelas anda mungkin saja sudah diracuni tetapi air minum di teko bersama mustahil diracuni juga. Jadi, ambillah air minum bersama tatkala anda merasa bahwa air di gelas sendiri telah terkontaminasi. Ada kontaminan yang menganggu fungsi panca indra sehingga saat anda tidak sengaja meminumnya akan membuat rasanya aneh. Sekalipun anda meminum air yang bebas kontaminan, rasanya tetap aneh karena pengaruh toksin tersebut memang mengganggu fungsi pengecap/ lidah. Jadi tetaplah minum sedikit-sedikit namun lebih sering dilakukan (lebih tekun)!

  6. Tidak mungkin semua makanan dan minuman anda diracuni.

    Hal baik lainnya yang perlu anda ketahui ketika diuji orang adalah, mustahil mereka meracuni semua makanan dan minuman yang anda miliki. Sebab jika semuanya dikotori maka orang lain turut pula merasakan akibatnya. Oleh karena itu, selamilah keadaan baik-baik, ketahui sumbernya dengan kembali mereview ingatan yang telah berlalu untuk mencari tahu dimana tepatnya anda pertama sekali mengalami keaadaan tersebut.

  7. Yang diracun biasanya hanya panganan khusus untuk diri anda sendiri (mustahil ada racun massal).

    Sepengetahuan kami, makanan dan minuman yang turut disajikan kepada orang lain tidak turut dikotori oleh para pengujimu. Biasanya juga mereka adalah sniper yang selalu tepat sasaran dan tidak sampai hal tersebut terkena juga kepada orang lain. Oleh karena itu, cukup waspadai panganan yang memang khusus disajikan hanya untuk anda saja.

  8. Cara mengenali toksin dari makanan-minuman sedini mungkin (saat makan atau minum pelan-pelan saja).

    Apa yang kami ajarkan di sini bisa menjadi sangat ekstrim diresponi. Cobalah untuk tidak mengaplikasikannya secara lebay. Teknik utama untuk mengenali toksin adalah pemeriksaan indra berjangka. Artinya, konsumsi sesuatu secara bertahap dan pelan-pelan saja untuk menentukan apakah makanan tersebut higienis atau tidak.

    Konsumsi makanan satu sendok/ minuman seteguk; kemudian tunggulah selama 3-5 menit. Jika anda tidak merasakan keanehan maka lanjutkan lagi satu sendok makanan/ seteguk minuman; kemudian tunggulah selama 3-5 menit. Jika anda tidak merasakan keanehan maka lanjutkan lagi memakan sesendok/ meminum seteguk; kemudian tunggulah selama 3-5 menit; demikian seterusnya… Jika anda tidak merasakan keanehan maka lanjutkan lagi. Lakukan tes awal ini selama 15 menit pertama saat makan/ minum.

    Saat anda merasa ada sesuatu yang aneh, bisa saja hal itu bukan racun. Melainkan makanan/ minuman tersebut salah masak (kurang bagus masaknya). Tetapi, bisa juga anda sedang dalam keadaan sakit sehingga kepekaan lidah menurun. Atau bisa juga anda merasakan keanehan karena sebelumnya telah keracunan oleh sesuatu yang mengganggu fungsi indra. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa suatu panganan beracun. Kalau sudah tahu, cukup tahu saja dan tidak perlu dilanjutkan dan tidak perlu disiarkan ke orang-orang.

  9. Boleh hati-hati tetapi jangan curiga berlebih.

    Kehati-hatian ditunjukkan lewat tindakan pencegahan. Jika anda sudah terlanjur keracunan, tidak ada lagi kehati-hatian melainkan keikhlasanlah yang dibutuhkan di sana. Kalau terlalu fokus pada meriang sakitnya diracuni, pikiran cenderung menuduh-nuduh si ini dan si itu. Pemikiran semacam ini tidak lagi menunjukkan kehati-hatian melainkan menaruh curiga besar. Sehingga sedikit selisih saja sudah bisa menimbulkan pertengkaran.

    Berupayalah agar kehati-hatian kita terhadap orang lain jangan sampai berubah menjadi curiga karena kita kecoplosan menuduh si ini dan si itu. Saat bercerita dengan sesama, tidak perlu menuturkan prasangka buruk anda sebab hal tersebut justru memperburuk stigma orang terhadap kita. Kembangkanlah tindakan pencegahan selama menjalani hidup, misalnya meletakkan muk/ gelas di tempat khusus setelah digunakan (misalnya di lemari atau pastikan selalu ada di depan anda dalam keadaan tertutup)

  10. Jangan kacau hati, jangan sampai tujuan iblis terwujud dalam hidup anda.

    (Efesus 6:12) karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

    Ingatlah baik-baik, musuh kita bukanlah manusia tetapi iblis. Jika menyicip toksin yang tercampur di makanan atau minuman kita, jangan menyalahkan orang yang anda curigai. Melainkan antisipasi apa pun yang mungkin menjadi celah saat berhubungan dengannya tapi tetaplah baik dan ramah terhadap orang tersebut. Seolah tidak terjadi apa-apa. Kemampuan memilah-milah sikap semacam ini sangat berguna saat kita berhubungan dengan beragam jenis sifat dan kepribadian manusia. Di atas semuanya itu, tetap lanjutkan aktivitas positif yang digeluti (baik itu fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja).

    Anda perlu memahami apa yang diinginkan iblis. Jangan biarkan dia berkuasa dan tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan sikap dosa yang semberono. Tetaplah tenang, benar dan baik seperti yang dikehendaki Tuhan Yesus Kristus, yaitu setiap orang percaya cerdik dan tulus saat bersahabat dengan musang berbulu domba sekalipun!

Kesimpulan

Jangan sampai tulisan ini meningkatkan kecemasan anda! Sadari peta politiknya bahwa ateis pun tidak mau membunuh sesamanya. Sebab sekali pun mereka tidak percaya Tuhan tetapi mereka masih percaya sama yang namanya karma: “orang yang menabur yang baik pasti menuai yang baik. Masakan orang yang membunuh sesamanya tidak terjerat oleh kesialan kelak?” Oleh karena itu, santai saja menjalani hidup, cobalah untuk percaya kepada siapa saja. Tidak ada orang lain yang berani meracuni anda selain orang terdekatmu. Jangan musuhi orang lain karena bukan mereka yang melakukannya tetapi iblislah musuh utama anda. Yang diinginkan setan adalah membuat anda salah kaprah dan melakukan dosa kecil sampai besar. Inilah yang menjadi motivasi kita untuk tetap tenang dan selalu bersyukur kepada Allah karena mampu bertahan dari jebakan dosa. Kami doakan anda sukses-semangat menggagalkan satu lagi siasat sijahat hari ini!

Salam, Toksin datangnya
dari iblis bukan dari manusia
!
Berusahalah tetap baik,
walaupun situasinya belum membaik
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.