10 Cara Media Sosial Mendewasakan Manusia (Facebook, Twitter, Instagram & Google) – Manfaat Sosmed Mendewasakan Warganet

Cara Media Sosial Mendewasakan Pengguna Manusia (Facebook, Twitter, Instagram & Google),

Jaringan internet adalah anugerah paling hebat sepanjang masa. Ada banyak hal yang bisa kembali dipelajari dari sana, Segudang hiburan telah menanti untuk disaksikan bersama.  Segenggam motivasi telah bersiap untuk dibaca-baca. Sekuntum permainan telah menanti untuk menantang anda. Segala potensi yang baik telah kita cicipi karena jaringan tersebut menghubungkan kita ke fitur-fitur luar biasa yang berasal dari berbagai penjuru bumi. Lantas semua manfaat ini dan masih banyak manfaat lainnya, bisa dibawa dalam kantong baju. Betapa bahagianya kita yang adalah imanusia terbatas namun dapat memiliki suatu akses ke berbagai informasi tanpa batas.

Walau internet sesak manfaat, tidak dapat dipungkiri juga bahwa di sana penuh juga dengan potensi jahat yang mematikan jiwa positif.  Seperti buah simalakama yang penuh dualisme dimana pengaruhnya saling bertentangan satu-sama lain. Baik-baik kita memanfaatkannya maka baguslah kehidupan ini. Akan tetapi saat kita terjerumus dalam sisi negatifnya, dampaknya akan meracuni sisi baik kita sehingga tidak ada lagi kedamaian, ketenangan dan ketenteraman jiwa. Oleh karena itu, jangan pernah sepelekan pengaruh buruk media sosial tetapi tidak p;erlu juga terlalu ketakutan. Melainkan tetap fokuskan pikiran pada hal-hal positif niscaya informasi negatif tidak akan lengket ke pikiran kita.

Cara Facebook, Twitter, Instagram dan Google mendewasakan manusia

Sebenarnyan, ada begitu banyak manfaat media sosial dalam keseharian kita. Hanya saja, mampukah kita menimbanya baik-baik? Atau jangan malah terseret arus keburukan yang terkandung dalam setiap kisahnya. Semuanya tergantung kita sebab segala yang tersaji di depan mata adalah pilihan yang kita tentukan sendiri. Seka-sekali terjebak dalam pilihan salah adalah lumrah tetapi berulang-ulang memilih yang kotor, pasti lambat laun akan mempengaruhi kehidupan kita. Sekalipun demikian, janganlah jadi orang yang terlalu takut bahkan sampai sentimentil dengan sosmed. Sebab seburuk-buruknya dunia maya, masih jauh lebih banyak manfaat positif yang dapat kita torehkan bersamanya. Berikut ini akan kami tampilkan beberapa cara sosial media membantu mendewasakan penggunakanya.

  1. Latihan mengasihi dengan tulus.

    Mengasihi sesama tidak serta merta bisa kita lakukan. Sebab tiap-tiap orang dilahirkan dalam egosentris yang tidak mau peduli dengan keberadaan sesamanya. Beruntunglah, cinta Tuhan telah mengubah kehidupan kita secara krusial. Sehingga arogansi yang syarat kebanggaan itu lambat laun terkikis dan digantikan oleh ketulusan saat berbagi.

    Berikan jempol rasa cinta dan kata-kata indah kepada warganet lainnya tanpa menuntut kembalian dari mereka. Jangan bertingkah seperti orang kikir yang picik, ketika kawan yang di-like-kannya tidak melakukan likeback. Langsung ke dinding/ halaman profil orang tersebut untuk menghapus like dan/ atau comment yang diberikan.

  2. Melatih kesabaran.

    Mungkin anda adalah orang yang mengakses internet lewat PC, laptop, tablet atau smartphone, dapat menemukan koherensi antara kesabaran yang semakin panjang dan konten-konten yang selama ini dinikmati. Pada dasarnya, setiap tulisan yang terbaca dan mengajak kita untuk bersabar selama menjalani hidup: sudah menjadi pendorong semu agar positif dalam bersikap.

    Ketika kita membuka media sosial, ada proses menunggu sampai grafis terbaik dari medsos tersebut di tampilkan secara utuh di dalam gadget masing-masing. Semoga jaringan lancar dan tidak kelebihan beban sehingga proses loadingnya cukup singkat. Akan tetapi, kita perlu bersabar penuh saat jaringan sedang ramei waktu istirahat tiba. Tidak perlu menghakimi provider internet tetapi tekanlah pengaruh setan yang membuatmu jahat. Jangan biarkan setan menang karena sikap kita terlanjur kasar/ amburadur merugikan sesama dan lingkungan sekitar.

    Pernahkah berharap seseorang akan menjawab status kita tetapi nyatanya tidak direspon sama sekali? Menantikan seseorang dengan cemas memang lebih banyak menimbulkan duka lara. Namun mereka yang telah kerap kali dikecewakan oleh harapannya sendiri akan lebih kuat menghadapi situasi pelik tersebut. Sebab mereka mampu mengatur harapannya sedemikian rupa dan telah terbiasa dengan rasa sakit sehingga segala sesuatu akan dibawa positif saja.

  3. Mengusir kecanduan.

    Coba lihat-lihat lagi jumlah “suka” dan “komentar” di akun sosial media anda. Bukankah semua angka-angka tersebut sifatnya fluktuatif? Seharusnya ya, kecuali kalau selama ini anda secara sengaja membayar pihak lain untuk melakukan like dan comment. Manfaat jitu dari pola fluktuatif ini adalah untuk membuat anda tidak kecanduan dengan dua indikator popularitas tersebut. Tandanya bahwa anda tidak ketergantungan terhadap fitur tersebut adalah: “saat angka-angkanya naik, ada sukacita. Demikian pula saat angka-angkanya turun bahkan sama sekali nihil, tetap ada sukacita. Anda sudah mengikhlaskannya sehingga angka-angka tersebut tidak sampai menggelisahkan dan menyesakkan hati saat nilainya sangat kecil.

    Ada juga yang namanya kecanduan update status. Saat tidak melakukannya lagi, merasa kurang nyaman dan ada rasa gelisah. Padahal tidak ada yang keberatan dengan hal tersebut. Terkecuali bagi mereka yang setiap kali update status, dibayar! Akan tetapi, bagi yang tidak dibayarin, tidak perlu merasa canggung saat tiba-tiba tidak ada ide untuk dipamerkan ke orang lain. Bersukacitalah kalau ada ide dan tetap ikhlas saat hal tersebut hilang sementara, nanti juga pasti balik lagi.

  4. Melatih kecerdasan.

    Tentulah hal ini hanya dialami oleh mereka yang selalu merangsang kemampuannya untuk menghasilkan status atau komentar yang positif. Memang tidak mudah untuk menghasilkan kata-kata yang mengekspresikan berbagai macam rasa. Kita tidak mungkin bisa melakukannya sendiri. Diperlukan inspirasi awal yang biasanya diperoleh dari Kitab Suci atau berdasarkan status orang lain. Bahkan ada influencer tertentu yang membeli banyak buku untuk memperkaya statusnya.

  5. Membangun sikap selektif dan kritis.

    Pernahkah anda terjebak oleh berbagai sugesti-sugesti wow yang bertebaran di dunia maya. Penyebaran sugesti semacam ini bisa terjadi secara mendadak, pas pula saat itu kita lagi butuh uang. Lalu hati sangat terpikat dengan tawaran besar tapi usaha kecil/ super minimalis. Tanpa pikir panjang, mau-mau saja disetir oleh orang lain, disuruh ini dan disuruh itu. Beruntunglah pikiran sempat tersadar karena diguncang oleh sesuatu. Sangat beruntung kita dicelikkan mata hatinya oleh Roh sehingga menyadari modus penipuan tersebut.

  6. Menggegerkan kesombongan.

    Biasanya orang benar kalau salah pasti menyadarinya juga cepat atau lambat. Akan tetapi, dalam beberapa momen terkadang orang kalau salah perlu diingatkan oleh sesamanya. Mungkin saja ada status kawan yang mencelikkan mata hati, batapa selama ini kita telah jauh menyimpang dari nilai-nilai yang kita yakini. Terkadang juga kesadaran kita akan semakin jelas tatkala ada orang lain yang melakukan kesalahan yang serupa. Saat di media sosial kita menyaksikan betapa hebatnya seseorang sedang kita sendiri bukanlah apa-apa dibandingkan dia. Disaat seperti inilah hati sombong kita terbentur dan hancur sebab menyadari bahwa masih ada orang yang jauh lebih baik dari diri ini.

  7. Menggulingkan iri hati.

    Dunia maya lebih banyak sisi kapitalismenya. Sebab di sana masing-masing orang dapat berekspresi sesuka hati menggunakan situs atau aplikasi atau media tertentu. Bagaimana reaksi anda ketika melihat dan menyadari bahwa di luar sana masih sangat banyak manusia yang lebih populer dan lebih berbakat dari diri ini. Semakin lama kita nongkrong dengan warganet lainnya: entah itu di grup, blog, komunitas dan lain sebagainya. Orang-orang yang lebih besar dari kita melatih hati untuk menjauhi sikap-sikap dengki. Kita belajar yakin dan ikhlas mengakui keunggulan mereka bahkan memujinya pula pada momen yang tepat. Tindakan-tindakan baik semacam ini secara perlahan-lahan menepis hati yang suka mendengki.

  8. Memecahkan hawa nafsu yang salah.

    Hawa nafsu adalah pendongkrak sekaligus penjerumus kehidupan manusia. Selama kita mampu mengendalikan keinginan di bawah akal sehat niscaya selama itu nafsu kita tidak berbisa. Kalau kita terbakar oleh gemerlapnya pesona duniawi sampai kehilangan kemampuan untuk mengendalikan diri. Bisa dipastikan bahwa di saat-saat seperti inilah keadaan kita rawan dengan masalah pelik.

    Dunia maya yang dibangun di atas teknologi dan kreativitas telah mampu menampilkan berbagai pesona duniawi yang wah. Sisi-sisi keindahan yang termuat di dalam media sosial dapat menarik keluar nafsu sehingga kita belajar untuk mengendalikannya. Orang yang sudah terbiasa dengan segala pesona indrawi di dunia maya, diharapkan mampu menahan diri untuk tidak terjebak lagi dalam pesona keinginan jahat di dunia nyata.

  9. Menghujam kecemasan dan ketakutan.

    Kadang ada berita-berita yang menggemparkan di media sosial, entah itu di Google, Facebook, Instagram, Twitter dan lain sebagainya. Bagi orang awam, pemberitaan bombastis semacam ini mencemaskan hatinya. Akan tetapi, bagi mereka yang sudah mengetahui kebenaran dari sandiwara tersebut akan tersenyum senang. Berusaha untuk tidak menanggapinya secara berlebihan sembari melanjutkan aktivitas positifnya sehari-hari.

    Memang berita-berita semacam itu akan selalu ada di waktu-waktu yang tak terduga. Namun bisa ditanggapi dengan santai bahkan dijadikan candaan. Tidak ada lagi berita yang begitu besar dan bombastis yang dapat memperkeruh suasana hati. Terkecuali ketika suara-suara rasa bersalah mengaum dari dalam pikiran sendiri. Atau mungkin saja ada orang yang mengingatkan kita akan dosa tersebut sehingga menjadi cemas dan takut-takut sendiri.

  10. Menjadi bijak.

    Orang bisa saja menjadi cerdas dalam waktu singkat hanya dengan mendengar penjelasan Kitab Suci yang dibimbing oleh seorang hamba Tuhan profesional. Akan tetapi, untuk menjadi pribadi yang bijaksana, butuh pengalaman panjang bertahun-tahun. Ini bukan ilmu semalam suntuk: dipelajari semalam dan dapat dipraktekkan besok. Melainkan anda harus mencicipi pahit getirnya kehidupan lalu mengambil nilai-nilai positif dari dalamnya.

    Lagi kata orang bahwa menjadi positif itu indah. Anda harus menikmati segala hal yang terjadi, entah itu yang baik atau buruk lalu mampu memandangnya sepositif mungkin (dari sudut pandang positif). Orang bijak memiliki persepsi positif seburuk apapun situasinya.

    Juga kata orang, menjadi bijak adalah mampu mengekspresikan sikap sesuai dengan momennya. Bagian ini sedikit lebih berat sebab kami sendiri suka mengumbar sikap tertentu di momen yang kurang tepat.

  11. Dan lain sebagainya, silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Zaman sekarang enak kali punya media sosial ya…. Punya akun Google, Facebook, Instagram, Twitter dan lain sebagainya seperti sudah menjadi sebuah kewajiban. Jika kita mau membuka masa lalu untuk mengingat-ngingat ke belakang maka akan sadar betul betapa bermanfaatnya dunia maya bagi kehidupan. Yang terpenting bukanlah baik buruknya konten-konten yang tersaji di medsos. Melainkan yang paling menentukan adalah kecenderungan berpikir yang digeluti oleh tiap-tiap orang. Biasanya orang yang terbiasa memikirkan hal-hal baik dan benar, cenderung menghafal hal-hal positif dari setiap konten yang dinikmatinya. Sedangkan orang yang biasanya memikirkan hal-hal yang jahat, memiliki kecenderungan menghafal hal-hal negatif dari setiap konten yang dilihatnya di dunia digital. Yang manakah anda saudaraku?

Salam, Internet bisa mendewasakan,
Internet bisa membuat jahat.
Yang mana kita,
ditentukan oleh
kebiasaan fokus selama ini
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.