7 Gejala Dan Faktor Penyebab Jantung Lemah

Gejala Dan Faktor Penyebab Jantung Melemah

Teka-teki – Siapakah aku, kapas yang melayang-layang namun mampu memuaskan dahaga karpet terluas di bumi?

Jantung adalah organ yang sangat berpengaruh terhadap proses sirkulasi darah di dalam tubuh manusia. Bukan sekedar pompa biasa yang asal pakai lalu bisa diletakkan begitu saja di sudut-sudut tertentu rumah badani. Organ yang memohon untuk dirawat oleh pemiliknya walau kerap ditelantarkan hingga sakit-sakitan. Sebuah tragedi yang melemahkan sendi-sendi penopang hidup terjadi oleh karena kurangnya kesadaran betapa pentingnya suatu organ. Terlebih karena letaknya yang berada di dalam tubuh sedang kebanyakan pergerakannya terjadi secara otomatis. Ketidakpedulian ini terkesan semakin tajam tatkala manusia kurang memperhatikan asupan makanan dan minuman sehat sehari-hari (asal makan).

Organ vital tanpa batas pergerakan, bagian-bagiannya cukup lentur karena hanya terdiri dari serat otot polos yang kuat saling berpilin satu sama lain. Kekuatannya untuk terus beroperasi tidak terbatas, seberapa panjang umur seseorang maka demikianlah daya tahannya. Sifat anti rusak yang dimiliki jantung dipengaruhi oleh lancarnya aliran darah itu sendiri. Akan tetapi, ketika kualitas darah menurun, visikositas meningkat dan adanya penyumbatan. Pada keadaan iinilah kita butuh tenaga medis profesional yang berpengalaman untuk melakukan modifikasi khusus agar organ ini-itu tetap berfungsi sebagaimana mestinya. Akan tetapi, orang yang mempersiapkan segala sesuatu, lebih memusatkan hidupnya dalam fase pencegahan (preventif)i. Salah satu bentuk dari sikap ini adalah dengan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan seputar tanda/ gejala penyakit serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya.

Pengertian

Senyatanya, jantung adalah organ yang tidak pernah lelah dan tidak bisa mati, dipersiapkan untuk beroperasi selama ratusan hingga ribuan Tahun. Sebab jika bumi ini bisa terus aktif berotasi dan berevolusi selama ribuan tahun: maka demikianlah juga kita. Sebab Allah menciptakan kita dimana bumi ini adalah ibu yang memperanakkan kita.Sehingga bisa dikatakan bahwa berbagai siklus dan cara kerja planet ini telah terwujud dalam tubuh ragawi ini: hanya saja dalam bentuk lain. Misalnya saja siklus air dan udara yang terus berputar, entah itu di dunia ini dan demikian juga dalam tubuh manusia. Masalahnya adalah, kita terlalu sepele sehingga kurang adekuat dalam mempertahankan siklus hidup sehingga terjadilah penyakit.

Defenisi – Jantung adalah organ bertekanan tinggi yang menyebarkan aliran energi ke seluruh tubuh secara merata. Namun kerap kali manusia kurang peka terhadap kebutuhannya sehingga mengganggu siklus kompleks yang tidak pernah berhenti berputar di dalam dan di sekitarnya. Dari keadaan inilah timbul berbagai macam gejal gangguan kesehatan yang menunjukkan lemahnya organ tersebut.

Gejala lemah jantung

Melemahnya organ vital yang terletak di dada bagian kiri tersebut, bisa terjadi oleh karena faktor yang tidak disadari. Memang semua penyakit skala besar rata-rata tidak disadari gejala awalnya. Akan tetapi, saat tanda sakit itu semakin sering muncul, barulah berbagai keluhan akan dimuntahkan. Sekali pun demikian, ada orang-orang tertentu yang cenderung tidak suka mengeluh bahkan di hadapan seorang tenaga kesehatan. Mereka ingin tetap terlihat kuat seklipun sendi-sendi kehidupannya digerogoti oleh penyakit akut maupun kronis. Orang seperti ini dikenal bermental baja namun kebiasaan tidak mau berobat, tidak mau mengecek kesehatan dan tidak mau mendengar pendapat mereka yang ahli dibidangnya juga beresiko membuat derajat penyakit semakin besar dan merusak (komplikasi). Berikut ini beberapa gejala lemahnya organ pompa terkuat itu.

  1. Cepat lelah.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa organ vital ini bertugas khusus untuk memompa energi ke seluruh tubuh. Saat perannya mulai melemah, organ-organ lainnya di dalam tubuh tidak mendapatkan asupan energi yang memadai. Pekerjaan yang dibebankan kepadanya jadi tidak terselesaikan semuanya. Mungkin saja bisa selesai tapi membutuhkan waktu tambahan yang berlipat ganda. Menurunnya produktifitas menjadi salah satu momen yang menyebalkan bagi seorang laki-laki yang sudah terbiasa bekerja efektif dan efisien.

  2. Sering mengantuk.

    Ketika otot-otot dipaksa untuk bekerja sekali pun dalam keadaan lesu, koordinasi motorik dari otak mulai melemah. Berkurangnya asupan energi ke otak membuatnya tidak mampu memperluas pengaruh ke seluruh tubuh. Syaraf-syaraf organ seperti kehilangan sinyal sehingga secara otomatis/ tanpa perintah, organ-organ tersebut memasuki fase istirahat. Tanpa perintah langsung dari otak, sistem syaraf internal di setiap organ mulai aktif dalam mode alam bawah sadar. Biasanya fase ini adalah tahapan hemat energi yang membuat individu tertidur nyenyak.

  3. Tubuh terlalu dingin.

    Darah adalah komponen utama yang diperlukan dalam berbagai tahapan metabolisme. Yang kami maksudkan di sini bukan darah secara umum tetapi berbagai komponen di dalamnya yang berperan dalam menebarkan sari-sari makanan, minuman dan oksigen ke seluruh tubuh. Ketika kekuatan otot-ototnya menjadi lemah, besar kemungkinan kemampuannya mengedarkan darah turun drastis. Padahal, bisa jadi organ-organ tertentu membutuhkan asupan energi yang memadai, namun dikirim sedikit. Misalnya saja kekurangan energi yang disertai dengan meningkatnya rasa dingin di area kulit. Gejala tubuh mudah mendingin merupakan keadaan yang sangat umum terhadap pasien yang jantungnya lamah.

  4. Sulit berkonsentrasi/ sukar fokus.

    Otak dengan tekanan darah rendah membuat seseorang kekurangan energi dan oksigen yang sangat penting bagi aktivitas berpikir. Saat kekurangan energi keadaannya seperti lampu yang meredup kurang arus/ kurang tegangan hendak mati gelap. Kesadaran mungkin saja masih bagus tetapi tidak memiliki kekuatan untuk memberi perintah atau menggerakkan organ tertentu. Sebab listrik motorik yang dicanangkan di dalam otak tidak sampai ke organ/ bagian tubuh dimaksud karena rendahnya daya. Sinyal-sinyal perintah motorik yang dikirimkan otak akan hilang begitu saja diperjalanan. Akibatnya, terjadi miss komunikasi antara pikiran dan organ tertentu yang dapat mengalihkan konsentrasi karena menurunnya kesadaran.

  5. Berdegup tidak stabil saat memaksakan diri.

    Orang dengan gejala lemah jantung menempatkan dirinya menjadi serba salah. Saat tidak beraktivitas, bisa semakin lemah. Namun bila aktivitasnya terlalu tinggi malah jantung berdegub/ berdetak sangat kencang dan tidak stabil. Selain itu, bila gejala semacam  ini dibiarkan selama berhari-hari bahkan beminggu-minggu. Besar kemungkinan sekali berdebar akan memicu rasa perih yang dalam di area dada bagian kiri. Operasi katub jantung bisa menjadi pilihan yang tragis untuk mengatasi permasalahan ini.

  6. Kaki bengkak terasa kebas.

    Ada beberapa elemen yang tidak mampu ditransportasikan oleh darah karena lemahnya tekanan dari jantung. Keadaan ini membuat zat tersebut semakin menumpuk. Saat terus-menerus tertimbun bengkak jika dibiarkan tanpa penanganganan khusus, kaki bagian bawah terlihat membesar. Pasien perlu momen khusus dimana posisi tubuh dibuat sejajar (sedang tertidur/ telentang). Bila perlu kaki agak ditinggikan ke atas agar yang sempat tertinggal di bawah akan ditarik kembali ke jantung lalu dikirim ke hati atau ginjal sebelum diekskresikan melalui saluran kemih.

  7. Pusing, gelisah, terjatuh.

    Keadaan ini disebabkan oleh karena berkurangnya asupan energi dan oksigen ke otak. Jantung lemah tetapi aktivitas tinggi membuat semua organ tubuh kehilangan suplai normal. Kemungkinan besar, kalori dan oksigen yang dapat diantarkan ke masing-masing organ jumlahnya minimal. Ketika seseorang memaksakan dirinya untuk beraktivitas maksimal dengan sumber daya minimal menyebabkan kesenjangan aktivitas. Ketimpangan inilah yang membuat orang tersebut menjadi gelisah (ingin melakukan banyak hal tapi tidak mampu), pusing (koordinasi dari sistem syaraf pusat melemah) bahkan sampai terjatuh. Oleh karena itu, jangan memaksakan diri untuk bekerja berat dan sebaiknya dahulukan istirahat sampai kesehatan anda pulih kembali.

Alasan mengapa jantung menjadi lemah

Sesungguhnya jantung manusia tidak pernah menjadi lemah. Hanya saja, manusia sendirilah yang secara sengaja melemah-lemahkan diri dengan miskin aktivitas. Orang zaman sekarang lebih mengenal istilah ini dengan sebutan garing, “kenyamanan hidup.” Itulah dia, siapa yang tidak ingin hidup nyaman, duduk santai terus-menerus? Kekuatan yang sudah dianugerahkan Tuhan tidak digunakan sebagaimana mestinya. Sehingga ada kesan, organ-organ tubuh kemampuannya menjadi terbengkalai, salah satunya adalah organ vital yang terletak di rongga dada sebelah kiri. Berikut ini akan kami jelaskan seadanya, apa-apa saja faktor penyebab pompa dahsyat ini melemah.

  1. Kurang beraktivitas.

    Seperti yang telah kami sampaikan dalam tulisan-tulisan sebelumnya bahwa aktivitas adalah ciri utama makhluk hidup. Jangankan manusia, bumi yang kita injak inipun aktif dahsyat tanpa disadari. Kalau bumi saja berotasi dan berevolusi terlebih lagi dengan manusia yang telah dianugerahkan otot, tulang dan sendi. Memanjakan diri dalam nikmatnya kenyamanan hidup yang ditopang oleh mesin berteknologi canggih tidaklah selalu baik. Terkadang, justru jerih lelah yang kita keluarkan saat melakukan sesuatu merupakan sumber-sumber kebahagiaan. Lagipula indah rasanya pengorbanan yang kita torehkan lewat perjuangan yang nyata-nyata.

  2. Kurang mengonsumsi air putih.

    Air adalah komponen bumi yang sangat sederhana namun antik. Acap kali kita menyaksikannya dalam rupa-rupa yang lembut membasahi kulit. Kadang pula kita menyaksikannya dalam bentuk beku mendinginkan suasana. Ada juga saat-saat dimana kita melihatnya sebagai kapas yang melayang-layang, yang suatu saat akan terjatuh memuaskan dahaga bumi yang tanah-tanahnya seperti karpet lembut terluas.

    Air sangat menentukan visikositas darah. Ketika seseorang kurang minum air maka kekentalan darahnya akan meningkat sehingga laju pengiriman energi dan oksigen ke berbagai organ turut melambat. Jika keadaan ini terus berlanjut maka berbagai penyumbatan akan menjadi kentara di dalam pembuluh darah (besar maupun kecil). Perlambatan laju transportasi darah akibat meningkatnya visikositas inilah yang membuat jantung terkesan lemah.

  3. Kurang mengonsumsi garam.

    Garam adalah ion yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan asam-basa di dalam tubuh. Tanpanya, pH tubuh bisa berubah dengan cepat oleh karena pengaruh makanan dan minuman serta lingkungan sekitar. Sedang jantung itu sendiri sangat sensitif dengan perubahan pH darah. Saat tingkat keasaman darah meningkat maka dorongannya ke arah hati dan ginjal semakin kencang, sebab organ-organ tersebut berperan untuk menyaring dan berupaya mengembalikan pH senormal-normalnya.

    Kurangnya asupan garam membuat salinitas darah bimbang. Sedikit saja tekanan dari luar yang biasanya berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi, sudah bisa memperparah keasamannya. Biasanya, perubahan pH skala cepat semacam ini dapat menimbulkan debar-debaran jantung. Bila ini terus dibiarkan, durasi jantung berdebar menjadi lebih lama yang disertai dengan rasa nyeri di dada kiri.

    Biasanya hubungan konsumsi garam dan air sangat berkesinambungan. Saat seseorang mampu memenuli kebutuhan elektrolit harian maka intensitas mengonsumsi air boleh berkurang. Akan tetapi, bagi anda yang kurang mengonsumsi air garam manis isotonik, sebaiknya sering-seringlah mengonsumsi air putih (lebih dari 2 Liter per hari). Jangan sekaligus banyak, satu gelas ludes. Melainkan 2-3 teguk sekali minum hanya saja perlu lebih sering dikonsumsi.

  4. Makan berlebihan.

    Porsi makan yang lebih banyak tidak selalu menguntungkan kita. Apa yang sedang-sedang saja adalah yang terbaik. Artinya, sesuaikan antara pekerjaan yang dilakukan dengan asupan pangan yang dibutuhkan. Bila pekerjaan yang kita lakukan tidaklah berat-berat amat: lebih baik makan besar dua kali sehari saja. Jika anda merasa bahwa beban kerja hari ini sangat besar, porsi makanan pun dapat dilebihkan dari yang biasanya. Konsumsi yang efektif dan efisien membuat manfaat makanan dan minuman selalu terkendali dalam taraf positifr. Saat mengkonsumsi sesuatu secara berlebihan: pasti tubuh mulai mengirim pesan muak, lelah dan ingin makanan yang lebih baik.

    Konsumsi yang berlebihan, bisa membuat darah kelebihan beban. Akibatnya, jantung akan bekerja super ekstra untuk mentransportasikan sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh tubuh. Biasanya pada keadaan ini, orang tersebut inginnya tidur saja setelah makan. Padahal keadaan semacam ini jelas kurang menyehatkan. Baiknya setelah makan yang enak-enak, istirahat sebentar lalu kembali melanjutkan aktivitas lainnya agar tidak terjadi penimbunan nutrisi yang dapat menjadi awal penyebab penyakit metabolisme.

  5. Akibat keracunan.

    Apakah anda diracun atau tidak sengaja keracunan? Siapa yang tahu itu? Tidak perlu terlalu fokus kepada penyebab hal itu terjadi. Baiklah kita mengambil kesimpulan umum sambil menghindari prasangka buruk dengan menuduh iblis sebagai dalang. Memang salah satu racun yang paling cepat bekerja menimbulkan efek samping bagi kesehatan adalah jenis yang melemahkan jantung. Kami sendiri tidak paham betul tentang nama atau golongan toksin tersebut hanya pernah merasakan efeknya beberapa kali. Toksin semacam ini, hampir tidak bisa dihindari terlebih ketika dimasukkan secara diam-diam dalam minuman atau makanan kita. Oleh karena itu, dalam segala sesuatu yang tidak dibuat sendiri, gunakan tes 3 menit/ tes lima menit.

    Caranya: konsumsi makanan dan minuman sedikit-demi sedikit di awal. Lalu tunggu selama 3-5 menit: apa yang anda rasakan? Adakah sesuatu yang aneh atau gangguan kecil menghimpit tubuh anda? Sebelum melanjutkan konsumsi; selama masa jeda inilah gunakan indra baik-baik untuk mencicipi segala sesuatu dengan bijaksana. Berhenti mengonsumsi apa yang memicu keanehan terhadap tubuh anda. Jangan merasa kasihan membuang makanan dan minuman beracun demi sehat sepanjang hari.

  6. Mungkin terlalu lelah.

    Kondisi tubuh yang lelah setelah bekerja/ berolahraga membuat kita tidak bisa berkonsentrasi terhadap aktivitas selanjutnya. Saat manusia dari luarnya terlihat kelelahan (ngos-ngosan/ keringatan), organ bagian dalam juga mengalaminya. Jantung akan bekerja ekstra untuk menetralkan pH darah yang mulai menjadi asam akibat sisa metabolisme otot. Ada dua pilihan umum yang biasanya ditempuh oleh tubuh kita, yaitu mendorong sisa metabolisme ke luar lewat kelenjar keringat di permukaan kulit. Atau bisa juga dengan mendorongnya ke hati dan ginjal untuk segera dikeluarkan melalui urin.

    Bila kelelahan, tidak perlu memaksakan diri untuk melakukan rutinitas lainnya. Istirahatlah terlebih dahulu, beri kesempatan bagi tubuh untuk membersihkan diri dari sisa metabolisme aktivitas berat sebelumnya. Baru setelah itu, lanjutkan kembali rutinitas anda. Dengan beristirahat setelah lelah bekerja, kita akan menyambut aktivitas lainnya dengan segar-bugar-penuh semangat.

  7. Sedang mengalami dehidrasi.

    Dari sekian banyak hal yang terlupakan oleh manusia, salah satu yang paling sering dan paling banyak terlupakan adalah kebiasaan mengonsumsi air secara berkesinambungan. Mungkin karena aktivitas ini terdengar sangat sederhana maka banyak orang yang menyepelekannya. Lagipula rasa air putih tawar adanya yang membuat minat untuk sering-sering mengonsumsinya semakin jelek. Akibatnya, orang yang tidak sering mengonsumsi air akan mengalami berbagai gejala penyakit mulut, gusi dan gigi. Sampai diabetes, kolesterol tinggi dan termasuk lemah jantung.

    Selain disebabkan oleh karena faktor “lupa.” Dehidarsi juga turut disebabkan karena cuaca panas menyengat. Pada keadaan ini, manusia akan lebih mudah mengalami penguapan sehingga siklus air di dalam tubuh terganggu. Jumlahnya yang sangat kecil dapat menyebabkan gangguan penyakit jantung  dan memicu penyakit metaboisme lainnya. Oleh karena itu, mulai saat ini, rajin-rajinlah mengonsumsi air putih. Tidak perlu sekaligus banyak tetapi dua-tiga teguk asalkan lebih sering dilakukan.

Kesimpulan

Kekuatan dari luar berawal dari dalam. Saat organ-organ dalam sehatnya terjaga akan membantu keberhasilan setiap aktivitas yang ditekuni sehari-hari. Apalah aktivitas manusia tanpa jantung yang sehat? Bila organ ini melemah akan membatasi tanggungjawab yang dapat kita selesaikan atau walau pun ada yang sempat dikerjakan, butuh waktu lebih lama sampai semuanya beres. Oleh sebab itu, berupayalah untuk menjaga vitalitas organ dengan mengonsumsi air putih lebih sering, mengikutkan garam dalam masakan, selalu beraktivitas setiap hari dan tidak berlebihan saat mengonsumsi makanan atau minuman sedap. Bisa dikatakan bahwa maju-mundurnya kesehatan organ pemompa ini sangat mempengaruhi produktivitas manusia. Maju-mundurnya pencapaian target kerja berawal dari ketelatenan menjaga kesehatan fisik.

Salam, Sehat pekerjanya,
maksimal produktifitasnya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.