7 Alasan Merahasiakan Harapan – Tidak Memberi Tahu Kepada Orang Lain Pengharapan Spesifik

Alasan Merahasiakan Harapan – Tidak Memberi Tahu Kepada Orang Lain Pengharapan Spesifik

Keinginan kita adalah dasar kesenangan, kesedihan, kebangunan, kehancuran, semangat dan kelesuan dalam diri manusia itu sendiri. Saat sesuatu yang terjadi terpenuhi sesuai yang kita mau, pastilah suasana hati berada dalam keadaan ceria positif. Akan tetapi, ketika sesuatu terjadi tanpa kita duga alias melenceng dari perkiraan: hati bisa merana, pahit dimana-mana. Jadi, kendalikanlah harapan-harapan yang dimiliki. Memang ada suatu roh yang membisikkan masa depan kepada kita, namun kita tidak tahu dengan jelas apakah itu roh baik atau roh jahat? Adalah baik bagi kita untuk tidak terlalu fokus membidik hari esok. Alangkah lebih baik jika hari ini dan seterusnya, kita pertama-tama belajar mewujudkan tanggung jawab dengan menyelesaikannya sampai tuntas.

Tahukah anda bahwa orang yang pintar-pintar mengelola hawa nafsunya adalah pihak yang paling bahagia di bumi ini. Apa pun yang terjadi tidak bisa melukainya karena semuanya dihadapi dengan penuh keikhlasan. Hari-hari jadi penuh sukacita sebab harapan-harannya secara garis besar, telah tercapai. Hubungan dengan orang lain sehat dan lancar saja, sebab setiap kebaikan yang dilakukannya kepada sesama, ditujukan kepada Tuhan.Lagu-lagj pujian kepada Allah Tetapi si pengendali nafsu yang buruk hanya menemukan kehampaan sekalipun dua-tiga hal dari nafsu tersebut telah terpenuhi. Tiada suka di tengah duka sebab terlalu fokus pada situasi yang semeraut.

Pengertian

Tidak memberitahu cita-cita di masa depan adalah sebuah komitmen untuk mengabaikan berbagai bisikan roh yang belum pasti.  Sebab ada dua esensi suara hati yang selalu mengiang di dalam batin: ada yang jahat dan ada yang baik. Sedang kita tidak tahu pasti, apakah bisikan tersebut benar adanya atau jangan-jangan hanya sebuah cobaan demi menarik keluar hawa nafsu yang lebih besar, jahat dan merusak. Apapun alasannya, manusia tidak punya hak terhadap masa depan. Hal-hal itu masih rahasia dan dijaga juga diketahui oleh Allah seorang. Sekalipun demikian, kita dapat memprediksi masa depan berdasarkan hukum tabur-tuai. Polanya, setiap orang yang menabur yang baik akan menuai yang baik pula di masa depan. Bahkan hasilnya bisa jadi berlipat ganda saat musim menuai tiba .

Faktor penyebab tidak menyiarkan harapan di masa mendatang kepada sesama

Selama hidup di dunia ini, kadang ekspektasi kita terhadap sesuatu tidak selalu sesuai/ tidak tepat adanya. Sebab pada umumnya, kilasan waktu yang terlewati bertransformasi menjadi imajinasi. Lantas kita berpikir bahwa imajinasi yang hanya merupakan serpihan masa lalu itu merupakan masa depan kita. Memang yang namanya nubuatan atau penglihatan sangat khas di zaman pewartaan firman yang pertama-tama. Pahamilah bahwa hal-hal semacam itu ditujukan untuk meneguhkan dan mengokohkan firman yang disampaikan-Nya. Sedang zaman sekarang tidak ada lagi penyampaian firman yang baru karena segala sesuatu telah disampaikan oleh Yesus Kristus. Apa yang kita lakukan sekarang hanyalah mengulang-ullang mempelajari firman yang sudah ada sampai benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan ini, baik secara pribadi maupun secara bersama-sama.

Berikut ini akan kami jelaskan sepantasnya, apa-apa saja yang menyebabkan kita tidak perlu memberitahukan harapan spesifik di masa depan.

  1. Manusia tidak punya akses ke masa depan.

    Apa yang paling tidak kita ketahui adalah hari-hari esok. Sebab tidak ada suatu pertimbangan yang dapat memastikan secara detail apa-apa saja yang akan terjadi dan apa pula yang tidak. Oleh karena harapan singkat yang kita miliki tak berpegangan pada satu rumusan yang mendekati ilmu pasti maka dengan demikian, kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelah bumi berotasi dan berevolisi berkali-kalai.

  2. Manusia merancang tapi Tuhanlah yang menentukan.

    (Yesaya 55:8) Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

    Kita memang anak-anak Tuhan tetapi bukan berarti secara otomatis memiliki segala kemampuan-Nya. Kita perlu tahu batas-batasnya. Jangan termakan terus oleh hasutan iblis yang lebih banyak menarik manusia menjadi jahat karena terus menyamai dirinya dengan Allah. Jika Tuhan mampu melihat masa depan, maka sudah sepatutnya kita mengandalkannya dalam segala sesuatu yang kita harapkan. Agar sekiranya mungkin Dia mempersiapkan kita untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

  3. Menghindari sikap sombong.

    Biasanya saat seseorang mendapatkan mimpi dalam tidur yang pulas. Mungkin saja ada imajinasi yang elegan menemani tidur yang panjang. Suatu rangkaian peristiwa yang kelak terjadi terpapar dalam pikiran. Suatu kesempatan yang luar biasa telah dikhayalkan dan hati pun berbunga-bunga menyambut kilasan hari esok yang sangat cepat itu. Mimpi yang luar biasa ini bisa saja dijadikan visi oleh orang tersebut. Mewartakan visi hidupnya kepada sesama hanya untuk beroleh kebanggaan diri dan kesenangan sesaat. Titik inilah yang perlu dihindari saat kita hendak curhat tentang harapan yang diyakini akan digenapi di masa depan. Lebih baik menyimpannya dihati saja agar tidak kelihatan sombong.

  4. Harapan sepenuhnya perkara kita dengan Tuhan.

    Apa hubungannya pengharapan kita dengan keberadaan orang lain? Apakah mereka bisa membantu kita untuk mewujudkannya? Tentu saja, kalau pengharapan itu dibuat/ disepakati secara bersama-sama maka kita pantas membicarakannya di antara orang-orang yang terlibat (misalnya dalam keluarga, organisasi). Perlu juga diingat-ingatkan antara satu dengan yang lain agar tetap berkomitmen mengusahakan/ memperjuangkan terwujudnya hal tersebut.

    Lain halnya jika pengharapan yang kita miliki menempuh jalur pribadi. Topik iman semacam ini hanya pantas dibicakan antara kita dengan Tuhan. Ini adalah perkara yang terus menjadi pergumulan kita: apakah kita semakin yakin akan hal tersebut atau roh mulai membuat kita ragu. Sehingga ada kecenderungan untuk menggapai hal-hal lainnya walau tak jauh beda dari hal yang diharapkan sebelumnya.

  5. Tidak ada untungnya kita mengetahui hari esok, malah rugi pun.

    Mengapa kami hendak meyakini anda bahwa masa depan yang penuh rahasia itu baik? Sebab kalau hari-hari kedepan yang akan kita hadapi telah dikenali, “dimana keseruannya?” Kalau semuanya sudah bisa ditebak maka hari-hari kita akan penuh dengan kebosanan karena tidak ada lagi yang namanya momen kejutan yang dapat memunculkan decak kagum walau sesaat. Jadi, alangkah lebih baik jika hari esok tetap terjaga kerahasiaannya agar hidup tetap bergairah untuk dilalui.

  6. Mengatisipasi beban mental, emosional dan sosial saat itu tidak terjadi.

    Lazimnya di dunia sandiwara, segala sesuatu bisa diatur menurut kesepakatan bersama. Semuanya bisa dikendalikan oleh sistem agar tidak terjadi kekacauan dan kesemerautan yang tidak terduga. Lain halnya di dunia nyata, kita tidak punya kewenangan untuk mengatur masa depan. Memang ada batas-batasannya juga, dimana yang bisa diatur hanyalah hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan bersama seluruh masyarakat. Itu pun pengaturannya hanya secara garis besar. Sekali pun demikian kejadian yang tak terduga bisa saja terjadi, tetapi siapa yang mengharapkan itu. Semua orang pasti maunya yang baik-baik seumur hidupnya.

    Saat kita mengsiarkan harapan pribadi kepada orang lain, bisa saja hati tidak terganjal dan tak terbeban karena hal tersebut. Akan tetapi, bagaimana jadinya bila apa yang kita harap terjadi malah tidak terjadi? Betapa besarnya rasa malu yang diderita sekali pun tidak ada yang mengejeknya secara nyata. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jikalau pencapaian pencapaian pribadi di masa depan yang kita rancangkan disimpan untuk diri sendiri.

  7. Masa depan hanya bisa dirumuskan secara garis besar.

    Secara umum masa depan seperti orang yang menabur pasti akan menuai. Aturan hukum tabur tuai dapat disangkut-pautkan dengan pencapaian kita di masa depan. Sekali pun demikian, rinciannya seperti apa itu dan bagaimana kronologi lengkapnya: hanya Tuhan yang tahu. Demikian juga tentang tuaian yang akan diterima: sampai berapa kali lipat, dalam bentuk apa dan melalui apa? Hal-hal semacam ini tidak ada yang tahu.

    Daripada terus-menerus terbeban dengan pengharapan spesifik di masa mendatang, lebih baik jikalau kita merancang sesuatu yang sifatnya umum saja. Misalnya saja: di masa depan keadaan kita pasti baik; sukses dalam pekerjaan; sabar menanggung derita; bahagia dalam semua sikon; bersukacita di tengah penderitaan dan lain sebagainya. Persiapkan dan layakkanlah diri anda untuk menyambut semuanya itu. Rencanakan hal-hal baik itu mulai dari sekarang. Simak juga kawan, Tuhan tidak mengecewakan anak-anak-Nya (orang yang percaya kepada-Nya).

Kesimpulan

Nyatakan harapan anda kepada sesama tetapi kiranya hal tersebut adalah sesuatu yang umum. Berhenti membidik masa depan seolah-olah kita adalah sniper peramal jitu penelaah kehidupan. Apa pun dasarnya, kita tidak memiliki hak untuk mengetahui hari-hari esok. Manusia memang tidak mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Akan tetapi, siapa pun juga bakal tahu dan percaya bahwa bahwa hal-hal baik akan menjadi nyata di masa depan. Pola-pola umum kehidupan merupakan harapan yang bebannya seringan angin. Kita bisa menyatakan garis besar kehidupan kita di masa depan saat bercengkrama dengan sesama. Misalnya bahwa segala sesuatu akan membaik, akan menemukan keberhasilan di dunia kerja, dimampukan untuk menyelesaikan banyak masalah, mampu bersukacita di tengah penderitaan dan lain sebagainya. Bukankah hal-hal semacam ini telah termaktum dengan jelas di dalam firman Tuhan? Tekunlah mempelajari firman maka anda akan memperoleh pengharapan yang umumnya terjadi dan pantas kita bawa-bawa dalam doa sehari-hari.

Salam, Nantikanlah hal-hal general
agar hati tidak terbeban
Sekalipun ada roh yang menggaungkan
pengharapan khusus-spesifik.
Jangan fokus pada hal tersebut
Tetapi bangunlah hari-hari
dalam kebenaran & keadilan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.