7 Antara Tuhan Dan Teknologi – Masakan Kita Sujud Menyembah Pada Buatan Tangan Sendiri?

Antara Tuhan Dan Teknologi – Masakan Kita Sujud Menyembah Pada Buatan Tangan Sendiri

Keinginan kitalah yang membentuk siapa kita? Atau bisa juga dikatan bahwa nafsu yang kita miliki membantu mengarahkan kita pada tujuan-tujuan yang lazim sehingga ke sanalah hati mengarah. Saat hati menemukan sukacita pada satu arah maka arah itu teruslah yang akan ditempuh dengan sungguh-sungguh. Saat pola tertentu membuat hati tenang maka pola itu teruslah yang akan digeluti dengan sungguh. Saat hawa nafsu kita selaras pada kebenaran dan keadilan maka saat itu jugalah ada kebahagiaan dan kelegaan hati. Karena ini adalah rasa paling langka dan diburu oleh semua orang maka tidak ada ruginya saat kita berjuang untuk melakukan apa yang benar dan yang adil untuk semua.

Lantas dalam jalan berlikunya hari yang kita lewati, kita pun menemukan berbagai kepuasan lainnya yang ditawarkan oleh dunia ini. Merekalah generasi materi yang sangat populer dengan nama pasaran gemerlapan duniawi. Ada rasa yang menggebu-gebu kita kita menikmati berbagai oase materi duniawi di tengah peliknya jalan hidup yang ditempuh. Ini sangat menyenangkan, kesukaan hati penuh dan banyak teman yang menemani. Namun dalam waktu sekejap saja, semuanya itu berlalu. Kita ingin mengenang kegemilangan masa-masa itu tetapi tak ada daya, tak cukup sumber daya untuk melakukannya lagi. Pada saat pesta kegemilangan berhenti, keadaan kita semakin parah saja. Tidak ada lagi tawa bahkan senyumpun tidak mampu.

Sehebat apapun esensi duniawi yang kita miliki saat ini, mustahil dapat mempertahankannya untuk selalu ada. Justru semakin suiper suatu materi/ kemuliaan maka semakin cepatlah hal-hal itu berlalu. Apa pun yang anda lakukan kita tidak selalu dapat mempertahankan yang besar-besar itu. Ada waktunya berakhir. Lagipula orang lain bisa iri menyaksikannya lalu mencela/ mengutukinya di dalam hati. Lebih baik memiliki sesuatu yang sederhana, mirip seperti yang dimiliki oleh kebanyakan orang. Lalu kita pun bebas bermain-main menikmati kesederhanaan tersebut tanpa merasa terbeban atau khawatir di masa depan.

Pengertian

Mengapa kami mengangkat perbincangan tentang keberadaan Tuhan dan teknologi umat manusia? Sebab ada kecenderungan berubahnya kebiasaan hidup dari yang besar-besar kepada sesuatu yang lebih sederhana agar semua orang bisa mencicipnya dengan adil. Lantas hal ini menjalar pula pada logika sensitif, untuk apa kita menyembah sesuatu yang tidak pernah dilihat mata kepala sendiri? Lebih baik menyembah teknologi tinggi besar yang jelas-jelas memberi faedah di depan mata. Karena pedang memberikan kemenangan maka sekelompok orang memuja dan mendewakan sebagai penyelamat. Sewaktu hewan membuat kenyang dan memberi kemakmuran maka sekolopok manusia pun memujanya pula. Kita bisa terjebak dalam suatu persepsi yang bobrok, hanya karena kebiasaan memuja materi dan nikmat duniawi.

Defenisi – Menuhankan teknologi adalah kebodohan karena kita menganggap apa yang kita ciptakan lebih tinggi dari kita. Saat memuja dan mengagumi manfaat yang didatangkan ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi yang memberi solusi dalam setiap masalah selama hidup di dunia fana adalah efek samping dari sifat berbangga hati.

Perbandingan antara Tuhan dan teknologi

Manusia tidak bisa dipisahkan dari kekuatan IPTEK dan keberadaan Sang Pencipta. Bahkan bisa dikatakan bahwa dari Allahlah manusia terinsiprasi untuk menciptakan berbagai macam teknologi demi kebaikan bersama. Kita butuh Tuhan dan juga butuh teknologi tetapi utamakan terlebih dahulu kewajiban di dalam Tuhan, baru setelah itu mengurusi teknologi yang dimiliki. Tidak ada yang salah dengan mesin berteknologi asalkan digunakan dengan bijaksana untuk tujuan yang sebenar-benarnya dan untuk kepentingan bersama di dalam masyarakat/ kelompok. Berikut ini akan kami berikan beberapa uraian perbandingan antara Sang Pencipta dengan yang diciptakan-Nya.

  1. Ilmu pengetahuan berasal dari Tuhan.

    Berhati-hatilah jangan sampai sesat pikir lalu merasa bahwa manusialah yang menghasilkan segala keilmuan tersebut. Bukti konkrit bahwa pengetahuan awalnya dari Sang Pencipta adalah keberadaan Alkitab. Lewat kalimat penuh kemaknaan itulah, manusia dirangsang sekaligus didorong untuk mempelajari alam sekitarnya. Misalnya saja tentang teori penciptaan yang tertulis dengan jelas di awal kitab Kejadian.

  2. Mnusia duluan ada, barulah setelah itu muncul yang namanya iptek.

    Kita pantas sujud dan menyembah kepada Tuhan karena sudah ada sebelum kita diciptakan. Sedang berbagai hasil karya sains baru ada setelah manusia diciptakan ke bumi ini. Lagipula hal tersebut butuh pengembangan dari generasi ke generasi. Sampai mencapai bentuk yang paling efisien dan efektif (misalnya saja perkembangan kendaraan bermotor dan transportasi).

    Lalu buat apa kita memuja-muji sesuatu yang kita hasilkan sendiri? Bukankah dengan demikian logika kita menjadi rancu: “pencipta menyembah kepada yang diciptakannya.” Daripada memuja hasil karya sendiri lebih baik fokus kmemuliakan Tuhan niscaya selalu ada sukacita.

  3. Teknologi hanya memuaskan indra tetapi Tuhanlah yang memuskan hati.

    Segala barang yang anda miliki di rumah adalah hasil besutan dan perkembangan dari ilmu pengetahuan. Semua itu ada karena kita membutuhkannya, walau kadang yang tidak dibutuhkan pun masih ada oknum yang hobi membelinya (ini salah satu tanda boros keuangan). Baik barang maupun jasa sama-sama dibutuhkan untuk memuaskan indra. Misalnya saat kita menonton televisi, main game di gadget dan lain sebagainyea. Sayang semuanya itu sementara saja.

    Lain halnya saat memiliki Allah. Kita perlu menjadi pribadi yang jiwanya aktif positif. Setia melakukan kebenaran dan selalu berbuat baik kepada siapa saja. Tentu saja aktivitas yang tidak pernah terabaikan saat punya Tuhan adalah bernyanyi-nyanyi memuliakan-Nya dari hari ke hari. Hati terpuaskan bukan karena pengaruh lingkungan melainkan karena kita melakukan apa yang terbaik yang bisa diberikan untuk menjadi bermanfaat bagi Tuhan dan sesama: inilah kepuasan hati itu.

  4. Iptek memanjakan setiap penikmatnya, Sedang Tuhan mendewasakan setiap orang yang percaya kepada-Nya.

    Kekuatan kreativitas manusia telah menghasilkan banyak peralatan pembantu yang memudahkan pekerjaan manusia. Mereka menyebut ini sebagai sisi kenyamanan hidup yang tidak dapat dipungkiri oleh siapapun. Kekuatan membantu penyelesaian tugas-tugas sehari-hari sehingga memanjakan setiap penikmatnya. Jika ini terus-menerus berlanjut, manusia menjadi lemah hati layaknya anak-anak yang emosinya tidak stabil.

    Lain halnya dengan kasih Tuhan kepada umat manusia: Ia memberikan yang baik tetapi mengizinkan pula gejolak terjadi. Orang yang percaya kepadanya selalu bahagia karena hidup melakukan kebenaran dan keadilan. Sekalipun mereka memiliki hari-hari yang serba fluktuatif, ada suka-dukanya, ada pahit-manisnya dan ada nyaman-tidaknya.

  5. Iptek adalah benda mati tanpa operator sedang Tuhan kita hidup.

    Perhatikan hasil-hasil ilmu pengetahuan manusia di sekitar anda. Atau bisa juga dengan mengamati berbagai kemegahan dan kemewahan yang ada di kota besar (sekelas metropolitan). Bagi mereka yang baru pertama berkunjung, pasti tidak henti-hentinya merasa heran sekaligus kagum setelah menyaksikan semuanya itu. Tetapi, tahukah anda bahwa semua hal-hal glamour tersebut tidak ada artinya jika tidak ada manusia? Semua gemerlapan yang wah tersebut hanya akan jadi rongsokan tak berguna tanpa manusia yang mengoperasikan atau memanfaatkannya.

    Lain halnya dengan Tuhan; Dialah yang awal dan yang akhir. Allah yang setia, mengenal dan memahami umat-Nya. Apapun masalah yang kita hadapi, mintalah petunjuk dari-Nya dan jangan berhenti memperjuangkan kebenaran dan keadilan-Nya. Biasanya, Tuhan membantu kita menelesaikan masalah pribadi dengan menginspirasikan solusinya. Sabarlah menunggu sampai pencerahan itu dinyatakan atasmu.

  6. Teknologi perlu dibeli tetapi hubungan yang langgeng kepada Tuhan gratis selamanya.

    Untuk menikmati manfaat teknologi perlu di beli. Memang ada barang tertentu yang dikasih diskon bahkan gratis sama sekali. Namun sadarilah bahwa itu hanyalah promosi yang adanya sekali-sekali saja. Lebih dari itu, siap-siap membayar mahal untuk memilikinya. Terlebih bila hal tersebut berhubungan dengan mesin super mini namun manfaatnya segunung.

    Tidak demikian dengan Sang Pencipta. Segala sesuatu dianugerahkan-Nya secara gratis kepada tiap-tiap orang. Masalahnya sekarang adalah seberapa besar usaha dan ketekunan masing-masing orang. Juga tidak bisa dipungkiri bahwa walaupun Tuhan menghendaki keadilan sosial/ kesetaraan. Tidak ada yang bisa mewujudkan keadilan masal selain dari sistem (pemerintah) di dalam masyarakat.

  7. Manusia khilaf memuja mesin yang akhirnya mendatangkan bencana.

    Kekuatan mesin-mesin canggih bisa saja membuat kita terheran-heran tetapi manfaatnya bukanlah segalanya. Melainkan lazimnya, ada satu mesin untuk suatu pekerjaan. Jika semua pekerjaan yang biasanya kita lakukan malah diserahkan kepada mesin niscaya kediaman kita bertaburan berbagai rupa-rupa teknologi. Terlebih lagi soal mesin transprtasi yang digunakan masih memanfaatkan bahan bakar bensin/ premium tingkat rendah. Lalu kita merasa bahwa hal tersebut tidak masalah. Padahal jika semua masyarakat mengikuti gaya hidup yang demikian maka akan terjadi polusi masal yang berangsur-angsur merusak lingkungan. Udara tidak lagi bersih, panasnya siang terlalu menyengat, hujan tidak kunjung turun, banjir besar pas hujan turun, tanah longsor, banjir bandang dan lain sebagainya.

    Saat mesin membanjiri bumi maka udara akan terkotori. Setelah itu sambung-menyambung bencana alam akan berdatangan.

    Membuat masyarakat candu terhadap terknologi, menginginkan dimanja-manja mesin, ternyata banyak efek sampingnya. Silahkan cari saja di internet. Akan tetapi, setia mengikut Tuhan membuat manusia damai, bahagia dan makmur seumur hidup.

Kesimpulan

Sekali lagi kami katakan bahwa menuhankan teknologi adalah sebuah kebodohan. Tidak sepatutnya kita dikendalikan oleh ciptaan kita, melainkan manusialah yang mengendalikan teknologi.

Sepatutnya, mereka yang bijak memanfaatkan teknologi dapat merasakan manfaatnya tanpa meninggalkan iman yang dimiliki. Akan tetapi, pemanfaatan mesin menjadi lebih banyak biasnya karena ditujukan untuk pamer kemewahan dan pamer gengsi berkelas. Pada saat seperti ini, yang pertama-tama merasakan dampaknya adalah lingkungan sekitar, masyarakat dan orang itu sendiri. Akan tetapi, pemanfaatan ilmu pengetahuan yang sederhana, terarah dan tepat guna membantu kemajuan bersama. IPTEK yang kita miliki justru merusak karena dimanfaatkan secara berlebihan, demi kepentingan pribadi dan demi tujuan yang salah lainnya. Bila manusia mulai membanggakan dan mendewakan gengsi dan kemewahannya: inilah awal yang merusak sehingga penggunaan iptek menyeleweng. Oleh karena itu, kembalikan kesederhanaan hidup ini agar tindak-tanduk kita sesuai dengan kehendak Sang Pencipta.

Salam, Hiduplah sederhana!
Sebab gengsi gede-gedeaan
& hidup bermewah-mewahan
hanya membuat kita
semakin cinta dunia
dan melupakan Tuhan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.