7 Cara Mengecewakan Dan Mengalahkan Orang Jahat

Cara Mengecewakan Dan Mengalahkan Orang Jahat

Adakah manusia yang tidak pernah kecewa? Saya pikir tiap-tiap dari kita dapat memahami situasi tersebut. Hanya saja, ada perbedaan persepsi antar manusia. Mungkin bagi orang ini hal tersebut mengecewakan tetapi bagi orang itu tidak merasa demikian. Sebab ekspektasi terhadap rasa tersebut sungguh beragam dan sangat tergantung dari persepsi tiap-tiap orang. Orang yang selalu saja memiliki sudut pandang yang negatif akan terus merasa dirugikan ketika hal-hal baik terjadi terhadap sesamanya. Orang tersebut bisa saja tersakiti, padahal tidak ada yang mengganggu ataupun mengocehnya. Oleh karena itu, milikilah sudut pandang positif dalam segala situasi yang dijalani agar tidak mudah terbakar oleh aura negatif yang merusak.

Sadar atau tidak, hari demi hari dibangun oleh opini yang kita keluarkan selama beraktivitas. Pendapat kita seperti jalur kereta api kehidupan. Selama jalurnya bersih dipenuhi dengan opini-opini positif maka selama itu, sukacita penuh tenang pikiran walau kaki melangkah kemana saja. Selama pandangan kita buram memaknai kehidupan maka selama itu pula suasana hati yang merana dan menderita nyata. Padahal tidak ada orang yang menekan/ mengompas kita secara langsung. Melainkan kita hanya termakan oleh opini-opini sampah yang kebanyakan membuat hati gelisah, takut, kuatir, melemah dan lain-lain. Oleh karena itu, bangunlah hidupmu dalam opini positif agar hari demi hari dilalui dengan tegar walau kadang berombak kecil sampai besar.

Pengertian

Pada dasarnya mustahil mengecewakan dan mengalahkan orang jahat. Terlebih saat orang tersebut memiliki banyak harta dan relasi kawan-kawan juga banyak. Tidak ada kesempatan menang dari orang-orang ini. Akan tetapi, kita dimungkinkan untuk bermain-main di area tujuannya. Sebab apa pun yang kita lakukan di dunia ini, semuanya dinilai dari tujuannya. Pastikan apa rupa-rupa yang menjadi tujuan mereka. Sudah pasti itu selalu mengarah ke hal-hal negatif: mana ada orang fasik yang golnya benar? Apa bila gol tersebut bisa dicapainya dalam diri orang lain, membuat sikorban jahat juga menjadi pengikut menjilat padanya. Cukup sampai di situ, itulah pilihan sikawan itu dengan menjadi budak-budak kelaliman. Akan tetapi, khusus untuk diri anda: jangan biarkan itu terwujud.

Defenisi – Misi mengalahkan si jahat (fokus iblis yang telah jahatin umat manusia sejak dari awal kehidupan) mencakup lingkup pribadi. Artinya, kita tidak boleh terpengaruh oleh orang-orang di sekitar yang tiba-tiba berubah bebal. Melainkan pegang prinsip hidup yang benar dan adil: jangan biarkan sikap kita melanggar aturan yang benar di dalam masyarakat.

Kiat mengecewakan dan mengalahkan oknum yang menawarkan kejahatan

Sadar atau tidaki, kita adalah pasukan kebebanaran tenaga sukarela yang tidak digaji secara berkala oleh siapa pun. Melainkan kita melakukannya dengan setulus hati bahkan sepenuh hati karena sebelumnya telah mencicipi betapa lezatnya madu kebenaran yang menenangkan jiwa. Kekuatan dan kegemparan inilah yang selalu kita rindukan: oleh sebab itu, jangan biarkan diri terseret oleh akta pengaruh buruk duniawi. Masalah sendiri biarlah itu menjadi masalah pribadi yang akan diurus secara singkat tanpa menyebabkan kegaduhan. Biar saja mereka buat gaduh karena saking kesalnya tetapi kita tetaplah santun dan tenang menghadapi situasi yang bergelora. Berikut selengkapnya apa yang kami sebut sebagai misi mustahil namun kemungkinan sukses 100%.

  1. Bersikap baiklah kepada siapa pun, termasuk baik kepada musuh.

    Ini adalah kekuatan sejati orang percaya. Kita bukanlah pengikut setia Kristus sebelum mampu mengasihi siapa-siapa yang telah, sedang dan akan memusuhi. Arahkan sikap yang mau mengasihi dengan tulus kepada siapa pun yang dimungkinkan. Bantulah orang-orang menjadi baik dan bantulah mereka untuk teguh tegap menghidupi apa yang diyakininya benar.

    Khusus kepada mereka yang pernah secara langsung menyudutkan kita, tetap buka tangan dan bibir yang penuh kebaikan terhadap mereka. Tetapi tingkatkan kewaspadaan standar untuk mengantisipasi jebakannya. Jangan biarkan emosi meluap agar bisa membalas sikap buruknya. Melainkan tabahlah menghadapi semuanya dengan sikap yang lemah lembut.

  2. Jangan menyalahkan manusia tetapi salahkanlah iblis.

    Penyangkalan terhadap kemanusia membuat kita terbebas dari sifat suudzon yang penuh prasangka negatif melemahkan hubungan dengan sesama manusia. Biasanya, kalau kita sudah mencurigai seseorang, intensitas berbuat baik kepadanya mulai berkurang. Bahkan kalau kita belum mampu mengikhlaskan kejadian malang tersebut, besar kemungkinan menjadi acuh tak acuh terhadapnya.

    Oleh sebab itu, alangkah lebih baik kalau dalam segala kemalangan yang kita alami, salahkanlah iblis yang memang sejak dari awal menciderai kehidupan umat manusia. Saat kita meyakini hal ini maka tidak ada kesempatan bagi hati dan tidak ada kesempatan bagi prasangka untuk menunjuk-nunjuk orang tertentu. Melainkan kita telah menerimanya dengan ikhlas dan berupaya mengantisipasinya di masa mendatang. Jika dapat diantisipasi, syukurlah tetapi ketika kita tidak dapat mengantisipasinya lagi, tetaplah bersyukur kepada Tuhan yang memberi kita kekuatan untuk menanggung derita tersebut.

    Berhenti menyalahkan sesama. Melainkan katakan saja, “ada iblis di antara aku dan kamu, makanya kamu menjadi jahat. Kamu sebenarnya orang baik. Semoga si jahat itu segera berlalu dari antara kita.” Sekalipun kita tidak menyalahkan si ini atau itu, tetaplah WASPADA dalam segala sesuatu.

    Saat anda mewaspadai seseorang, bukan berarti otomatis menjadi musuhnya. Melainkan bersahabatlah dengan musang berbulu domba tersebut. Sehingga besar keengganannya melakukan kejahatan di depan anda apalagi saat disaksikan oleh semua orang.

  3. Membiarkan orang jahat menang di muka.

    Tujuan utama kita di sini adalah bukan untuk mengalahkan penjahat di hadapan orang lain/ di depan orang banyak. Tetapi, satu-satunya tujuan kita adalah membuatnya malu terhadap dirinya. Bahkan justru ketika mereka mempermalukan kita di hadapan orang, hindarilah sikap membalas dengan kata-kata meledek atau merendahkan juga. Melainkan sambut semuanya itu dengan positif. Mengalahlah, senyumlah, tunduk-anggukkanlah kepala lalu diam seribu bahasa sambil melanjutkan aktivitas seperti biasa. Jangan biarkan tarikan kejahatan turut membuat kita menjadi jahat: pegang prinsipmu kawan dan jadilah konsisten!

    Sama mereka mulut dan hebat nama, biarkan saja. Kerendahan hati mengikhlaskan kita untuk mengalah sekaligus membuat hati tenang.

  4. Lupakan rasa sakitnya dan hindari refleks jahatnya.

    Parah keadaan kita akibat luka-luka selama menjalani hari di bumi ini. Ketika kita semakin membahas-bahas ini maka semakin pusinglah kepala. Artinya, separah-parahnya keadaan kita, jangan terlalu digubris dalam hati. Toh kita masih sehat-bugar, bisa makan-minum dan bisa beraktivitas seperti biasa. Orang yang suka mengupas-ngulas penderitaannya cenderung susah melupakan hal-hal yang menyakitkan tersebut.

    Satu-satu cara untuk mengabaikan penderitaan adalah dengan tetap sibuk positif. Bisa dengan fokus kepada Tuhan (dalam doa, firman, nyanyian pujian). Sibuk melakukan kebaikan, bermanfaat terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Juga bisa dengan sibuk bekerja menyelesaikan berbagai hal. Pula dapat dengan menghabiskan waktu sambil mempelajari sesuatu (misalnya belajar bahasa Inggris, ilmu alam, wawasan nusantara dan lainnya).

  5. Salahkan iblis dalam segala situasi jahat.

    Penting sekali bagi kita untuk menimpakan setiap kesalahan kepada Iblis, tokoh yang selalu menjadi dalang kejahatan dari sejak awal masa. Ini bukanlah omong kosong tetapi Alkitab sendirilah yang menyatakan hal tersebut.

    Saat kita menyalahkan iblis maka tidak ada lagi alasan untuk menyalahkan dan menuduh si ini atau si itu. Pada kesempatan ini juga, kita tidak lagi punya alasan untuk berburuk sangka (suudzon) terhadap sesama. Ini adalah bentuk manipulasi persepsi agar pikiran selalu positif di segala waktu.

    Mempersalahkan iblis juga turut memampukan kita untuk melupakan kesalahan sesama. Tiada ada niat permusuhan terhadap orang-orang tertentu melaikan kita selalu berupaya mengasihi mereka: ramah dan santun terhadap semua orang. Itulah kebaikan yang selalu ada dan tidak pernah berakhir seumur hidup.

  6. Gagalkan apa tujuan jahatnya.

    Hindari menilai masalah-masalah anda secara sederhana. Saat kita terlalu dangkal mencermati desakan yang menghimpit, datang dari berbagai arah. Kesannya pasti menyakitkan, memahitkan dan memilukan jiwa-raga.

    Saat dewasa-cerdasnya anda sudah meningkat, akan memahami bahwa si oknum jahat iblis memiliki maksud-maksud khusus di balik semua sikap buruk orang lain yang dikecap. Sadarilah bahwa itu hanyalah pancingan: ada tujuan asli besar yang sangat merusak & terselubung terhadapmu. Ibils ingin menggagalkan kebenaran dan kebaikan kita sehingga kita berbalik arah lalu berlaku jahat/ buruk/ kotor/ keji/ fasik sama seperti dirinya.

    Berikut ini akan kami berikan beberapa contoh rancangan jahat besar di balik setiap sikap buruk yang kerap kita terima dari sesama.

    1. Gangguan konsentrasi saat kita sedang belajar. Rencana jahatnya: agar anda gagal ujian/ ulangan di sekolah.
    2. Gangguan fokus saat sedang bekerja. Rencana jahat iblis: agar anda memusuhi rekan kerja dan dipecat dari pekerjaan tersebut.
    3. Suara pekik saat kita sedang berdoa. Rencana jahat setan: agar anda gagal berdoa dan bersikap kasar membalas sesama.
    4. Suara gaduh saat kita bersama berkomunikasi. Rencana jahat iblis agar kita hilang konsentrasi ceplas-ceplos, sombong dan menghakimi sesama.
    5. Saat kita diejek atau direndahkan orang. Rencana jahat iblis yang perlu dihindari: hati gelisah, jiwa tertekan, pikiran kacau dan balas dendam.
    6. Ketika di hina atau dibully sesama. Rencana jahat setan: agar hati kesal, dendam, marah-marah, berlaku kasar dan ketakutan
    7. Sewaktu dikasari orang. Rencana jahat iblis: agar kita menjadi pribadi pengganggu yang kasarnya halus. Bahkan bila perlu membalas sikap buruk dengan kejahatan lainnya.
  7. Tetap rendah hati tanpa meledek atau menantang.

    Kami hendak memperingatkan para pembaca sekalian bahwa aktivitas mengecewakan musuh sangat rentan dengan sikap arogan. Lakukanlah hal-hal tersebut secara terukur dan bukan untuk dianggarkan di depan orang lain.

    Senang pengikut Tuhan di dalam hati maka raihlah kebahagiaan hati. Jangan seperti orang angkuh yang tertawa seraya meledek sesamanya untuk membuat dirinya terlihat senang. Apabila ada panggilan khusus yang mengaung dari dalam pikiran untuk menertawai kekecewaan orang lain. Jika kita mengikuti nafsu semacam ini, tepat saat itulah kita menjadi jahat dan sudah menjadi sama seperti si iblis.

    Saat nafsu semacam itu muncul, langsung tekan dengan merendahkan diri bahkan menginjak diri sendiri. Katakan dalam hati“Ya Tuhan, saya ini sampah hina, sama saja dengan orang itu, bebaskan saya dari keangkuhan ini. Amin!” Jangan pasif melainkan doakan jugalah orang tersebut, “semoga Tuhan memberinya pencerahan dan beroleh buah-buah pertobatan bahkan hikmat yang dari Allah.”

    Di atas semuanya itu, hindari terus-menerus membahas cara mengecewakan iblis ini di dalam hati melainkan tetap sibuklah positif. Fokus memuliakan Tuhan di segala waktu yang mungkin sambil berbuat baik kepada sesama, bekerja, belajar positif hingga akhir waktu.

Kesimpulan

Kuatkan hati/ bersabarlah sekalipun ada suara-suara di dalam diri kita yang mengatakan si ini yang salah, si itu yang salah. Sangkal semuanya itu dan jangan memusuhi orang manapun. Sebab yang salah adalah si iblis dan justru iblis makin bersorak-sorak saat hubungan dengan sesama jadi berantakan. Sekali lagi kami katakan, bersabarlah sampai semuanya bisa dibuktikan (rekam, kamerakan, videokan). Ada jalur hukum yang bisa mengadili kejahatan yang terbukti adanya.

Pada akhirnya, kita memahami bahwa bukan sesama manusialah yang menjadi musuh utama kita melainkan iblis yang sudah menjadi penggoda dan penyesat manusia sejak zaman purba kala. Ada baiknya juga kalau kita selalu berupaya memanipulasi setiap persepsi tentang “siapa yang ngejahatin kita?” Sebab dengan demikian, opini tentang orang lain jernih, tidak negatif dan tidak cenderung menghakimi. Hal-hal semacam ini sangat meringankan suasana hati sehingga tidak ada kendala berarti saat kita menjalin hubungan yang baik kepada sesama. Timpakan semua kesalahan kepada iblis, kecewakan iblis dan jangan biarkan dia mengubah kita menjadi jahat kesetanan.

Salam, Kecewa-kalahkan sijahat
Jangan biarkan golnya tercapai.
Ikhlaslah menderita,
namun tetap baik dan benar,
niscaya iblis kecewa-kalah besar
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.