7 Alasan Teknologi Adalah Saudara/ Anak Tiri – Ketika Manusia Mempermainkan Dosa!

Ketika manusia mempermainkan dosa atau bermain-main dengan dosa

Jaman ini edan. Coba nonton televisi dan saksikan berbagai acara yang disajikannya. Berita hadir dalam bungkusan elegan pria-wanita berjas tetapi nyatanya berisi kekerasan dan kejahatan yang dipopulerkan. Sinetron dan film hadir dalam keunikan yang memukau setiap penggemar, tetapi berisi sifat-sifat binatang dari kemanusiaan itu sendiri. Reality show hadir dalam porsi spesial yang garing dinikmati bersama, tetapi nyatanya berisikan bully manis yang dihalus-haluskan. Kalau begini-begitu ceritanya selalu ada negatif tetapi masih saja dipelihara: buang saja itu televisi, jual kembali perangkat audio-VCD yang dimiliki. Sebab semuanya itu hanya menambah-nambah dosa semakin menggunung, lebih gede dari Himalaya.

Apa soal disebut kasus ini? Apakah judul yang tepat untuk tulisan ini? Mungkin tepatnya adalah “Manusia bermain-main dengan dosa!” Dimana ada manusia, di situ pun potensi untuk menemukan kesalahan sangat tinggi. Kerentanan kita terhadap kesalahan sangat besar. Mungkin jika hal tersebut adalah sebuah kekhilafan, masalahnya tidak panjang. Tetapi, bagaimana jadinya ketika suatu pelanggaran dipilih dan diambil secara sadar oleh manusia itu sendiri? Sudah pasti pelanggaran semacam ini akan terus terjadi, diulang-ulang. Tidak ada rasa bersalah yang terlintas sehingga dosa yang sama berlangsung terus-menerus. Pada umumnya, dosa menyebabkan efek kontak kosleting yang dipicu dari dalam hati dan diperkuat oleh ingatan rupa-rupa duniawi.

Inilah yang disebut dengan “keajaiban dosa” yang mudah sekali menulari hati manusia hanya karena alasan-alasan sepele. Jangan dulu membahas tentang dosa besar, bahasa panas saja sudah bisa memicu timbulnya kelalaian seksualitas yang merusak secara perlahan. Kata-kata panas yang vulgar menjadi tali pancing yang memicu timbulnya dosa besar. Pemandangan seksi yang sedikit terbuka telah memancing keinginan yang salah yang melemahkan sendi-sendi kehidupan. Sifat dosa yang mudah menular inilah yang perlu diantisipasi oleh setiap manusia, tanpa terkecuali. Salah satu cara terbaik agar kita mampu membedakan dan memilih tidak melakukan yang jahat adalah dengan mempertontonkannya: kemudian biarkanlah hati masing-masing orang memilih yang benar dan terbaik baginya sendiri.

Manusia adalah makhluk yang gampang lupa. Bukan karena bodohnya tetapi karena banyaknya informasi yang ditangkap oleh indra selama kita beraktivitas dari waktu ke waktu. Sehingga sangat dibutuhkan yang namanya penyegaran ingatan agar tidak sampai teledor melakukan keburukan tersebut. Itulah manfaat teknologi yang didedikasikan untuk sekedar mengingat-ngingatkan kita agar menjauhkan diri pada pilihan yang salah. Lagipula, banyak orang yang menggantungkan pekerjaannya untuk mengupas tuntas gejolak sosial yang kerap terjadi di dalam masyarakat. Dimana ada pertarungan antara yang baik dan yang jahat sehingga orang-orang yang menyaksikan/ menyimaknya dapat memetik makna hidup.

Alasan teknologi adalah saudara/ anak tiri kita

Alasan Teknologi Adalah Saudara, Anak Tiri – Ketika Manusia Bermain-Main Dengan Dosa!

Apa macam perilaku manusia zaman sekarang? Bukankah ini sama artinya dengan bermain-main dengan dosa? Bahkan bukan cuma sekedar bermain-main saja tetapi menikmati pula rupa-rupa game yang dihadirkan oleh teknologi. Bisakah anda menyaksikan hal-hal yang kami sebutkan ini? Dapatkah anda menemukannya pada perangkat PC atau gedget yang digunakan? Sadarilah bahwa semuanya itu adalah penggoda yang diadakan untuk melatih kita agar pintar memilahl-milah sikap demi menghindarkan kita memilih dosa. Berikut akan kami jelaskan secukupnya, faktor yang menyebabkan mesin disebut sebagai saudara atau anak tiri manusia.

  1. Mesin berteknologi adalah ciptaan manusia.

    Karena meyakin bahwa Tuhan adalah Sang Pencipta maka kita memanggilnya sebagai Bapa sedang semua manusia adalah anak-anak-Nya. Seandainya manusia mampu mencipta walau perlu disadari juga bahwa semua yang kita ciptakan tersebut hanyalah hasil dari memadukan sumber daya tertentu menurut kelas dan fungsinya. Tetap saja, fusion bahan-bahan alam yang kita rangkai tersebut bisa dikatakan sebagai ciptaan pribadi/ kelompok tertentuu. Alat-alat sederhana yang dihasilkan bahwa mesin pun merupakan turunan dari ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita pahami. Layaklah kita menyebutnya sebagai anak-anak yang diciptakan dari hasil jerih lelah pribadi maupun kelompok.

  2. Teknologi pada umumnya menopang, menjaga dan mendukung manusia dalam berbagai bidang.

    Sadar atau tidak, manusia dan teknologi, tidak dapat dipisahkan. Kekuatan ilmu pengetahuan terapan telah diaplikasikan dalam berbagai bidang jauh sebelum generasi kita hidup. Kekuatan ini sangat membantu kita untuk menyelesaikan berbagai tugas-tugas yang telah ada dan akan ada kelak. Jadi, tidak salah kalau kita menganggap hasil ilmu pengetahuan tersebut sebagai “sahabat yang lebih dekat daripada seorang kerabat.” Karena mereka mampu memantapkan langkah kaki kita untuk meraih masa depan bersama yang lebih baik.

  3. Teknologi patuh kepada pemiliknya.

    Bahkan anak kandung yang kita miliki pernah juga tidak mematuhi perintah. Akan tetapi, kepatuhan mesin berteknologi tinggi adalah mutlak. Tidak ada kehendak bebas, tidak ada pembangkangan, terkecuali jika rongsokan tersebut memang sedang rusak atau sedang dalam masa perbaikan. Bila anak tiri kita, patuh seratus persen, seharusnya mesin tidak sampai mendatangkan kerugian dalam hidup ini. Sebab hampir segala perintah yang dilakukannya berasal dari arahan/ perintah langsung mau pun tidak langsung dari manusia tertentu sebagai pemilik sah. Jadi bila ada sesuatu yang ras

  4. Gadget, kedekatannya melebihi pasangan (suami/ istri), saudara bahkan anak sendiri.

    Ada dimana HP anda selama ini? Seberapa dekatkah itu? Adakah barang-barang lain yang lebih dekat dibandingkan dengan smartphone yang epik itu? Sepertinya ada banyak benda yang kita sukai di dunia ini tetapi semuanya di simpan di dalam lemari. Sekali pun di bawa-bawa, kadang-kadang saja. Contoh lainnya yang kita suka dekat-dekatkan adalah uang, perhiasan dan lain sebagainya. Sungguh, semuanya itu hampir nempel ke badan ini. Tetapi satu perangkat yang sering dilihat, dirawat dan diindah-indahkan adalah smartphone.

  5. Teknologi dapat menghibur kita.

    Tidak ada penghiburan yang tidak pernah berakhir selain di dalam Tuhan. Namun di sisi lain, kita juga tidak dapat memungkiri peran teknologi dari yang serhana sampai yang serba canggih, mendatangkan hiburan yang nyata diseputaran pancaindra. Contoh sederhana saja adalah alat bantu permainan, alat musik tiup, petik, televisi, laptop, smartphone, internet dan lain sebagainya. Ini adalah salah satu dari sekian banyak manfaat yang didapatkan lewat merawat bayi-bayi dari serat karbon dan metal.

  6. Mesin adalah penguji kita.

    Sama sperti seorang anak yang butuh perawatan khusus, terlebih ketika anak tersebut masih bayi dan tidak mampu merawat dan menjaga diri sendiri. Anak-anak mesin tersebut butuh perhatian spesial. Bahkan beberapa majikan rela merogoh kocek semata-mata demi membelikannya pakaian dari kulit, karet dan plastik yang seksi namun tetap elegan.

    Ingat-ingatlah betapa setianya kita merawat handphone/ smartphone yang dimiliki. Namun ternyata, diam-diam teknologi tersebut menusuk kita dari belakang. Menawarkan hal-hal yang waw-lezatos di sekitar panca indra. Misalnya saja konten-konten yang salah atau lupa pakai baju. Kisah-kisah bohongan tetapi sangat menghasut. Menggiring para penikmatnya untuk melakukan hal-hal negatif. Akan tetapi, pemilik yang bijaksana tidak akan membiarkan dirinya mengarah kepada kejahatan. Sebab pandai memilah-milah, mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan. Dimana saat bermain-main dan kapan saatnya serius. Semua ada batasannya, dunia sandiwara yang ditampilkan dalam setiap acara tidak serta merta dapat dilakukan di dunia nyata. Beberapa di antaranya hanya omong kosong yang bagusnya dilupakan saja.

  7. Perbedaan manusia dan mesin.

    Sah-sah saja kalau kita menganggap mesin sebagai saudara tiri. Tetapi, cerdaslah dalam memilah-milah situasi. Bukan dalam arti, saudara maka saudara juga dalam segala sesuatu. Bahkan ada juga yang namanya hak-hak mesin, seolah mereka adalah suatu organisme layaknya tanaman/ hewan yang perlu dilindungi. Artinya, sekali pun kita seolah-olah saudara, kita masih lebih berkuasa atas mereka. Mesin berteknologi adalah milik manusia, maka manusia (sebagai pemilik) berhak melakukan apa saja terhadapnya.

    Mesin memberikan pilihan sedangkan yang bertanggungjawab penuh untuk memilih adalah manusia. Sekali pun kita menganggap teknologi sebagai anak tiri, bukan berarti mereka memiliki hak-hak yang sama/ setara dengan manusia. Kita berhak menghancurkan mesin tetapi teknologi mesin jangan sampai menghancurkan kemanusiaan kita.

Kesimpulan

Kalau manusia bermain-main dengan dosa, apakah ada pengaruhnya? Jelas ada! Di sinilah kecenderungan seorang manusia di uji: apakah dia cenderung sebagai “orang baik” atau “orang jahat yang kelihatan baik.” Tentu saja kecenderungan ini ditentukan oleh fokus hidup dan kebiasaan seseorang. Mereka yang pikirannya selalu fokus kepada Tuhan, cenderung melakukan yang positif, seburuk apapun situasinya. Demikian halnya dengan mereka yang membiasakan diri bersikap konsiten untuk melakukan yang benar di segala waktu: tetap bersikap positif walau terpapar dengan permainan yang agak negatif. Akan tetapi, lain halnya dengan mereka yang konsentrasinya mengharap pada materi fana duniawi. Biasanya, orang-orang tersebut mudah sekali terbakar emosi sehingga nafsu tinggi untuk berbuat jahat, baik secara langsung maupun secara sembunyi sembunyi.

Bagi orang yang konsisten menjaga sikapnya: kelaliman yang disandiwarakan adalah humor, tidak untuk ditiru dan sekedar hiburan untuk segera dilupakan. Sebab fokus pikirannya setelah menyaksikan semua itu tetap tertuju kepada Tuhan atau belajar kebaikan atau bekerja postif.

Manusia dan mesin tidak bisa dipisahkan. Ada hubungan intens yang telah berikatan di antara keduanya sejak awal mula kehidupan. Ilmu pengetahuan telah memberikan kepada kita berbagai resolusi untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Perwujudan dari kekuatan tersebut secara konkrit dapat kita temukan pada berbagai jenis mesin yang ada di sekitar kita. Namun secara sederhana hasl teknologi tersebut dapat berwujud dalam berbagai bentuk dan jenis yang berbeda-beda. Di mulai dari makanan, minuman, pakaian, perumahan, kendaraan, dan berbagai bahan kebutuhan lainnya merupakan besutan iptek. Hargailah hasil keilmuan tersebut dengan cara memanfaatkannya untuk melakukan apa yang benar dihadapan Tuhan dan adil di antara sesama manusia.

Salam, Teknologi kreatif
membuat hidup aktif.
Mari maju bersama
di tengah dunia fana!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.