7 Ciri Khas Jodoh Yang Baik – Seperti Apa Calon Istri/ Suami Yang Cocok Untuk Anda?

Mencari Calon Suami Yang Cocok, Saran Bagi Perempuan (Calon Istri Ke Calon Suami)

Saat kami bertanya kepada diri sendiri, “kapan menikah?” Lantas menjawabnya dengan sedikit tegang walau agak melucu, demikian “seratus tahun tidak pacaran, dua tiga ratus tahun tidak menikah. Setelah itu kita akan melihat cuacanya bagus-tidak? Apa masih minat hidup berkeluarga atau tidak?” Orang-orang di sekitar kami justru lebih sewot dari yang dapat dibayangkan.. Gerakan kata-kata agresif yang menghasut mulai dilepaskan. Seolah-olah pernikahan adalah segalanya dan luar biasa. Namun, karena kami menjawabnya konsisten: mereka pada akhirnya tidak menanyakannya lagi. Semuanya ini melatih kami agar tetap terkendali dan tenang saat dihasut oleh pertanyaan sensitif.

Memang sudah kebiasaan: saat seorang manusia cukup umur, menjadi dewasa dan bisa mandiri, Akan didorong oleh orang tua dan masyarakat untuk membentuk keluarga baru. Sekalipun demikian, hal tersebut bukanlah sebuah keharusan. Ada orang-orang tertentu yang memang memilih untuk berkeluarga tetapi di sisi lain, ada pula orang yang merasa baik-baik saja sekali pun memilih tidak kawin sampai kapan pun. Bola panas ini masing-masing dilpegang secara perorangan. Tidak ada jawaban salah atau benar. Seharusnya apa pun pilihannya, semoga orang lain dapat menerimanya dengan ikhlas. Konsekuensi kedepannya, apakah pilihan tersebut berdampak baik atau buruk: toh orang itu juga yang merasakannya.

Dari zaman dahulu sampai sekarang, ada banyak penulis/ filsuf yang meyakini bahwa membentuk sebuah keluarga adalah sesuatu yang sangat membahagiakan. Mendapat dukungan dari orang lain di segala situasi dapat membuat kita lupa waktu. Hari-hari yang dilalui seolah berlalu tanpa beban. Banyaknya tahun yang telah diseberangi tidak terasa karena indahnya kebersamaan takkan pernah berakhir. Ini adalah pencapaian mengagumkan yang harganya tidak dapat dibeli dengan uang semata. Atau adakah saat ini orang yang rela meninggalkan pasangan sehidup-sematinya hanya demi mengejar uang yang sangat banyak? Sekalipun ada, itu hanya cerita film sedang di dunia nyata tanpa sandiwara, tidaklah demikian.

Ciri khas calon suami/ istri terbaik

Kalau ingin tahu tips mencari jodoh, jangan datang sama kami. Sebab sampai saat ini, kami sendiri pun tidak kunjung dapat atau memang sengaja tidak mau dapat. Apa yang kami haturkan dalam tulisan ini hanyalah teori yang dikumpulkan dari awan-awan pengalaman masa kini dan masa lalu. Mungkin kalau anda mencobanya akan terjadi angin sepoi-sepoi, udara sejuk menenangkan, bahkan badai pun bisa menerpa. Tetapi bagian terbaiknya adalah pelangi sehabis badai. Oleh karena itu, ambil apa yang diperlukan saja, yang tidak diperlukan, tinggalkan, abaikan dan lupakanlah! Berikut akan kami jelaskan seadanya ciri khas calon istri/ suami terbaik.

  1. Cinta Tuhan.

    Tidak ada penghubung yang lebih baik antara manusia selain dari Tuhan sendiri. Teladan yang difirmankan-Nya sangat ampuh dalam menyelesaikan berbagai soal-soal kehidupan yang pelik di sana-sini. Ajarannya adalah teladan yang mendatangkan damai dan sukacita, bukan saja kepada satu-dua bangsa dinyatakannya. Melainkan kepada seluruh umat manusia kasih-Nya sama rata. Bila calon pasangan anda mencintai apa yang tidak dilihatnya terlebih nyata lagi cintanya kepada belahan jiwa yang dapat dilihatnya dengan mata-kepala sendiri.

    Setia kepada Tuhan. Salah satu bukti konkrit kecintaan kepada Sang Khalik adalah setia terhadap perintah dan larangan-Nya. Orang yang ngaku-ngaku cinta Tuhan tetapi tidak hidup seturut firman-Nya terhitung sebagai orang munafik. Orang yang setia teruji seiring berjalannya waktu. Jika calon belahan jiwa, setia kepada Tuhan, berarti dia sanggup setia seumur hidup di sisi anda.

  2. Cinta sesama.

    Kecintaan seseorang kepada sesama ditunjukkan lewat kemampuan dan rutinitas berbagi kebaikan yang selalu dijalankannya dari waktu ke waktu. Keseringan berbagi kepada sesama menunjukkan tingkat empati seseorang. Jika sama teman yang masih jauh saja, dipedulikan terlebih lagi kepada seseorang yang dekat di sisi: kepeduliaannya semakin kentara.

    Tidak merasa memiliki musuh merupakan salah satu ciri khas dari kemampuan mengasihi sesama seperti diri sendiri: masakan dirinya sendiri dimusuhi? Sesungguhnya yang namanya gesekan sosial dapat terjadi dengan mudah karena soal-soal sepele. Orang yang punya musuh pasti langsung gelisah, tidak tenang, labil bahkan meledakkan emosinya terhadap benda-benda yang ada di sekitar. Mereka yang tidak merasa memiliki musuh, berbuat baik kepada siapa saja. Terlebih lagi kepada cinta sejatinya, kebaikan hatinya konsisten tanpa henti.

  3. Tahan uji – emosi stabil di tengah masalah.

    Mereka yang tahan uji, sikapnya tenang saat sedang dirundung masalah. Sedangkan orang yang tidak teruji cenderung menjadi gelisah, kesal, menyalahkan ini-itu, berkata kotor, kasar, memukul dan lain sebagainya. Mereka tidak fokus kepada situasi yang mencekik sebab dirinya disibukkan dengan aktivitas positif. Entah itu fokus kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama, bekerja, belajar, menyelesaikan hobi dan lain sebagainya.

    Sabar menahan diri dari kesemerautan lingkungan. Ada saatnya dimana masa-masa sukar datang bertubi-tubi menghimpit kehidupan manusia yang rapuh. Tidak banyak kata yang menjadi penghiburan namun masih belajar menyesuaikan diri mengikuti alunan suaranya yang kadang memekakkan telinga.

    Rela menunggu apa yang harus ditunggu tanpa keluh-kesah yang nyata. Hidup ini penuh dengan aktivitas menunggu. Apakah anda sudah siap menantikan sesuatu tanpa kepastian? Hanya keyakinan akan masa depan yang lebih baik telah turut memberi harapan sehingga kita kuat menunggu sampai akhir. “Sibuklah positif: jangan biarkan kosong waktu tunggumu.”

    Ujian lainnya yang sangat cocok bagi calon pasangan adalah saat menyaksikan film porno: apakah itu membuatnya gelisah dan ingin melampiaskan nafsu kepada anda/ lawan jenis? Atau dia hanya merasa tertarik dan tersenyum. Walau sedikit horny namun tetap dapat mengendalikan diri dan selalu positif.

  4. Tidak ketergantungan dengan mulia duniawi (rendah hati).

    Orientasi manusia di zaman dahulu adalah seberapa besar dirinya dihargai dan dihormati sesamanya. Tujuan semacam ini hanya membuat manusia semakin jahat karena menghalalkan segala cara. Membuat aturan yang tidak logis, melakukan pemaksaan, melakukan kekerasan dan lain sebagainya

    Calon pasangan tidak menunjukkan tanda-tanda keberatan atau ngambek saat keberadaannya kurang ditanggapi orang lain. Fleksibel saja: kalau diresponi syukur, tak diresponi juga syukur. Tetap baik kepada siapa pun, termasuk orang yang menyakitinya. Tidak membalas pengabaian dengan pengabaian tetapi tetap berinteraksi dengan ramah. Sebab semua hal yang dilakukannya bukan untuk manusia tetapi untuk kemuliaan nama Tuhan.

  5. Tidak candu dengan nikmat dunia.

    Calon istri/ suami yang baik tidak menggilai selera tertentu. Melainkan apa aja yang ada, boleh masuk asal halal. Entah mahal atau murah yang penting disajikan bersih langsung santap. Mampu menikmati hidup secara fluktuatif adalah salah satu ciri khas yang menunjukkan bahwa orang tersebut tidak ketergantungan dengan materi tertentu. Kebiasaan semacam ini sangat bagus di dalam keluarga yang keuangannya kerap mengalami pasang-surut. Sebab tidak selamanya uang itu ada dan tidak selamanya uang itu banyak.

  6. Ikhlas menjalani hidup.

    Hal cukup lumrah terjadi di dalam keluarga adalah perbedaan pendapat. Pada saat-saat seperti ini, situasi emosi suami-istri bisa menjadi sangat labil: mudah kesal, marah ke barang-barang, marah ke anak-anak dan lain-lain. Oleh karena itu, carilah calon suami/ istri yang selalu ikhlas menjalani hidup. Orang yang apa adanya, berawal dari sikap rendah hati. Akan tetapi, bukan juga menerima segala sesuatu bulat-bulat, melainkan tetap selektif, usahakan yang terbaik. Sedang hasilnyalah yang diterima dengan ikhlas.

    Saat sedang dalam proses memperjuangkan sesuatu: jangan ikhlas dulu agar semangat tidak padam. Melainkan berjuanglah semaksimal mungkin. Akan tetapi saat menerima hasilnya: ikhlaskanlah sebaik atau seburuk apa pun itu.

  7. Dimana kita menemukan calon pasangan seumur hidup yang paling cocok?

    Ini adalah pertanyaan yang cukup menggelitik sanubari setiap insan, sebab tidak ada yang dapat memastikan masa depan selain dari Tuhan sendiri. Sekali pun demikian, ada beberapa kemungkinan yang lazim dialami oleh muda-mudi masa kini. Mungkin salah satunya cocok untuk anda tapi mungkin juga tidak cocok sama-sekali. Setidaknya kita tahu kemungkinannya lalu mulai membangun relasi yang langgeng dengan orang-orang tersebut.

    1. Apa yang lebih lucu dibandingkan menikah dengan tetangga satu kompleks?

      Ada orang yang nasibnya mujur di tempat-tempat dekat. Rejekinya ternyata tidak terlalu jauh, yaitu ada di lingkiungan masyarakat sekitarnya. Sungguh tidak keberatan menikahi tetangga sendiri yang pada hakekatnya akhlaknya terpantau, baik oleh diri sendiri, orang tua dan kerabat lainnya. Tidak ada yang perlu dicemaskan seperti ongkos besar, intensitas kunjungan, lemahnya pengawasan dan lain sebagainya. Sebab semua yang disekeliling adalah kerabat dan masing-masing saling menjaga.

    2. Adakah yang lebih indah dibandingkan dengan menikahi teman masa sekolah dulu?

      Yuhu…. Siapa yang mulai-mulai menyegarkan hubungan yang pernah padam di masa lalu? Mungkin belakangan ini bertemu secara tidak sengaja atau diperkenalkan oleh orang lain dan ternyata dia veteran dari sekolah yang sama. Bahkan tahun kelulusannya pun sama, sungguh sangat matching ya…. Banyak-banyak doa, banyakin berbuat baik, semoga itu jodohmu kawan!

    3. Mungkinkah ada yang lebih asyik dibandingkan dengan menikahi rekan kerja?

      Jodoh itu di tangan Tuhan tetapi perjuangannya di tangan kita. Artinya, usaha mencari jodoh yang dilakukan hanya memperbesar kemungkinan tetapi yang memastikan hasilnya adalah Tuhan. Jadi, jangan berhenti berusaha, sebelum janur kuning melambai di depan rumahnya, masih ada kesempatan. Hanya saja, lakukanlah usaha yang wajar, hindari tindakan berlebihan, sesuatu yang tidak dipikirkan matang-matang.

    4. Adakah yang lebih baik selain menikahi rekan gereja satu jemaat?

      Komunitas tempat kita hidup adalah sebuah wahana multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan yang berkelanjutan. Gereja adalah salah satu komunitas yang menekankan penerapan nilai-nilai moral kristiani dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin saja rasa cintamu ada sama salah seorang lajang di dalamnya. Rutinlah mengikuti berbagai kegiatan gerejawi, tingkatkan interaksi dan komunikasi dengan sesama warga jemaat lainnya. Mudah-mudahan Tuhan mendengar doamu, cepat atau lambat: bertekunlah!

    5. Apa ada yang lebih top selain menikahi dia yang dijodohkan orang tua?

      Terkadang karena terlalu sibuk bekerja, kita tidak sempat mencari calon bini. Bukannya tidak mau hanya saja pekerjaan yang kita lakukan sudah sangat menyenangkan. Akibatnya, cerita tentang jodoh berlalu selama bertahun-tahun dan semuanya dihadapi dengan santai, seperti tidak terjadi apa-apa.

      Ketika semua orang mendesak kita namun jawabannya nihil. Orang tua akan bertindak dengan cepat dan bijak untuk terjun lapangan mencarikannya. Kalau diri sendiri belum memilih atau tidak memilih, maka sudah seharusnya kita mulai mempertimbangkan pilihan orang tua. Mustahil ada orang tua yang menjodohkan anaknya dengan seseorang yang tidak berkualitas bibit, bobot dan bebetnya. Jadi, bersukacitalah dengan pilihan orang tua sebab itulah yang terbaik untuk saat ini.

Kesimpulan

Pada dasarnya, apa yang kami katakan dalam tulisan ini sangatlah general sedang setiap orang punya minat yang berbeda menurut ciri-ciri fisik dan sifat tertentu dari lawan jenisnya. Konsep ideal menurut kami, mungkin saja berbeda dengan pengalaman dan pemahaman anda selama ini. Silahkan menyesuaikan saja dan ambillah apa yang menurut anda cocok, sedang yang tidak sesuai, abaikan dan lupakan saja itu. Di atas semuanya itu, hindari terlalu fokus mencari jodoh. Alangkah lebih baik jika fokus kita hanya untuk kebenaran dan keadilan. Jika hubungan dengan Tuhan selalu intim dan relasi dengan sesama selalu langgeng, niscaya yang namanya jodoh akan mendekat cepat atau lambat. Jangan terlalu khawatir, umur 30 masih belum dapat calon istri/ suami; kami pun baru berencana menikah setelah umur 400 tahun. Jangan gelisah dan bimbang melainkan fokus kepada kebenaran dan keadilan.

NB. Manusia bisa berumur 1000 tahun, bertahanlah dan jangan lupa untuk lebih sering minum air putih!

Salam, Fokuslah pada kebenaran
Maka jodohmu lambat-laun mendekat
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.