7 Cara Mengartikan & Mengembangkan Firman Tuhan – Mengubahnya Tanpa Melewati Batas-Batas Yang Benar

Cara Mengartikan & Mengembangkan Firman Tuhan – Mengubahnya Tanpa Melewati Batas-Batas Yang Benar

Orang percaya adalah manusia yang berkembang. Setelah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, pemahaman kita tidak lagi terpetak-petak “terima apa adanya.” Sebab Roh yang ada di dalam kita pun turut berbicara dari sudut pandang yang berbeda tentang hari-hari yang dijalani. Jadi, saat menerima firman, jangan hanya terpaku pada pemahaman tertentu saja melainkan buatlah pemikiran lain tentang hal tersebut. Tentu saja hal ini, perlu di awali dengan pengertian/ pemahaman yang benar terhadap firman tersebut. Semakin kuat pemahaman terhadap firman maka makin tekun mengikuti perintah dan larangan-Nya.Akan tetapi, orang yang masih ragu-ragu, kemungkinan akan mengalami keraguan pula dalam bersikap karena tidak mengikut Tuhan tidak sepenuh hati.

Jangan takut mengembangkan firman Tuhan, sebab saat kita bisa memahaminya maka sudah otomatis, kita pun dapat mengembangkannya. Akan tetapi, mereka yang tidak paham akan maksud-maksud firman tersebut, cenderung kurang mampu meneladaninya secara utuh. Mustahil juga kita menjalankan sesuatu yang sama sekali tidak dipahami. Akan tetapi, lewat pemahaman yang benar, menjadi masukan untuk menerapkan firman tersebut pada sisi kehidupan mana saja. Wawasan yang luas terhadap firman membuat kita lebih sungguh-sungguh menghidupinya. Sekali pun ada orang yang mencoba mempertanyakan hal-hal tertentu, bisa menjawabnya dengan baik. Pertanyaan-pertanyaan lainnya, baik yang berasal dari dalam diri sendiri mau pun dari sesama, tidak akan menimbulkan keraguan di dalam hati.

Salahkah saat kita mengembangkan firman Tuhan?

(Wahyu 22:18-19) Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”

Jika kita tidak boleh memberi arti dan mengubah kata-kata dalam firman Tuhan maka para hamba-hamba Tuhan yang berkhotbah dan mengajarkan pengertian dari firman juga bersalah. Sebab mengembangkan perkataan Tuhan sama halnya dengan memberi arti terhadap firman itu sendiri. Bukankah para hamba Tuhan juga melakukan hal yang sama? Jadi, jangan terkungkung dalam petak-petak pernyataan rasul Yohanes. Karena yang dimaksudkannya adalah orang yang dengan sengaja bertujuan mengurangi atau menyelewengkan makna firman Tuhan. Jadi para penggelap firman adalah mereka yang mengajarkannya secara tanggung-tanggung. Sesungguhnya masih ada lagi arti dari ayat Alkitab yang dibacakannya tetapi menyembunyikan hal tersebut untuk dirinya sendiri, demi keuntungan pribadi. Mereka yang mengetahui kebenaran tetapi tidak melakukan atau tidak mengabarkannya, adalah berdosa di hadapan Tuhan. Seperti ada tertulis.

Tindakan mengkebiri/ menggelapkan/ menyembunyikan firman adalah sikap yang tidak mewartakan pengertian baik yang terkandung dalam suatu kabar baik padahal sipembawa khotbah mengetahui makna lain dari firman tersebut. Keadaan ini disebut juga dengan istilah pelit ilmu.

(Yakobus  4:17) Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Cara mengembangkan firman Tuhan

Sadarilah selalu bahwa di dalam dunia ini, segala sesuatu dinilai dari tujuannya. Jika tujuan kita saat mengembangkan firman Tuhan lurus adanya (misalnya demi memperluas artinya, maknanya, mengembangkan kreatifitas dan lain-lain) maka hal tersebut bukanlah suatu masalah. Akan tetapi, bila tujuan kita mengembangkan firman agar maknanya digelapkan/ disembunyikan atau semata-mata demi mendukung kejahatan yang kita lakukan: jelas kita berdosa atas hal-hal tersebut. Singkatnya, orang yang bertujuan negatif saat memperluas firman Tuhan akan menuai upah dosanya. Namun mereka yang memperluas arti untuk tujuan baik – positif akan beroleh upah berkat. Berikut akan kami jelaskan beberapa cara mengembangkan firman Tuhan untuk memperluas pemahaman kita terhadap pesan-pesan cinta Sang Pencipta.

  1. Mengganti nama lain dari Tuhan.

    Sadarkah anda bahwa Tuhan yang kita sembah memiliki banyak nama? Kita bisa memulai belajar mengganti nama-nama Tuhan yang kita temui dengan gelar-Nya dari sudut pandang lain. Ini bisa kita lakukan agar paham betul bahwa segala yang besar dan tinggi pantas disandingkan di dalam nama-Nya. Satu hal yang tidak dapat kita ganti adalah penutup dari semua doa kita, dipanjatkan untuk siapa? Biasanya semua doa dipanjatkan kepada penebus yang agung, yaitu Yesus Kristus. Berikut ini akan kami tampilkan beberapa perkembangan nama Tuhan sekaligus untuk puji-pujian bagi nama-Nya.

    • (Mazmur 2:12b) Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

      Bisa diubah menjadi:
      Berbahagialah semua orang yang berlindung kepada Sang Pencipta.

    • (Mazmur 3:4) Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.

      Bisa diubah menjadi:
      Tetapi Yang Maha Kuasa, adalah perisai yang melindungi aku, Bapa Yang Kekal adalah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.

    • (Mazmur 3:8) Bangkitlah, TUHAN, tolonglah aku, ya Allahku! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.

      Bisa diubah menjadi:
      Bangkitlah, Sang Khalik, tolonglah aku, ya Raja Segala Raja! Ya, Engkau telah memukul rahang semua musuhku, dan mematahkan gigi orang-orang fasik.

  2. Menambahkan subjek (aku, kita dan nama sendiri).

    Khusus untuk bagian ini, yang kita perlukan adalah sebuah kreativitas untuk menyusun kata-kata Tuhan tersebut langsung kepada kita. Bila awalnya firman tersebut berkata-kata tentang semua orang maka kita akan mengubahnya sehingga ditujukan khusus untuk diri sendiri. Kita juga bisa menambahkan langsung nama sendiri ke dalamnya sehingga firman tersebut lebih tegas ditujukan untuk diri sendiri. Berikut ini akan kami berikan beberapa contohnya.

    • (Mazmur 1:1-2) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

      Bisa diubah menjadi:
      Berbahagialah Budi yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi Budi kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

    • (Mazmur 2:8) Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.

      Bisa diubah menjadi:
      Ana mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu, Ana.

    • (Mazmur 121:7-8) TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

      Dapat diubah menjadi:
      TUHAN akan menjaga Sua terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamuSua. TUHAN akan menjaga keluar masukmuSua, dari sekarang sampai selama-lamanya.

  3. Menggunakan nama identik yang ada di sekitar kita (misalnya kota).

    Semua firman yang tertulis memang disampaikan kepada bangsa Israel tetapi hal tersebut kini telah berkembang. Memang jelaslah bahwa Israel adalah sahabat Tuhan yang pertama-tama. Namun yang yang dikehendaki-Nya adalah saat segala bangsa mengakui dan bertekuk di hadapan Tuhan Allah semesta alam. Berikut akan kami berikan beberapa contoh pendekatan pengubahan nama identik menjadi khas tempat kita bermukim.

    • (Yeremia 29:7) Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

      Bisa diubah menjadi:
      Usahakanlah kesejahteraan Gunungsitoli ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota Gunungsitolikepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

    • (Mazmur 14:7) Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

      Bisa diubah menjadi:
      Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi orang Nias! Apabila TUHAN memulihkan keadaan umat-Nya, maka orang Nias akan bersorak-sorak, orang Nias akan bersukacita.

    • (Mazmur 22:24 kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!

      Dapat diubah menjadi:
      kamu yang takut akan TUHAN, pujilah Dia, hai semua orang Medan, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai semua orang Medan, baik tua, muda dan anak-anak!

  4. Menggunakan sinonim atau kata yang sepadan.

    Penggunaan kata yang sama artinya merupakan sebuah perluasan makna sekaligus penguasaan terhadap bahasa yang dimiliki. Orang yang melakukan ini dapat melatih kekayaan kosa kata yang telah dikuasainya sambil memahami firman. Kita bisa menyandingkan kata-kata tertentu dengan sesuatu yang sepadan dengannya sehingga lebih dipahami dari awal. Berikut ini akan kami haturkan beberapa contoh perluasan kata yang bersinonim.

    • (Mazmur 106:3) Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu!

      Dapat diubah menjadi:
      Bersukacitalah orang-orang yang memelihara peraturan, yang memperjuangkan kesetaraan di segala waktu!

    • (Mazmur 106:21) Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir:

      Dapat diubah menjadi:
      Mereka mengabaikan Allah yang telah menebus mereka, yang telah menunjukkan perbuatan-perbuatan ajaib di Mesir:

    • (Amsal 19:2) Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

      Dapat disusun menjadi:
      Tanpa kecerdikankerajinan pun tidak baik; orang yang terburu-buru akan salah bersikap.

    • (Amsal 18:14) Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?

      Dapat dikembangkan menjadi:
      Orang yang motivasinyakuat dapat menanggung rasa sakitnya, tetapi siapa akan memulihkan motivasi yang hilang?

  5. Memanfaatkan antonim atau kata yang berlawanan.

    Kita juga bisa mengembangkan pemahaman terhadap firman Tuhan dengan cara mencari lawan kata dari bagian-bagian tertentu. Dengan menemukan antonimnya, kita paham bagaimana kelanjutan dari sikap tersebut. Jika firman tersebut terdiri dari dua sisi, memiliki hubungan sebab-akibat maka yang perlu dicari dan diubah lawan katnya adalah “penyebabnya” dan juga “akibatnya.” Kedua sisi perlu diubah agar maknanya sejalan dan logis. Jika hanya sebabnya yang diubah sedangkan akibatnya tidak maka makna firman tersebut justru menjadi rancu.

    Kadang-kadang, teknik antonim ini juga tidak bisa dipakai untuk beberapa ayat. Artinya, tidak semua ayat dalam Alkitab ada lawan katanya, melainkan hanya sebagian saja. Jadi, jangan berpikir bahwa setiap kata terdapat lawan katanya, sekali pun ada, itu hanya jarang-jarang terjadi. Beberapa yang tidak ada lawan katanya adalah fakta sejarah, nubuatan dan perumpamaan. Berikut ini akan kami paparkan beberapa contoh dari aktivitas perluasan makna sebaliknya.

    • (Amsal 19:6) Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan, setiap orang bersahabat dengan si pemberi.

      Dapat diatur ulang menjadi:
      Banyak orang yang mengacuhkan orang kikir, setiap orang tidak suka dengan si pelit.

    • (II Samuel 22:21) TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku,

      Dapat diubah menjadi:
      TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kesalahanku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan noda di tanganku,

    • (Mazmur 111:10a) Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik.

      Dapat dilainkan maknanya:
      Permulaan kebodohan adalah melawan titah TUHAN, semua orang yang melawannyaberakal budi yang buruk.

    • (Matius 5:3 “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

      Dapat disusun menjadi:
      Berdukacitalah orang yang kaya raya di hadapan dunia, karena mereka tidak punya apa-apa di dalam Kerajaan Sorga.

    • (Matius 5:4) Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

      Dapat dirangkai menjadi:
      Berdukacitalahorang yang bersenang-senang, karena mereka akan dikecewakan.

    • (Maius 5:5) Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

      Dapat diatur ulang menjadi:
      Berdukacitalah orang yang kasar sikap, karena mereka akan diusir dari tempatnya.

    • (Matius 5:6) Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

      Bisa ditata menjadi:
      Berdukacitalah orang yang kenyang akan kejahatan, karena mereka akan menderita.

    • (Matius 5:7) Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

      Bisa diubah menjadi:
      Berdukacitalah orang yang kikir, karena mereka akan beroleh pengabaian.

    • (Matius 5:8) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

      Bisa diubah menjadi:
      Berdukacitalah orang yang sesat hatinya, karena mereka tidakakan melihat Allah.

    • (Matius 5:9) Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

      Bisa digubah menjadi:
      Berdukacitalah orang yang mendatangkan pertengkaran, karena mereka akan disebut musuh Allah.

    • (Matius 5:10) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

      Dapat disusun menjadi:
      Berdukacitalah orang yang diuntungkan oleh sebab kefasikan, karena merekalah yang terusir ke dalam neraka.

    • (Matius 5:11) Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

      Bisa disusun ulang menjadi:
      Berdukacitalah kamu, jika karena kejahatan kamu ditinggikan dan diuntungkan dan kepadamu diberi pujian segala yang baik.

    • (Matius5:12) Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

      Dapat diatur lagi menjadi:
      Berdukacita dan merataplah, karena upahmu tidak ada di sorga, sebab demikian juga telah ditinggikan nabi-nabi palsu yang sebelum kamu.”

  6. Memakai kata-kata yang lebih jelas tanpa kiasan.

    Ada banyak sekali perumpamaan di dalam Alkitab.Jika anda sudah pernah mendengar maknanya dari yang telah disampaikan pengkhotbah sebelumnya, silahkan ubah itu. Semakin tambah usia, semakin sering mendengar firman dan semakin banyak mempelajari surat cinta Tuhan maka pemahaman kita tentang kiasan akan terbukakan. Mohonkanlah pimpinan Roh Kudus agar anda dapat memahami maksud di balik setiap perumpamaan yang dipelajari. Berikut akan kami berikan beberapa contoh-contohnya sebagai gambaran awal. Selebihnya anda bisa mengembangkannya berdasarkan pengalaman pribadi yang dijalani.

    • (Amsal 17:22) Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

      Dapat dijelaskan menjadi:
      Hati yang bersukacita adalah penyembuh kepahitan hidup, tetapi motivasi yang hilang melemahkan badan.

    • (Amsal 18:10) Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

      Dapat dipaparkan menjadi:
      Nama TUHAN adalah pelindung yang kuat, ke sanalah orang benar tertuju dan ia menjadi selamat.

    • (Matius 5:13) “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

      Bisa dijabarkan menjadi:
      “Kamu adalah pembawa kebenaran. Jika kebenaran itu menghilang, dengan apakah ia dibenarkan? Tidak ada lagi gunanya selain disingkirkandan dicela orang.

      Atau:
      “Kamu adalah kebaikan untuk dunia. Jika kebaikan itu menjadi pudar, dengan apakah ia dibaikkan? Tidak ada lagi gunanya selain dijauhi dan dihina orang.

  7. Gaya bebas.

    Mereka yang sudah dewasa biasanya telah berulang-ulang membaca Alkitab, banyak membaca lalu mempelajari literatur lain dan telah mendengar berbagai penjelasan yang memadai dari banyak khotbah. Di tambah lagi ketika kemampuan berbahasanya sangat memadai maka mudah baginya untuk berkreasi mengubah beberapa kalimat menjadi kalimat lain versinya sendiri. Ini juga bisa jadi sebagai gabungan dari teknik sebelumnya: tidak hanya menggunakan satu cara tetapi banyak yang dikumpulkan menjadi satu kalimat.

    Untuk gaya bebas ini, perlu pemahaman Alkitab yang lebih mendalam. Tentu saja semua perluasan yang kita lakukan tidak boleh jauh-jauh dari kebenaran hakiki. Serta perlu dibanding-bandingkan dengan ayat lainnya (baik dalam kitab yang sama maupun berbeda) agar seiras/ sejalan maknanya. Lebih dari itu mintalah tuntunan Roh Kudus agar sedapat-dapatnya diberi pencerahan: sabarlah menunggunya….

    Berikut ini, akan kami paparkan beberapa contohnya, perhatikan dan kenali apa-apa saja yang telah kami ubah, mungkin anda bisa lebih baik dari itu….

    • (Mazmur 106:48) Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, dan biarlah seluruh umat mengatakan: “Amin!” Haleluya!

      Dapat diubah menjadi:
      Termulialah TUHAN Maha Perkasa, dari awal sampai berakhirnya waktu, dan biarlah seluruh rakyat Indonesia mengatakan: “Amin!” Hosana bagi Allah kita!

    • (Mazmur 9:2-3) Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,

      Bisa diubah menjadi:
      Aku rindu bersyukur dengan segenap hati kepada Allah, aku rindu menuturkan karya-Nya yang hebat; aku rindu berbahagia dan bersorak-sorak serta bernyanyi memuliakan nama-Nya yang tinggi luhur, seumur hidup.

    • (Amsal 12:23) Orang yang bijak menyembunyikan pengetahuannya, tetapi hati orang bebal menyeru-nyerukan kebodohan.

      Dapat ditata ulang menjadi:
      Si bijak menyimpan pengetahuan di dalam hatinya, tetapi yang fasik mengumbar dengan bangga kesalahannya.

    • (Amsal 13:3) Siapa menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan.

      Bisa disusun menjadi:
      Orang yang berbicara dengan hati-hati, menjaga dirinya dari hukuman; orang yang ceplas-ceplos tanpa mikir, memudahkan dirinya mendapat hukuman.

    • (Yesaya 12:1) Pada waktu itu engkau akan berkata: “Aku mau bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, karena sungguhpun Engkau telah murka terhadap aku: tetapi murka-Mu telah surut dan Engkau menghibur aku.

      Bisa diubah menjadi:
      Kita pantas bersyukur kepada Tuhan karena telah memberi hukuman atas dosa-dosa kita; namun setelah semuanya itu, Ia kembali menghibur, mengembalikan semangat hidup kita.

    • (Pengkhotbah 9:10) Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

      Dapat diartikan sebagai:
      Apa pun aktivitas positif yang dapat anda selesaikan, kerjakanlah semaksimal mungkin. Sebab tidak ada aktivitas di dalam dunia orang mati, tempat yang akan kita singgahi kelak.

    • (Pengkhotbah 11:9) Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!

      Dapat dimaknai sebagai:
      Bersenang-senanglah muda-mudi dalam kemudaanmu, ikutilah hawa nafsumu; tetapi belajarlah membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Sebab masa penghakiman akan segera tiba.

    • (Matius 5:46-48) Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

      Bisa diartikan menjadi:
      Hanya berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kita, itu sama saja seperti orang-orang duniawi: penjahat dan pembunuh juga bisa berbuat yang demikian, mereka berbuat baik kepada orang yang baik kepada mereka. Tetapi, orang percaya perlu tampil beda berbuat baik kepada siapa pun termasuk musuh-musuhnya. Itulah kebaikan yang sempurna layaknya kebaikan Allah kepada semua orang.

      Atau bisa juga:
      Bila hanya ramah kepada orang yang ramah kepada kita, sama saja dengan para pendosa yang bermukim di negeri ini. Mereka hanya ramah jika orang lain ramah kepadanya. Sebagai orang percaya, ramahlah kepada siapa saja bahkan terhadap musuh-musuhmu. Itulah kebaikan yang sempurna sebab Allah pun berbuat baik kepada semua orang.

  8. Dan lain sebagainya silahkan cari sendiri.

Kesimpulan

Perluasan makna firman sangat bagus saat dipakai sambil fokus kepada Tuhan di dalam pikiran masing-masing. Kita bisa melakukannya saat mendengar atau membaca firman atau saat sedang memuji Tuhan. Sehingga pikiran tidak bercabang-cabang namun tetap berkreasi multitasking di tengah kebaktian/ persekutuan dengan Sang Ilahi. Demikian juga dengan kata-kata motivasi yang kami susun, semuanya berawal dari pola-pola semacam ini yang kemudian berkembang lewat kebiasaan tekun menulis. Akan tetapi, di atas semuanya itu, selalu sadari bahwa tidak semua ayat di dalam Alkitab dapat diperluas maknanya. Bagian tertentu yang berisi tentang catatan sejarah atau peristiwa di masa lampau tidak memiliki perluasan makna terkecuali jika peristiwa tersebut berkaitan dengan nubuatan. Jadi, intinya bijak-bijaklah dalam mengembangkan suatu kata dan kalimat agar tidak jauh-jauh dari kebenaran hakiki.

Salam, Memperluas makna
pekerjaan otak agar
makin pintar lagi bijak.
Tetapi tetap selektif
tidak semua hal
dapat diubah.
Mustahil ubah sejarah
Biarkan apa adanya
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.