7 Cara Mengatasi Ejekan Dan Penghinaan – Jangan Fokus Pada Sakitnya Tetapi Gagalkan Maksud Iblis Di Baliknya

Cara Mengatasi Ejekan Dan Penghinaan – Jangan Fokus Pada Sakitnya Tetapi Gagalkan Maksud Iblis Di Baliknya

Dunia ini penuh duka lara: ada-ada saja gelombang emosional yang menghantam tanpa dapat diantisipasi bahkan tanpa kita sadari sebelumnya. Gelombang dukacita seperti angin kencang yang tiba-tiba mengguncang di siang bolong. Kekuatan negatif tersebut (yang dari luar) tidak bisa kita kendalikan, satu-satunya yang bisa kita kendalikan adalah kekuatan negatif yang berasal dari dalam diri sendiri. Oleh karena itu, kita perlu bersiap sedia untuk menghadapi berbagai kemungkinan terburuk dimana salah satu hempasan emosi instabil tersebut berasal dari sikap orang lain: dominannya lewat kata-kata sedang selebihnya lewat perbuatan. Dalam bagian ini, kita khusus membahas rupa-rupa duka yang datangnya dalam bentuk kata-kata yang mengejek/ menghina.

Banyak hal dalam dunia ini yang berpotensi merendahkan kita bahkan sekalipun hal tersebut tidak ditujukan kepada kita. Bisa saja ada oknum yang mengejek temannya lalu kita merasa juga sebab topik ejekannya mirip-mirip dengan kisah kehidupan kita. Jika keadaan ini terus dibahas-bahas maka pikiran akan mengarah jadi suudzon. Sedang dimana-mana yang namanya prasangka buruk pasti ujung-ujungnya membawa manusia dalam keburukan. Oleh karena itu, berupayalah untuk tidak hanya fokus kepada hal-hal yang meremehkan anda melainkan fokuslah kepada Tuhan, berbuat baik kepada sesama, bekerja dan belajar. Relakan setiap kekuatan negatif yang berputar di sekitar kita lalu temukan kekuatan positif dibalik potensi negatif tersebut.

Pengertian

Kiat-kiat mengatasi ejekan dan penghinaan tidak membutuhkan kemampuan khusus. Sebab apa yang kami tampilkan dalam bagian ini sudah ada di dalam diri kita masing-masing. Yang menjadi masalahnya sekarang adalah kekuatan tersebut perlu kita ubah menjadi kekuatan positif versi kita sendiri. Tentu salja hal tersebut dilakukan tanpa membalas balik dan melukai hati lawan-lawan kita. Inilah yang kami sebut sebagai main hati: kita menang dalam hati sendiri tanpa mengekspresikannya kepada orang lain. Mampu mengatasi bully tidak dengan melawan orangnya/ melawan pribadi-lepas pribadi. Melainkan melawan keinginan jahat yang dipelopori iblis di dalam hati tiap-tiap orang.

Defenisi – Mengatasi orang yang meledek atau merendahkan kita, dilakukan dengan cara melawan keinginan jahatnya di dalam hati kita tanpa harus menantang orang yang bersangkutan. Ingatlah bahwa kita hendak merasa menang dari iblis yang menghasut manusia menjadi jahat. Sedang kepada semua orang, kita selalu baik dan santun tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.

Tips & trik mengatasi ejekan dan penghinaan selama hidup di dunia fana.

Sebelum semuanya ini dimulai, kita wajib mengucap syukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Sebab di tengah-tengah sempit dan sesaknya kehidupan akibat orang ramai-ramai menekan: kita tidak dibiarkannya sendirian tanpa kepastian. Memang kita butuh waktu untuk menunggu sampai pencerahan tersebut datang. Camkanlah bahwa derita yang kita alami tidak ada bandingnya dengan inspirasi solusi yang dianugerahkan Tuhan. Sebab solusi tersebut dapat membuat kita tetap bertahan di tengah kuatnya pancingan hawa nafsu jahat yang beresiko menggelisahkan dan membuat sikap amburadur tidak terkendali. Berikut akan kami jelaskan apa adanya tentang cara mengatasi kata-kata asam yang menyayat hati.

  1. Bernyanyi sepanjang waktu memuliakan Tuhan.

    Jika anda bertanya secara langsung kepada kami, “apa solusi praktis untuk mengatasi semua masalah?” Maka kami akan menjawabnya dengan mengajak anda untuk “tetap bernyanyi sepanjang waktu dalam segala kesempatan yang mungkin.” Tidak ada solusi yang lebih baik dari itu! Sedang solusi spesifiknya, niscaya akan diinspirasikan oleh Roh Allah, baik itu dalam waktu cepat atau lambat-laun.

    Hati yang selalu bergirang adalah hati yang selalu bernyanyi. Kita bersorak-sorak memuliakan Tuhan menurut gaya dan intonasi yang diciptakan sendiri, ttapi itu tidak dapat diamati orang lain. Di sinilah sukacita kita penuh dan tidak ada kesempatan untuk bersedih hati karena barusan diejek/ dihina oleh oknum Tak dikenal.

  2. Berbuat baik seumur hidup.

    Hindari terlalu tertutup dengan orang lain lewat sikap diam-diam saja mengacuhkan segala sesuatu. Tetapi, jangan pula terlalu terbuka kepada sesama dengan menceritakan masalah-masalah sepele yang kita hadapi (kecuali antar suami-istri). Kita perlu menunjukkan kepedulian kepada orang lain lewat sikap ramah yang tepat pada waktunya. Akan tetapi, di balik semuanya itu, hindari maksud-maksud yang sekedar ambil untung saja. Hanya karena orang itu baik atau orang itu membuat pekerjaan lancar maka dibaik-baikkanlah sikawan tersebut.

    Berbuat baiklah kepada siapapun atas dasar kasih karunia Tuhan yang telah kita terima seumur hidup. Seolah-olah kita mengasihi sesama sebagai hadiah yang ditujukan untuk Allah tetapi diantarkan dihadapan manusia. Tentulah orang yang memberikan hadiah secara konsisten tidak mengharapkan balasan dari sesama sebab dirinya menanti-nantikan upah di sorga yang kekal.

  3. Menantang diri sendiri dalam ujian kehidupan.

    Salah satu sumber ujian kehidupan adalah anomali zaman yang tidak dapat dipastikan kapan dan dimana waktu terjadinya. Akan tetapi, beberapa orang yang sikapnya agak over protektif terhada diri sendiri memmilih untuk selalu menghindari kemungkinan. Sikap yang selalu menghindar tersebut sama halnya dengan hidup dalam zona aman/ zona nyaman. Keadaan tersebut jelas tidak mendorong pendewasaan malah menciptakan ketakutan yang tumbuh perlahan-lahan dari dalam hati.

    Silahkan nilai diri sendiri, apakah selama ini berada dalam zona nyaman? Ketika muncul tantanga dari lingkungan sekitar, kita menjadi ragu-ragu. Lantas sekonyong-konyong suudzon, “dia pasti mengabaikannya.” Jangan biarkan keraguan campur ketakutan semacam ini mengekang kebaikan anda. Melainkan lepaskan saja itu, cerdiklah berbagi pada momen yang tepat tanpa mengharapkan balasan (tulus). Jika anda menerima tantangan tersebut, itu artinya telah mampu mengekang rasa takut diuji orang. Fokus kehidupan semata-mata hanya untuk mengasihi Allah dan sesama manusia.

  4. Rendah hati.

    Rendah hati saat diejek atau dihina orang lain, sama artinya dengan megalah. Membiarkan orang lain menang baik dalam hal kata-kata maupun tertawaan: dengan tetap diam-santun. Tidak membiarkan diri dikendalikan oleh situasi panas membalas. Melainkan selalu fokus pada aktivitas positif yang dilakukannya. Ketika menyadari bangkitnya aura angkuh yang menendang dari dalam hatinya, langsung saja diresponi dengan menyangkal bahkan menginjak diri sendiri.

  5. Telah ikhlas.

    Kelanjutan dari sikap rendah hati adalah ikhlas. Keadaan ini identik dengan membiarkan situasi bergulir kemana saja tanpa ada niat untuk mengarahkannya ke sana atau ke sini: terkecuali jika tupoksi kerja kita menyebutkan hak-hak khusus kepemimpinan dan pengendalian. Ikhlas menerima ejekan dan hinaan berarti memaafkan orang-orang yang melakukannya, melupakan kejadian tersebut dan melanjutkan hidup dengan sebenar-benarnya. Tidak ada sesuatu yang perlu dipertengkarkan asal semuanya sudah benar dan adil bagi tiap-tiap orang.

  6. Jangan melawan rasa sakitnya tetapi lawan tujuan jahatnya.

    Zaman sekarang, orang kristen haruslah cerdik-cendikia. Tetapi stop cerdik menokohi orang lain melainkan cerdiklah menjawab berbagai pertanyaan dan hasutan dari dalam hati sendiri. Ada suatu roh di dalam diri kita yang penuh dengan pertanyaan dan selalu ingin menjatuhkan segala opini positif yang kita bangun. Perkataan roh inilah yang perlu kita jinakkan dengan menghadirkan sudut pandang situasi yang benar namun tetap menguntungkan kita.

    Ketika orang lain melemparkan rasa sakit kepada anda (lewat sikap yang jelek, merendahkan): jangan fokus pada perlakuan tersebut. Tetapi, cobalah buka pikiran anda untuk menggali lebih dalam, “apa maksud dan tujuan dari ejekan dan penghinaan tersebut?” Atau lebih spesifik lagi, “apa maksud dan tujuan si iblis menginjak-injak perasaan anda?” Bukankah semuanya itu dimaksudkan agar anda bersikap jahat (kesal, gelisah, marah, takut) sehingga menjadi anak-anak iblis? Maksud semacam inilah yang perlu kita gagalkan dari hari-hari yang dijalani.

    1. Saat orang lain mengejek.

      Jangan fokus kepada ejekannya tetapi pandanglah kepada tujuannya mengatakan hal tersebut. Bukankah dia melakukan itu agar anda bimbang, benci, marah dan melakukan tindakan keras sebagai aksi balasan? Tujuannya inilah yang perlu anda gagalkan dengan tetap tenang dan santun kepada sesama. Dengan demikian, tujuannya gagal dan kecewa barat. Bahkan saat menyadari hal tersebut, dia semakin ribut, mengobrak-abrik diri agar ada yang memperhatikan. Inilah salah satu bentuk kekecewaan yang membuat manusia hilang kendali diri. Bahagia rasanya merayakan keteguhan sikap kita yang selalu positif terkendali sekalipun si jahat berupaya menggoyahkan tapi tidak dapat!

    2. Sewaktu ada orang yang menghina.

      Hindari mengulang-ngulang hinaan tersebut dalam pikiran. Gunakanlah akal sehat anda lalu cari tahu mengapa dia melakukan hal itu? Apa tujuannya? Begitu anda gelisah dan marah-marah karena sikap buruknya: percayalah, kesenangannya semakin melambung tinggi! Bila anda menggunakan pikiran logika jernih niscaya akan memahami bahwa sesungguhnya hinaan tersebut sengaja dilemparkan agar anda bersikap kasar kepada orang lain. Oleh karena itu, tenangkan diri dan tetap positif: abaikan perkataan itu lalu lanjutkan keramahanmu dan lanjutkan aktivitas positif yang kamu tekuni selama ini. Bahagia rasanya melihat iblis kecewa karena taktik kotornya tidak membuat kita menjadi jahat seperti iblis.

    3. Sewaktu ada orang yang mengabaikan kebaikan anda.

      Pada momen semacam ini, sijahat kembali menghasut anda untuk bersikap kasar terhadap orang tersebut. Jika pikiran tidak jernih dan fokus pudar maka kita pun mau-mau saja di setir untuk melakukan berbagai aksi-aksi jahat yang terselubung. Iblis ingin agar anda membalas cueknya dengan cuek yang sama. Oleh sebab itu, jangan biarkan kuasa jahat melingkupi tindakanmu. Melainkan gagalkanlah rencana jahat tersebut dengan tetap baik kepada orang yang mengabaikanmu. Niscaya setan akan kecewa berat. Bahagianya hati ini saat kita mampu menjaga konsistensi ditengah situasi yang berat.

  7. Bahagia berterima kasih kepada Tuhan sambil mendoakan orang tersebut.

    Apa pun yang anda lakukan selama hidup di dunia ini, jangan melawan orang per orang alias jangan menantang sesama manusia. Melainkan satu-satunya pribadi yang patut kita tantang adalah iblis, bapa segala penipu. Saat orang tertentu melemparkan ejekan dan penghinaan: sesungguhnya bukan orangnya yang melakukan itu melainkan hawa nafsu yang dipenuhi iblislah yang membuat segala sesuatu menjadi liar. Oleh karena itu, jangan fokus kepada keunggulan melainkan fokuslah bernyanyi memuliakan Tuhan dalam segala waktu

    Daripada menghakiminya, lebih baik berbelas kasihlah kepada lawan-lawan anda. Mungkin hal tersebut bisa diwujudkan dengan berkata dalam hati:

    1. Ya Tuhan, terimakasih saya tidak berubah jahat seperti yang diingikan iblis. Tolonglah orang ini menemukan kebenaran.
    2. Syukur kepada Allah karena saya tidak goyah di tengah goncangan yang ditimbulkan si jahat. Mohon tolonglah orang ini menemukan pencerahan.
    3. Karunia dan penyertaan-Mu besar. Terimakasih Tuhan sampai detik ini saya tidak dapat disetir oleh iblis. Itu bukan karena saya kuat tetapi karena Engkau yang menopang, mendorong dan menggerakkannya seturut firman-Mu. Tolong sadarkanlah kawan saya yang satu ini agar beroleh buah-buah pertobatan.
    4. Dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Bahagianya kita meluap saat menyadari lagi dan lagi menggagalkan rencana iblis dalam kehidupan ini. Dalam setiap sikap kasar yang kita alami, kecewakanlah iblis dan jangan biarkan tujuan-tujuan jahatnya menjadi nyata dalam sikap kita sehari-hari. Berbahagialah mengalahkan iblis tetapi doakan sesama agar dikaruniai pertobatan, pencerahan dan hikmat dari Tuhan.

Jangan biarkan kejahatan menguasai kehidupan mu walau hanya sedetik saja. Ketahuilah dengan pasti bahwa begitu anda berbalik arah dari baik ke jahat dan dari lembut ke kasar: ada orang yang tertawa dalam hatinya lalu berkata, berhasil-berhasil-berhasil-dan-berhasil! Titik inilah yang harus kita cegah sekaligus sebagai awal motivasi untuk bertahan tetap baik dan benar di tengah derasnya cobaan hidup. Jangan fokus pada orang yang mengejek dan menghina anda melainkan balaslah kejahatannya dengan senyum anggukan yang ramah. Lalu galilah kebahagiaanmu karena telah berhasil lagi dan lagi mengecewakan maksud jahat iblis: bahwa anda tidak gelisah, kesal dan marah-marah karena diperlakukan semena-mena. Inilah semangat di balik banyaknya tekanan kehidupan yang bisa datang dari mana saja.

Salam, Di tengah panasnya kata-kata,
tetap kasihi sesama sikap ramah.

Bersenang-senanglah karena
berhasil mengalahkan iblis
tapi tetap tenang.

Jangan terkesan meledek
karena terlalu senang
tapi tetap sopan diam
dan sibuk positif!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.