7 Alasan Hidup Tidak Seindah Karya Seni

Alasan Mengapa Hidup Tidak Seindah Karya Seni

Karya seni adalah bagian dari ilmu pengetahuan. Mustahil seorang seniman dapat merangkai sesuatu yang biasa menjadi luar biasa tanpa penguasaan terhadap ilmu tertentu. Pada dasarnya, pengetahuan sifatnya lebih konsiten dan abstrak, sekali pun ada perubahan atau perkembangan namun sifatnya minimalis; bisa dalam bulan maupun bertahun-tahun. Akan tetapi, yang namanya karya seni, sifatnya inkonsisten dan sangat dinamis. Artinya, nilai-nilai yang dikuasai oleh seorang seniman, bisa saja tidak sama bahkan beberapa di antaranyasaling bertentangan satu sama lain. Sekali pun demikian, sebuah karya memiliki peminatnya sendiri-sendiri, mulai dari kalangan rakyat kecil sampai para pembesar negeri.

Hidup ini tidak bisa dipisahkan dengan pengetahuan tentang alam semesta. Suatu kesempatan untuk menilai cakupan terkecil hingga cakupan terbesar diseluruh jagad raya. Bagaimana jelasnya suatu proses dapat berlangsung cepat atau pun lambat. Mengungkap rahasia yang belum terpetakan sehingga hal-hal yang sebelumnya tidak dipahami cenderung dimengerti oleh orang tertentu. Namun ternyata ada pula beberapa ketidaktepatan terhadap kejadian tersebut sehingga nilinya bergeser dari yang awalnya adalah sains menjadi fiksi sains. Biasanya fiksi sains tersebut melebar tentang sesuatu menjadi sangat berlebihan. Sesuatu yang lebay inilah yang sering sekali dijadikan sebagai daya tarik sehingga banyak orang yang tergius untuk menyaksikannya.

Pengertian

Apa yang membedakannya dengan ilmu pengetahuan dan bagaimana dia bisa khas bahkan dicintai oleh lebih banyak manusia? Karya seni adalah ilmu menciptakan sesuatu sehingga mampu mempengaruhi manusia dengan menyuguhkan keindahan yang khas. Manusia yang tidak memiliki pengetahuan, mustahil mampu menciptakan sesuatu yang disebut seni. Keindahan yang dimaksud pada bagian ini adalah bukan sesuatu yang terus-menerus bagus. Melainkan sesuatu yang biasanya indah muncul dari kesemerautan dan gejolak yang menguncupkan kebaikan. Seolah-olah selalu ada pelangi selepas berlalunya badai yang merusak. Suatu ketidakteraturan tetapi memiliki pola-pola khas yang bisa dinikmati dengan sukahati.

Faktor penyebab kehidupan tak seindah karya seni

Pada zaman sekarang, ada begitu banyak karya yang dihasilkan oleh para seniman. Tanpa terkecuali dimulai dari seniman pemula sampai prefesional dapat melakukan publikasi terhadap hasil kerjanya. Kemampuan memanfaatkan teknologi informasi yang telah tertata dengan baik dan terintegrasi dari ujung ke ujung menjadi jalur yang fantastis. Dukungan internet dalam genggaman tangan seperti alat publisitas yang mampu memberi pekerjaan bagi sebanyak-banyaknya manusia. Sayang, sekalipun ada jalur yang memberi kemudahan tetapi untuk mendapatkan sesuatu dari sana jelas membutuhkan kesabaran, kegigihan dan kerja keras. Berikut akan kami uraikan semampunya tentang alasan mengapa hasil buatan tangan seorang seniman, jauh berbeda dari kehidupan manusia itu sendiri.

  1. Karya seni syarat dengan rencana duniawi yang belum tentu sama dengan rencana Tuhan.

    Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya bahwa apa pun yang terlihat, terdengar, tercium, terkecap dan tersentuh dari sebuah karya, merupakan hasil dari pemikiran manusia. Orang yang pandai memahami pola-pola kebiasaan manusia akan dimampukan untuk menciptakan kehidupan manusia versinya sendiri. Atau lebih populer disebutkan sebagai kemampuan menciptakan “dunianya sendiri.” Jadi, saat menyaksikan hasil buatan tangan seorang seniman lalu mempercayainya secara keseluruhan tanpa melakukan penyaringan terlebih dahulu. Tepat saat seperti inilah, kita masuk dalam kali-kali rancangan manusiawi yang fana.

    Harap perhatikan baik-baik bahwa tidak semua karya bagus! Bahkan bisa dikatakan sebagus-bagusnya suatu ciptaan manusia, pasti ada keburukan di dalamnya sehingga momon-momen spesial dapat tercipta dengan adanya hal-hal yang merugikan atau dimanipulasi secara sepihak walau kesannya halus. Oleh karena itu, tetapkan hati pada rencana Tuhan, genggam rancangan kebenaran-Nya dengan sepenuh hati. Tetap, nikmatilah karya seni dengan menyaringnya baik-baik: ambil makna positif dan buang makna negatifnya.

  1. Semua karya seni kurang realistis dan khas lebay; walau mengandung pelajaran hidup yang manis.

    Sadarilah bahwa secara totalitas (keseluruhan), tidak ada karya yang benar-benar nyata. Kebanyakan karya lebay (dibesar-besarkan atau menceritakan sesuatu yang tinggi-tinggi, di luar kenyataan walau masih logis). Ini semata-mata untuk menarik lebih banyak perhatian masyarakat. Serealistis apa pun pengakuan seniman atau penghargaan terhadap hasil ciptaan tersebut, tetap ada bumbu-bumbu rekayasa untuk membuatnya terkesan di atas rata-rata. Tanpa rekayasa maka tidak ada karya yang akan laku keras di dalam masyarakat. Jika itu hanya bercerita tentang kehidupan mereka sehari-hari, buat apa menonton toh mereka bisa mengalaminya sendiri.

    Sadarilah bahwa sekali pun ada bagian-bagian tertentu dalam suatu karya yang mewujudkan kehidupan di dunia nyata. Pada bagian-bagian lainnya lebih banyak mewujudkan kisah fantasi yang berlebih-lebihan namun sangat menarik untuk diamati/ ditonton/ disaksikan. Tanpa hal-hal yang berlebihan tersebut maka tidak ada yang mau menontonnya, sebab hidup mereka sehari-hari juga demikian; orang ingin pengalaman yang beda dari sudut pandang yang ditarik dari kehidupan yang realistis.

  2. Ada manipulasi dalam setiap karya seni tetapi cukup memotivasi untuk menyemangati hari.

    Mustahil suatu seni hadir dihadapan kita tanpa manipulasi. Teknologi adalah faktor manipulatif yang paling berpengaruh terhadapnya. Mereka yang memiliki keahlian seni yang spesial dapat menghadirkan hal-hal biasa menjadi luar biasa. Sebuah kekuatan yang tidak ada apa-apanya di dunia nyata namun di dunianya, merekalah anak muda, merekalah penyihir dan merekalah pahlawannya.Biasanya oknum yang pintar memanipulasi sesuatu berada di belakang layar. Merekalah pemilik kecerdasan spesial yang menjadi otak membuat suatu karya menjadi istimewa di hadapan para penikmatnya.

    Kebohongan di sana-sini bisa saja terjadi tanpa disadari oleh penonton. Namun penikmat yang bijak mampu melakukan ekstraksi, memisahkan setiap pengaruh lalu mengambil sesuatu yang bermanfaat dan membuang/ melupakan apa-apa saja yang tidak pantas diingat.

  1. Karya itu singkat (sesaat saja) tetapi kehidupan manusia sepanjang usia.

    Berapa waktu yang anda butuhkan saat menikmati buatan tangan seorang seniman? Bukankah itu minimal beberapa detik dan maksimal dua sampai tiga jam? Sama halnya ketika anda membaca tulisan ini, mungkin tidak sampai sepuluh menit maka semuanya sudah dipahami secara garis besar. Akan tetapi, sadarilah bahwa kehidupan manusia tidak sesederhan itu melainkan lebih kompleks dan terkadang rumit untuk menemukan solusinya, selain bertahan dan berusaha tetap baik dan benar. Masih banyak hal yang akan terjadi dalam kehidupan kita, sedang apa yang dibahas dalam sebuah karya hanyalah satu atau dua set saja dari kehidupan. Sedangkan ke depannya masih banyak set-set kehidupan lainnya yang penuh rahasia dan cukup menarik untuk dicari tahu.

  2. Cerita sedih tidak hanya ada di masa lalu, tetapi saat ini dan di masa depan pun masih banyak yang sedih-sedih. Tetapi kitalah yang mampu mengubahnya menjadi sukacita.

    Kita terbius oleh karya seni yang memaparkan betapa buruknya masa lalu seseorang tetapi di masa mendatang dalam hidupnya, ada banyak kegemilangan yang akan diperolehnya. Seolah semua-hal-hal memilukan yang dahulu terjadi, pasti tidak akan lagi terjadi di masa depan. Sadarilah bahwa sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal yang menyedihkan tidak hanya terjadi di masa lalu. Sekarang atau di masa depan, apa yang menyakitkan hati tersebut akan terus terjadi lagi dan lagi. Tetapi, orang bijak yang berpengalaman tidak mudah terpengaruh oleh semuanya itu.

    Kisah sedih memang selalu bisa menempatkan diri dalam kehidupan kita. Seperti sebuah undian, yang memilukan hati bisa datang secara tiba-tiba tanpa diprediksi dan disadari oleh diri sendiri. Akan tetapi, mereka yang sudah terbiasa menderita akan mendulang kebijaksanaan dari pengalaman pahit tersebut. Mereka tidak lagi mudah dikotori oleh sakit hati sebab selalu berusaha memaafkannya. Begitu kejadian yang kurang menyenangkan berlangsung, mereka dapat memakluminya. Sehingga tidak menyisakan kebencian sebab orang-orang yang terlibat telah dianggap sebagai penguji yang mendatangkan manfaat untuk memiliki pemikiran yang dewasa. Pada tahapan ini rasa sakit tidak lagi menyakitkan hati karena sudah terbiasa dan tidak mampu memperkeruh suasana hatinya.

  1. Manusia mudah gede rasa menyaksikan karya seni sehingga hidup meracau terdistorsi.

    Apa yang ditampilkan oleh karya seni hanya imajinasi manusia yang dipadukan dengan beberapa kisah fantastis sehingga hati menjadi berbunga-bunga. Lantas beberapa adegan yang terjadi sepertinya mirip-mirip dengan kehidupan yang kita alami. Sehingga hati menjadi semakin terkesima menikmatinya.

    Gede rasa timbul karena apa yang kita saksikan mirip-mirip dengan kehidupan sendiri. Perasaan yang lambat laun akan menyebabkan iritasi karena meyakini hal-hal tersebut akan terjadi. Padahal, kita mengingini sesuatu yang tidak berdasar. Lantas, mulailah muncul upaya-upaya yang berlebihan untuk menggapainya. Kita menjadi suka menyimpang di jalan-jalan sempit. Melakukan tipu muslihat untuk mengerjai sesama sembari mengambil keuntungan darinya. Sikap mulaui tidak lagi memerhatikan kebenaran sebab maksud hati kita kental dengan kejahatan. Simak juga, Dampak buruk GR.

  2. Menyamakan kehidupan kita dengan karya seni tertentu memicu kekecewaan mendalam.

    Apabila seseorang telah terbius oleh iming-iming kelimpahan hidup seperti yang dipertontonkan oleh berbagai media. Besar nafsu untuk menekuninya dengan penuh harapan. Sayang, kesemuanya itu tidak akan mampu kita capai karena hanya imajinasi tanpa tulang punggung yang selalu terurai – jatuh dan kembali ke dasar. Potensi kekecewaan yang kita alami cukuplah besar, sampai pahitnya hati berasa sampai berhari-hari lamanya.

    Orang yang tidak bisa mengendalikan dirinya, jauh dari kesabaran, tidak rendah hati, enggan ikhlas dan penuh dendam. Cenderung akan melakukan berbagai tindakan agresif yang bisa merugikan dirinya sendiri mau pun orang-orang yang ada di sekitarnya. Pada tahapan ini, efek samping dari perihnya suasana hati membuatnya hilang akal sehat saat menghadapi orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan gangguan yang tidak ada apa-apanya akan dibesar-besarkan sehingga menciptakan pertengkaran yang alot dan cukup melelahkan.

Kesimpulan

Banding-bandingkan apa saja yang disaksikan dengan standar kehidupan yang dimiliki. Kemampuan ini bisa jadi salah satu usaha untuk melakukan seleksi terhadap setiap hasil karya demi memurnikannya dari potensi jahat. Selalu gunakan dan aktifkan pikiran saat menikmatinya agar tidak meniru keburukan yang tertampilkan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Karya seni tidak sama dengan realita kehidupan. Sebab buatan tangan manusia selalu menunjukkan yang tinggi-tinggi dan yang besar-besar agar lebih menarik perhatian masyarakat. Apabila tiap-tiap orang memiliki keinginan yang besar dan tinggi melebihi langit, niscaya iri hati akan merong-rong pikiran banyak orang; terdapat persaingan berat antara kelompok demi memperebutkan ini-itu; ada perselisihan secara diam-diam; konspirasi terselubung yang terjadi diberbagai sudut kehidupan. Bahkan tidak dapat dipungkiri lagi, telah, sedang dan akan terjadi konflik kecil sampai besar untuk memperebutkan “hal-hal yang wah” tersebut. Keadaan ini tidak hanya merugikan manusia saja tetapi lingkungan turut pula menjadi korbannya. Sehingga lambat-laun, bencana alam dan bencana kemanusiaan akan terjadi juga karena arogansi, keserakahan dan manipulasi yang berkembang pesat. Oleh karena itu, tetap gunakan akal sehat yang realistis saat menikmati hasil kerja seseorang/ sekelompok seniman beken. Agar dapat menyaring nilai-nilai baiknya dan menyisihkan yang buruk-buruknya.

Salam, Hidup ini rumit
Tetapi karya seni
di atas rata-rata.
Kalau manusia selalu
ingin lebih dari sesamanya,
mustahil ada damai sejahtera
dan ketenangan hati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.