7 Alasan Kebaikan Adalah Hadiah – Anggap Sikap Baik Sebagai Hadiah Bukan Cari Untung

Alasan Kebaikan Adalah Hadiah – Anggap Sikap Baik Sebagai Hadiah Bukan Cari Untung

Seluruh jagad raya saling berbagi, mengapa manusia malah berat hati untuk memberi?

Tahukah anda bahwa komponen-komponen alam semesta saling berbagi kebaikan satu sama lain? Kalau matahari bisa berbagi lewat sinarnya yang terang dan hangat ke seluruh planet termasuk di dalamnya adalah bumi tempat kita memijakkan kaki. Maka demikian jugalah kita, dunia secara keseluruhan menyumbangkan dan melepaskan hidrogen ke luar angkasa. Proses pelepasan hidrogen tersebut terjadi selama penghancuran materi (misalnya pembakaran, pembusukan dan demineralisasi di lautan luas). Jadi, diseluruh alam semesta ada hubungan timbal balik yang saling memberi satu sama lain menurut kebutuhan dan fungsinya masing-masing. Hubungan baik ini bergerak dalam sistem yang berputar atau disebut juga sebagai siklus.

Manusia egois tidak sadar pada kebaikan alam, lupa diri lalu membasmi makhluk lain tanpa henti, bencana alam bukti kebajikan umat yang memudar bahkan hilang sama sekali.

Pada komponen yang lebih kecil, misalnya di antara makhluk hidup yang ada di bumi, berlangsung pula yang namanya saling memberi satu sama lain, sekali pun hal tersebut kebanyakan tidak disadari oleh masing-masing pihak. Bentuk bencana alam merupakan salah satu ketidaksadaran manusia bahwa dirinya butuh kebaikan dari lingkungan sekitarnya. Berpikir bahwa dengan hidup sendiri, manusia saja, bisa bertahan hidup di alam semesta yang super luas dan kuat. Akan tetapi, saat kita mampu menjaga keberedaan makhluk hidup lainnya tetap terpelihara, tepat saat itulah ada hubungan yang saling berbuat baik antara satu bagian kepada bagian lainnya.

Lakukan kebaikan mulai sekarang

Kita perlu merasa malu kalau dalam satu hari ini saja, tidak ada satu pun kebaikan yang telah dilakukan. Sebab segala sesuatu yang ada di bumi ini terlibat dalam hubungan timbal balik yang saling ketergantungan satu sama lain. Aktivitas saling memberi itulah yang membuat alam semesta bersama-sama sempurna adanya. Apakah kita selama ini terlalu egois sehingga enggan untuk berbuat baik kepada sesama? Atau jangan-jangan hati masih dipenuhi dengan dendam karena terlalu banyak menyimpan dendam pengabaian yang dilakukan oleh orang lain? Oleh karena itu, tingkatkan lah kepudulian terhadap sesama dan berbagi dalam kondisi apa-pun. Sadarilah bahwa keadaan ini erat kaitannya dengan pengorbanan karena Tuhan telah duluan berkorban untuk kita.

Orang yang berbuat baik, jelas akan berkorban demi orang lain. Akan tetapi, manusia cenderung mempertanyakan seputar batas-batas pengorbanan itu sendiri. Apakah bentuk-bentuk dan contohnya? Juga apakah diperkenankan untuk membagikan satu-satunya milik kita yang sangat berharga? Perlu diketahui bahwa dalam memberi, kita sedang melakukan bagi-bagi hasil keringat sendiri kepada sesama. Sebuah perjuangan yang diberikan secara cuma-cuma merupakan timbunan tulus yang tidak akan kembali. Lantas, apakah diperkenankan untuk melakukan kebaikan dengan mengorbankan diri sendiri? Menurut hemat kami, untuk apa membagikan sesuatu yang hanya sekali pakai? Berikanlah hal-hal yang terus-menerus ada sehingga kita bisa berbagi seumur hidup di bumi ini.

Tuhan Yesus Kristus telah memberikan nyawa-Nya untuk menyelamatkan dunia, lalu apakah kita wajib juga melakukan hal yang sama? Memberi nyawa untuk orang lain hanya terjadi di zaman dulu saat peperangan dan perebutan kekuasaan terjadi dimana-mana. Sebab orang-orang berjuang mengangkat senjata untuk memperjuangkan kebebasan keluarganya: anak, saudara, orang tua dan lain sebagainya. Pikirkan baik-baik, di zaman sekarang, siapa yang menyerang kita? Bukankah kita hidup di zaman damai?Daripada memberikan yang terbatas maka alangkah lebih baik membagikan sesuatu yang tanpa batas dimana hal tersebut selalu ada seumur hidup kita. Misalnya saja adalah kata-kata yang santun dan sikap yang ramah.

Faktor penyebab kebaikan adalah hadiah

(Roma  8:37) Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Hadiah adalah salah satu bentuk dari perbuatan baik, sedang yang baik itu pun bisa dihadiahkan kepada siapa saja. Ide ini muncul ketika kami dahulu pernah mendengar seorang hamba Tuhan mengatakan bahwa “di dalam Tuhan Yesus Kristus, kita lebih dari pemenang karena Dialah yang berperang dalam pergumulan hidup manusia namun hadiahnya diserahkan kepada orang percaya. Pendekatan yang digunakan hamba Tuhan tersebut, katanya seperti seorang petinju yang memenangkan sabuk tertentu dan sejumlah uang. Lantas saat petinju tersebut sampai di rumah, ia menyerahkan semuanya itu kepada istrinya. Maka istrinya itulah yanglebih dari pemenang. Berikut akan kami jelaskan beberapa alasan mengapa kebajikan yang kita lakukan adalah hadiah.

  1. Kita telah lebih dahulu merasakan kasih karunia Allah.

    Apa tidak cukup banyak segala berkat-berkat Tuhan yang kita telah cicipi? Sadarilah bahwa semuanya itu diperoleh sejak berada dalam kandungan hingga saat ini. Berkat kesehatan fisik dan kesehatan rohani telah dianugerahkan-Nya. Kita pantas berbahagia karena sampai saat ini tidak ketergantungan dengan obat-obatan apa pun dan bebas dari penyakit mana pun. Layaklah bagi kita untuk mengucap syukur sebab sampai saat ini masih diberi akal pikiran yang sehat, bebas stres dan bebas dari kegilaan termasuk bebas dari pikiran yang menyimpang.

    Tak terhitung kasih karunia Allah yang telah diterima, apa salahnya jika kita menyisihkan sebagiannya untuk kebaikan orang lain? Tentu diberikan sebagai hadiah. Sebab yang kita terima dari Sang Pemelihara Hidup, masih jauh lebih banyak dan beragam dari hadiah yang berikan kepada sesama.

  2. Tujuan kita untuk memuliakan nama Tuhan (bukan cari hormat/ nama untuk diri sendiri).

    Saat berbuat baik, berupayalah untuk memiliki tujuan sorgawi dan bukan agar dihormati orang lain. Tetapi anggaplah setiap hal yang dilakukan merupakansuatu tindakan untuk memuliakan nama Tuhan.Jadi, tidak ada niat khusus untukmencari penghargaan pribadi, melainkan seluruhnya diniatkan untuk kemuliaan nama Sang Khalik.

    Berbuat baikuntukTuhan berarti mendorong kita untuk tidak memandang siapa orangnya. Berusaha memotivasi diri agar terus berbagi tanpa menuntut dihormati. Sebab semua kebajikan tersebut ditujukan kepada Tuhan tetapi disampaikan sebagai hadiah kepada sesama.

  3. Merupakan dorongan hati nurani.

    Kita adalah manusia yang memiliki hati nurani. Suara hati tersebutlah yang terus berkata-kata tentang apa yang harus kita lakukan. Hindari terlalu banyak melawan sura hati sendiri agar kita bisa hidup dengan tenang.

    Harap dipahami bahwa kita tidak perlu berbuat baik saat orang lain baik. Sebab jika berlaku demikian, diri ini sama saja seperti seorang pedagang. Sadarilah bahwa kebiasaan semacam ini akan cepat menjadi hambar, sebab kerap kali balasan dari perbuatan kita hanya respon yang cenderung acuh tak acuh. Jadi, alangkah baiknya memberikan sesuatu secara gratis sebagai hadiah. Kita melakukannya bukan karena orangnya baik, lagi pula kita belum menerima apa-apa darinya. Melainkan semuanya ini adalah dorongan hatinurani untuk berbagi tanpa pamrih.

  4. Agar tidak mengharapkan balasan apa-apa dari kebaikan kita.

    Saat seseorang berbagi karena menginginkan sesuatu sebagai balasannya, namun setelah beberapa waktu berlalu, tidak mendapatkan apa-apa. Tentu saja hal tersebut secara otomatis mendatangkan rasa kecewa yang mendalam. Rasa sakit ini cenderung membuat manusia terus-menerus menderita dalam kegalauan.

    Oleh karena itu, agar tidak lagi mengharapkan sesuatu, lebih bagus memberi kepada sesama sebagai hadiah. Sekali pun orang tersebut tidak membalasnya, hati tetap bersukacita. Sebab sejak dari awal,kebajikan tersebut dilakukan dengan tulus hati, tanpa mengharapkan balasan apa pun melainkanmenghadiahkannya secara gratis.

  5. Kita sama sekali tidak rugi saat memberi.

    Apa yang diberikan tidak sampai membuat kita jatuh miskin. Tentulah kita merupakan pemberi yang logis, mempertimbangkan dan memperbincangkan (di dalam keluarga) segala sesuatu sebelum diputuskan. Tidak ada kerugian besar yang dialami sebab sejak dulu menganggap bahwasetiap kebaikan yang diberikan adalah hadiah

    Bila pemberian tersebut berupa uang, tidak akan meminuskan kas keluarga asalkan sudah direncanakan dan dikumpulkan jauh-jauh hari. Saat pemberian tersebut berupa sikap (tutur kata dan perbuatan), kita tidak akan dirugikan sama sekali. Sebab sikap yang kita ekspresikan tidak butuh banyak uang, bukankah semuanya itu sudah ada dalam diri sendiri? Yang perlu kita lakukan adalah membiasakan diri termasuk dalam hal ini membiasakan diri berlapang dada saat sikap kita tidak dipedulikan lagi.

  6. Sebab yang kita bagikan akan selalu ada.

    Kita jeli dalam berbuat baik sehingga apa pun yang dilakukan diperbuat dengan penuh kesadaran. Saat masing-masing orang sudah mampu memenuhi kebutuhannya, tidak ada lagi yang harus ditolong. Satu-satunya hal yang bisa dibagikan kepada orang lain hanyalah tutur kata yang sopan dan perilaku yang santun. Kebaikan semacam ini selalu ada dalam kadar tak terbatas. Hanya saja yang sering menjadi kendala adalah karena kita tidak rutin melatihnya dan tidak konsiten melakukannya.

    Apabila kita selalu konsiten mengekspresikan kerahaman kepada sesama, lama kelamaan akan menjadi terbiasa. Seolah hal-hal tersebut keluar otomatis tanpa diperintahkan otak lagi. Selama kita bisa bicara dan mampu bergerak, bukankah semuanya itu selalu ada? Oleh karena itu, bagikanlah sebagai hadiah secara gratis.

  7. Agar bisa memberi tanpa terbeban (luwes) sama sekali.

    Mereka yang berbuat baik namun mengharap bahwa suatu saat nanti dirinya akan menuai lebih banyak, bahkan berlipat ganda, sadarilah bahwa kebiasan semacam ini pun cenderung memicu adanya ketidaktenangan di dalam hati. Akan tetapi, saat kita menganggap bahwa segala hal-hal baik yang dibagikan kepada sesama adalah hadiah yang cuma-cuma niscaya pikiran terasa ringan membagikannya.

    Walau pun orang tersebut tidak membalasnya setimpal atau dibalas negatif, tidak ada penyesalan di dalam hati. Sebab motivasi kita dari awal adala ingin berbuat baik memberi hadiah tanpa menuntut apa-apa. Semua gejolak tersebut dijalani dengan luwes tanpa terbeban sama-sekali. Kita tetap bersukacita karena pengorbanan dan ketulusan saat menghadiahkan sesuatu pastilah dicatat Tuhan.

Kesimpulan

Orang yang menabur namun terlalu fokus mengkhayalkan indahnya tuaian di masa depan: tidak akan hidup dengan tenang sebelum impiannya terwujud. Mereka yang menabur tapi sangat mengharapkan keuntungan besar di masa depan beresiko kecewa dan sakit hati pun meradang. Alangkah lebih indah, jikalau menganggap setiap kebaikan kita sebagai hadiah kepada sesama yang didasarkan karena sudah sangat banyak kemurahan hati Tuhan yang kita nikmati sebelum-sebelumnya.

Kadang kita berpikir bahwa hidup ini seperti suara-suara yang menggema dilereng-lereng gunung. Saat berteriak menyapa lereng, gema suara justru  membalasnya dengan sesuatu yang kedengaran lebih indah. Layaknya dua sahabat yang sedang bersahut-sahutan. Akan tetapi, lain halnya saat kita berteriak di antara hiruk-pikuk kerumunan penduduk, besar kemungkinan tidak ada jawaban sebab masing-masing sibuk urusannya sendiri. Oleh karena itu, persiapkanlah diri menghadapi jawaban apapun itu. Perlu siap-sedia menghadapi kemungkinan terbaik: diterima dan dibalas kembali. Tetapi, di sisi lain perlu siap-sedia pula menghadapi kemungkinan terburuk: ditolak dan diabaikan. Semua kemungkinan sanggup dijejaki dengan anggun asalkan pikiran ringan dan tidak terbeban saat memberi. Berbagi kasih sebagai hadiah merupakan cara membuat pikiran luwes ringan menghadapi respon orang lain yang berbeda-beda.

Salam, Berbagi sebagai hadiah,
Lakukan dengan gigih,
Agar hidup penuh anugerah
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.