7 Alasan Susah Berdoa Setelah Main Game, Kok Malah Sukar Fokus Kepada Tuhan?

Alasan Susah Berdoa Setelah Main Game, Kok Malah Sukar Fokus Kepada Tuhan

Pikiran manusia adalah alogaritma autodidak yang senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Mungkin secara fisik, bahan pembentuknya tetap sama, sejak dilahirkan sampai menjemput ajal. Alogaritma organik tersebut seperti lalu-lintas data yang selalu berubah jalur atau mungkin saja membentuk jalur baru yang baru dekembangkan. Kecepatan aliran informasi dalam otak lebih tinggi dari kecepatan prosesor komputer, sebab aliran listrik di dalam elektrolit cair lebih cepat dibandingkan dalam lotak logam. Namun, kita lebih lambat berpikir dari komputer karena selalu merefres jalur-jalur informasi. Sedang di dalam otak komputer, semuanya sudah jelas, terpatenkan dan sudah ketetapan dari awal. Akan tetapi, untuk hal-hal yang sudah terbiasa dilakukan, kesigapan manusia sangatlah tinggi.

Ada dua macam hubungan antara sel otak: jalur tetap dan yang sifatnya fleksibel. Biasanya jalur berpikir tetap dibentuk sejak awal kehidupan, menguasai sisi sadar dan tidak sadar manusia. Namun, ada juga yang dipatri lewat aktivitas membiasakan diri. Di sisi lain, ada jalur pikiran fleksibel yang baru dibentuk sesaat setelah informasi diterima. Pembentukan jalur informasi baru, bisa berlangsung singkat namun lebih banyak membutuhkan waktu: yang umunya melibatkan proses berpikir yang alot. Jadi suatu aktivitas yang kita lakukan bisa dihasilkan oleh sel otak jalur tetap atau sel otak jalur fleksibel. Apabila suatu aktivitas sudah dibiasakan, rutenya adalah jalur tetap dan responnya sangat cepat.

Sekarang, kita akan membahas tentang aktivitas fokus kepada Tuhan. Perlu dipahami bahwa aktivitas tersebut terdiri dari berbagai macam, yaitu berdoa, membaca/ mendengar firman dan bernyanyi. Terkhusus pada bagian ini, kami akan membahas tentang aktivitas fokus bernyanyi memuliakan Allah di dalam hati sambil menyelesaikan pekerjaan lainnya. Untuk seorang pemula, aktivitas ini hanya dapat dilakukan saat waktu luang saja. Akan tetapi, bila terus mengulang-ulangnya selama beberapa hari, minggu bahkan lebih lagi. Dimampukan untuk melakukannya sambil mengerjakan tanggungjawab lainnya (disebut juga multitasking).

Bila awalnya aktivitas ini, sifatnya lambat dan hanya mampu menyanyikan lagu-lagu yang sudah ada saja. Jika ditekuni dengan sungguh-sungguh, lama-kelamaan akan berkembang. Kita bisa mengimprovisasikan banyak kata-kata pujian ke dalam berbagai genre musik. Suara hewan di alam dapat menjadi musik yang mengiringi puji-pujian bagi Tuhan. Bunyi radio yang mendesing bisa mengiringi nyanyian otak memuji Tuhan. Suara iklan di televisi pun bisa diimprovisasi mendasari puji-pujian kepada Allah. Masih banyak suara-suara berdengung di sekitar yang dapat diikuti, disesuaikan lalu dibelokkan menjadi nyanyian untuk memuliakan Tuhan. Tentu saja, butuh waktu berbulan bahkan bertahun-tahun agar bisa menjadi ahli fokus yang paten.

Faktor penyebab susah berdoa setelah main game

Kita seharusnya dapat menikmati momen komunikasi intim dihadapan Tuhan. Apalagi kalau, kita sudah lama menekuni aktivitas tersebut, pastilah sudah terbiasa dimana rute default/ yang dilaluinya adalah adalah jalur otak tetap. Terlebih, kalau di sela-sela waktu senggang, kita terus bernyanyi-nyanyi di dalam hati memuliakan Tuhan. Akan tetapi, keadaan ini bisa tergeser ke area abu-abu karena fokus berubah ke game/ permainan. Baik permainan online maupun offline, baik yang gratis maupun berbayar, bila terlalu dipakai maraton dapat mengganggu keseimbangan jalur berpikir. Akibatnya konsentrasi mudah retak dan damai pun lenyap. Berikut akan kami jelaskan alasan penyebab susah berdoa setelah main hape.

  1. Waktu main game terlalu lama.

    Mengapa malah berbahaya main game? Sebab, kita terlalu lama menikmati keasyikannya. Aktivitas yang menimbulkan rasa asyik ini akan terpola membentuk jalur otak tetap. Memainkannya lebih lama lagi, malah akan menggeser dan menata ulang jalur positif otak. Tidak masalah kalau kita aktif bermain tetapi main-main terus seharian jelas tidak sehat bagi pikirann.

    Ada yang berkeyakinan bahwa main game cukup dua jam perhari. Itu pun tidak dilakukan secara maraton dua jam. Melainkan diselesaikan secara estafet, mungkin dalam jangka waktu per setengah jam, empat puluh lima menit atau satu jam. Semuanya tergantung waktu luang yang anda miliki. Kebiasaan menghabiskan waktu secara bervariasi dapat menjaga dan mengasah kreativitas. Termasuk dalam hal berdoa yang luas dan kreatif.

  2. Terlalu bernafsu untuk menang.

    Tentu saja semua orang ingin menang, siapa juga yang mau main untuk kalah? Nafsu yang menggebu-gebu untuk menang membuat seseorang ingin main lagi dan lagi, senang menikmati kesombongannya. Nafsu yang besar secara perlahan-lahan mengubah, mengeliminasi dan meninabobokan alogaritma pikiran. Akibatnya, ketenangan dan ketenteraman hati yang selalu kentara menjadi hambar dan rapuh. Saat berdoa pun menjadi kurang konsentrasi dan kalimat latah terpatah-patah.

    Kalau anda adalah seorang gamers sejati, akan sadar betul bahwa dalam permainan kadang kalah dan kadang menang. Tidak perlu membuat target untuk selalu menang karena hal tersebut mustahil adanya. Tetapi, kedepankanlah keikhlasan: “mau menang atau kalah, terserah saja, yang penting sudah berusaha semaksimal mungkin.”

    Kalau hati terbuka untuk menerima kekalahan atau kemenangan, maka lama kelamaan menjadi terbiasa. Artinya, mau kita kalah atau menang, hati tidak bergejolak, emosi tetap stabil-datar saja. Tidak ada target khusus yang harus dicapai, melainkan apa adanya saja, yang penting sudah berusaha. Semua dilalui dengan santai karena sudah terbiasa. Saat kita beralih aktivitas untuk bersekutu kepada Tuhan, pikiran tidak terbeban sehingga doa pun lancar dapat dinikmati.

  3. Dendam game.

    Rasa dendam ini membuat kita terus membahas-bahas di dalam hati, kira-kira bagaimana cara terbaik untuk membalasnya nanti. Ketika kita disuruh bersekutu dengan Tuhan, fokus pikiran malah tertuju pada strategi bermain yang diterapkan selanjutnya. Kalau sama player lain/ bot game saja dendam, terlebih lagi kepada orang yang jelas-jelas bersalah kepada kita. Bila kita bisa belajar mengikhlaskan keterpurukan itu, niscaya ketenteraman hati kembali dan mudah berkonsentrasi saat berdoa.

  4. Telah kecanduan.

    Tandanya saat kita kecanduan bermain, menjadi tidak sabaran untuk memainkannya. Saat diminta untuk melakukan sesuatu, malah jadi marah membentak-bentak/ merengek-rengek. Keadaan ini juga bisa mempengaruhi kedekatan kita dengan Sang Pencipta. Tepat saat fasilitas bermain tersebut diambil/ direnggut dari kita. Baik secara sengaja (instruksi ortu) maupun secara tidak sengaja (rusak, hang, jatuh). Kendali diri langsung amblas, stres melanda jiwa, cari-cari masalah bahkan melukai diri sendiri.

  5. Membayang-bayangkan keunggulanmu terus-menerus.

    Permainan adalah hingar-bingar duniawi yang datangnya lewat penglihatan. Pesona corak warna-warni dalam gerakan-gerakan asyik yang menimbulkan efek visual yang nyata. Siapakah yang tidak terbuai dengan godaannya yang aduhai. Itu permainan, saking indahnya, kita pun sampai membawanya di dalam mimpi. Terlebih ketika ada penghargaan khusus yang diterima, jadi senang bukan kepayang. Terbiasalah dengan semua pesona itu sehingga suasana hati tetap datar sekalipun akun game anda sedang dihujani penghargaan dan ucapan selamat. Jika kita mampu meredam kesenangan yang menggebu-gebu tersebut, niscaya doa kepada Tuhan lancar setiap waktu.

  6. Membawa nilai-nilai game yang salah dalam hidup sehari-hari.

    Harap dipahami bahwa tidak semua nilai-nilai dalam permainan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Memang ada beberapa nilai umum yang dapat dipetik, seperti kerendahan hati, keseimbangan, ketekunan dan kerja keras. Akan tetapi, ada juga nilai-nilai yang bertentangan, misalnya persaingan, kelicikan, pembunuhan, penipuan, ejekan, bully dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pandai-pandailah memilah-milah, mana yang ingin ditiru dan mana pula yang seharusnya dilupakan.

    Jika kita menerapkan nilai-nilai buruk game dalam keseharian, awan rasa bersalah akan melingkupi dan merintangi hubungan dengan Sang Pencipta. Segera mohon penyegaran jiwa, minta maaf kepada Tuhan dan sesama. Saat rasa bersalah itu telah berlalu, hubungan dengan Tuhan pun kembali terjalin baik, termasuk dalam hal berdoa.

  7. Fokus Tuhan kurang ditekuni.

    Otak manusia selalu bernyanyi, terutama saat sedang senang-bahagia. Nyanyian yang bermunculan dari dalam hati inilah yang kita jadikan sebagai musik pengiring untuk memuliakan Tuhan. Tetapi game yang asyik bisa membuat kita abai terhadap nyanyian otak sehingga fokus Tuhan lenyap secara perlahan-lahan. Keadaan ini bisa berimbas terhadap persekutuan kita kepada Tuhan. Seolah-olah ada sesuatu yang meregang dan tidak nikmat lagi saat berdoa karena telah meninggalkan kebiasaan bernyanyi di dalam hati.

    Tahukah anda bahwa menyanyi memuliakan Tuhan, sifatnya sangat fleksibel: bisa dilakukan dimana pun dan kapan pun. Oleh karena itu, berupayalah saat sedang main, fokuskan juga pikiran untuk memuliakan Allah. Sehingga seolah-olah, kita bermain sambil-sambil juga hati berdendang meninggikan Sang Khalik.

    Apabila anda selalu pakai permainan sambil memuji-muji Tuhan di dalam hati. Alhasil, jalur tetap informasi positif di dalam otak, selalu terjaga. Bahkan jalur itu semakin kuat sehingga tingkat kreativitas kita dalam memuji-muji nama-Nya sangat adaptatif. Diperhadapkan dengan lagu-lagu aneh pun, emosi tetap stabil dan ketenangan jiwa takkan goyah. Demikian juga saat berdoa menjadi sangat luwes dan kata-kata positif lepas di hadapan Tuhan

Kesimpulan

Teknologi adalah iblis kecil yang mencoba menjauhkan kita dari Tuhan. Kuasanya akan semakin jahat merusak hidup orang yang berhati lemah. Akan tetapi, orang yang kuat hati – kuat tekad – setia Tuhan: dapat mengantisipasi pengaruh jahatnya lalu memanfaatkan teknologi untuk membangun hidup yang positif.

Masalah utama saat main game adalah apakah aktivitas tersebut dapat menganggu ketenteraman hatimu? Apabila setelah memainkan suatu permainan, hati menjadi tidak tenteram. Anda harus mengoreksinya! Temukanlah kekhilafan yang anda lakukan di dalamnya. Mungkh karena permainan yang salah, waktu bermain berlebihan, nafsu ingin menang yang lebay, suka membayangkan kemenangan/ keunggulan diri dibanding gamers lainnya. Hati yang mendendam, kecanduan yang tinggi dan lain sebagainya. Bereskanlah dahulu, semua masalah tersebut satu persatu, ambil sejenak waktu tenang (sebelum memulai doa) menyegarkan hati memuliakan Tuhan (bisa dengan membaca firman), baru setelah itu berdoalah. Kita tidak mungkin menolak dunia mentah-mentah tetapi kritis, selektif dan beradaptasilah, niscaya pikiran pun berkembang.

Salam, Hidup penuh jebakan.
Hati-hati, seleksi dan adaptasikan.
Apa pun yang dilakukan,
jangan pernah kosongkan pikiran
Jadilah bijak lewat tantangan!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.