7 Cara Cerdas + Bahagia Mendengar Musik

Sukacita dapat kita rangsang di dalam pikiran sendiri.

Kebahagiaan adalah jalan hidup yang sudah ada di depan mata kita. Masalahnya adalah maukah seseorang mencari, menemukan  dan menekuni persyaratan untuk mencapainya? Tentulah ini bukan jalan yang mudah untuk ditempuh sebab jalannya pasti sukar penuh cobaan. Akan tetapi, orang yang disemangati oleh iman/ percaya tidak mungkin undur niatnya untuk melakukan dan memperjuangkan apa yang baik dan yang benar. Kalau itu sudah panggilan jiwa maka hal tersebut akan diniatkan lalu ditekuni dengan sungguh-sungguh. Sebab pada dasarnya, bahagia tersebut dapat kita rangsang dan bentuk sendiri lewat pikiran masing-masing.

Aktivitas adalah dasarnya

Harap dipahami bahwa esensi kebahagiaan terdiri dari aktivitas yang dilakukan dari waktu ke waktu. Kekuatannya sangatlah sederhana bahkan orang lain bisa saja tidak menyadari keadaan tersebut tetapi kita menikmatinya secara terus-menerus. Sekarang persoalannya adalah aktivitas seperti apa yang dapat mendukungnya dan seperti apa pula yang dapat melemahkannya? Tentulah sikap positif akan memberi energi baik yang dekat dengan rasa bahagia. Sedangkan perilaku negatif (baik perkataan maupun perbuatan) akan memberi energi buruk yang kental dengan ketidaktenangan hati, kegelisahan dan berbagai suasana hati jelek lainnya.

Aktivitas juga mencerdaskan otak

Inilah awal mula dari kehidupan yang terpuruk: membuat manusia tenggelam dalam kenyamanannya sendiri dengan aktivitas nol. Apabila keadaan tersebut terus berlanjut maka yang diharapkan oleh oknum pemimpin lalim (kapitalis/ konglomerat/ pejabat) akan terwujud, yaitu agar kebanyakan rakyat kurang cerdas sehingga mudah dibodohi dan disetir. Oleh karena itu, jangan senang saat anda tidak memiliki aktivitas, itu adalah awal bencana kebodohan. Pasti ada sesuatu yang baik yang bisa anda lakukan hari ini, temukan itu di sekitar anda dengan pikiran yang terbuka. Semakin bervariasi aktivitas makin baiklah kesehatan otak. Demikian juga semakin berkembang dan menantang aktivitas yang dilakukan, makin baiklah tingkat kepintaran otak.

Musik dan otak

Otak adalah pecandu musik.  Caranya bekerja seolah mirip dengan lantunan musik yang terdengar. Irama yang terdengar seolah memperlancar kinerja otak tatkala kita mampu mengikuti setiap beat yang terdengar. Saat menyimak sebuah lagu lalu menyesuaikan diri dengan lantunan musik yang sedang berdendang, tepat saat itulah kita menemukan suatu landasan tempat pikiran berjalan dengan lancar. Pada keadaan ini, kita perlu belajar menjadi pribadi yang lihai beradaptasi lewat berbagai jenis/ genre musik yang kemungkinan akan didengar. Tidak berupaya untuk menentang atau melawan dengungan lagu yang tidak disukai disekitar: biar bagaimana pun, kita tidak 100% mampu mengendalikan hal-hal tersebut. Oleh karena itu, yang dapat dilakukan adalah terus aktif positif: fokus kepada Tuhan dan bergerak melakukan kebaikan sambil menyelesaikan pendidikan dan pekerjaan yang diemban.

Cara bahagia mendengar musik

Musik adalah kehidupan kita. Ini telah dimulai sejak kita mendengar kicauan burung dan suara hewan lainnya. Menikmati suara pepohonan yang mendesis melambai-lambai dihembus angin. Serta menikmati gaungan alam lainnya yang menderu bahkan kadang mengagetkan/ mengejutkan kita. Suara adalah salah satu cara manusia memahami sesamanya, lingkungan sekitar dan dirinya sendiri. Bunyi-bunyian yang indah tersusun dalam nada-nada yang rapi, saat didengarkan sangat memukau indra. Sekaligus menjadi sebuah sarana untuk memperlancar daya pikir. Berikut akan kami uraikan beberapa teknik khusus untuk memanfaatkan musik agar dapat meningkatkan kecerdasan bahkan sampai membuat bahagia juga.

  1. Perluas dimensi lagu duniawi sambil melakukan yang benar.

    Saat kita stagnan pada jenis lagu tertentu, bisa terganggu bahkan terkejut saat diperhadapkan dengan jenis lagu lainnya. Oleh karena itu, koleksi bukan hanya lagu-lagu lokal tetapi yang dibuat oleh orang-orang luar juga (dari luar negeri). Saat kita mampu menemukan kesenangan sambil mendengarkan berbagai jenis lagu tersebut, tepat saat itulah tercipta bahagia asalkan tindak-tanduk sudah benar adanya. Tetapi “tanpa kebenaran tidak ada setetes pun kebahagiaan sekali pun anda mengaku, senang-senang saja.”

  2. Mendengarkan lagu populer sambil memperkuat kebiasaan memuji-muji Tuhan.

    Lagu populer duniawi dapat menarik keluar semangat yang menyenangkan. Tetapi jangan terlena dengan syairnya yang kadang tidak sesuai atau bertentangan dengan diri kita. Melainkan ciptakanlah kata-kata sendiri yang bertujuan untuk memuji-muji Tuhan. Saat semua aktivitas duniawi berhenti, satu-satunya hal yang dapat terus-menerus dilakukan adalah memuji-memuliakan nama Tuhan di dalam hati. Jika anda lihai membumbui aktivitas fokus kepada Sang Pencipta dengan nada-nada yang berputar di sekitar: ada kenikmatan tersendiri yang ujung-ujungnya memunculkan kebahagiaan.

  3. Dengarkan lagu-lagu rohani atau populer sambil belajar.

    Pelajaran apa yang anda sukai, yang menjadi bidang keahlian sendiri dimana kita melakukan banyak hal dalam mata pelajaran atau mata kuliah tersebut. Saat anda mempunyai kesukaan lalu menekuni hal tersebut sambil mendengarkan lagu rohani atau populer (dalam negeri maupun luar negeri), di sanalah terbentuk kebahagiaan. Akan terjadi perpaduan antik antara kesukaan hati (apa yang difavoritkan) dengan nada-nada yang terdengar cantik. Aktivitas antik inilah yang kemungkinan besar akan membuat hati berbahagia. Berupayalah belajar sambil memutar nada ritme halus dengan volume sedang sampai kecil untuk merangsang otak beradaptasi dan bereaksi indah bersama musik.

    Jika di sela-sela belajar ada waktu istirahat, gunakan kesempatan lowong tersebut sambil mendengar lantunan nada-nada bergenre pop, rock, disco, dangdut dan lain-lain. Berupaya mengimproviasi syair lagu duniawi menjadi puji-pujian kepada Tuhan. Lakukan secara rutin dan jangan sampai melupakannya walau sesaat agar pikiran tidak terbuai dalam kekosongan yang melemahkan hati, melainkan tetap terisi oleh hal-hal positif.

  4. Dengarkan lagu-lagu rohani atau populer sambil bekerja.

    Saat sedang bekerja, hindari mengheningkan telinga dari suara-suara mengganggu. Coba belajar mengatasi gangguan yang kita ciptakan sendiri yaitu dengan menghidupkan nada-nada rohani atau bergenre rap, hip-hop, disco, dangdut dan lain sebagainya. Upayakan untuk mengembangkan jenis lagu yang didengarkan agar diri sendiri pun mampu menyesuaikan diri dengan semuanya itu. Saat bergerak mengerjakan sesuatu, sesuaikanlah irama gerakan tubuh dengan intonasi lagu. Saat lagunya beat cepat alias disco tetap berupaya untuk bergerak dengan santai. Hindari terseret arus tetapi kuasai dan kendalikanlah gerakannya sambil mengiringnya dengan santai.

    Saat pekerjaan sudah selesai atau ada waktu break di sela-sela kerja, silahkan improvisasi irama yang berdengung di sekitar menjadi lagu sendiri yang bertujuan untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan di dalam hati. Kemampuan adaptasi ini langka dan hanya dimiliki oleh orang berpengalaman menikmati hidup di tengah himpitan masalah yang bertubi-tubi.

  5. Dengarkanlah lagu klasik atau instrumental tanpa suara manusia.

    Cobalah teknik yang satu ini, kita bisa mengeluarkan ide-ide baru memuliakan Tuhan tanpa terganggu dengan suara manusia karena hanya ada alat musik pada lagu klasik/ instrumental. Musik bergenre ini, benar-benar menggugah selera dan tidak bisa ditebak karena tidak memiliki pola khusus kecuali kita telah mendengarnya secara berulang-ulang.

    Saat sedang fokus belajar, tidak perlu menggubah nada tersebut ke dalam bentuk lain di dalam pikiran. Melainkan berupayalah untuk bergerak menyelesaikan pelajaran (PR/ tugas/ membaca) seirama dengan musik instrumental yang terdengar. Kenikmatan yang terasa di balik aktivitas adaptasi inilah yang membuat garing rasa hati dalam kebahagiaan.

    Apabila sedang fokus bekerja, tidak perlu memutar otak untuk mengimprovisasinya menjadi bentuk lain. Tetapi, selesaikan pekerjaan tersebut sambil menyesuaikan irama gerakan tubuh dengan suara-suara gemerincing yang memukau.

  6. Ikuti nada-nada yang berdengung di sekitar kita.

    Tidak perlu melawan apalagi menentang dan menerjang setiap musik dari luar yang tidak sesuai dengan selera kita. Jika memang dimungkinkan, silahkan saja mendengar musik sendiri lewat earphone/ headset. Silahkan saja, membiarkan semuanya kacau bertolak-tolakan karena dua lagu/ dua jenis musik didengar sekaligus. Akan tetapi, lain ceritanya ketika suara hati kita berkata lain, menentang keputusan sendiri yang ogah menyesuaikan: sontak menciptakan ketidaktenangan hati.

    Sering sekali dalam hidup ini, suara hati tidak menyarankan kita untuk melawan balik atau menentang sesuatu yang berasal dari luar. Sekali pun tidak menyukai suara-suara tersebut, bukan berarti harus menentangnya. Melainkan berupayalah untuk beradaptasi dengan tinggi-rendahnya gelombang suara yang mendatangi telinga masing-masing. Yang terpenting adalah tetap aktif dalam ranah positif di tengah-tengah distorsi suara yang sedang terjadi.

    Aktivitas positif yang bisa dilakukan di tengah dengungan yang membahana dari sana-sini adalah fokus kepada Tuhan, mempelajari sesuatu, mengerjakan hobi atau pekerjaan positif lainnya. Di tengah-tengah semuanya itu, berupayalah untuk membuat gerakan aktif yang seirama dengan nada yang sampai ke telinga ini. Terkhusus saat sedang santai, usahakanlah untuk mengimprovisasi nada tersebut sambil bersyukur dan memuliakan Sang Khalik hingga akhir.

  7. Lakukan sambil menekuni aktivitas kecil atau gerakan kecil (multitasking).

    Salah satu syarat umum untuk menjadi cerdas adalah melakukan aktivitas secara multitasking. Kemampuan ini dapat membuat kita menanggung banyak hal sekali jalan namun sangat selektif untuk fokus pada satu hal saja. Bila diumpamakan task/ tugas yang banyak dan tak terduga tersebut bisa berasal dari mana saja. Tetapi pikiran anda mampu menyaring semuanya itu, mengabaikan beberapa hal sedangkan aktivitas pikiran difokuskan pada satu hal saja. Pada tahapan ini, kemampuan kita untuk memfokuskan pikiran sudah mencapai level atas. Sehingga segala gangguan yang berasal dari luar mampu ditahan imbang tanpa harus membenci dan marah-marah kepada para pengganggu.

    Kepentingan multitasking ini sangat didukung oleh kebiasaan kita menujukan hati kepada Tuhan sambil mengerjakan hal-hal sederhana di sekitar. Misalnya saja saat berjalan kaki, naik sepeda, menggunakan kendaraan, membersihkan kamar, merapikan rumah, menyuci piring, mencuci pakaian, mandi dan berbagai hal-hal sederhana lainnya. Biasanya rutinitas recehan semacam ini, dapat diselesaikan tanpa harus berpikir panjang terlebih dahulu. Seolah-olah saat mengerjakan hal-hal tersebut semuanya telah di luar kepala karena sudah terbiasa. Pada saat seperti itulah pikiran kosong job (pekerjaan otak minim) sehingga bisa diberdayakan untuk memuja-muji Tuhan di dalam hati. Jika kita mampu menikmati aktivitas tersebut niscaya kebahagiaan hati menjadi penuh.

    Gerakan mungil yang biasa dilakukan saat mendengar lagu merupakan pertanda bahwa kita mampu mengikuti dengan seksama segala suara-suara aneh tapi manis yang bergulir di sekitar. Gerakan kecil tersebut berupa: kepala mengangguk, jari melentik, telapak kaki bergoyang, betis kendur-ketat, bahu gantian ke depan dan ke belakang dan lain sebagainya (silahkan cari sendiri, kreatif dikit!).Anggukan mini dari kepala merupakan salah satu bentuk gerakan mungil yang bisa dilakukan kapan saja, baik saat bekerja, belajar dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Musik adalah rel kereta otak yang membantu manusia menikmati dan memperlancar aktivitas bahkan disanggupkan meraih kebahagiaan yang utuh. Tentu saja ini tidak akan terjadi kalau kita bergerak dalam jalur yang salah. Melainkan hanya kebenaran hakikilah (kasih utuh kepada Allah dan kasih adil kepada sesama) yang dapat menjamin rasa senang yang dinikmati akan menjadi bahagia yang akan terus dirasakan dari waktu ke waktu. Simak juga, Ternyata lagu duniawi mempertegas dan membumbui kebiasaan fokus kepada Tuhan.

Dengarlah lagu favorit sambil memusatkan pikiran kepada Tuhan; improvisasikan nada-nada yang ada dengan syair pujian kepada Yang Maha Kuasa. Ini adalah teknik kreatif awal yang sekaligus menjadi pondasi bagi aktivitas multitasking. Semakin lama menekuninya maka semakin kuat kemampuan kita untuk memanjemen pikiran sendiri. Musik adalah komponen yang mampu melatih manusia menikmati dan memperlancar setiap kesibukan yang sedang digeluti. Asal saja kita mampu mengikuti ritmenya, sambil beraktivitas positif, maka akan terbentuklah rasa senang yang sangat nyata di dalam hati. Masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya untuk membuat kesenangan tersebut selalu ada? Apa pun yang dilakukan, tekunilah itu dalam kebenaran dan kebaikan. Saat kita sudah terbiasa melakukannya niscaya akan mampu mengabaikan berbagai distorsi yang terjadi di sekitar, sambil tetap fokus kepada Tuhan, belajar dan bekerja serta berbagi kasih kepada sesama di sela-sela semuanya itu.

Salam, Bunyi indah
yang berdengung di sekitar
adalah pendorong
yang membuat semuanya
lancar dan terasa nikmat
hingga terkonsentrasi
menjadi kebahagiaan sejati
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.