Bahagia Adalah Ketenangan Hati Yang Terus-Menerus Sekali Pun Di Sekitar Ribut-Ribut

Materi fana tidak selalu ada untuk membuat kita senang, tetapi kebenaran akan selalu membahagiakan bahkan sampai kepada hidup di sorga yang kekal

Sehebat apa pun materi yang kita miliki, itu bukanlah jaminan kebahagiaan hidup. Sekali pun kita bersarang dalam sangkar emas yang mewah, megah, kokoh tak tertandingi, itu bukan jaminan bahwa kita bisa menikmati setiap waktu yang dijalani. Materi semahal apa pun mustahil mampu menyentuh hati ini, demikian juga kehormatan/ penghargaan/ pujian sebanyak apa pun mustahil akan selalu ada memberi rasa senang. Hal-hal duniawi ada di luar diri kita dan kita tidak mampu mempertahankan semuanya itu. Sebab apa yang ada di luar diri ini tidak serta merta mampu mempengaruhi suasana hati. Apa yang terdapat di sekitar kita akan habis, melapuk, berlalu dan berakhir tetapi melakukan hal-hal yang benar akan selalu ada. Bahkan saat kita mati pun, upah melakukan hal-hal yang benar sudah disimpan di sorga dan akan dituai kelak di akhir zaman.

Paket hati rasa positif adalah sorga dunia, tidak dapat dibeli dengan materi apa pun tetapi lewat pengorbanan memperjuangkan kebenaran

Tidak ada yang lebih penting dalam hidup ini selain suasana hati yang baik tanpa pertentangan apa pun. Kami bahkan meyakini bahwa, siapa pun akan membayar lebih untuk dapat memiliki hati yang berasa baik tanpa harus ketergantungan dengan sikon di sekitar (situasi & kondisi). Hati rasa positif adalah surga dunia yang dapat dimiliki oleh masing-masing orang. Kumpulan rasa tersebut adalah kepuasan, kedamaian, kebahagiaan, ketenangan, kelegaan dan ketenteraman. Memang suasana hati tersebut memiliki banyak nama, seperti yang kami tuliskan. Satu saja dari hal tersebut mampu dirasakan berarti semuanya sudah dimiliki. Sebab, pada dasarnya suasana internal tersebut saling berkait-kaitan satu sama lain. Sehingga mengambil dan merasakan yang satu berarti mengambil yang lainnya. Inilah yang disebut satu paket rasa hati positif.

Gelombang suara kekuatan penghancur ketenangan hati rasa positif, masuk dalam kegelisahan memperburuk emosional sifat-sifat pun negatif.

Selama pencarian hidup yang membahagiakan, bukannya kita tidak pernah merasakan penderitaan. Tetapi, karena mampu menikmati rasa sakitlah maka kehidupan berangsur-angsur bahagia. Semakin dewasa umur, biasanya semakin banyak saja gangguan yang timbul di sekitar kita. Bila di tengah-tengah semuanya itu, kita tak merasakan ketenangan maka kegelisahanlah yang timbul. Tidak ada yang namanya tak berasa dan tidak ada istilah netral, melainkan hanya ada dua gendang: tenang atau gelisah. Saat baru pertama kali menjalaninya, konsentrasi pecah, fokus terarah pada gelombang kekacauan dan mengarah ke hal-hal lainnya yang sedang kita kerjakan. Bahkan saat kita sudah tidak mampu lagi bertahan dari kebisingan tersebut, mulailah mengutuki, menyumpahi, memarahi bahkan ikut-ikutan pula membuat keributan yang sama. Pada tahapan ini, hati rasa positif lenyap sama sekali.

Manusia belajar dari ketidak-tenangan, mendesak diri sendiri agar ketenangan terbentuk lewat simulasi kehidupan yang alot.

Mereka yang sudah pernah merasakan betapa tidak damainya hati di tengah keributan, akan berusaha untuk mencari tahu, bagaimana caranya untuk tetap tenang di saat-saat seperti itu. Mendorong dirinya dalam simulasi kehidupan menghadapi suara-suara membahana mirip keributan. Belajar perlahan-lahan untuk fokus kepada Sang Pencipta atau menyibukkan diri belajar dan bekerja positif di tengah semuanya itu. Lama-kelamaan, lingkungan keras melatih kita untuk mampu menikmati dan tetap tenang di tengah suara-suara sumbang yang kadang menyindir kehidupan. Pada momen seperti inilah “keribuatan bukan lagi menjadi sesuatu yang dapat diributkan, sebab telah mampu diredam dalam aktivitas positif untuk kemuliaan nama Tuhan dan berbuat baik kepada sesama manusia.”

Macam-macam sumber suara-suara sumbang yang mungkin terasa  keras namun lama-lama jadi nikmat

Gangguan yang mengusik ketenangan hati bisa berasal dari mana saja. Saat kita terlalu fokus pada hal-hal tersebut maka kehidupan akan semakin emosional, marah tak terkendali bahkan fisik pun ikut bermain memberi hentakan. Akan tetapi, mereka yang mampu belajar dari pengalaman hidupnyaakan dilatih untuk mengembangkan fokus berpikir sehingga tidak lagi bercabang-cabang. Melainkan tetap satu di tengah hiruk pikuk yang tidak dapat ditebak dan tidak terkendali pula. Untuk membuat pikiran mampu terpusat pada satu hal sedangkan hal-hal lainnya diabaikan, itu jelas tidak instan. Namun, siapa mau belajar pasti akan dimantapkan untuk menikmati semuanya itu. Berikut beberapa gangguan ketenangan yang mungkin sudah, sedang dan akan kita alami.

  1. Gangguan yang biasanya timbul berasal dari hewan-hewan yang berkeriapan.

Kebisingan yang ditimbulkan hewan biasanya tidak begitu berarti, hanya saja orang yang terlalu memikirkannya di dalam hati akan pusing-pusing sendiri. Satu hal yang menjadi sumber masalah dalam keadaan ini adalah “hewan yang mudah sekali diintervensi oleh manusia, bahkan sekali pun itu dari jauh.” Intervensi yang dilakukan oleh orang lain inilah yang sering sekali mengacaukan hati kita. Namun mereka yang cerdas lagi bijak tidak akan semudah itu tercemari perasaannya oleh kekacauan yang terjadi di sekitarnya. Justru mereka akan berusaha untuk menyesuaikan diri dan sambil berusaha untuk tetap positif menghadapinya.Oleh karena itu, milikilah hati yang selalu sibuk positif, sebab itu adalah cara paling jitu memfokuskan pikiran sambil-sambil multitasking melakukan hal lainnya.

  1. Ada pula godaan yang berasal dari mesin-mesin yang menderu di sekitar.

Godaan berikutnya datang dari hasil teknologi yang diptakan oleh manusia itu sendiri. Mesin adalah pedang bermata dua yang bisa digunakan untuk membangun kehidupan tetapi dapat pula menjadi mesin utama yang melemahkan manusia itu sendiri. Keberadaannya yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan manusia memang baik. Akan tetapi kalau pemanfaatannya kurang tertata rapi maka akan timbullah berbagai penyimpangan yang berpotensi membuat gaduh, entah itu bagi diri sendiri mau pun bagi orang lain di sekitar kita. Bila diperhadapkan dengan penyimpangannya, hadapilah dengan ikhlas dan berlapang dada sambil tetap sibuk dengan aktivitas bermutu baik. Pasti, lama-kelamaan, semuanya menjadi ringan karena bisa dilalui sambil menikmati keindahan getarannya dalam kesibukan positif.

  1. Terdapat juga cobaan yang berasal dari lingkungan alamiah.

Perubahan cuaca juga dapat mendatangkan gangguan indra yang tidak kalah mengacaukan hati, misalnya karena hujan, angin, badai dan bencana alam lainnya. Kesemua hal tersebut dapat membuat kita gelisah terutama karena terlalu sering terjadi dan terus-menerus pula. Apa yang kita lakukan hanyalah berupaya untuk menyesuaikan diri, mustahil kita bisa melawan kekuatan alam yang begitu besar bahkan lebih besar dari diri sendiri apa adanya. Kita berupaya untuk menikmati semuanya itu sambil bersyukur kepada Tuhan, bahwasanya sungguh luar biasa kasih karunia-Nya kepada diri ini. Ditambah lagi, saat kita mampu memahami makna alias manfaat di balik hal-hal buruk tersebut. Semuanya ini berkumpul menjadi satu sehingga hidup bukannya terusik oleh gejolak alamiah tetapi terberkati bahagia selamanya.

  1. Tidak jarang, ada manusia yang masih belum dewasa sehingga turut menjadi pribadi pengganggu.

Biasanya orang yang sudah dewasa, enggan menimbulkan gangguan terhadap sesamanya, sebab mereka telah secara sengaja mendedikkasikan hidup untuk fokus kepada sorga dan kebenaran. Tetapi, di antara kita masih ada orang-orang muda yang mungkin saja masih belum matang sehingga secara tidak sengaja menyebabkan keonaran kecil yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain, termasuk kita di antaranya. Perlu menghadapinya dengan tetap sabar bertahan dengan rendah hati mengikhlaskan segala yang terjadi sambil sibuk melakukan apa yang benar. Berupaya untuk mengalahkan diri sendiri agar hati tetap tenang tanpa mau memberi perlawanan seperti yang diinginkan oleh musuh-musuh kita (si iblis). Saat terus menghadapi situasi yang sama selama beberapa waktu, lama-kelamaan mampu menjalaninya dengan luwes sambil menikmatinya dalam aktivitas positif.

Musuh kita bukanlah manusia, bukan pula sesuatu yang memiliki darah dan daging. Tetapi musuh utama kita adalah si iblis. Dialah yang akan tertawa sangat lebar ketika gangguan kecil di sekitar kita mampu mengguncangkan hati, membuatnya tidak tenang. Sadarilah bahwa senangnya si iblis akan semakin besar dan tinggi sekali, ketika kita meresponi gangguan sosial dengan cara yang agresif dan meledak-ledak.

Kesimpulan

Situasi di sekitar kita bisa saja tidak tenang, semuanya sibuk dan ribut-ribut. Namun hati bisa ditenangkan lewat membiasakan diri dengan semuanya itu sehingga sekacau apa pun situasinya, itu tidak mengganggu kita. Sebab kita pun sibuk juga pada urusan pribadi sehingga tidak ada waktu untuk mengeluh, merengek-rengek atau marah-marah. Kesibukan positif inilah yang menjaga kebahagiaan hati sehingga mampu menenangkan diri sendiri di tengah riuh gemuruh dunia fana.

Dimana-mana di seluruh penjuru bumi penuh dengan ketidak-tenangan. Sebuah ciri khas dari aktivitas manusia sebab tanpa aktivitasnya bisa-bisa manusia menjadi kurang cerdas selama menempuh hari-hari yang tidak selalu mudah. Ingatlah bahwa saat kita masih belum mampu beradaptasi dengan kerasnya gangguan, hanya masalah waktu saja, sampai kita menguasainya bahkan mampu berimprovisasi di tengah cobaan hidup menderu. Gangguan tidak lagi mengganggu kita karena kita mampu menjaga ketenangan hati dengan tetap fokus pada aktivitas yang ditekuni. Mereka yang mau mengalah, menyempatkan diri untuk menghancurkan ego dan merendahkan arogansi selangit. Menghadapi semuanya dengan sabar bertahan, tetap rendah hati, menjaga keikhlasan namun tetap berbagi kebaikan kepada siapa pun bahkan sekali pun itu dengan musuhnya. Sebab rasa sakit yang dahulu sangat kentara telah bertransformasi menjadi salah satu kenikmatan hidup yang disambut dalam rasa syukur penuh manfaat. Itulah sorga dunia yang dapat dicicipi bahkan di tengah gejolak kehidupan.

Salam, Miliki hati yang berasa baik,
Maka ketidak-tenangan
akan diubah menjadi ketenangan.
Penderitaan yang terasa sakit pun,
bisa menjadi sumber kebahagiaan.
Itulah evolusi mental
setelah bertubi-tubi
menghadapi ujian kehidupan
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.