Keinginan Duniawi Membuat Hati Tidak Tenang: Jangan Fokus Kepada Hawa Nafsu!

Tetap fokus pada hal positif, sebab apa yang dipikirkan (yang ada dalam hati) lebih penting daripada yang terjadi di sekitar.

Apa pun status keberadaan kita saat ini, yang terpenting dalam hidup adalah hati dan pikiran yang selalu terjaga. Memang masih banyak hal-hal di sekitar kita yang dapat mempengaruhi kehidupan secara utuh. Namun, apa yang ada di luar tidaklah begitu penting, sekali pun dapat mempengaruhi indra: semua yang datang dari luar bisa kita kontrol. Selama kita sadar dan fokus menjalani hidup maka selama itulah hari-hari akan selalu berada dibawah kendali masing-masing. Akan tetapi, saat kita kehilangan fokus niscaya hidup pun tertidur, hilang setengah kesadaran dan mudah terguncang. Justru yang terjadi adalah, kita dipenuhi dengan spekulasi jahat yang menghancurkan diri sendiri. Stres yang disertai dengan prasangka buruk adalah perpaduan yang bisa membuat kita terpeleset sampai tak bangun-bangun.

Jangan mudah mengingini dan jangan terlalu enteng berharap kepada manusia, siapa yang menjamin dia tidak mengecewakan anda?

Pada sudut-sudut tertentu kehidupan, kita perlu memerhatikan dengan seksama tentang apa yang sesungguhnya diinginkan oleh hati ini. Jangan pernah biarkan diri sendiri berlarut-larut menginginkan sesuatu yang masih berada di luar jangkauan. Sebab dimana ada keinginan maka di sanalah terdapat tujuan sehingga seluruh fokus kehidupan hampir diarahkan sepenuhnya ke sana. Nafsu yang kita miliki merupakan tali tambang yang kita ikatkan di leher sendiri lalu ujung satunya kita serahkan kepada angin yang berlalu menjadi badai yang menyeret diri ini kepada keterpurukan. Sebab ekspektasi yang terlalu tinggi menimbulkan kekecewaan yang melebar dimana-mana sehingga membuat stres berkepanjangan. Mereka yang tidak bertobat dari nafsu yang liar akan jatuh berulang kali dalam lubang derita yang memperberat pilunya hati.

Memfokuskan hidup pada keinginan hanya akan memperberat hidup. Bukti yang menunjukkan bahwa kita fokus kepada hawa nafsu: menginginkan sesuatu sambil membawanya dalam angan-angan, memimpikannya setiap malam dan mengkhawatirkan/ mencemaskannya.

Tanpa disadari ada banyak tawaran tinggi sampai di hadapan kita, waspadalah sebab terkadang semuanya itu hanya sandiwara

Ada banyak hal-hal mewah beredar di sekitar kita, pula ada banyak pencapaian yang tinggi-tinggi bisa menjadi pilihan-pilihan terbaik. Akan tetapi, tidak semuanya yang terbaik cocok untuk diri sendiri bahkan kemewahan pun dapat meracuni diri sendiri. Apa pun yang sedang bergulir di sekitar kita, hindari sikap langsung menangkap dan mengikuti lalu turut menginginkannya pula. Berhati-hatilah bahwa semuanya itu mungkin saja berada di luar ekspektasi. Oleh karena itu, jangan mudah ikut-ikutan dengan apa yang lewat di depan mata (indra). Terkadang hal-hal tersebut hanyalah sandiwara imajinasi yang tidak nyata: mungkinkah kita bisa bertahan saat berpegang pada kepalsuan? Oleh sebab itu, tanggapilah setiap informasi yang lewat dengan hati-hati,

Awas sandiwara penuh kepura-puraan ada dimana-mana, hindari terbawa emosi lalu GR, merasa “itu adalah aku!”

Harap dipahami bahwa manusia suka karang-mengarang. Kami sendiri pun mengarang kok, walau hal tersebut ada hubungannya dengan kebenaran. Karangan semacam ini semata-mata bertujuan untuk membuat kita tetap sibuk. Inilah mayoritas pekerjaan manusia zaman sekarang di tengah efisiensi kerja dan kepadatan penduduk yang membludak. Tanpa aktivitas maka besar kecenderungan, manusia menjadi makhluk bodoh yang lebih suka tidur, malas-malasan, bermoral jongkok dan sakit-sakitan. Jadi, apa pun bentuk karya seni yang begitu memukau hati, hindari terbawa emosi sampai ke-GR-an lalu menginginkan apa yang sedang disaksikan. Sadarilah selalu bahwa segala karya seni yang kita nikmati mengandung unsur manipulasi yang terkadang sangat jauh dari realitas kehidupan.

Informasi yang beredar, cantik memancing keinginan, hidup malah diseret arus zaman dalam kepalsuan yang melemahkan hati

Selama hidup di dunia ini, apa pun yang kita nikmati, baik sekilas informasi, berita, infotainmen, film, sinetron, komedi, drama luar negeri dan dalam negeri. Sadarilah bahwa semuanya itu kental dengan unsur kepura-puraan alias kebohongan atau nama jeleknya adalah penipuan. Jangan mudah jatuh hati pada apa yang dihasilkan oleh manusia sebab bisa saja itu karangan abstrak yang di buat-buat dan tidak ada hubungannya dengan kebenaran hakiki. Oleh karena itu, saringlah dengan selektif dan kritis setiap hal yang disaksikan: hindari sikap polos langsung memercayai semuanya itu. Gunakanlah pertimbangan sehat dan nalar yang aktif sehingga tidak mudah diseret oleh arus zaman dalam pengharapan kosong. Sebab, semakin tinggi ekspektasi maka biasanya semakin tinggi pula tingkat kecewa yang mungkin akan dicicipi.

Tujuan hidup erat kaitannya dengan mengingini ini atau itu; tentukan fokusmu, kepada dunia yang lebih banyak mengacaukan atau kepada sorga yang lebih banyak menenangkan jiwa

Pertanyaan kami selanjutnya adalah “apa yang anda cari selama hidup di dunia ini?” Apakah mencari segala kerlap-kerlip dunia yang ditawarkan oleh berbagai layanan multimedia? Atau anda mencari ketenangan di tengah gemuruh yang menderu di mana-mana. Sebab di mana ada ketenangan hati, di situ ada kebahagiaan yang mampu mendamaiakan jiwa, mendamaikan hubungan dengan sesama dan tentu saja semua ini diawali dari relasi dengan Tuhan yang semakin intim. Jadi, tentukan destinasi yang ditempuh: mengikuti jalan pencarian kepada kepuasan indra dengan fokus kepada gemerlapan duniawi atau mengikuti jalan pencarian kepada kepuasan hati dengan jiwa yang tertuju kepada Sang Pencipta? Sebab saat kita mengikuti kepuasan hati, tidak ada percabangan jalan mengikuti gemerlapnya hal-hal duniawi yang hebat karena berpotensi mengacaukan hati.

Gemerlapan duniawi adalah bahan ujian utama, “apakah kita masih berhasrat terhadap hal yang tinggi?” Teknologi informasi mampu melatih penggunanya untuk melepaskan gemerlapan duniawi.

Dunia dengan segala kemewahan, kemegahan, kebanggaan, kekayaan, pujian, penghargaan, kehormatan dan berbagai gemerlapan lainnya adalah batu sandungan bagi ketenangan hati. Karena itulah batu sandungan ini diabadikan orang dewasa untuk dijadikan bahan uji-menguji bagi orang-orang muda, apakah mereka masih tertarik terhadap hal-hal tersebut atau tidak? Selalu sadari, apa pun kenikmatan dan kemuliaan yang bergulir di sekitar, jangan mudah terpancing olehnya, tetapi cukup tahu saja lalu biarkan berlalu begitu saja. Sebab mengingini hal-hal tersebut sama dengan berharap kepadanya, dengan demikian ada potensi kecewa yang beresiko menyebabkan depresi berkepanjangan. Jadi, berhati-hatilah saat menginginkan apa pun di dunia ini, terlebih ketika hal tersebut berhubungan dengan sesuatu yang tinggi-tinggi. Jangan terus-menerus mengharapkannya agar terhindar dari frustasi.

Harapan yang besar diperebutkan oleh banyak orang, beradu dalam persaingan memicu banyak perilaku serong, menjauhkan hari dari hati yang tenang.

Semakin tinggi nilai materi dan nilai kemuliaan (jabatan), makin banyak orang yang memperebutkannya dan kian ramai kepentingan yang bersinggungan di dalamnya. Penyimpangan demi penyimpangan silih berganti yang hanya melelahkan badan, memusingkan kepala hingga hati pun tidak lagi tenang. Hubungan dengan sesama pun mulai terdistorsi dan relasi dengan Tuhan terlupakan yang membuat hidup makin kacau-balau. Mencoba mencari efek santai, menikmati hidup yang mewah menawan namun tak ada rasa damai ditemukan. Kehidupan telah terlanjur terjebak dalam konspirasi yang menyebabkan banyak rasa bersalah penggelisah otomatis. Rasa bersalah tidak akan membuat kita damai dan tenang, sekali pun sudah berusaha luwes dan santai menikmati hidup yang menawan.

Harapan yang salah namun tidak terwujud tetap bisa membuat frustasi; usahakanlah kebenaran maka hidup terus tenteram lagi dan lagi

Berjalan dalam keinginan yang salah bukanlah pilihan yang baik untuk dilalui. Saat kita lebih mementingkan apa yang ada di sekitar ketimbang hati nurani sendiri tepat saat itulah kita terjebak dalam praktek kebohongan yang merusak, entah itu diri sendiri maupun orang lain. Memang ada cara duniawi untuk menyembunyikan kegelisahan, gejolak dan ketakukan di dalam hati, yaitu dengan menikmati hidup, memiliki kemewahan, hidup bermegah-megah, memiliki kebanggaan, mempunyai jabatan, memiliki popularitas dan berbagai dukungan gemerlapan duniawi lainnya. Sadarilah bahwa semuanya itu hanya sesaat saja, jika semua pendanaannya sudah habis, mau bayar pakai apa lagi. Sekali pun itu tidak habis-habis tetapi ketenteraman dan ketenangan hati akan habis duluan. Sebab ketenangan, kelegaan dan ketenteraman hati selalu berhubungan dengan kebenaran; begitu berpaling dari kebenaran, nikmat duniawi semacam itu akan lenyap.

Kesimpulan

Anda bisa menginginkan apa saja tetapi jangan fokus kepada hal-hal tersebut. Kenalilah tanda-tanda yang menunjukkan bahwa kita fokus pada gemerlapnya dunia ini, yaitu (1) memikirkannya berulang-ulang, sangat sering; (2) selalu membawanya dalam angan-angan; (3) sering memimpikannya; (4) terlalu mengkuatirkannya; dan (5) menghalalkan segala cara untuk mewujudkannya.

Keinginan adalah sumber frustasi yang menjatuhkan kehidupan banyak orang besar di seluruh belahan bumi. Sebab mereka mengikuti indranya, membiarkan kekurang puasan hidup menguasai hati, katanya: “untuk meraih hal-hal duniawi yang lebih baik.” Nafsu kalau diikuti terus, tidak akan pernah ada habisnya. Berharap terus-menerus kepada kenikmatan dan kemuliaan duniawi sama saja dengan memperbesar kemungkinan dunia mengecewakan kita. Semakin tinggi ekspektasi untuk memperoleh gemerlapnya materi mulia maka semakin tinggi pula angka depresi yang mungkin dialami kelak. Oleh karena itu, jangan mau direpotkan dengan pancingan animo tinggi yang disebar oleh media populer maupun orang-orang di sekitar kita. Melainkan merasa puaslah dengan apa yang dimiliki dan nikmatilah hidup ini apa adanya saja! Terus tetaplah fokus kepada Tuhan dan beri kesempatan berbagi kepada sesama di sela-sela pelajaran dan pekerjaan yang ditekuni.

Salam, Semakin fokus pada keinginan duniawi,
makin besar kemungkinan jadi frustasi.
Kebenaran adalah keinginan sejati
yang memuaskan hati dari hari ke hari
!

Mohon Kritik & Saran, ini hanya perumpamaan tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.